
***
Zang Yang dan Chie Xie tiba saat hari sudah malam, mereka berdua datang bersama dengan penjaga suruan Yuan Xia.
"Guru Zang!" Yuan Xia sudah menunggu kedatangan mereka di depan rumahnya.
"Tuan Yuan, dimana Tian?"
"Iya ayah, dimana kakak Tian?" Chie Xie juga ikut bertanya.
"Dia sedang berada di kamarnya sejak tadi sore dan juga...!" Yuan Xia mendekatkan diri kepada Zang Yang dan kemudian berbisik, "Tian di jaga terus sama Yie'er!" kata Yuan Xia.
"Ayah kalau bicara yang keras, Xie'er juga ingin dengar!" kata Chie Xie yang penasaran akan apa yang Ayahnya bisakkan kepada Zang Yang.
"Xie'er pergilah ke kamar Kakak mu dulu, ibu mu juga ada disana!" kata Yuan Xia.
Chie Xie mengangguk kemudian dia pergi ke arah kamar Tian Feng dengan langkah kaki yang penuh semangat.
"Sebaiknya kita menunggu Tian di ruang tamu saja, aku yakin dia pasti kesana setelah bertemu dengan Xie'er," kata Yuan Xia kemudian dia dan Zang Yang pergi ke ruang tamu bersama-sama.
Chie Xie yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kakaknya sekarang sedang berdiri di depan pintu Tian Feng yang tertutup, dia segera mengetuk pintu kamar Tian Feng sekaligus memanggilnya.
"Tian gege! Tian gege!" panggil Chie Xie dari depan pintu.
Tidak ada jawaban ataupun suara dari dalam sehingga Chie Xie berpikir jika Tian Feng kemungkinan besar tidak ada di dalam kamarnya sehingga Chie Xie berniat mencarinya
Belum sempat kaki Chie Xie melangkah pergi, tiba-tiba suara pintu kamar terbuka dan terlihat seorang Pemuda sedang berdiri menatap dirinya.
Chie Xie tidak bisa memalingkan wajahnya saat melihat wajah pemuda tersebut yang tidak lain adalah Tian Feng.
"Apakah tadi kamu memanggil ku?" tanya Tian Feng.
Chie Xie tidak menjawab, dia terus menatap Tian Feng tanpa berkedip sehingga Tian Feng menjentikkan jarinya di depan wajah Chie Xie.
Chie Xie segera tersadar saat jentikan jari Tian Feng membuat dia mengedipkan matanya, "A-apakah kamu Tian gege?" tanya Chie Xie.
"Benar..! Tunggu biar ku tebak, kamu pasti Xie'er!" kata Tian Feng yang di jawab dengan anggukan oleh Chie Xie.
Chie Xie tidak menduga jika dia memiliki kakak yang begitu tampan, memang banyak orang yang bilang padanya jika wajah Tian Feng sangat tampan, namun berbeda rasanya ketika melihat wajah Tian Feng secara langsung.
"Xie'er ternyata kamu cepat sekali besarnya, yang aku ingat dulu kamu sangat mungil sekali!" kata Tian Feng sambil duduk.
"Itulah dulu, apakah Tian gege ingin Xie'er tetap jadi bayi?" tanya Chie Xie sambil mengembungkan pipinya pura-pura kesal.
"Eit, masih kecil jangan mudah cepat marah, nanti kamu bisa cepat jadi nenek-nenek keriput, apa kamu mau secepatnya jadi seorang Nenek?" kata Tian Feng.
"Enggak mau!" jawab Chie Xie dengan singkat kemudian dia menengok kedalam.
"Kamu cari siapa? Apakah kamu mencari ibu?" tanya Tian Feng.
Chie Xie mengangguk karena dia di beri tahu oleh ayahnya jika ibunya berada disini.
__ADS_1
"Ibu sudah pergi sejak tadi, mungkin dia sekarang berada di belakang, jika tidak mungkin di kamar nya! Iya sudah ayo ikut kita ke keruang tamu bersama-sama!" ajak Tian Feng.
Chie sama sekali tidak menolak ajakan kakak nya yang baru ia lihat, sedangkan Tian Feng dengan santainya berjalan mengandeng tangan Chie Xie.
"Xie'er, aku dengar kamu menjadi murid Guru Zang? Apakah kamu di latih jurus Singa Suci oleh Guru?" tanya Tian Feng saat masih berjalan ke arah ruang tamu.
Chie Xie menganggukkan kepala, dia memang di ajari jurus Singa Suci, tapi bukan oleh Zang Yang, melainkan Nenek Chi.
"Sudah ada berapa jurus yang sudah kamu kuasai?"
"Empat!" jawab Chie Xie.
