
Wao Long dengan berat hati mulai menjawab setiap apa yang di tanyakan oleh Ho Chen, sesekali Wao Long melihat kearah Tian Feng yang memainkan botol yang berisi serbuk gatal ini sembari menatap Wao Long dengan tatapan yang membuat Wao Long tidak berani untuk tidak menjawab.
Semua pertanyaan biasa sudah Ho Chen tanyakan dan jawaban yang di terima memang sama persis akan kabar yang pernah Ho Chen dengar, sekarang Ho Chen mulai bertanya tentang hal yang lebih dalam mengenai An Huang Yi dan juga Zhi Yin si Energi Hitam.
"Apa yang kamu tahu tentang kabut hitam atau Energi Hitam yang selalu menemani Kaisar Kegelapan?" tanya Ho Chen.
Kali ini Wao Long terdiam, tidak seperti sebelumnya yang bisa menjawab semua pernyataan Ho Chen dengan lancar, pertanyaan kali ini membuat Wao Long seperti kesulitan untuk memberikan jawaban.
"Kenapa kamu malah diam? Apakah kamu berencana untuk tidak menjawab lagi?" tanya Tian Feng.
"Bu..bukan begitu Dewa Sesat, sebenarnya kami para Pengawal Yang Mulia Kaisar Kegelapan tidak ada yang tahu akan Energi Hitam yang sebenarnya, bahkan Dewa Hitam sekalipun juga tidak mengetahui akan siapa sebenarnya Energi Hitam ini!" jawab Wao Long.
"Bukankah sudah aku bilang untuk memberikan jawaban yang benar! Apakah kamu ingin aku oleskan ini lagi?" kata Tian Feng.
Wao Long sedikit bergeser mundur saat Tian Feng menunjukkan botol tersebut, dia benar-benar melihat botol di tangan Tian Feng itu seperti sebuah teror, andai energinya tidak tersegel oleh rantai belenggu itu, mungkin serbuk gatal itu tidak akan berpengaruh padanya.
Melihat wajah ketakutan Wao Long, Ho Chen yakin jika Wao Long menjawab pertanyaannya dengan jujur sehingga Ho Chen meminta Tian Feng untuk berhenti mengancamnya.
"Baik aku percaya dengan jawabanmu, tapi aku yakin kamu pasti mengetahui sesuatu rahasia penting yang tidak di ketahui oleh semua para Pengawal lainnya akan suatu hal yang penting, apakah kamu mengetahui sesuatu?" tanya Ho Chen.
"A..ada Dewa Pelindung Alam Semesta, Aku pernah mendengar jika Yang Mulia Kaisar Kegelapan berniat akan menyuruh menantunya untuk pergi ke Dunia Dewa Sesat untuk melenyapkan orang-orang yang memiliki hubungan dengan Dewa Sesat!" jawab Wao Long.
Tian Feng terkejut mendengarnya sedangkan Ho Chen segera mengetahui akan siapa yang Wao Long sebut sebagai menantu Kaisar Kegelapan. "Chinmi!"
"Kurang ajar, sebelumnya Kaisar Kegelapan itu berniat buruk pada Putriku, dan sekarang dia mengincar orang lain yang memiliki hubungan denganku!" gerutu Tian Feng yang mulai merasa kesal dan marah kepada An Huang Yi.
Bagi Tian Feng, cara yang di lakukan oleh Kaisar Kegelapan sangatlah licik, mengingat dia adalah sang Kaisar, namun sifatnya tidak menunjukkan akan jati dirinya sebagai Kaisar.
Walau memang terdengar aneh, namun sebenarnya itu adalah hal yang tabu bagi siapapun yang berdiri di sisi kegelapan, walau seorang Raja sekalipun pasti akan melakukan siasat tersebut demi memenangkan sebuah pertempuran.
"Apakah perkataan mu bisa dipercaya?" tanya Ho Chen.
__ADS_1
"Mana berani aku berbohong saat ini, hanya saja tentang semua itu hanya aku saja yang tahu!" jawab Wao Long.
"Kapan Kaisar Kegelapan akan melakukan rencananya itu?" tanya Ho Chen.
"Setelah Pangeran Muda sudah mencapai tahap Rana Agung!" jawab nya.
"Apakah dia akan diutus pergi sendirian?" tanya lagi Ho Chen.
"Tidak, rencananya si Dewi Peramal, si Angin Tua Yo Xian Tong, akan diikut sertakan menemani Pangeran Muda!" jawab Wao Long.
"Si Angin Tua Yo Xian Tong? Bukankah dia adalah Pengawal yang berada di posisi ke 14, dan si Dewi Peramal itu yang ke 15?" tanya Ho Chen.
"Bener sekali Dewa!" jawab Wao Long.
"Hem.. Aku yakin An Huang Yi mengirim dia Pengawal itu karena dia merasa tidak ada orang lagi yang memiliki kemampuan Dewa Agung yang berjaga di Dunia mu Tian Feng!" kata Ho Chen.
"Kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita ke duniaku terlebih dahulu? Aku khawatir mereka akan menghancurkan Kerajaan Wu serta akan membunuh keluarga ku disana!"
Tian Feng sempat terkejut saat Azura bersedia membantunya untuk melindungi dunianya dari Para Pengawal Kaisar Kegelapan, jika Azura memang akan melindungi dunianya, maka Tian Feng yakin jika para Pengawal Kaisar Kegelapan itu tidak akan bisa berbuat apa-apa, walau menantu Kaisar Kegelapan yang katanya sudah mencapai Rana Agung juga ada disana, dia pasti akan berhadapan dengan Azura.
"Terima kasih banyak atas bantuan mu saudaraku!" kata Tian Feng.
"Kamu masih saja terlalu sungkan padaku!" kata Azura.
Setelah mengetahui jika Azura yang akan pergi untuk melindungi Dunia Tian Feng, Ho Chen menanyakan satu pertanyaan terakhirnya kepada Wao Long.
"Apakah kamu tahu kebiasaan Dewa Hitam, apa yang dia lakukan jika tidak ada tugas?"
"Dewa Hitam? Dia memiliki kebiasaan pergi ke dunia bawah secara diam-diam sendirian, dan biasanya dia akan pergi ke laut Utara dan melihat lautan itu dari jauh, biasanya dia akan seharian berada disana setelah itu dia akan kembali lagi ke Istana!" jawab Wao Long.
"Owh, jadi Dewa Hitam diam-diam masih mengamati Istananya dari jauh? Berarti dia masih ingin kembali pulang, namun sepertinya ada alasan tertentu kenapa dia tidak berani pulang, ini pas sekali dengan keinginanku!" kata Ho Chen kemudian dia berbalik.
__ADS_1
"Ayo Tian, kita harus segera pergi ke laut Utara!" ajak Ho Chen.
"Lalu bagiamana dengan dia?" tanya Azura.
"Biarkan dia tetap berada disini dan jangan biarkan satu orangpun yang boleh menjenguknya selain penjaga khusus yang akan mengantar makanan," kata Ho Chen.
"Guru, apa tidak sebaiknya kita bunuh saja dia agar kekuatan para Pengawal Kaisar Kegelapan ini semakin berkurang?" tanya Tian Feng.
"Tidak perlu? Lagi pula dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, jika dia tetap terbelenggu dan energi hitamnya tetap tersegel seperti ini selama beberapa bulan, maka energi hitam itu pasti akan lenyap dengan sendirinya, dan dia pasti akan kembali ke wujud aslinya!" kata Ho Chen.
"Owh jadi seperti itu, tapi dari mana guru tahu?" tanya Tian Feng.
"Dari salah satu senior yang baru-baru ini aku temui, sudahlah sebaiknya kita bergegas pergi sekarang!" kata Ho Chen.
"Apakah kalian tidak ingin menginap dulu malam ini disini? Aku akan mengadakan jamuan untuk kalian!" kata Azura.
"Lain kali saja Kaisar Azura, saat ini kami berdua harus segera pergi!" jawab Ho Chen.
"Baik-baik aku mengerti, aku juga besok akan segera pergi ke Duniamu saudaraku, jadi percayakan saja keselamatan duniamu padaku dan kamu harus selalu berhati-hati, jika nanti kamu memiliki masalah atau bertemu dengan Kaisar Kegelapan dan membutuhkan bantuanku, kamu bisa memanggilku!" kata Azura kemudian menyerahkan sebuah lempengan tanah yang keras dan juga tipis, dan di tengah-tengah lempengan tersebut terdapat sebuah permata bening.
"Pecahkan lempengan ini sekaligus dengan permata nya dan nantinya aku bisa tahu keberadaan mu tidak peduli kamu berada di galaxi mana, dan aku akan langsung datang membantumu!" kata Azura.
Tian Feng menerima lempengan tersebut kemudian menyimpannya ke dalam Cincin Langit Malamnya.
"Terima kasih atas semua nya, sekarang kami harus segera berangkat, aku titipkan semua orang-orang di duniaku padamu, sampai jumpa lagi saudaraku!" kata Tian Feng.
Azura mengantarkan Ho Chen dan Tian Feng hingga kedepan Istana, dan setelah berpamitan, Ho Chen dan Tian Feng melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju kearah Utara.
"Tuanku, apakah kita akan benar-benar pergi ke dunia Dewa Sesat?" tanya Panglima Suo Zan setelah Ho Chen dan Tian Feng menghilang di udara.
"Tentu saja, lagi pula aku sudah berjanji kepada Dewa Sesat, jadi aku harus menepati janjiku! Kamu tidak perlu ikut Suo Zan, aku hanya akan membawa Gaozu dan Qinpi serta Tang She untuk ikut denganku!" kata Azura kemudian dia dan Suo Zan masuk kembali ke dalam istana untuk membahas akan rencana kepergian Azura dengan tiga Panglimanya ke dunia Tian Feng.
__ADS_1