
***
"Selama lebih seratus tahun aku hidup dan sudah puluhan tahun aku mengabdi kepada Kerajaan ini, baru kali aku kecewa terhadap salah satu keturunan keluarga Zhi!" kata Wei Fang dengan perasaan kecewa.
"Panglima, ijinkan saya menjelaskan...!"
"Aku belum selesai bicara! Jadi jangan memotong perkataan ku sebelum aku menyelesaikan perkataan ku!" ke-dua mata Wei Fang melotot ke arah Yong Shing yang ingin menyampaikan sebuah penjelasan.
Yong Shing hanya bisa menelan ludah saat Wei Fang membentaknya, dia hanya bisa duduk saja membiarkan Wei Fang melanjutkan perkataannya.
"Aku sudah berjanji kepada Mendiang Raja Zhi Ang Ghu akan mengabdi untuk kerajaan dan juga untuk semua rakyat, jika ada seseorang yang berani mencoreng nama baik kerajaan, baik itu orang luar, maupun orang dalam, maka aku pastikan dia akan merasakan golok ku!"
"Panglima Wei! Aku akui jika aku sudah membuat kesalahan yang sangat besar, aku terpaksa mengangkat diri sebagai Raja hanya untuk mengisi kekosongan singgasana saja, alasanku melakukan hal itu agar musuh kita dari Kerajaan Xia tidak menyerang kita!" kata Zhi Yu Zhuan.
"Apa kamu pikir alasanmu itu sudah benar? Kamu pikir Kerajaan Xia akan menyerang kesini saat mereka tahu jika Kerajaan ini kehilangan Rajanya? Raja di Kerajaan Xia itu sebodoh yang kamu pikirkan."
Zhi Yu Zhuan hanya tersenyum sinis, dia juga tahu jika pemimpin Kerajaan Xia tidak akan mungkin menyerang Kerajaan Wu walau kerajaan Wu belum memiliki Raja.
Walau Kerajaan Wu di tinggal Pemimpin nya, namun masih ada para Panglima-panglima hebat yang akan menjaga Kerajaan Wu, belum lagi para Pendekar dan Ke satria lainnya.
Secara kemiliteran kekuatan ke-dua Kerajaan bisa di bilang cukup berimbang. dari segi prajurit, Pendekar, dan juga senjata perang.
"Begini saja Panglima, agar panglima tahu aku akan menunjukkan sebuah surat kiriman dari sebuah Organisasi yang ingin masuk ke wilayah kerajaan kita ini!" kata Zhi Yu Zhuan yang bangkit kemudian dia pergi ke samping singgasana dan mengambil sebuah gulungan surat kemudian menyerahkannya kepada Wei Fang.
"Bacalah dan nanti kamu akan tahu apa isi surat itu!" kata Zhi Yu Zhuan.
Wei Fang membuka surat tersebut kemudian membaca isinya, tidak lama dahinya mengkerut seolah-olah mengetahui sesuatu.
"Apakah kamu mengijinkan Organisasi Bintang Hitam ini masuk ke wilayah kita ini?" tanya Wei Fang.
"Tentu saja tidak!" jawab Zhi Yu Zhuan kemudian dia kembali melanjutkan perkataannya.
"Sekarang Panglima sudah mengerti bukan? Andai saat itu kursi Raja ini masih kosong, aku yakin mereka akan masuk kesini tanpa ijin dari kerajaan ini, karena itu aku tidak mau dan menolaknya untuk datang!" kata Zhi Yu Zhuan.
"Panglima, sebenarnya surat dari siapa itu?" tanya Ying Lo.
"Ini adalah surat dari Organisasi Bintang Hitam!" jawab Wei Fang.
"Organisasi Bintang Hitam? Organisasi apa lagi itu dan dari mana asalnya?" tanya Ying Lo.
"Organisasi Bintang Hitam adalah organisasi penyebar agama, tidak seperti Organisasi Tiga Bunga, mereka hanya mengajarkan Dharma atas kepercayaan yang mereka yakini."
Wei Fang menjelaskan jika Organisasi Bintang Hitam sudah lama di bentuk, belum ada satu orang pun yang mengetahui siapa pendirinya dan dari mana mereka berasal.
Di Kerajaan Wu sendiri saat ini masih belum ada penganut ajaran mereka, namun jika sampai beberapa organisasi itu masuk, mungkin tidak lama lagi akan ada beberapa rakyat yang akan berpindah keyakinan.
__ADS_1
Jika hanya penyebar agama baru saja tidak masalah, namun yang membuat Wei Fang gelisah, di organisasi itu ada dua puluh Pendekar tangguh yang di juluki sebagai Dua Puluh Pengawal Bintang Hitam, satu saja dari mereka kemungkinan memiliki kekuatan setara dengan Tian Feng.
Urutan kekuatan mereka juga terhitung dari posisi masing-masing seperti yang paling lemah berada di posisi dua puluh, kekuatannya setara dengan salah satu sepuluh pendekar terkuat, dan urutan ke sembilan belas setara dengan salah satu Lima Pendekar terkuat.
