
***
"Bagiamana kondisi mu Xie'er?" tanya Zang Yang.
"Aku sudah sedikit baikan guru, hanya beberapa tulang yang patah saja yang masih membuatku belum bisa pulih sepenuhnya!" jawab Chie Xie.
"Tidak perlu menghawatirkan itu Xie Xie, aku memiliki Pil yang bisa menyembuhkan tulang yang patah," kata Lio Long sembari mengeluarkan sebuah Pil berwarna putih.
"Telanlah ini, namun jangan semuanya, cukup kamu bagi dua saja Pil ini, setelah kamu menelannya dan menyerap seluruh khasiat ajaib dari Pil ini, kamu akan segera pulih dalam waktu tiga hari!" kata Lio Long.
Chie Xie sudah mengetahui betapa ajaibnya Pil pemberian Lio Long, dia sama sekali tidak meragukan hal itu, dan jika Lio Long bilang jika hanya perlu menelan setengah dari Pil tersebut, maka Chie Xie pun akan menurutinya.
"Terima kasih guru Lio!" kata Chie Xie kemudian dia segera membagi pil tersebut menjadi dua dan setengah dari Pil itu disimpannya sedangkan sisanya langsung dia telan lalu mulai bermeditasi untuk menyalurkan khasiat dari Pil tersebut.
"Tuan Luois, bagiamana kondisimu?" Wei Fang dan Hiroshi menghampiri Louis yang sudah membaik, namun belum sepenuhnya.
"Aku sudah merasa baikan Panglima, mungkin dalam beberapa hari kedepan kekuatanku akan kembali pulih! Aku hanya tidak menduga jika Pil dari mereka itu sungguh sangat ajaib!" kata Louis kemudian dia bangkit dan menghampiri Gaozu dan Qinpi yang sedang bersama dengan Wang Dunrui.
"Terima kasih atas pertolongannya, jika tidak ada kalian, mungkin saya sudah tiada!" kata Louis dengan membungkukkan badan dengan satu tangan di dada.
"Tidak perlu berterima kasih, kami datang memang untuk menolong serta melindungi dunia ini!" kata Gaozu.
Louis tetap merasa tidak enak walau Gaozu sudah mengatakan begitu, dia merasa masih berhutang nyawa kepada keduanya, namun Qinpi terlihat seperti tidak memperdulikan semua itu, dia justru terlihat lebih memperhatikan Wang Dunrui dari pada yang lainnya.
Yinfei dan Lio Long serta Xi Liyi dan Lang Yu sedang berbicara dengan Azura, sebelumnya mereka sudah pernah bertemu saat di acara pernikahan Tian Feng, hanya saja mereka belum saling bertegur sapa.
"Tuan, terima kasih banyak karena sudah bersedia datang membantu kami!" kata Yinfei.
__ADS_1
"Tidak perlu seperti itu, semua ini aku lakukan atas janjiku kepada saudaraku untuk melindungi dunia ini serta melindungi keluarganya dari incaran Kaisar Kegelapan, hanya saja aku terlambat!" kata Azura yang sejak awal memperhatikan puing-puing bangunan yang sebagian besar sudah terkubur ke dalam tanah.
Walau dirinya sudah berhasil tiba, namun saat tiba sebagian kota sudah hancur, dan sekarang kota Xanhuo sudah benar-benar rata dengan tanah.
Yinfei tersenyum karena mengerti maksud dari perkataan Azura, dia memperhatikan seluruh kota yang sudah hancur, memang mereka semua yang memiliki kemampuan Dewa bisa memperbaiki semuanya seperti semula, bahkan mereka juga mampu menghidupkan orang-orang yang sudah mati, selama orang tidak mati lebih dari tiga hari, maka Yinfei dan semua yang memiliki kemampuan Dewa masih bisa menghidupkan mereka kembali.
Hanya saja tidak akan ada yang mau melakukannya karena mereka juga tahu aturan kodrat, karena itu tidak akan ada satupun yang akan melanggar takdir yang sudah di tetapkan.
"Lio Long dan Xi Liyi, kita akan mengembalikan kota ini seperti semula, namun jangan ada satupun dari kalian yang boleh menghidupkan kembali orang yang mati!" kata Yinfei.
Azura mendengar hal itu balik bertanya kepada Yinfei, "Memangnya kenapa?" tanya Azura.
"Tuan, menghidupkan orang yang sudah mati itu berati sudah menentang takdir, karena itu kami tidak mau menentangnya!" jawab Yinfei.
"Takdir? Takdir memang tidak bisa dilanggar, namun semua itu masih bisa untuk di langgar selama kita tahu akan sebuah aturan lain dari semua itu!" kata Azura.
"Maksud Tuan?" tanya Lio Long.
Yinfei dan Lio Long serta Xi Liyi dan Lang Yu saling berpandangan kemudian sama-sama menggelengkan kepala. "Tidak pernah Tuan!" jawab Yinfei.
"Dewa memiliki hak untuk menentukan takdir mereka sendiri, salah satu contohnya adalah membuat aturan langit! Para Dewa bukan takut melanggar takdir, melainkan takut melanggar aturan, yang artinya mereka takut berbuat suatu kesalahan yang keluar dari aturan Langit!" kata Azura.
