
***
"Bagiamana dia bisa lebih dulu ada disini?"
Kwe Shin sungguh tidak mengerti bagaimana Tian Feng bisa berada didepannya dan menunggu kedatangannya.
"Mau lari kemana kamu? Jangan kamu pikir aku akan membiarkanmu kabur untuk yang ke-dua kalinya!" kata Tian Feng.
"Jika kamu sudah berada disini, itu artinya...!"
"Owh temanmu yang tadi maksudmu? Dia sudah menyusul Wanita dari Yamuru itu, apalagi sebelumnya mati temanmu itu sempat menyebut namamu dan dia ingin aku mengirim mu juga ke neraka bersamanya!" jawab Tian Feng.
"Dasar Kesatria dari Yamuru tidak ada yang beres! Menahan dia saja tidak bisa," Kwe Shin berdecak kesal.
Melihat tidak ada peluang lagi untuk kabur dari Tian Feng, Kwe Shin terpaksa akan menghadapinya walau dia tahu kemungkinan untuk menang sangat tidak mungkin.
Kwe Shin mengeluarkan sebuah Cambuk berwarna biru, itu satu-satunya pusaka terhebat yang ia miliki, dan selama ini dia tidak pernah mengeluarkannya.
Karena lawannya kali ini bukan Pendekar biasa, mau tidak mau dia harus mengeluarkan seluruh kemampuan yang ia miliki.
"Lawan aku Pendekar Dewa Sesat!" kata Kwe Shin sekaligus menyerang Tian Feng.
"Cambuk Membelah Samudera."
Cambuk Kwe Shin segera mengarah ketubuh Tian Feng sedangkan Tian Feng ingin menangkap ujung cambuk tersebut.
Namun saat sudah berhasil dia tangkap, Cambuk itu berubah menjadi air dan kembali menyatu menjadi cambuk dan Kwe Shin kembali menyerangnya.
Tian Feng merasa kemampuan Kwe Shin semakin meningkat dengan Cambuk birunya yang bisa berubah menjadi air.
Semakin lama Cambuk biru itu semakin cepat menyerang tubuh Tian Feng, namun Tian Feng berhasil menghindar dan Cambuk Kwe Shin membuat kerusakan yang sangat parah di permukaan tanah.
Setiap Cambukan yang di lancar oleh Kwe Shin akan membuat permukaan tanah yang bercampur pasir langsung berlubang serta ada sedikit genangan air yang tersisa.
Ledakan demi ledakan terus terdengar, namun dari setiap serangan dan Ledakan energi dari Cambuk biru Kwe Shin, tidak satupun yang berhasil mengenai Tian Feng.
"Apa kamu sudah mencapai batas? Atau memang hanya segini saja kemampuan mu?" tanya Tian Feng dengan pertanyaan sedikit menyindir.
Nafas Kwe Shin mulia tidak teratur karena terlalu banyak menggunakan energinya, sedangkan Tian Feng masih tetap biasa saja karena dia sama sekali tidak menggunakan energi, yang ia gunakan hanya ilmu meringankan tubuhnya untuk menghindari setiap serangan Kwe Shin.
Alhasil Tian Feng masih tetap berstamina sedangkan Kwe Shin mulai kelelahan.
"Cih..! Andai saja aku tidak mengikuti rencana Hedelles mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi!" gerutu Kwe Shin yang mulai menyesali keputusannya mengikuti rencana Hedelles.
Padahal semuanya sudah mendengar sendiri jika Alice meminta mereka jangan bertindak gegabah mengingat nama Pendekar Dewa Sesat sangat berbahaya bagi Organisasi mereka.
__ADS_1
Namun akibat keangkuhan Hedelles, kini sudah dua orang pengawal terpenting sudah tiada, dan Kwe Shin tidak tahu apakah dia bisa selamat atau justru akan menyusul ke-dua temannya yang sudah lebih dulu sampai di akhirat.
"Lebih baik kamu menyerah saja agar aku bisa membunuhmu tanpa merasakan sakit sedikitpun, dan mengenai Hedelles, aku pasti akan mengirimnya juga agar bisa menemani kalian menemui Raja Neraka!" kata Tian Feng.
