
Jilid 4: Petualangan di alam para dewa.
Para anggota Organisasi Bintang Hitam yang masih bersembunyi di markas cabang masing-masing bergegas pergi karena takut nantinya mereka akan di datangi oleh kelompok Wei Fang atau kelompok Sayap Langit, semua itu karena sudah tidak lagi pendekar terkuat yang mereka miliki kecuali pimpinan utama mereka yang masih berada di Jiuxi.
Seperti yang sudah di rencanakan oleh Wei Fang, setelah semua masalah pengaturan ulang kembali kerajaan selesai, Wei Fang segera mengerahkan banyak pasukan militer untuk membantu memberantas markas cabang Organisasi Bintang Hitam dari kerajaan Wutong.
Tidak butuh waktu lama bagi kedua kelompok itu untuk memusnahkan markas Organisasi Bintang Hitam karena sudah tidak ada pendekar kuat lagi, bahkan mereka menemukan markas yang sudah kosong karena semua anggota yang ada di markas tersebut sudah lebih kabur.
Setelah hampir tujuh bulan berlalu sejak pengoperasian itu di lakukan, akhirnya hanya tinggal satu markas yang tersisa, markas tersebut berada di tengah-tengah sebuah kota kecil yang penduduknya cukup banyak, nama kota tersebut adalah kota Winlun, salah satu kota terjauh dari kerajaan Wutong.
Kedua kelompok itu sama-sama bergerak untuk melenyapkan markas terakhir Organisasi Bintang Hitam, namun siapa sangka jika kedua kelompok tersebut akan bertemu di sana.
Kelompok Lio Long yang bertambah banyak jumlahnya bertemu dengan kelompok Tian Feng yang jumlahnya lebih dari lima ratus pendekar, tentu saja hal membuat para pendekar dari kelompok Wei Fang merasa takjub.
Semua pendekar yang berada di kubu Tian Feng kebanyakan adalah para pendekar dari tingkat Menengah, dan lebih dari dua puluh pendekar berada tingkat Pendekar Cahaya.
Chie Xie dan Naomi serta Lio Long dan Wang Dunrui sama-sama menatap ke langit, mereka semua melihat seorang pemuda yang turun dari langit dengan wajah yang tertutup oleh kain kini mendarat di tengah-tengah mereka semua.
"Tian gege!" kata Chie Xie yang melihat Tian Feng di hadapannya kemudian berlari dan memeluk Tian Feng.
Tian Feng membalas pelukan Chie Xie kemudian dia memegang pundaknya, "Bagaimana kabarmu, kabar ayah dan juga Ibu?" tanya Tian Feng.
Mata Chie Xie yang berair menjawabnya dengan nada pelan, "Aku dan ayah baik-baik saja, tapi kalau ibu..! Dia tidak mau bicara, sejak saat itu hingga saat ini, ibu hanya memanggilmu! Gege tolong maafkanlah aku dan kembalilah kerumah," kata Chie Xie.
Tian Feng mengelap air mata Chie Xie seraya menjawab, "Gadis bodoh, kamu tidak perlu meminta maaf seperti itu, lagi pula aku pergi bukan karena sakit hati atas perkataan mu, namun aku pergi hanya karena tidak ingin kalian ikut-ikutan menanggung aib atas dosa yang telah aku lakukan bersama Alice!" jawab Tian Feng.
Walau Tian Feng menjawab seperti itu, Chie Xie tetap merasa jika Tian Feng masih merasa sakit hati atas ucapannya saat itu, dia melihat kebelakang ketempat para ratusan pendekar yang berdiri di belakang Tian Feng seraya bertanya, "Kemana dia, apakah dia tidak ikut?" tanya Chie Xie.
__ADS_1
"Dia berada di rumah baru kami, dia tidak ikut karena dia sedang hamil!" jawab Tian Feng kemudian matanya menyapu para pasukan dan melihat kearah Lio Long dan Wang Dunrui yang tersenyum kepadanya. Tian Feng membalas senyuman mereka berdua kemudian pandangannya kembali melihat kearah seorang gadis yang berada di samping Wang Dunrui, tatapan gadis tersebut terlihat tajam namun ada perasaan rindu yang di tahan, tatapan gadis itu seolah menyampaikan sebuah ucapan jika dirinya masih memiliki perasaan, namun setengahnya seperti masih menyimpan dendam kepadanya.
"Jiejie baru bergabung dengan kami sekitar beberapa bulan yang lalu, untuk saat ini sebaiknya gege berhati-hati bicara padanya, walau dia masih marah, namun aku yakin dia masih memiliki perasaan padamu!" kata Chie Xie.
"Aku tahu itu Xie'er, dia memang pantas untuk marah kepadaku," kata Tian Feng kemudian dia berjalan kearah Lio Long.
"Guru Lio, Guru Wang!" sapa Tian Feng.
"Kamu masih berada di tahap ini, namun aku merasa kamu sudah melampuiku Tian!" kata Lio Long.
"Guru terlalu memuji, lagi pula dari segi pengalaman, aku masih belum bisa melampaui kalian!" jawab Tian Feng kemudian menyapa Naomi.
"Naomi, bagaimana kabarmu?" tanya Tian Feng.
