Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pertandingan (1)


__ADS_3

"Tuan Jin! Tuan Tao! Tuan Yuan! Tuan Han! Tuan Wong dan Tuan Yi segera menyerahkan nama-nama calon peserta yang akan mewakili kalian!" kata Ying Lo.


Ke-enam calon pejabat segera bangkit dan menyerahkan catatan mereka masing-masing kepada Ying Lo kemudian mereka semua kembali duduk di kursi mereka masing-masing.


"Baik ini adalah daftar dari peserta perwakilan masing-masing calon pejabat, yang pertama adalah Tuan Tao, dia membawa tiga peserta, Tuan Jin membawa dua peserta!


Tuan Yi membawa dua peserta. Tuan Yuan membawa dua peserta, Tuan Wong Tiga peserta dan Tuan Han membawa dua peserta, jadi total semua peserta berjumlah empat belas peserta."


Ying Lo tidak menyebutkan nama-nama peserta tersebut, sehingga hanya menyebut jumlahnya saja.


"Sebelum kita lanjut ke tahap pertandingan, kita akan menyaksikan hiburan tarian sejenak, jadi silahkan kalian cicipi makanan serta minuman yang telah di sediakan di meja kalian!" kata Ying Lo kepada para peserta.


Ke-empat belas peserta semuanya melemaskan otot dan tubuh mereka sebelum bertarung, mereka semua memakan dan meminum suguhan yang sudah ada di samping meja mereka masing-masing sekaligus menikmati tarian dan musik di atas arena.


Zhi Yu Zhuan sendiri mengerutkan dahi saat mengetahui jika Yuan Xia membawa dua Pendekar.


"Penasehat Yong, siapa satu Pendekar lagi yang di bawa oleh Yuan Xia?" tanya Zhi Yu Zhuan.


"Hamba juga tidak tahu Yang Mulia, namun sepertinya pemuda bertopeng yang duduk bersama Guru Zang mungkin adalah pendekar tersebut," kata Yong Shing.


"Hanya seorang pemuda, apa yang perlu di takutkan, paling-paling dia masih seorang pendekar Menengah dan paling tinggi Pendekar Atas, jadi peserta yang lain pasti bisa mengalahkan dia dengan mudah," kata Zhi Yu Zhuan.


Yong Shing setuju dengan pendapat Zhi Yu Zhuan, dia juga yakin jika pemuda bertopeng itu pastilah sangat lemah, jadi bisa di pastikan jika Yuan tidak akan bisa menang.


"Yang Mulia Zhi, Tuan Denji sudah menyiapkan dua Ronin di sana, jadi Yang Mulia hanya tinggal menyuruh mereka kapan akan bergerak!" kata salah satu utusan Denji.


"Baiklah terima kasih!" kata Zhi Yu Zhuan kemudian dia menatap kearah Denji yang sedang duduk dan tersenyum lebar kearahnya.


"Dengan begini sudah di pastikan jika Guru Zang akan mati hari ini juga!" batin Zhi Yu Zhuan dengan senyum yang penuh makna kearah Zang Yang yang sedang menikmati makanan ringan serta minuman yang sudah di suguhkan kepadanya.


Tarian hiburan berlangsung tidak lama, dan setelah semua tarian sudah selesai, Ying Lo segera naik ke atas arena.


"Sekarang sudah tiba waktu yang kita tunggu-tunggu, aku minta perwakilan yang saya panggil untuk berdiri di samping ini, setelah aku bilang mulai, silahkan naik salah satu dari kalian, dan yang lain menunggu di bawah, kalian bisa bergantian naik untuk menggantikan rekan kalian yang mungkin sedang kesulitan ataupun kelelahan!" kata Ying Lo kemudian dia membuka gulungan kertas.


"Sekarang perwakilan dari Tuan Han silahkan pindah, dan yang akan menjadi lawannya adalah perwakilan dari Tuan Yi!"


Empat pendekar segera bangkit kemudian mereka berempat berdiri di samping arena dan mereka berada di dua sisi masing-masing.


"Silahkan naik satu orang dari ke-dua belah pihak!" kata Ying Lo.


Dua orang segera perwakilan dari Keluarga Han dan keluar Yi segera naik ke arena, mereka adalah pria yang sama-sama berumur 40 tahunan.


"Kedua belah pihak silahkan memberi hormat kepada Yang Mulia kemudian kepada para tamu kehormatan dan yang terakhir kepada para penonton!" kata Ying Lo.


Ke-dua pendekar tersebut menurut dan memberikan hormat kepada Raja Shi, para tamu dan juga semua orang.


"Dengar pertandingan ini hanya berlangsung satu kali, jadi masing-masing pihak hanya bisa ikut bertanding satu kali saja, jika sampai semua pendekar salah satu calon pejabat kalah, maka calon tersebut sudah tidak bisa mencalonkan lagi!" kata Ying Lo.