Kwe Shin memegang gagang cambuk nya erat-erat dan keringat mulai membasahi telapak tangannya.
Rasa takut menyelimuti hatinya, dia tidak ingin mati secepat ini, namun sepertinya keinginannya itu hanya ada dalam khayalannya saja karena sudah jelas jika Tian Feng tidak membiarkannya tetap hidup.
Merasa tidak menemukan solusi apapun, Kwe Shin mulai kehilangan akalnya dan lupa akan siapa yang ia hadapi, dia mulai mengatur strategi untuk yang terakhir kalinya.
"Kau ingin aku menyerah bukan? Lalu bagaimana caramu membunuhku agar aku tidak merasakan sakit sedikitpun?" tanya Kwe Shin.
"Em.. Apa kamu serius? Jika iya itu sangatlah mudah!" kata Tian Feng.
"Kalau begitu lakukan dengan cepat!" kata Kwe Shin kemudian dia membuang Cambuk birunya.
Tian Feng memperhatikan Kwe Shin yang tiba-tiba saja ingin mati tanpa memberikan perlawanan apapun, dia merasa aneh namun dia sama sekali tidak menemukan kejanggalan sedikit pun.
"Baik bersiaplah!" kata Tian Feng kemudian kedua telapak tangannya menyala merah.
"Iblis Penjaga Neraka - Amukan Raja Iblis."
Tian Feng menghilang dari pandangan Kwe Shin kemudian muncul lagi dengan jarak kurang dari empat jengkal.
"Mari kita pergi bersama-sama menemui Raja Neraka!" kata Kwe Shin membuat Tian Feng terkejut.
"Bola Air Penghancur Bumi."
"Arghhhh...!"
Kwe Shin tiba-tiba saja berteriak dengan keras dan kemudian tubuhnya dan tubuh Tian Feng terkurung dalam bola Air.
Telapak tangan Tian Feng juga tiba-tiba saja tertahan di perut Kwe Shin dan dia tidak bisa melepaskannya.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Tian Feng.
"Aku akan meledakkan diriku bersama dengan mu agar kita berdua sama-sama mati dan aku pasti akan di juluki sebagai pejuang tertinggi di Organisasi dan akan dikenang selamanya! Jadi matilah bersamaku," kata Kwe Shin.
Kwe Shin berniat untuk bunuh diri, namun dia juga akan membawa Tian Feng ikut mati bersamanya.
Kurungan Bola Air tersebut tercipta dari energi Yin murni milik Kwe Shin, dia melepaskan energi murninya dan memadatkannya hingga memiliki tekanan yang sangat kuat.
Setelah mencapai puncaknya barulah bola air itu akan meledak, dan siapapun yang berada didalamnya akan lenyap tanpa menyisakan apapun karena tubuh ke-duanya akan hancur musnah menjadi uap.
"Hahahaha...! Akhirnya akulah orang yang dapat membunuh Pendekar Dewa Sesat..! Mari kita mati bersama-sama," kata Kwe Shin dengan tertawa keras yang merasa bangga karena pengorbanannya kali ini tidak akan sia-sia.
__ADS_1
Namun berikutnya tawanya terhenti dan berganti menjadi keterkejutan serta tersedak ludahnya sendiri saat Tian Feng mengucapkan sesuatu.
"Kamu terlalu terobsesi ingin membunuhku sehingga kamu lupa jika aku ini bukanlah tubuh yang asli! Aku hanyalah sebuah bayangan saja, jadi walau aku hancur dan musnah, itu tidak akan berpengaruh apapun kepada tubuh asliku! Jadi harapan dan pengorbanan mu tidak ada gunanya!" kata Tian Feng.
Kwe Shin yang tersedak nafasnya baru ingat jika Tian Feng sudah pergi mengejar Hedelles, dan dia lupa jika yang dia hadapi saat ini hanyalah sebuah bayangan yang awalnya dikira hanya sebuah bayangan ilusi.
