Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pembentukan Sendi ke-dua


__ADS_3

"Tian, apakah kamu sudah siap untuk pembentukan Sendi ke-dua? Jika iya maka kita akan memulai sekarang juga, siapa tahu bisa secepat yang pertama!"


"Apakah caranya sama?" tanya Tian Feng.


"Jelas yang berbeda! Setiap perbentukan dari masing-masing ke-empat Sendi memiliki cara yang berbeda-beda," jawab Xian.


Sendi yang ke-dua adalah Sendi Raga, disini Tian Feng akan diproses dalam pembentukan tubuhnya melalui sebuah latihan yang mungkin sangat keras.


Namun sebelumnya Tian Feng sudah pernah merasakan latihan yang juga sama kerasnya, hanya yang membedakan latihannya kali ini, Xian meminta Tian Feng untuk tidak menggunakan energi apapun dalam latihan.


Jadi latihan kali murni mengandalkan kekebalan tubuh tanpa perlindungan energi apapun.


"Pada dasarnya tubuh Manusia itu hanya terdiri dari daging, kulit, tulang dan air! Namun kebanyakan tubuh manusia lebih banyak mengandung air, dalam proses pembentukan tubuhmu kamu harus bisa menggunakan semua yang ada di dalam tubuhmu.


Saat sesuatu menyakiti kulit mu entah itu tergores, terbakar, atau membeku. Tahanlah semua rasa sakit itu tanpa menggunakan energi apapun sebagai pereda!" kata Xian.


"Lalu latihan apa yang ingin kamu berikan padaku?" tanya Tian Feng.


"Kamu lihat salju di puncak gunung itu! Pergilah kesana dan setelah sampai disana, nanti disana aku akan menjelaskan apa yang harus kamu lakukan!" kata Xian.


"Gunung?" Tian Feng menatap Gunung tertinggi yang ada disana, dipuncak gunung tersebut terlihat putih karena salju disana tidak bisa cair walau musim panas sekalipun.


Tian Feng bergegas terbang kesana, walau jaraknya cukup jauh, namun tidak akan butuh waktu lama bagi Tian Feng untuk bisa sampai kesana.


Dan benar saja, hanya dalam beberapa waktu saja, dia sudah tiba di puncak Gunung tersebut, hawa disana ternyata sangat dingin, dan tidak ada satu daun pun yang terlihat disetiap ranting pohon.


Sebelum melakukan apapun, Xian menyuruh Tian Feng untuk membuat perapian terlebih dahulu, siapa tahu nanti berguna.


"Kamu pecahkan danau beku itu hingga airnya muncul!" kata Xian.

__ADS_1


Tian Feng segera memukul danau beku yang tidak terlalu besar itu hingga airnya terlihat.


"Bagus! Sekarang buka semua pakaianmu dan berendamlah di air itu, tapi ingat jangan pernah menggunakan sedikit energi apapun untuk menahan rasa yang akan kamu rasakan nantinya!" kata Xian.


Tian Feng menatap air dingin tersebut dengan perasaan campur aduk, jika dirinya tidak menggunakan energi untuk menahan tubuhnya, bisa-bisa hanya dalam hitungan nafas saja dia bisa membeku.


Sebelumnya dia sudah pernah berendam di air Kolam berlumut yang dingin saat berlatih dibawah bimbingan Mao Lao, namun situasinya berbeda dengan yang sekarang.


Banyak latihan keras yang sudah ia jalani, mulai dari berjalan diatas bara api, berjalan diatas duri, hingga jatuh ke api, namun semua itu dapat dia lewati serta pada akhirnya dia menggunakan energinya untuk menyembuhkan dirinya.


Dengan sedikit ada keraguan, Tian Feng mencoba menyentuh air tersebut dan ternyata memang sangat dingin sekali.


Tian Feng ingin mengatakan sesuatu namun tiba-tiba saja Toya Emas nya atau Xian sudah berada tepat di belakangnya.


Tian Feng tidak tahu jika Xian akan melakukan sesuatu kepada energinya, dan setelah Xian menempelkan ujung Toya nya itu ke pundak Tian Feng, mendadak Tian Feng menjadi lemas.


"Apa yang kamu lakukan padaku?" tanya Tian Feng yang merasa tidak memiliki tenaga.


Tian Feng mengumpat kesal terhadap Xian, namun apalah daya mengingat dia sendiri juga tidak bisa menolak atau membantah Xian.