"Em.. Cukup banyak juga! Padahal kamu masih berada di tingkat Pendekar Bawah, namun kamu bisa menguasai empat jurus Singa Suci adalah sebuah pencapaian yang besar, gege salut padamu!" kata Tian Feng sambil mengelus rambut Chie Xie yang panjang, hitam dan lurus.
Mereka berdua sampai di ruang pertemuan dan di sana sudah ada Yuan Xia dan Zang Yang, sedangkan Lie Yie terlihat juga baru datang dari dalam.
Zang Yang yang sedang mengobrol dengan Yuan Xia segera berhenti bicara saat melihat Tian Feng dan Chie Xie datang.
"Guru..!" Tian Feng memberi hormat kepada Zang Yang yang sudah bangkit dari tempat duduk. Zang Yang menerima hormat muridnya itu namun dia mengerutkan dahi karena sama sekali tidak bisa merasakan tingkat kekuatan Tian Feng.
"Bagaimana kabar guru?" tanya Tian Feng.
"Guru baik-baik saja Tian! Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, mengingat kamu adalah seorang murid yang bandel karena pergi tanpa memberi tahuku! Ini sebagai hukumannya karena kamu sudah membuat kami semua khawatir!" kata Zang Yang sekaligus menarik telinga Tian Feng dengan pelan.
Chie Xie tertawa kecil melihat hal itu sedangkan Yuan Xia dan Tian Feng juga ikut tertawa kecil.
"Guru Zang, jika kamu sampai menyakiti Tian maka aku tidak akan memaafkan mu!" kata Lie Yie sambil ikut tertawa kecil.
"Tian, kemana saja kamu selama ini, aku dengar dari ayahmu kamu bertemu dengan seorang pendekar yang mengajari mu ilmu bela diri! Siapa pendekar itu?" tanya Zang Yang.
Tian Feng duduk di samping Chie Xie sambil meminum sedikit Jahe hangat nya kemudian dia mulai bicara.
"Saat aku pergi dari sini, ada seorang Pendekar yang mengenakan topeng berwarna merah mirip seperti wajah iblis menolong ku, katanya dia di juluki Pendekar Topeng Iblis!" kata Tian Feng.
Zang Yang dan Yuan Xia serta Lie Yie terkejut mendengarnya, mereka jelas tidak akan lupa terhadap Pendekar Topeng Iblis yang hampir membunuh Yuan Xia saat mereka baru menikah.
"Apa kamu yakin dia itu si Topeng Iblis?" tanya Zang Yang.
"Tentu saja guru, dia sendiri yang mengatakannya padaku, dan dia juga yang menyelamatkan ku saat itu, bahkan dia mengajariku jurus Iblis Neraka!" kata Tian Feng.
"Ini semakin memperkuat dugaan ku jika yang membunuh Ke-empat Pendekar iblis adalah dia!" kata Zang Yang.
"Lalu dimana dia sekarang?" tanya lagi Zang Yang.
Tian Feng berpura-pura memasang wajah sedih kemudian dia menjelaskan lagi kepada mereka semua.
"Guru Topeng Iblis meninggal setelah menurunkan semua ilmu padaku, sebelum meninggal dia pernah bilang jika dirinya sangat menyesali perbuatan jahatnya di masa lalu, katanya dia ingin menebus semua dosa-dosanya sebelum meninggal," kata Tian Feng.
"Apakah dia sedang terluka? Kenapa dia bisa meninggal setelah mewariskan semua ilmu nya padamu?" Zang Yang masih tidak percaya jika Topeng Iblis sudah tiada.
"Guru memang mengalami luka dalam yang sangat serius, luka itu ia dapatkan saat bertarung dengan ke-empat saudara seperguruan nya!" jawab Tian Feng.
__ADS_1
Zang Yang menghela nafas panjang, dia melihat Tian Feng dengan perasaan lega.
"Aku tidak menduga jika si Pendekar Topeng Iblis bisa berubah dan juga menyadari semua kesalahannya! Sudahlah, mungkin ini sudah takdir dan kamu Tian, apakah Topeng Iblis tidak mengatakan Pasan terakhirnya?" tanya lagi Zang Yang.
"Ada, dia berpesan padaku untuk berjalan di jalan yang aku yakini benar, jangan pernah takut akan kematian karena setiap yang ada pasti akan tiada, dan setiap tindakan jahat tidak semuanya di anggap kesalahan!" kata Tian Feng.
"Itu pesan yang sangat berkesan sekali Tian, walau aku tidak tahu akan aturan dunia kependekaran, namun aku yakin jika Topeng Iblis adalah seorang pendekar sejati!" kata Yuan Xia.
"Kalua begitu kamu harus bisa melaksanakan semua yang sudah di pesankan oleh Topeng Iblis, owh tidak tapi gurumu!" kata Zang Yang.
"Tian gege, ada berapa orang yang sudah menjadi gurumu?" tanya Chie Xie.
