
***
Lie Yie terlihat seperti mati tapi hidup, namun dibilang hidup tapi dia terlihat seperti tidak memiliki jiwa, yang ada hanya duduk diam dengan bersandar dikursi goyang yang terbuat dari kayu, dan tatapannya menatap kearah jendela dengan tatapan kosong.
Tian Feng, Alice, Chie Xie dan Yuan Xia yang menggendong cucunya datang menghampiri Lie Yie yang terlihat diam seperti patung di kursinya.
"Yie'er, lihatlah siapa yang datang!" kata Yuan Xia.
Ucapan Yuan Xia sama sekali tidak mendapatkan respon apapun dari Lie Yie, dan kini giliran Chie Xie yang menyapanya. "Ibu, aku pulang! Seperti janjiku padamu, aku akan kembali dengan membawa gege pulang kesini! Lihatlah, Tian gege dan kakak ipar juga ada disini demi ibu, dan sekarang ibu sudah memiliki cucu!" kata Chie Xie.
Mendengar nama Tian keluar dari Chie Xie, Lie Yie bibir Lie Yie mulai bergerak dan pada akhirnya suara yang sudah lama tidak keluar kini kembali terdengar dengan nada lirih. "Ti...an!"
Suara Lie Yie terdengar serak dan pelan, dia secara perlahan-lahan menoleh kearah Chie Xie yang mengangguk padanya seraya berkata, "Iya, Tian gege ada disini!" kata Chie Xie kemudian dia menatap kearah Tian Feng yang berdiri di belakang.
Lie Yie juga ikut menoleh dan matanya jatuh kepada Tian Feng yang masih menutup setengah dari wajahnya.
"Tian anakku!"
Lie Yie menurunkan kakinya dan berdiri secara perlahan, air mata kerinduan yang lebih dari setahun dia pendam mulai keluar melewati pipinya.
Tian Feng bergegas menghampiri Lie Yie yang mulai melangkah secara perlahan-lahan kearahnya, dia lebih dulu tiba di hadapan Lie Yie dan kemudian dia membuka penutup wajahnya seraya berkata, "Ibu aku pulang, maaf karena sudah membuat ibu seperti ini karena memikirkan Tian!" kata Tian Feng yang menatap Lie Yie.
Lie Yie menatap Tian Feng dengan bibir bergetar kemudian dengan cepat dia langsung memeluk Tian Feng dengan tangisannya yang pecah.
"Tian.. Jangan pernah pergi lagi menjauh dari ibu nak!" kata Lie Yie dengan menangis kencang memeluk anak angkat kesayangannya.
Tian Feng membalas pelukan Lie Yie dengan lembut, suara isak tangis Lie Yie membuat Tian Feng juga mengeluarkan air matanya, dengan kasih sayang besar yang Lie Yie berikan padanya sungguh membuat Tian Feng merasa seperti kembali memiliki sosok seorang Ibu yang sesungguhnya.
"Tian tidak akan mengulanginya lagi ibu!" kata Tian Feng.
Cukup lama Lie Yie memeluk Tian Feng, suasana haru itu juga membuat Alice merasa ikut larut, tanpa sadar dia juga meneteskan air matanya.
Chie Xie juga ikut meneteskan air matanya, dia benar-benar tidak menduga jika Lie Yie benar-benar sangat menyayangi Tian Feng, bahkan kasih sayangnya melebihi rasa sayang kepada dirinya selaku anak kandungnya.
"Ibu mertua!"
Alice menghampiri Lie Yie yang masih memeluk Tian Feng dengan tangisannya yang belum berhenti. Lie Yie segera melepaskan pelukannya dan melihat Alice yang kini berdiri disampingnya.
__ADS_1
"Menantuku, kemarilah!" kata Lie Yie kemudian dia memeluk Alice.
Kini giliran Alice yang kembali merasa terharu, selama ini dia juga tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, karena sejak kecil dia sudah menjadi anak yatim piatu.