Naomi tidak menjawab, dia memalingkan wajahnya dan mengacuhkan Tian Feng. Melihat sikap Naomi, Tian Feng hanya bisa tersenyum canggung di balik kain penutup wajahnya, dia sama sekali tidak merasa sakit hati atas sikap Naomi, bagaiamanapun yang seharusnya merasa sakit hati adalah Naomi kepada dirinya.
"Guru Lio, aku sama sekali tidak melihat atau merasakan keberadaan guru Ho Chen, kemana dia?" tanya Tian Feng.
"Saudara Chen sudah lama pergi sejak salah satu dari temannya datang ingin menangkap Naomi, dia belum kembali hingga saat ini!" jawab Wang Dunrui.
"Ada orang yang ingin menangkap Naomi?" tanya Tian Feng yang terkejut.
Wang Dunrui mengangguk kemudian dia menceritakan semuanya kepada Tian Feng ketika Naomi pergi tenyata Kaisar Kegelapan mengincar energi Yan milik Naomi, untungnya saat itu Ho Chen datang dan menggagalkannya, jika tidak kemungkinan dirinya dan Naomi sudah tidak tiada.
Tian Feng menatap Naomi yang masih memalingkan muka, namun terkadang Naomi secara diam-diam mencuri pandang kepada Tian Feng saat Tian Feng sedang berbicara kepada Lio Long dan Wang Dunrui.
Tian Feng hanya bisa menghela nafas panjang, dia tidak menduga jika akan ada yang ingin mengincar Energi Yan milik Naomi, kemudian dia melihat kearah Chie Xie, "Jika Kaisar Kegelapan mengincar energi Yan, apakah ada kemungkinan dia juga akan mengincar energi Yin?" tanya Tian Feng.
__ADS_1
"Kemungkinan besar iya, di seluruh alam semesta ini hanya energi Yin dan Yan yang paling kuat, apalagi energi tersebut sangat murni sepert milik mereka berdua!" jawab Lio Long.
"Jika memang demikian aku tidak boleh terus berdiam diri seperti ini, aku harus secepatnya melenyapkan semua Organisasi Bintang Hitam setelah itu aku akan pergi mengikuti guru Ho Chen ke dunia para dewa agar bisa berlatih dan bisa secepatnya menghadapi Kaisar itu!" kata Tian Feng kemudian dia menatap kearah markas cabang Organisasi Bintang Hitam yang kosong.
"Urusan disini sudah selesai, besok aku akan pergi ke Jiuxi untuk menyelesaikan semua ini!" kata Tian Feng kemudian dia berbalik dan berjalan kearah para ratusan pendekar yang mengikutinya.
Para Pendekar yang bergabung sebagian ada yang secara suka rela bergabung dan ada juga sebagian yang masih menginginkan Pil Tulang Hati milik Tian Feng.
Tian Feng sudah memiliki nama sendiri terhadap kelompoknya, "Seluruh Aliansi, hari ini kalian akan bergabung dengan para pasukan istana, bagi yang ingin mendapatkan bayaran seperti yang aku jadikan, nanti malam aku akan memberikannya kepada kalian!" kata Tian Feng.
Tian Feng memberikan nama Aliansi karena sebenarnya mereka adalah para Pendekar dari berbagai perguruan yang bergabung dalam jadi satu untuk membantunya dalam operasi pemberantasan Organisasi Bintang Hitam, walau sebagian ikut bergabung karena tertarik akan bayaran dari Tian Feng yang menggiurkan, namun tetap saja mereka telah bersatu dalam satu Aliansi Sayap Langit.
Para pendekar yang memang sejak awal menginginkan bayaran tersebut merasa canggung, mereka sadar jika yang Tian Feng lakukan hanya semata-mata karena ingin membebaskan wilayah Kerajaan Wutong dari tekanan Organisasi Bintang Hitam, dengan menyandingkan Pil sebagai upah, Tian Feng telah banyak mengeluarkan biaya besar demi kedamaian seluruh rakyat Kerajaan Wutong.
"Tuan tidak perlu memikirkan semua itu, kami sadar jika semua yang telah Tuan lakukan hanyalah semata-mata karena ingin menciptakan kedamaian bagi kami semua, jadi Tuan tidak perlu membayar kami lagi!" kata salah satu Pendekar Cahaya.
"Tidak bisa seperti itu, kesepakatan ini sudah aku buat, dan aku tidak bisa begitu saja berpaling dari kesepakatan yang telah aku buat!" kata Tian Feng kemudian dia ingin melangkah menuju ke markas kosong, namun belum sempat dia melangkah, suara Naomi menghentikannya.
"Begitukah caramu mengabaikanku Tian-Kun?"
Tian Feng terkejut lalu menoleh kearah Naomi yang sudah berada dihadapannya, "Aku..!" Tian Feng bingung harus menjawab apa, sebab yang pertama kali bersikap acuh adalah Naomi.
Naomi memang yang pertama kali bersikap cuek kepada Tian Feng, sebagai seorang wanita, tidak mungkin dia yang lebih dulu mencari perhatian, justru menurut Naomi Tian Feng lah yang seharusnya berinisiatif untuk bisa berkomunikasi dengan dirinya.
"Hadeh...!"
Wang Dunrui dan Lio Long sama-sama menggelengkan kepala, sedangkan Chie Xie hanya bisa melihat kedua pasangan yang sudah retak itu yang masih merasa canggung saat saling berhadap-hadapan.
__ADS_1