"Aku memiliki tiga guru yang melatih ku secara langsung, dan ada satu lagi yang bukan guruku namun sudah aku anggap sebagai guru!" kata Tian Feng.
"Tiga? Bukannya hanya ada dua orang saja aku dan Topeng Iblis!" kata Zang Yang.
"Benar sekali guru, tapi masih ada satu lagi, dia adalah Guru Mao Lao!"
Zang Yang seperti di sambar petir saat Tian Feng menyebutkan nama Mao Lao si Pendekar Dewa Mabuk.
"Apa..? Jadi! Jadi kamu sudah bertemu dengan senior Mao?" tanya Zang Yang.
"Siapa itu senior Mao itu guru Zang?" tanya Lie Yie.
"Senior Mao adalah salah satu dari Lima Pendekar terkuat di Kerajaan Wu ini, dia di juluki sebagai Pendekar Dewa Mabuk, dan dulu kami pernah bertemu di hutan saat kami sedang menuju ke Perguruan Singa Emas, dia sudah berjanji pada Tian akan menjadikan dia sebagai muridnya!" kata Zang Yang.
"Guru Mao sudah menepati janjinya padaku, dia mewariskan semua jurus Dewa Mabuk nya padaku, dan aku sungguh sangat beruntung bisa menjadi muridnya!" kata Tian Feng, dia tidak mau mengatakan jika Mao Lao sudah meninggal.
Menurut Tian Feng, biarlah mereka tidak tahu jika Mao Lao sudah tiada, dengan demikian maka posisi Mao Lao sebagai Lima Pendekar terkuat tidak ada yang akan merebutnya.
"Kamu mewarisi ilmu salah satu pendekar terkuat di Kerajaan ini, itu artinya kamu sudah bukan pendekar biasa lagi, setidaknya kamu sudah berada di Tingkat yang sama denganku!" kata Zang Yang kemudian dia berbalik menatap Yuan Xia.
"Tuan Yuan, mungkin ini yang di namakan takdir, Tian datang tepat saat akan ada pertandingan Perebutan Jabatan mu, jadi kita tidak perlu mencari pendekar dari luar sabagian perwakilan Tuan! Sepertinya aku dan Tian saja sudah cukup untuk memenangkan pertandingan ini!" kata Zang Yang.
"Pertandingan Perebutan Jabatan? Apa maksud Guru?" tanya Tian Feng.
Yuan Xia menatap Zang Yang, dia sebenarnya tidak ingin melibatkan Tian Feng dalam masalah ini, namun sepertinya Zang Yang sangat percaya akan menang dengan mengikut sertakan Tian Feng dalam pertandingan tersebut.
Yuan Xia segera menjelaskan akan semua yang terjadi kepada Tian Feng, walau Yuan Xia tidak tahu siapa dua Pejabat yang telah berusaha untuk menjatuhkannya, namun dia yakin semua itu hanyalah sebuah rencana orang-orang yang ingin melihat dirinya jatuh dan tersingkir dari Kerajaan.
Tian Feng mengepalkan tangannya dengan sangat erat, dia yakin orang-orang yang ingin menjatuhkan Yuan Xia pasti dua Pejabat yang pernah menyewanya untuk membunuh Yuan Xia.
Yuan Xia terdiam saat melihat ada aura merah yang keluar dari tubuh Tian Feng, Zang Yang, Lie Yie dan Chie Xie juga melihat aura tersebut, sedangkan Tian Feng tidak sadar jika dirinya sudah melepaskan Aura Pembunuh saat dia merasa geram terhadap dia Pejabat yang sudah menyusahkan Yuan Xia.
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, saat di pertandingan nanti aku akan membuat mereka mengetahui jika Keluarga Yuan sudah bukan keluarga yang lemah seperti dulu, akan aku buat mereka semua yang berani melakukan ini kepada ayah akan menyesali semua nya! Aku pastikan mereka tidak akan lagi berani macam-macam terhadap keluarga kita!" kata Tian Feng yang masih memancarkan Aura Pembunuhnya.
"Tian, apa yang kamu biacarakan?" Lie Yie terlihat tidak setuju jika Tian Feng ikut terlibat dalam pertandingan itu.
"Ibu, aku tahu kamu akan keberatan, namun aku juga tidak ingin ada orang yang berani merendahkan keluarga kita, jadi ibu tenang saja, aku pastikan Keluarga Yuan akan mendapatkan lagi kehormatannya, itu janjiku!" kata Tian Feng.
Janji yang di ucapkan Tian Feng membuat Lie Yie dengan cepat merangkulnya, dia sangat takut dan tidak siap jika sampai melihat Tian Feng terluka lagi, dan rangkulan Lie Yie berhasil membuat aura Pembunuh Tian Feng menghilang dan masuk kembali ke tubuhnya.
__ADS_1