
"Tidak Tian! Kita datang bersama, jadi pulangpun harus bersama, dan jika kita tidak bisa mengalahkannya, setidaknya kita bisa mati bersama!" kata Wei Fang.
Hiroshi merasa gelisah sendiri, dia jelas belum ingin mati, apalagi Naomi masih belum ada yang menjaga.
"Tidak Panglima, jika kita semua mati disini siapa yang akan melindungi kerajaan ini kedepannya! Lagi pula aku juga tidak ingin mati di tempat ini, jadi Panglima jangan menghawatirkan aku!"
Wei Fang ingin menjawab namun Tian Feng kembali bersuara lebih dulu, "Panglima, suatu kehormatan bisa mengenal seorang Pendekar seperti Panglima, kelak kita akan bertemu lagi!" kata Tian Feng yang membuat Wei Fang hanya membuka tutup mulutnya tanpa bisa mengatakan sepatah katapun yang keluar.
Perkataan Tian Feng seolah-olah mengandung arti perpisahan yang sangat lama atau mungkin selamanya, akan tetapi Wei Fang tidak berpikir hingga sejauh itu, dia mencoba berpikir lebih positif.
"Baiklah jika kamu memaksa, tapi kamu harus berjanji bisa mengalahkan Jia Tai Yan itu, jika tidak aku akan mengutukmu walau kamu berada di akhirat!" kata Wei Fang.
"Bagus kalau kalian mengerti! Itu artinya kalian sadar diri akan siapa Singanya dan siapa anak kerbaunya," kata Jia Tai Yan dengan tersenyum mengejek.
Wei Fang menggenggam gagang Goloknya dengan erat, namun Tian Feng menepuk pundaknya, "Jangan terpancing oleh kata-katanya, cepat tinggalkan tempat ini!" kata Tian Feng.
Para prajurit mengangkat tubuh Ying Lo dan meletakkannya di punggung kudanya dan Wei Fang memegang jasad Ying Lo untuk kembali ke istana.
"Hati-hatilah Tian!" kata Wei Fang kemudian dia pergi bersama para Prajuritnya.
Hiroshi juga ikut pergi walau sebenarnya hatinya masih merasa was-was untuk meninggalkan Tian Feng melawan Jia Tai Yan seorang diri.
Namun apalah daya karena kemampuan mereka semua tidak akan bisa membantu Tian Feng, yang ada hanya akan membuat Tian Feng tidak akan bisa leluasa bertarung.
"Panglima Wei, nanti saya akan menyusul ke istana, sekarang saya harus menemui Naomi lebih dulu!" kata Hiroshi.
Wei Fang mengangguk kemudian dia pergi lebih dulu kearah Istana. Setelah Wei Fang dan para prajurit cukup jauh, Hiroshi tidak kembali, dia hanya ingin melihat Tian Feng dan memastikan jika Tian Feng akan memenangkan pertarungannya.
"Sepertinya disini cukup aman!" gumam Hiroshi yang melihat Tian Feng dari jarak yang cukup jauh.
"Tuan, apakah tidak sebaiknya kita kembali saja?' salah satu ronin bertanya.
"Kalian kembali saja lebih dulu, namun kalian jangan menceritakan apapun kepada Naomi akan apa yang sedang terjadi disini," kata Hiroshi.
Dua orang ronin segera meninggalkan Hiroshi sedang ronin yang lain dan beberapa Shinobi tetap menemani Hiroshi.
***
"Sekarang hanya tersisa kita berdua saja! Sebelum kita bertarung, bisakah aku mengetahui namamu anak muda?" tanya Jia Tai Yan.
__ADS_1
"Nama tidaklah terlalu penting untuk diketahui, jika ingin bertarung, kita bisa memulainya sekarang juga," kata Tian Feng yang terlihat begitu percaya diri.
Mungkin dimata Jia Tai Yan, Tian Feng terlihat percaya diri, namun sebenarnya Tian Feng masih ragu untuk menghadapinya.
Dia sudah pernah mengalahkan Kai Jhin, namun itu berkat bantuan Xanzi. Sekarang Zanxi masih tertidur sehingga Tian Feng harus berusaha melawan Jia Tai Yan dengan kemampuannya sendiri.
Jia Tai Yan tertawa lepas dengan suara tawa yang menggema serta melepaskan energi angin yang cukup kencang dan menerbangkan pasir-pasir yang memenuhi markasnya.
"Hahaha... Aku sangat salut akan kepercayaan dirimu anak muda, kalau begitu...!" Jia Tai Yan menatap Tian Feng dengan tajam dan kemudian melepaskan energi tekanan yang sangat kuat, "Ayo kita mulai!"
Tian Feng juga melepaskan Aura Pembunuh serta Chi nya secara bersamaan untuk melawan tekanan Jia Tai Yan.
Pasir mulai terangkat terbang keudara dengan sendirinya akibat benturan energi tekanan ke-duanya, getaran juga mulai tercipta hingga terasa ketempat Hiroshi berada bahkan melewatinya.
"Kau memiliki Aura yang murip dengan salah seorang pendekar dari Hutan Iblis! Aku pernah melihat sekali, dan sekarang aku ingin tahu sehebat apa ilmu itu," kata Jia Tai Yan kemudian dia maju menyerang Tian Feng dengan serangan yang sangat kuat.
Satu serangan Tinju kuat langsung mengarah ke wajah Tian Feng, sedangkan Tian Feng dengan refleks Menghalaunya.
Jia Tai Yan kembali memberikan serangan Tinju susulan dan kini memiliki ritme yang lebih cepat serta beruntun.
