Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Aku Pulang


__ADS_3

"Kapan kakak Tian akan datang?" tanya Chie Xie.


Yuan Xia tersenyum lembut kepada Chie Xie sambil mengusapi rambut Chie Xie yang hitam dan memiliki panjang sebahu.


"Sabarlah dulu, nanti dia pasti akan segera datang!" kata Yuan Xia.


Chie Xie memasang wajah cemberut. Sebenarnya dia sudah tidak sabar ingin melihat Tian Feng secara langsung karena selama ini dia hanya mendengar namanya saja dari ayahnya serta gurunya.


"Xie'er, pergilah berlatih bersama Nenek Chi, kami masih ada sesuatu yang mau bahas!" kata Zang Yang.


Chie Xie memang menurut, namun dia pergi dengan menghentakkan kakinya dengan wajah yang semakin cemberut dan keluar meninggalkan Yuan Xia dan Zang Yang di tempat itu.


"Dia kalau marah benar-benar sangat mirip dengan Yie'er!" kata Yuan Xia.


Zang Yang hanya menanggapi perkataan Yuan Xia dengan senyuman, dia juga mengakui jika sifat Chie Xie memang sama dengan Lie Yie.


"Tuan Yuan, apakah Tuan punya rencana untuk menyewa pendekar sebagai perwakilan nanti di pertandingan?" tanya Zang Yang.


"Tidak Guru Zang, kamu sudah lebih dari cukup bagiku untuk menjadi perwakilan di pertandingan nanti," jawab Yuan Xia.


"Kenapa Tuan terlalu percaya padaku, masih banyak pendekar-pendekar di Kerajaan Wu ini yang lebih hebat dari ku! Lagi pula jika hanya aku sendiri saja, aku tidak yakin akan bisa menang jika sampai ada Pendekar yang lebih hebat yang menjadi lawan ku!" kata Zang Yang.


"Guru Zang, aku sudah sangat percaya padamu, mau menang atau kalah, semua itu tidak terlalu penting bagiku, yang terpenting aku sudah ikut di pertandingan itu agar aku tidak di anggap sebagai pengecut oleh orang-orang yang ingin melihat ku jatuh!" kata Yuan Xia.


Walau Yuan Xia sudah mengatakan hal seperti itu, namun Zang Yang masih ragu dan tidak mau mempermalukan Yuan Xia nantinya di pertandingan.


"Tuan Yuan, aku sudah berjanji akan mengabdikan diri padamu, jadi aku akan berusaha untuk memenangkan pertandingan itu nantinya," kata Zang Yang.


"Terima kasih Guru Zang, namun aku juga tidak mau terjadi apa-apa padamu nantinya, jika nanti kamu menghadapi Pendekar lain yang lebih kuat, sebaiknya kamu jangan memaksakan diri, menyerahlah selagi masih sempat!" kata Yuan Xia.


Zang Yang hanya menganggukkan kepalanya, dia merasa tersentuh hatinya karena Yuan Xia sungguh sangat perduli padanya.


"Tiga hari lagi aku dan Xie'er akan kesana sekaligus mempersiapkan diri si rumah Tuan Yuan, sekarang aku akan berlatih dulu karena selama ini tidak ada peningkatan apapun pada diriku," kaya Zang Yang.


"Baiklah Guru Zang, silahkan kamu lanjutkan latihan mu, sekarang aku pamit pulang dulu!" kata Yuan Xia kemudian dia bangkit dan melangkah keluar.


"Xie'er! Ayah pulang dulu, nanti kamu dan Gurumu segera secepatnya pulang kerumah agar Ibu mu ada teman di rumah!" kata Yuan Xia.


Chie Xie hanya mengangguk saja tanpa bicara kemudian dia kembali berlatih dengan Nenek Chi.


Yuan Xia hanya menggelengkan kepalanya kemudian dia pamit kepada Zang Yang dan pulang kerumahnya dengan menunggangi kuda.


Zang Yang tetap berdiri memandangi Yuan Xia yang sudah pergi jauh dan menghilang di kejauhan.


"Ada-ada saja kejadian yang menimpa Tuan Yuan, sejak dulu selalu saja ada masalah bahkan hingga sekarang pun masalah masih terus berdatangan!" gumam Zang Yang.