Tidak berselang lama, bola air tersebut bercahaya sangat terang dan kemudian ledakan dahsyat yang menggetarkan seluruh wilayah Negri Balkan segera terasa bagai sebuah gempa, dan suara ledakannya terdengar hingga beberapa kilometer jauhnya.
Bola Air Penghancur tersebut hancur dan melenyapkan Kwe Shin yang mati dengan keterkejutan bersama bayangan Tian Feng yang ikut lenyap.
Dari semua Pengawal Organisasi Bintang Hitam yang dibunuh oleh Tian Feng, hanya Kwe Shin yang mati dengan cara bunuh diri.
Jika hal ini sampai di ketahui oleh semua Pengawal Organisasi Bintang Hitam yang tersisa, Kwe Shin bukan dianggap mati sebagai pejuang yang terhormat, melainkan mati dengan cara terhina karena bunuh diri.
Sekarang Organisasi Bintang Hitam sudah kehilangan tiga pengawal terkuatnya dan ditambah dengan kematian Kai Jhin total sudah empat.
Kini tinggal 16 Pengawal yang tersisa dan Tian Feng saat ini sedang melacak keberadaan Hedelles.
Jika Hedelles bisa dibunuh oleh Tian Feng, maka kekuatan Pengawal Organisasi Bintang Hitam pasti akan melemah.
Kini Tian Feng yang asli sudah mulai merasakan keberadaan Hedelles, dia dibantu oleh Xian yang dapat merasakan Aura energi Kegelapan milik Hedelles, dan saat dia akan menuju ketempat itu, ternyata Hedelles sudah datang lebih dulu dan menyambutnya.
"Aku kira Fukayna yang datang membawa kepala mu, ternyata kamu sendiri yang datang! Kalau begitu Fukayna Kwe Shin dan Raneb pasti sudah kamu bunuh!" kata Hedelles dengan tersenyum lebar.
"Mereka bertiga bukanlah tandingan ku! Salah kalian sendiri yang terlalu membanggakan diri sendiri serta terlalu menjunjung harga diri yang akhirnya akan menghancurkan diri kalian sendiri!" kata Tian Feng.
"Hahaha...! Aku tidak menyangka jika kamu akan mengingatkan ku akan semua itu, hanya saja aku sudah salah menilai mu sebelumnya, sekarang aku akan mengikuti nasehat mu!" kata Hedelles kemudian Hedelles menunjuk kebelakang Tian Feng.
Tian Feng menoleh kebelakang dan kemudian dia melihat seorang Wanita berusia 45 tahunan sudah berada di belakangnya, dan dari penampilannya dia juga terlihat berasal dari Yamuru.
"Tian! Sebaiknya kamu berhati-hati karena kemanapun wanita ini lebih tinggi dari dirimu! dan terlebih lagi aku mulai merasakan ada sekitar tiga manusia lagi yang kemampuannya berada di bawah mu sedang menuju kesini!" kata Xian.
"Jadi dia sengaja memancing ku kesini dengan menjadikan tiga lainnya menjadi umpan serta korban agar Hedelles ini bisa memanggil rekannya yang memiliki kemampuan lebih tinggi?" tanya Tian Feng.
"Mungkin begitu, sekarang situasimu sedang tidak diuntungkan, jadi berusahalah menghindari pertarungan karena hasilnya tidak akan baik!" kata Xian
Walau Xian bisa membantunya, namun Xian hanya akan melawan salah satu antara Hedelles atau Wanita itu yang kemampuannya hampir mencapai Tahap Raja Langit.
Namun tidak bagi Tian Feng karena dia harus melawan Empat orang sekaligus, walau nantinya Xanzi mengambil alih tubuh Tian Feng sekalipun akan sangat sulit mengingat batas waktu serta resiko yang akan Tian Feng alami setelah tubuhnya diambil alih oleh Xanzi.
"Sepertinya sangat sulit Xian!" kata Tian Feng.
"Tenang dulu Tian, biar aku yang mencari solusi terbaik!" kata Xian.
"Baik aku akan mengulur waktu untuk mu berpikir!" kata Tian Feng.
__ADS_1