Bamm! Bamm! Bamm!
Masalahnya Hiroshi tidak bisa melihat dengan jelas karena jaraknya yang terlalu jauh di tambah lagi dengan pasir yang beterbangan menutupi pengelihatannya.
"Kepalan Sekuntum Bunga Dosa."
Jia Tai Yan mengalirkan Chi ke kepalan tangannya kemudian dengan gerakan super cepat, dia berhasil memberikan pukulan keras ke dada Tian Feng.
Tian Feng terlempar jauh hingga menabrak dua pohon hingga tumbang, sedangkan kepulan debu dan pasir tebal juga terlihat dari bekas Tian Feng terlempar.
Tian Feng muntah darah dan terbatuk-batuk sekaligus menahan rasa sakit didadanya, dia mengatur pernafasannya agar cepat pulih, namun Jia Tai Yan sudah berada di hadapannya.
Jia Tai Yan menedang wajah Tian Feng dengan keras, beruntung Tian Feng berhasil melindungi wajahnya dengan satu tangan, namun tetap saja dia terlempar.
Retakan halus di topeng Tian Feng mulai terlihat, padahal tendangan Jia Tai Yan tidak berhasil mengenai wajah serta topengnya.
"Dia memiliki tenaga yang lebih besar dari Pengawal Bintang Hitam yang aku lawan, sepertinya dia lebih ahli dalam serangan jarak dekat, dan dia tidak memiliki ilmu pengendalian energi alam!" batin Tian Feng.
Jia Tai Yan lebih mengandalkan kekuatan tubuh dan fisiknya, dan dia hanya bisa menggunakan energi sebagai tambahan kekuatan nya.
__ADS_1
Memang benar Jia Tai Yan tidak bisa menggunakan ilmu pengendalian energi alam karena dia mendapatkan kekuatan sebesar itu secara instan.
Jika membandingkan kekuatan fisik antara Jia Tai Yan dengan Kai Jhin, Jia Tai Yan jelas lebih unggul, dengan fisik yang kuat serta energi yang besar yang mendukung, Jia Tai Yan akan mampu bergerak secepat kilat.
"Jika dia itu adalah pendekar tipe penyerang jarak dekat, mungkin serangan jarak jauh bisa mengalahkannya," batin Tian Feng kemudian dia mulai mengumpulkan energi angin disekeliling nya.
Jia Tai Yan kembali melesat kearah Tian Feng dengan kecepatan kilat, namun Tian Feng buru-buru melompat dan terbang diudara membuat serangan Jia Tai Yan tidak bisa mengenainya.
Jia Tai Yan menoleh keatas dengan tatapan tajam, "Apa yang kamu lakukan, cepat turun dan kita bertarung dibawah!" kata Jia Tai Yan.
Tian Feng mengerutkan dahinya, dia merasa ada yang salah terhadap perkataan Jia Tai Yan.
"Apakah dia tidak bisa terbang?" batin Tian Feng.
Melihat Jia Tai Yan tidak menyusulnya ke udara dan hanya menatap tajam saja, akhirnya Tian Feng memiliki kesimpulan jika Jia Tai Yan benar-benar tidak bisa terbang seperti dirinya.
Tian Feng mulai tersenyum lebar, kini dia tahu cara menghadapi Jia Tai Yan tanpa harus menyerangnya dari jarak dekat.
Tian Feng segera memberikan serangan pusaran angin dari atas mengarah kepada Jia Tai Yan.
Serangan pusaran angin milik Tian Feng ternyata masih dapat dihindari oleh Jia Tai Yan dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh serta kekuatan fisiknya.
Tian Feng tidak mau menyia-nyiakan hal itu, dia melepaskan lebih banyak pusaran angin nya sehingga terlihat seperti angin ****** beliung yang sangat banyak dari kejauhan.
Jia Tai Yan berdecak kesal karena ternyata Tian Feng menyadari jika dirinya adalah pendekar tipe petarung jarak dekat.
Jia Tai Yan tidak tahu jika sebenernya Tian Feng juga pendekar tipe petarung jarak dekat, hanya saja dia cukup beruntung karena sudah berlatih mengendalikan energi Angin dari Zanxi.
Karena itu Tian Feng juga bisa menyerang dari jarak jauh, dan itu adalah sebuah keberuntungan bagi Tian Feng karena sudah mengetahui kelemahan musuhnya yang lebih kuat darinya.
"Sangat di sayangkan seorang pendekar hebat seperti mu memiliki kelemahan yang mudah di ketahui oleh diriku!" gumam Tian Feng kemudian dia mencoba membuat ilmu pengendalian energi angin yang baru.
Tian Feng memusatkan energi angin di telapak tangannya dan kemudian angin yang begitu kuat segera membungkus telapak tangannya dan bercahaya biru.
Tian Feng mengibaskan tangannya sekali dan kemudian energi biru tersebut melesat dengan kecepatan tinggi kearah Jia Tai Yan dan energi tersebut hampir membuat Jia Tai Yan tidak berhasil menghindarinya karena gerakan energi tersebut memiliki kecepatan yang setara dengan dengan kecepatannya.
***
Hai author, apakah tidak bisa sesekali memberikan BAB tambahan?
__ADS_1
Masih diusahakan, tapi yang sabar menunggu karena di bulan ini author sedang sibuk-sibuknya mengumpulkan uang untuk bayar kontrakan baru, dan juga di bulan depan sudah akan pindah, jadi yang sabar ya, nanti begitu semuanya sudah selesai pasti akan ada crazy up nya kok.🙏