Secara perlahan-lahan Tian Feng mulai masuk kedalam air pecahan es yang membeku, saat dirinya masih mencelupkan satu kakinya, tiba-tiba saja Xian yang berbentuk Toya mendorong Tian Feng dengan mendorong punggungnya dari belakang.


Tian Feng langsung nyebur dengan posisi kepala dibawa, dan saat itu juga dia merasa tubuhnya seperti ditusuk oleh ribuan jarum berusaha menembus daging hingga mencapai tulang-tulangnya.


Karena tidak tahan terhadap rasa dingin yang menusuk itu, hanya sebentar saja Tian Feng melompat keluar dan mengambil bajunya sekaligus menempelkannya ke dada.


Tian Feng meringkuk menggigil kedinginan, dia berusaha melepaskan energi untuk menghangatkan tubuhnya namun tidak berhasil karena Energi sudah di kunci oleh Xian.


"Kenapa kamu keluar? Cepat masuk lagi!" kata Xian.

__ADS_1


"A..a..ak.u...!" Tian Feng yang menggigil kesulitan untuk berbicara, bibirnya terasa berat untuk berbicara sedangkan jari-jari tangan dan kakinya serasa seperti membengkak dan juga mati rasa.


"Jangan merengek manja seperti seorang Tuan Putri, cepat masuk lagi kedalam air dan berendam hingga kamu terbiasa dan tidak merasakan dingin lagi," kata Xian.


Tian Feng ingin menolaknya, seumur-umur baru kali ini Tian Feng mendapatkan pembimbing sekeras Xian, padahal semua guru yang pernah melatihnya selalu memberikan toleransi saat dirinya sudah tidak sanggup lagi.


Namun Xian sangat berbeda dari beberapa gurunya, menurut Tian Feng, mungkin karena Xian sendiri tidak memiliki tubuh Manusia, karena itu dia tidak tahu rasa sakit atau yang lainnya dan hanya bisa menyuruh tanpa perduli dirinya yang hampir mati kedinginan.


Dengan rasa dingin yang masih menggetarkan seluruh tubuhnya yang menggigil, Tian Feng bangkit dan mulai berjalan pelan.


"Grrrr...!"


Gigi Tian Feng saling beradu karena menggigil, sebenarnya dia sangat terkejut karena Xian ternyata bisa mengunci energinya sehingga membuat dirinya tidak ada bedanya dengan manusia biasa.


Dia merasa Xian terlalu berbahaya dan bisa berbuat apa saja kepada dirinya mengingat Tian Feng yang tidak tahu seberapa besar kemampuan serta energi yang dimiliki oleh Xian maupun Xanzi.


Tian Feng kembali berendam di air tersebut, dan seperti sebelumnya dia merasa ada ribuan jarum yang menusuknya tanpa ampun.


Tanpa energi sangat sulit bagi Tian Feng untuk bisa bertahan, jangankan sampai setengah hari, baru beberapa tarikan nafas saja dia sudah merasakan sakit yang amat dahsyat menembus hingga kedalam tulang-tulangnya.


Hanya dalam beberapa saat saja, Rambut Tian Feng mulai terlihat membeku, bahkan wajah serta bibir Tian Feng mulai memucat.


"Bertahan Tian, yang perlu kamu lakukan hanya menyerap hawa dingin tersebut hingga kamu tidak merasakan rasa dinginnya air itu lagi!" kata Xian.


Tian Feng yang hampir kehilangan kesadaran karena kedinginan masih sempat mendengar perkataan Xian.


Perkataan Xian memang terdengar sangat mudah, namun melaksanakannya lebih sulit dari yang diucapkan.


Andai energinya tidak terkunci, Tian Feng sanggup berendam di air danau beku selama apapun selama dia masih memiliki energi.

__ADS_1


Namun sekarang dia tidak bisa lagi bertahan saat rasa dingin yang menyengat itu sampai di otaknya sehingga ke sadarannyapun mulai memudar.


"Dasar payah! Jika Pembentukan Sendi ke-dua saja kamu tidak sanggup, bagaimana dengan pembentukan Sendi yang berikutnya?" gerutu Xian kemudian dia melayang dan mengangkat tubuh Tian Feng yang hampir tidak sadarkan diri dan meletakkan tubuh nya dekat perapian yang ternyata memang sangat berguna.


__ADS_2