Ke-dua belah pihak sama-sama mengangguk pertanda mengerti akan maksud dari aturan dari Ying Lo.


"Setelah gong di bunyikan, kalian sudah bisa memulai pertandingan nya, jadi bersiaplah kata Ying Lo.

__ADS_1


Kini semua orang sama-sama menunggu bunyi gong, sedang Ying Lo keluar dari arena pertandingan tersebut.


Tidak berselang waktu lama, suara gong pun terdengar menggema sebagai pertanda pertandingan sudah bisa di mulai.


Ke-dua pendekar yang saling berhadapan sama-sama memberi hormat sekaligus mengenalkan diri masing-masing.


"Namaku Guo Zang dari Perguruan Lembah Timur!" kata Guo Zang.


"Aku Zien Hee dari Bukit Matahari!" kata Zien Hee.


Ke-dua nya sama-sama bertatap mata selama beberapa saat kemudian keduanya sama-sama maju saling menyerang dengan tangan kosong.


Semua orang sama-sama menyemangati masing-masing pendekar yang mereka jagokan sedangkan ke-dua pendekar yang sudah memulai pertandingan tidak menghiraukan suara orang-orang yang sama sekali tidak akan membantu apapun dalam pertandingan mereka.


"Jurus Belalang sembah."


Guo Zang membentuk tangan seperti tangan seekor belalang sembah, gerakan juga seperti agak lentur dan kemudian dia menyerang Zien Hee dengan gerakan yang unik.


"Jurus Srigala Gunung."


Zien Hee melompat dan bergerak dengan sangat gesit menangkis dan menghindari serangan Guo Zang.


Ilmu meringankan tubuh Zien Hee sangat tinggi sehingga dia bisa bergerak dengan sangat leluasa.


Zien Hee membalas serangan Guo Zang dengan cakaran yang sangat cepat ke pundaknya, namun Guo Zang berhasil menepis nya dan kemudian dia berhasil memberikan serangan tusukan jari ke dada Zien Hee.


Zien Hee yang terkena serangan tusukan jari mundur dua langkah kebelakang, dia mengelus dadanya yang serasa seperti tertusuk sebatang besi yang sangat kuat dan sakit.


Melihat Zien Hee masih bisa berdiri, Guo Zang kembali memberikan serangan susulan.


Guo Zang melompat sambil mengarahkan serangan jarinya ke arah kepala Zien Hee, sedangkan Zien Hee segera menyambut serangan tersebut dengan cakarnya.


"Cakar Srigala Gunung."


Dengan gerakan tangan yang sangat cepat Zien Hee berhasil membelokkan tangan Guo Zang kemudian dia mencakar lengan Guo Zang hingga darah mulai keluar dari bekas cakaran Zien Hee.


Guo Zang mundur cukup jauh setelah lengannya terluka cukup dalam, "Dia sangat cepat, gerakannya lebih cepat dari pada gerakan ku!" batuan Guo Zang kemudian dia melirik ke rekannya.


"Aku menyerah! Saudara Mo, silahkan jika kamu mau naik menggantikan ku!" kata Guo Zang kemudian dia turun dari arena.


Sesuai aturan, jika satu peserta menyerah, maka tidak lawannya tidak boleh menyerangnya.


Guo Zang segera turun dan di gantikan Mo Zhian, saudara seperguruan Guo Zang.


"Jangan senang dulu, tadi lawanmu adalah saudara seperguruan ku yang kekuatannya berada sedikit di bawahku, sekarang akan aku tunjukkan jurus Belalang sembah yang sesungguhnya!" kata Mo Zhian kemudian dia bergerak lebih dulu menyerang Zien Hee.


"Jurus Belalang Sembah Merah."


Gerakan serangan Mo Zhian memang berbeda dengan serangan Guo Zang, dia lebih cepat dan juga lebih kuat sehingga serangannya berhasil membuat Zien Hee di paksa dalam posisi bertahan.


"Sial gerakan sangat cepat dan juga lentur, serangan juga lebih kuat!"

__ADS_1


Zien Hee menahan sakit di tubuhnya yang terkena serangan tusukan jari Mo Zhian yang kuat serta sangat cepat.


"Jurus Belalang Sembah Pembunuh."


Mo Zhian yang sudah mencapai Zien Hee membungkukkan badannya dan kemudian dia mengarahkan jarinya kearah leher Zien Hee.


Zien Hee jelas terkejut, dia tidak menduga jika Mo Zhian berniat membunuh nya. Zien Hee berusaha menghindari serangan tersebut dengan cara mundur kebelakang, namun jari Mo Zhian seperti tidak berpindah dari posisinya.