Semakin rendah posisi mereka, maka akan semakin tinggi juga ilmu yang mereka miliki, dan ada satu yang masih misterius, yaitu pendiri Organisasi Bintang Hitam itu sendiri yang katanya memiliki ilmu yang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari ke dua puluh pendekar Pengawal Bintang Hitam.
"Sebenarnya mereka itu Organisasi penyebar Dharma, atau perkumpulan para Pendekar?" tanya Ying Lo, andai saja bukan Wei Fang yang menjelaskan, mungkin dia akan menganggap itu semua adalah lelucon.
"Mungkin mereka terlihat seperti penyebar Dharma, namun ada kekuatan besar yang tidak bisa kita anggap remeh, jadi Organisasi ini bisa di bilang sebagai ancaman, namun juga tidak," kata Wei Fang kemudian dia melemparkan pandangannya terhadap Zhi Yu Zhuan.
"Kali ini aku akui atas keputusan mu yang bijak ini Zhi Yu Zhuan!" kata Wei Fang sehingga senyum lebar menghiasi bibir Zhi Yu Zhuan.
"Namun aku masih belum bisa mengakui mu sebagai raja, kecuali para Dewan dan seluruh Rakyat Kerajaan ini sendiri yang menobatkan mu sebagai raja! Satu lagi, sikapmu yang semena-mena dalam mengubah aturan itu yang membuat aku semakin tidak setuju," kata Wei Fang.
Senyum lebar di bibir Zhi Yu Zhuan langsung menghilang berganti kekesalan, "Sepertinya tidak akan mudah untuk bisa mengambil hati Panglima Wei! Tapi tidak apa-apa karena dia hanya akan hidup sampai hari ini saja, sedangkan besok dia sudah tidak akan bernafas lagi!" batin Zhi Yu Zhuan yang masih mengira jika Wei Fang sudah meminum Racun dari Yama Denji.
"Jadi bagaimana untuk selanjutnya Panglima? Apakah kursi Kerajaan akan tetap di biarkan kosong?" tanya salah satu Dewan.
"Kita tidak bisa gegabah, mungkin untuk beberapa waktu kedepan kursi Kerajaan akan tetap kosong, sedangkan Putra Mahkota masih terlalu kecil untuk menjadi seorang Raja," kata Wei Fang.
Wei Fang lebih memilih kursi kerajaan tetap kosong dari pada harus di duduki oleh Zhi Yu Zhuan, Wei Fang tidak perduli akan status Zhi Yu Zhuan yang menjadi salah satu keluarga besar kerajaan, bagi Wei Fang yang pantas untuk menjadi Raja berikutnya adalah putra Zhi Xian yang masih berumur 10 tahun.
"Bagaimana jika ada hal-hal penting lainnya yang seharusnya menjadi tanggung jawab seorang Raja? Siapa yang akan mengurus semuanya jika Kerajaan ini tidak memiliki Raja?" tanya Yong Shing.
Zhi Yu Zhuan hanya terdiam, dia tidak berani untuk memprotes Wei Fang sehingga hanya bisa menatap kearah Yong Shing.
"Terserah kamu saja Wei Fang, yang jelas besok aturanmu akan segera hilang ikut mati denganmu malam nanti!" batin Zhi Yu Zhuan.
"Itu saja yang hanya bisa aku sampaikan, dan untuk berikutnya aku minta kepada Panglima Ying agar memerintahkan dua Panglima yang tidak ikut hadir di sini untuk mengutus pengawal agar menjaga Putra Mahkota, jangan sampai lengah karena mulai sekarang keselamatan Putra Mahkota dan Ratu Sie sudah tidak aman," kata Wei Fang.
Ying Lo mengangguk kemudian dia pergi keluar untuk mencari dua Panglima lainnya yang saat ini berada di tempat latihan prajurit.
"Pertemuan kita hari ini kita sudahi dulu! Kedepannya aku harap kerja samanya untuk menjaga dan juga membantu Ratu mengurus Kerajaan ini, dan jika ada urusan yang tidak sanggup di selesaikan oleh Ratu, segera beritahu aku!" kata Wei Fang namun matanya tertuju kearah Yong Shing.
Semua orang segera keluar meninggalkan aula pertemuan tersebut dan yang tersisa hanyalah Zhi Yu Zhuan dan Yong Shing saja.
"Penasehat Yong, aku harap malam ini dia benar-benar mati!" kata Zhi Yu Zhuan.
"Yang Mulia, sepertinya rencana kita sudah gagal! Panglima Wei sama sekali tidak meminum air itu!" kata Yong Shing.
"Apa maksudmu? Bagaimana ceritanya dia tidak meminum air nya?" tanya Zhi Yu Zhuan yang terkejut mendengar nya.