Zang Yang menghela nafas panjang, yang terlintas di pikirannya saat ini adalah Tian Feng, jika benar Tian Feng masih hidup, dia penasaran akan seperti apa Tian Feng sekarang, dan sudah sampai dimana tingkat kekuatannya.


"Sebaiknya aku segera berlatih dulu agar kekuatan sedikit bertambah!" kata Zang Yang kemudian dia pergi kebelakang untuk berlatih.


Sudah lama Zang Yang tidak berlatih sehingga dia sama sekali belum ada peningkatan kekuatan sama sekali.


Walau tidak mengalami peningkatan, namun Zang Yang tetap seorang Pendekar Cahaya yang tidak bisa di anggap remeh, apalagi dia memiliki banyak pengalaman soal pertarungan, jadi akan sangat sulit bagi pendekar yang memiliki tingkat yang setara dengan Zang Yang untuk bisa mengalahkannya.


***


Seperti yang sudah Tian Feng perkirakan, dengan kekuatan barunya sekarang tidak akan membutuhkan waktu lama baginya untuk tiba di Kota Xanhuo.


Sebelumnya Tian Feng memiliki kekuatan tingkat Pendekar Atas dan memiliki Chi sebanyak 32 lingkaran, namun sekarang Tian Feng sudah tidak tahu lagi berada di Tingkat apa karena Jumlah Chi yang ia miliki melebihi batas seorang Pendekar Cahaya Tahap 3.


Tian Feng mampir ke salah satu penjual topeng untuk membeli satu topeng, dia mencari topeng yang cukup bagus dan juga kuat, setidaknya terbuat dari batu giok.


"Tuan muda, anda mencari topeng yang seperti apa?" tanya penjual dengan sedikit gugup karena Tian Feng menutup wajahnya dengan kain.


"Apakah Paman menjual topeng yang memiliki kualitas terbaik, seperti bahan dan juga memiliki bentuk yang unik serta tidak terkesan menyeramkan?" tanya Tian Feng.

__ADS_1


"Topeng yang memiliki kwalitas terbaik hanya ada satu Tuan, topeng itu terbuat dari Giok yang di campur dengan batu yang baru jatuh dari langit dan di tempa dengan desain yang sangat unik!" kata sang penjual.


"Kalau begitu dimana topeng itu, aku akan membelinya berapapun harganya!" kata Tian Feng.


Penjual tersebut mengajak Tian Feng masuk kedalam sebuah ruangan tertutup, di sana ternyata ada beberapa topeng yang terpanjang di dinding, bentuk beragam dan sangat unik.


Namun yang Tian Feng cari adalah topeng yang berkualitas seperti topeng nya yang terdahulu, karena itu dia akan mencari topeng yang sama namun memiliki bentuk yang berbeda.


"Silahkan Tuan pilih, semuanya ada sepuluh jenis bentuk yang berbeda!" kata sang penjual.


Tian Feng mulai memeriksa satu persatu dari topeng tersebut, dia melihat kearah topeng yang di gantung lebih tinggi dari yang lainnya.


Warna topeng tersebut berwarna hitam, dan bentuknya hanya setengahnya saja, "Apa nama topeng itu paman?" tanya Tian Feng.


Penjual topeng tersebut segera mengambil topeng hitam tersebut kemudian mulai menjelaskan nya.


"Saya tidak tahu namanya Tuan muda, topeng ini kami dapatkan dari sebuah acara lelang di Negara Toakai, katanya topeng ini memiliki cerita sejarah yang melegenda di sana, namun kami tidak terlalu mempercayai cerita tersebut karena kami menilai barang bukan dari cerita, melainkan dari bahan-bahan materialnya!" kata Penjual tersebut.


"Kami? Memangnya paman berjualan topeng tidak sendirian?" tanya Tian Feng.


Penjual tersebut tersenyum hangat kemudian menjawab pertanyaan Tian Feng, "Benar sekali Tuan muda, saya tidak sendirian dalam berjualan topeng, melainkan ada beberapa orang lagi yang bekerja sama, dan beberapa orang berasal dari Tiga Negara yang berbeda, kami memberi nama toko ini dengan Nama Toko Empat Daratan!" kata penjual tersebut.


"Nama toko yang aneh!" gumam Tian Feng.


"Tuan sebenarnya kami tidak hanya menjual Topeng saja, melainkan masih ada banyak barang yang kami jual, namun semuanya berada di toko yang berbeda-beda!" kata penjual tersebut.