"Taring Serigala Pemangsa."


Zien Hee menggunakan tangannya yang masih kesakitan untuk menangkap lengan Mo Zhian, dia berniat menangkap nya kemudian berniat untuk menggigit lengan Mo Zhian jika berhasil menangkap nya.


Semua penonton dan juga para tamu serta Zhi Yu Zhuan sama-sama tegang, mereka berharap Mo Zhian bisa memberikan serangan yang memuaskan, setidaknya Zien Hee bisa mendapatkan luka serius, itu yang ada di pikiran Zhi Yu Zhuan.


Sebelum tangan Zien Hee berhasil meraih lengan Mo Zhian, jari Mo Zhian ternyata berbelok dan mengarah ke jantung Zien Hee.


Zien Hee langsung muntah darah saat jari Mo Zhian berhasil menusuk ke arah jantung nya, walau tidak terluka, namun energi Chi dari tusukan jari tersebut masuk hingga mengenai jantung nya.


Zien Hee ingin mengatakan menyerah, namun dia tidak bisa karena rasa sakit yang membuat dirinya kesulitan untuk berbicara, bahkan untuk bernafas pun juga sangat kesulitan.


"Bunuh dia jika dia tidak bilang menyerah!" kata Zhi Yu Zhuan.


Semua mata tertuju kearah Zhi Yu Zhuan, termasuk si Pendekar Pedang Awan dan Tubuh Besi.


"Sebenarnya ini pertandingan Perebutan Jabatan atau pertandingan memuaskan Raja itu? Kenapa aku merasa semua ini seperti hanya untuk hiburan Yang Mulia?" gumam Tian Feng.


"Aku sependapat dengan mu Tian, tapi mau bagaimana lagi, ini sudah aturan yang tidak bisa di rubah, jadi sebaiknya kita juga harus berhati-hati," kata Zang Yang kemudian dia memijat keningnya.


"Ada apa dengan mu Guru?" tanya Tian Feng.


"Entahlah, aku merasa tubuhku tiba-tiba merasa lelah, dan kepalaku mulai pusing, padahal semalam aku sudah beristirahat sangat banyak agat kondisi prima sepenuhnya!" kata Zang Yang.


"Kalau Guru masih merasa pusing hingga giliran kita tiba, Guru tidak perlu ikut naik, biar aku sendiri yang bertarung, apalagi jika lawannya seperti mereka yang bertanding itu, ini akan sengat mudah bagiku!" kata Tian Feng.


Dari awal Tian Feng sudah mengetahui tingkat kekuatan Zien Hee, Guo Zang, Mo Zhian dan tekan Zien Hee yang saat ini masih belum bertanding, mereka semua berada di Tingkat Pendekar Atas, kecuali tiga orang yang perwakilan dari keluarga Wong yang semuanya adalah Pendekar Cahaya, bahkan salah satunya berada di Tingkat Pendekar Cahaya Tahap 2.


Tidak mungkin Zang Yang bisa menghadapi mereka dalam kondisi seperti sekarang ini.


Tian Feng melirik kearah minuman Zang Yang masih tersisa, dia segera mengambil nya dan kemudian melihatnya lebih teliti, namun dia tidak menemukan tanda-tanda apapun karena air minum itu masih sangat jernih.


Tian Feng tidak mungkin akan mencurigai makanan karena makanan itu menjadi satu di tempat yang sama, jika ada racun pasti semua makanan dalam satu tempat itu juga akan terkena racun, karena itu dia mencurigai minuman Zang Yang.


"Air ini masih jernih, apa itu artinya Guru Zang memang sedang sakit?" batin Tian Feng.


Zang Yang semakin lama semakin terlihat lemah, namun dia masih bisa duduk karena dia hanya merasakan Chi nya yang semakin berkurang.


"Jika begini terus, maka aku tidak akan bisa ikut bertanding!" kata Zang Yang.


Tian Feng mendengar nya namun dia tidak menjawabnya. Tian Feng merasa ada yang tidak beres dengan kondisi Zang Yang, akan tetapi dia tidak tahu apa yang sudah terjadi hingga akhirnya dia menemukan ada bekas serbuk halus berwarna putih di cangkir Zang Yang.


Serbuk itu sangat samar sehingga tidak bisa dilihat jika tidak di teliti baik-baik, namun Tian Feng yakin jika itu bukan sembarangan serbuk.

__ADS_1


Di Arena sendiri, Mo Zhian masih ragu untuk membunuh Zien Hee, bagaimanapun juga dirinya bukanlah pendekar dari aliran sesat yang tidak segan-segan untuk membunuh.


"Ayo bunuh dia, jika tidak kamu akan di anggap kalah!" kata Zhi Yu Zhuan.


__ADS_2