"Hamba juga tidak mengerti! Hamba akan mencari Ma Xia Li dulu sekeligus ingin bertanya padanya, karena hanya dia yang tahu!" kata Yong Shing kemudian dia segera keluar untuk mencari Ma Xia Li.
Kepala Zhi Yu Zhuan serasa sakit setelah mengetahui jika ternyata Wei Fang tidak jadi mati malam ini, "Kalau begini semuanya jadi sia-sia saja! Aku harus mencari cara lain!" batin Zhi Yu Zhuan.
__ADS_1
"Ada dimana dia? Apakah dia sudah pulang kerumahnya?" Yong Shing mencari Ma Xia Li di beberapa tempat di dekat Istana, namun dia tidak melihat Ma Xia Li.
Setelah beberapa saat akhirnya Yong Shing segera pergi ke rumah Ma Xia Li. Setibanya disana, dia mendengar suara Ma Xia Li yang seperti muntah dari halaman belakang.
"Saudara Ma? Apa yang terjadi padamu?" tanya Yong Shing sekaligus melihat beberapa kendi air.
"Saudara Yong, untung kamu datang kesini, sekarang aku ingin minta penawar racun dari Yama Denji cepat!" Ma Xia Li mengulurkan tangannya kepada Yong Shing untuk meminta penawar racun.
"Apa kamu bercanda? Aku meminta racun itu untuk membunuh orang-orang yang bukan di pihak kita, jadi niatku hanya ingin membunuh dan bukan mengobati, karena itu aku tidak membawa penawar racunnya!" jawab Yong Shing.
"Benarkah..? Tolong ingat-ingat lagi saudara Yong, jika tidak bisa-bisa malam ini aku akan mati karena air gingseng milik Panglima Wei itu aku yang meminumnya hingga habis!" ucap Ma Xia Li sekeligus menjelaskan pada Yong Shing jika dirinya yang sudah meminum air itu, dan semua itu adalah ulah Tian Feng.
"Lagi-lagi anak angkat Yuan Xia itu, dia benar-benar akan jadi batu penghalang bagi kita!" kata Yong Shing, namun dia tidak berani berbuat apa-apa terhadap Tian Feng.
"Saudara Yong, dari pada kamu menggerutu, lebih baik sekarang kamu pergi ke tempat Yama Denji dan minta penawar racunnya untukku!" kata Ma Xia Li.
"Ah maaf aku jadi lupa! Baik-baik aku akan segera pergi kesana, tunggulah!" kata Yong Shing.
"Jangan lama-lama, bisa-bisa kamu nanti akan melihat ku sudah jadi mayat!" kata Ma Xia Li.
Yong Shing segera menaiki kudanya dan pergi menuju ke tempat Yama Denji yang cukup jauh tempatnya, sedangkan Ma Xia Li hanya bisa berharap Yong Shing bisa datang lebih cepat.
***
"Apakah kamu yakin jika anak kecil yang dulu membunuh Ginjiro itu adalah anak angkat Pejabat Yuan?"
"Saya sangat yakin sekali Katashi-dono, saya mendengarnya langsung dari percakapan Tuan Hiroshi dengan Saichi."
"Akhirnya setelah sekian lama aku bisa mengetahui pembunuh Ginjiro! Kalau begitu kita akan segera pergi ke rumah Yuan Xia untuk membalas kan dendam kematian Ginjiro, dan kita akan membawa kepala anak itu ke Toakai dan menyerahkannya pada Pimpinan! Ayo kita pergi."
Sekitar lebih dari 30 orang berpakaian Shinobi segera melompat dan menghilang dengan sangat cepat.
Mereka adalah para Shinobi dari Suku Mori yang di utus langsung oleh pemimpin mereka untuk mencari tahu akan kematian Ginjiro atau si Shinobi Merah sekaligus menangkapnya hidup atau mati.
Mereka sudah berada di wilayah Kerajaan Wu selama lebih dari setahun, namun mereka tidak bisa menemukan pembunuh itu.
Menurut surat yang di terima oleh pimpinan suku, pembunuh Ginjiro adalah seorang anak laki-laki yang masih kecil dan dia juga mengenakan penutup wajah dengan kain.
Karena minimnya informasi, akhirnya beberapa dari mereka menyusup di klan Tsuki untuk mencari tahu disana.
Setelah beberapa bulan berikutnya, mereka akhirnya mengetahui identitas anak kecil tersebut.
Mereka di pimpin oleh Shinobi merah juga yang bernama Katashi, salah satu Shinobi merah yang Ilmunya lebih tinggi dari Ginjiro. Katashi segera membawa anggotanya pergi menuju rumah Yuan Xia.
"Siapapun yang berani berurusan dengan Suku Mori, maka mereka akan segera merasakan pembalasan Suku Mori, kami tidak akan membiarkan satu kelurga pun hidup, jadi tunggu saja kematian kalian semua!" gumam Katashi dan dia mempercepat gerakannya agar sampai lebih cepat, dan mereka berniat akan menyerang ruman Yuan Xia saat tengah malam nanti."
__ADS_1