"Sudahlah paman, yang ku butuhkan saat ini hanya topeng saja, jadi berapa harga topeng ini?" tanya Tian Feng yang sama sekali tidak tertarik dengan penjelasan sang penjual tersebut.


"Harganya 250 keping emas Tuan muda!" jawab Penjual tersebut.


Tian Feng tersedak nafasnya sendiri saat penjual tersebut menyebutkan harganya yang sangat mahal.


"Harganya topeng ini semahal itu? Kenapa bisa?" tanya Tian Feng.


"Tuan Muda, kami saja membeli dari pelelangan dengan harga 230 keping emas, itu belum termasuk ongkos perjalanan kami, lagi pula bahan material dari topeng ini adalah yang terbaik dari semuanya, jika tuan muda ingin membeli yang harganya lebih murah, di depan masih banyak topeng yang memiliki harga sepuluh hingga lima belas keping perunggu!" kata penjual tersebut kemudian dia berniat menggantung kembali topeng hitam yang hanya sebelah saja itu.


"Harganya sungguh gila, Topeng ku yang dulu saja hanya seharga Lima Koin emas, dan itu sudah yang termahal, tapi ini..!" batin Tian Feng.


"Tunggu sebentar, apakah harganya tidak bisa kurang dari itu?" tanya Tian Feng.


"Maaf Tuan Muda, itu adalah harga tetap dan tidak bisa di tawar lagi."


"Habis sudah uangku!" batin Tian Feng kemudian dia mengeluarkan semua koin yang ia dapatkan dari Luos.


"Ini 250 Koin emas hitunglah!" kata Tian Feng Sekaligus menyerahkan tiga kantong yang berisi koin emas.


Penjual tersebut segera menghitung koin tersebut dan koin tersebut ternyata pas jumlah nya tidak kurang dan juga tidak lebih.


Kini hanya tersisa sekitar 30 koin emas yang Tian Feng miliki, jika hanya untuk membeli makanan saja itu sudah cukup hingga satu tahun kedepan, namun jika untuk membeli baju atau pusaka sebagai senjata, maka itu akan sangat kurang.


"Aku miskin lagi!" batin Tian Feng sambil menerima Topeng Yang hanya sebelah saja itu.


Andai dia tidak menghawatirkan wajahnya, mungkin dia tidak akan mengenakan topeng, sejak dulu ini sudah menjadi kebiasaan Tian Feng, namun hingga saat ini kebiasaan itu masih ada.


"Terima kasih atas kunjungan Tuan Muda, nanti jika ada Tuan Muda mencari barang langka, kamu akan dengan senang hati mencarikan nya!" kata penjual tersebut sambil mengantarkan Tian Feng yang sudah mengenakan topeng hitam nya.


Tian Feng hanya mengangguk sambil tersenyum kecut, dia merasa kapok untuk datang lagi ke Toko Empat Daratan itu.


Topeng Hitam yang hanya separuh itu sangat cocok saat di gunakan oleh Tian Feng, bagian dahi Tian Feng tertutup sepenuhnya oleh topeng tersebut, sedang mata sebelah kanan hingga separuh bibirnya masih terlihat.


Walau mengenakan Topeng Hitam yang hanya setengah itu, namun tidak akan pernah ada orang yang bisa menebak wajah Tian Feng jika sebenarnya dia memiliki wajah yang sangat tampan.


Tian Feng berjalan hingga agak jauh dari toko penjualan topeng tersebut, dan setelah berada di tempat sepi, Tian Feng langsung melompat ke atap-atap rumah sekaligus berlari kearah rumah Yuan Xia yang sudah mulai terlihat.


***

__ADS_1


"Emm... Rumah ini sama sekali tidak ada perubahan sedikit pun saat terakhir kali aku meninggalkan rumah ini!" gumam Tian Feng yang sedang berdiri di bawah sebuah pohon yang ada di depan rumah Yuan Xia.


Tian Feng berniat melangkah masuk namun tiba-tiba saja ada tiga orang penjaga yang menghentikan nya.


"Tunggu siapa kamu dan ada perlu apa kamu datang ke sini?" tanya salah satu dari penjaga tersebut.


Mereka bertiga sama-sama memegang gagang pedang nya sebagai bentuk kewaspadaan, lagi pula topeng yang Tian Feng kenakan sangat mencurigakan.


"Aku mau masuk kedalam!" jawab Tian Feng.