"Lalu apa hubungannya dengan maksud Tuan dengan kami yang tidak ingin menentang takdir?" tanya Lio Long.
"Begini, jika manusia yang meninggal hari ini bukan karena hasil dari kesalahan kalian yang bertarung disini, maka mereka tidak benar jika kembali di hidupkan, namun mereka semua yang mati hari ini adalah korban dari kesalahan kalian yang tidak langsung mengajak mereka bertarung keluar dari dunia ini, jadi mereka masih bisa di hidupkan dan aku pastikan jika para Dewa sekalipun tidak akan menyalahkan kalian bahkan Buddha sekalipun juga tidak akan menyalahkan kalian!"
Penjelasan Azura sebenarnya mengarah kesebuah aturan yang tidak seharusnya ditentang oleh manusia, padahal cara berpikir Azura adalah sebuah aturan dimana saat dirinya dulu masih menjadi musuh para Dewa, namun dari sudut pandang yang lebih baik.
__ADS_1
Andai para Dewa dan Buddha datang untuk menyalahkan mereka, maka Azura siap untuk bertanggung jawab, karena menurut pandangan Azura, apa yang di lakukan oleh Yinfei dan yang lainnya untuk menghidupkan kembali orang yang sudah mati akibat menjadi korban pertarungan itu tidak salah.
"Maaf Tuan, kami tetap tidak berani!" kata Yinfei.
"Baiklah jika kalian tetap tidak mau, namun suatu saat nanti kalian akan akan merasa bersalah karena telah membuat orang-orang yang tidak bersalah harus menjadi korban, dan kalian sama sekali tidak mau bertanggung jawab!" kata Azura.
Mereka kembali saling berpandangan mendengar ancaman Azura, dan setelah semuanya diam, akhirnya Lang Yu membuka suara dengan menanyakan sesuatu pada Azura.
"Maaf Tuan, andai kami setuju dan melakukannya, lalu jika sampai benar-benar ada Dewa yang datang dan menyalahkan kami, apa yang harus kami jawab?" tanya Lang Yu.
"Kalian tidak perlu menjawab, karena selama beberapa hari kedepan aku akan tetap berada disini, dan jika penafsiran tepat, para Dewa yang tidak setuju dengan ini pasti akan datang besok, jadi jika mereka datang, aku Kaisar Azura dari Dunia Bawah yang akan bertanggung jawab!" kata Azura.
Walau Azura sudah mengatakan kesanggupannya untuk bertanggung jawab, namun mereka masih terlihat tidak yakin sehingga membuat Azura merasa kesal.
"Andai saudaraku mengetahui hal ini, dia pasti merasa kecewa kepada kalian! Tapi baiklah, karena kalian masih ragu padaku dan juga takut kepada para Dewa, biar aku yang melakukannya, dan dengan ini maka akulah yang harus bertanggung jawab nanti!" kata Azura kemudian dia tidak menunggu reaksi mereka semua dan segera melayang ke udara.
Langit yang masih tertutupi oleh awan hitam kini berubah semakin menjadi hitam dan tebal, dan petir menyambar ke segala arah.
Azura menatap ke bawah lalu dengan mengangkat tangan ke langit, hujan lebat segera jatuh dan mengguyur seluruh Kota Xanhuo.
Tidak berselang lama, Azura menjentikkan jarinya sekaligus menggunakan sihir tanahnya untuk membangun ulang bangunan yang hancur serta mengembalikan kondisi Kota Xanhuo yang hancur menjadi seperti sedia kala seperti tidak pernah hancur sebelumnya.
Cara yang di lakukan oleh Azura untuk mengembalikan Kota Xanhuo seperti semula lebih cepat dari cara Yinfei dan yang lainnya, karena itu Yinfei merasa takjub dengan cara Azura mengembalikan Kota Xanhuo dengan sangat cepat sekali.
Dalam waktu singkat saja, Kota Xanhuo sudah kembali ke kondisi semula, namun hujan tetap mengguyur kota tersebut, namun setelah itu orang-orang yang mati karena menjadi korban pertarungan satu persatu mulia bangun, dan ratusan korban akhirnya hidup kembali, namun mereka semua terlihat seperti kebingungan.
Hujan langsung reda saat kota Xanhuo sudah kembali dan para penduduk yang menjadi korban sudah hidup semuanya, sedangkan Azura kembali lagi ke posisi sebelumnya.
__ADS_1
"Sekarang aku ingin tahu, siapa Dewa yang akan datang, jika mereka benar-benar tidak setuju dengan cara berpikirku, maka besok pasti akan datang dewa ke dunia ini, namun jika tidak, itu artinya Kaisar Langit tidak mempersalahkan masalah ini!" kata Azura kemudian dia berbalik dan menghilang dari hadapan Yinfei.
"Dia itu sangat berani sekali!" kata Lio Long dan keempatnya sama-sama menggelengkan kepala mengakui betapa beraninya Azura menentang takdir.