"Kalian berdua akhirnya kembali juga, ibu sungguh sangat merasa senang melihat kalian lagi!" kata Lie Yie yang memeluk Alice sambil mengelus rambut menantunya.
"Yie'er, mereka tidak hanya datang berdua! Lihatlah, mereka sudah memberikan kita seorang cucu yang cantik!" kata Yuan Xia.
Lie Yie terkejut mendengarnya, dia melepaskan pelukannya dan kemudian menatap bayi mungil yang digendong oleh Yuan Xia.
"Ini anak kalian, cucuku?" tanya Lie Yie.
"Iya ibu!" jawab Tian Feng.
"Owh bawa kemari Xia, aku ingin melihat dan menggendongnya!" kata Lie Yie.
"Sabar dulu, sebaiknya kamu tenangkan dulu jiwamu, bersihkan dulu badan mu agar cucumu nanti betah saat di gendong oleh neneknya!" kata Yuan Xia.
"Apa maksudmu? Apakah kamu tidak ingin aku menggendong cucuku?" tanya Lie Yie.
"Bukan begitu..! Begini saja, coba kamu bercermin dulu, nanti kamu akan tahu akan maksud dari perkataanku!" kata Yuan Xia.
Lie Yie segera bercermin dan melihat wajahnya sendiri di cermin, alangkah terkejutnya dia saat melihat wajahnya sendiri, rambutnya acak-acakan dan cekungan di sekitar matanya terlihat sangat dalam, dia benar-benar sangat kurus dan juga kusut serta berantakan, andai dia berjalan di jalanan, mungkin orang akan menganggapnya sebagai orang gila.
Lie Yie hanya tersenyum malu melihat penampilan sendiri yang acak-acakan, dia bergegas pergi untuk membersihkan diri agar bisa menggendong Xihua.
"Owh kita meninggalkan Guru dan yang lainnya diluar!"
Tian Feng menepuk jidatnya saat teringat kepada Ho Chen, Louis dan Naomi yang berada di ruang tamu tanpa ada satupun tuan rumah yang menemaninya.
"Aiya kenapa aku juga jadi lupa kalau di luar masih ada tamu!" ucap Yuan Xia.
"Sini ayah mertua, berikan Xihua padaku, ayah dan Tian bisa pergi menemani mereka diluar, disini biar aku menunggu ibu mertua!" kata Alice.
"Xie'er buatkan minuman hangat untuk kami!" kata Tian Feng.
Yuan Xia masih terlihat keberatan untuk menyerahkan Xihua kepada ibunya, walau dia baru tahu jika ternyata cucunya sudah memiliki nama, namun dia juga ingat jika saat ini ada tamu yang harus dia temani, sebagai salah satu pejabat yang terhormat di Kerajaan Wutong, Yuan Xia harus bersikap lebih pantas dan lebih terhormat dalam melayani tamu.
__ADS_1
Dengan berat hati Yuan Xia memberikan Xihua kembali kepada Alice, dia tahu Xihua tidak akan kemana-mana sehingga nanti dia masih memiliki waktu lebih banyak untuk menggendong cucu pertamanya itu.
Yuan Xia dan Tian Feng segera keluar untuk menemani Ho Chen dan dua lainnya, sedangkan Alice berada didalam kamar Lie Yie untuk menunggu Lie Yie yang masih membersihkan diri.
***
"Hem... benarkah? Panglima Wei Fang meminta agar Kerajaan Wutong berdamai dengan Kerajaan Xiadong? Ini sungguh kabar yang mengejutkan sekali!" kata Ho Chen setelah Yuan Xia menceritakan akan perubahan yang terjadi di Kerajaan Wutong setelah pertemuan selesai.
"Tapi kenapa bisa demikian? Bukankah terakhir Panglima Wei sedang bertarung dengan salah satu mantan Panglima Xiadong? Apakah dia berhasil mengalahkannya?" tanya Louis.