"Maaf Tuan, kami tidak bisa membiarkan sembarangan orang masuk kedalam kediaman Tuan Yuan, kecuali Tuan mengadakan janji dengan Tuan kami, namun jika tidak silahkan pergi dari sini!" kata salah satu dari mereka.


Ke-tiga Penjaga tersebut berusaha berbicara dengan sopan karena takut jika Tian Feng yang mengenakan topeng itu akan tersinggung jika dikasari.


Tian Feng tahu alasan mereka semua bertindak seperti itu, dia yakin penyerangan dua Shinobi itulah yang membuat mereka semua jadi sangat waspada dan berhati-hati.


"Begini, aku ini adalah Tian Feng anak angkat Ayah Yuan, aku ingin bertemu dengan ayah dan ibu di dalam, jadi tolong sampaikan pada mereka jika aku Tian sudah pulang!" kata Tian Feng.


Mereka bertiga saling berpandangan satu sama lain, nama Tian memang sudah pernah mereka dengar, namun mereka tidak pernah melihat wajah Tian Feng karena penjaga yang dulu sedang tidak berjaga.


"Siapa yang datang?" suara Yuan Xia tiba-tiba saja terdengar dari arah belakang.


Tian Feng menoleh kebelakang dan melihat Yuan Xia yang baru turun dari kudanya.


"Tuan, pemuda ini datang ke sini dan mengaku sebagai Tuan Muda Tian!" kata salah satu dari mereka dan satunya lagi mengambil kuda Yuan Xia dan membawanya ke kandang kuda.


Yuan Xia terkejut saat salah satu penjaga itu menyebut nama Tian, dia segera menghampiri Tian Feng dan mengamati Tian Feng dari atas hingga bawah.


Tinggi tubuh Tian Feng hampir sama dengan tinggi badan Yuan Xia, namun tubuh Tian Feng sedikit lebih tinggi.


"Apa kamu benar-benar Tian Putraku?" tanya Yuan Xia.


"Ayah! Maaf jika Tian baru pulang, dan maaf juga karena sudah pergi dari rumah tanpa memberi tahu kalian!" kata Tian Feng.


"Kau..! Aku..! Aku tidak akan memaafkan mu!" kata Yuan Xia yang tidak tahu lagi harus bicara apa karena senang bercampur marah.


Yuan Xia segera menghampiri Tian Feng dan kemudian mengangkat tangan kanannya seolah-olah akan memukul Tian Feng.


Tian Feng sendiri hanya tersenyum tanpa menghindar atau bersiap bertahan dari pukulan Yuan Xia, dan ternyata Yuan Xia bukanlah berniat memukul nya, melainkan meraih leher belakang Tian Feng kemudian memeluknya.


Walau Wajah Tian Feng tertutup oleh topeng, namun dia yakin jika pemuda itu memang benar-benar anak angkatnya yang sudah lama menghilang.


"Kau pergi tanpa memberi kabar apapun pada kami sehingga kami semua merasa khawatir! Iku sungguh ingin sekali menghukum mu karena pergi dari rumah tanpa ijin dariku!" kata Yuan Xia sambil memeluk Tian Feng.


"Maafkan aku ayah, tapi sekarang aku disini!" kata Tian Feng.


Yuan Xia segera melepaskan pelukannya, "Ayo cepat temui ibumu, sejak kamu pergi dialah yang paling terguncang dan sangat sedih dari pada aku!" kata Yuan Xia.


"Aku juga sudah lama merindukan ibu dan juga kalian semua!" kata Tian Feng.


"Kalau begitu selamat datang kembali putraku!" kata Yuan Xia sambil tersenyum lebar karena merasa bahagia.


"Em..! Aku Pulang..!" kata Tian Feng.


Mereka berdua segera melangkah kedalam untuk menemui Lie Yie sekaligus memberikan kejutan untuk Lie Yie, sedangkan ketiga penjaga masih sama-sama bengong.


"Jadi dia benar-benar Tuan Muda Tian yang menghilang itu?"


"Sepertinya iya!"


Mereka bertiga merasa lega kerena tidak bicara kasar kepada Tian Feng, mereka yakin Tian Feng pasti mengerti kenapa mereka bersikap seperti itu padanya.


***


Maaf terlalu capek sehingga ketiduran saat menulis 😅🙏

__ADS_1


__ADS_2