"Kami juga tidak mengerti, namun yang jelas Panglima Wei Fang mengatakan jika Kerajaan Xiadong dalam waktu dekat juga akan datang untuk melakukan perjanjian perdamaian!" kata Yuan Xia.
"Kejadian ini hampir mirip dengan perjanjian Wutong dan Xiadong ratusan tahun yang lalu, namun semoga perjanjian kali ini akan benar-benar mengubah sejarah kelam dan bisa bertahan selama-lamanya!" ucap Louis.
Tian Feng mengangguk, dia merasa bersyukur karena dampak dari usainya pertempuran terakhir itu mampu membuat kedua Kerajaan yang bermusuhan kini akan berdamai.
"Jangan terlalu cepat senang dulu Tian, ini baru awal dari gerakan mu dalam menciptakan kedamaian, masih ada biang masalah lain yang harus di selesaikan demi menciptakan kedamaian yang sesungguhnya, dan ini akan berdampak di seluruh Alam semesta!" kata Ho Chen.
"Aku tahu itu guru!" jawab Tian Feng yang sadar jika ini baru sebagian kecil usaha yang berhasil dia selesaikan.
"Nona Naomi, apakah Tuan Hiroshi masih berada di Kerajaan ini?"
Yuan Xia kini melempar pertanyaan kepada Naomi yang sejak tadi hanya diam saja menjadi pendengar setia obrolan mereka.
"Iya Tian Yuan, ayahku masih berada disini! Sebenarnya sejak awal, kami belum meninggal Kerajaan ini, Ayah menolak pergi saat itu, dan aku akhirnya mengikuti Guru Wang yang ingin bergabung dengan pasukan yang akan memberantas markas cabang Organisasi Bintang Hitam!" kata Naomi.
"Owh, kalau begitu baguslah, sebenarnya aku merasa tidak enak kepada Tuan Hiroshi, dan yang paling utama kepadamu!" kata Yuan Xia kemudian dia menatap Tian Feng.
Naomi dan Tian Feng jelas mengerti akan maksud dari arah pembicaraan Yuan Xia, namun mereka berdua hanya bisa saling tersenyum canggung, terkadang mereka berdua akan saling bertukar pandang.
"Kakek Louis, apakah anda bersedia jika Raja Zhi Yei Fai mengajak anda untuk bergabung dengan Kerajaan kami?" Yuan Xia kini mengalihkan pembicaraan dan bertanya kepada Louis.
"Aku?" Louis jelas terkejut mendengarnya, dia tidak pernah berpikir akan bergabung dengan Kerajaan manapun, sebenarnya Kerajaan yang pantas untuk dirinya bergabung adalah Kerajaan Jiuxi, itu karena Negara Foiberia berada di bawah perlindungan Jiuxi.
"Jika keberatan sebaiknya jangan, namun jika tidak, aku sarankan agar kakek ikut bergabung saja dengan Kerajaan ini, setidaknya kakek bisa memiliki status dan kedudukan yang lebih terhormat!" ucap Tian Feng.
Louis menghela nafas panjang kemudian dia berkata, "Jika kamu sudah bicara seperti itu, maka baiklah, aku akan bersedia untuk bergabung jika Raja Zhi Yei Fai memintanya!" jawab Louis
__ADS_1
Yuan Xia langsung tersenyum lebar, sebenarnya rencana ini sudah di bicarakan oleh Wei Fang dan para pejabat yang lainnya. Otak politik Wei Fang memang sangat hebat, dia sengaja ingin merekrut Louis karena dia sudah tahu jika Louis sekarang sudah menjadi kakek mertua Tian Feng, hal itu segera di manfaatkan oleh Wei Fang.
Jika Louis bersedia untuk bergabung, maka kekuatan Kerajaan Wutong akan semakin kuat, mengingat Louis adalah seorang pendekar yang sudah mencapai Puncak Raja Alam, maka pertahanan Kerajaan Wutong akan sangat kuat.