
Setelah berada di ruang angkasa, Tian Feng menatap dunianya sesaat sebelum akhirnya mulai mengeluarkan empat energi Cahaya dari empat elemen yang berbeda.
Empat energi Cahaya elemen yang terdiri dari Kayu dan tanah, Angin, Air dan Api. Keempat elemen tersebut disatukan dengan menggunakan energi yang tidak sedikit, dan setelah itu terbentuklah sebuah kubus yang memancarkan cahaya berwarna-warni.
Ukuran kubus tersebut sangat besar, bahkan besarnya seukuran tiga gunung tertinggi yang ada seluruh wilayah Kerajaan Wutong jika di gabungkan.
Tian Feng menghirup nafas pelan kemudian menghembuskannya secara pelan sebelum akhirnya dia menjatuhkan kubus tersebut ke dunianya.
Setelah kubus mulai menyentuh lapisan pelindung atmosfer, kubus tersebut langsung meledak, namun tidak menimbulkan efek apapun selain ledakan teredam serta cahaya terang yang berubah menjadi butiran debu berwarna-warni menghujani seluruh wilayah Kerajaan Wutong.
Cahaya ledakan serta hujan debu berwarna menyebar keseluruh wilayah Wutong sehingga orang-orang yang berada di luar wilayah kota Xanhuo mulai keluar dari dalam rumah masing-masing untuk melihat fenomena debu berwarna.
"Ini bukan debu biasa, melainkan sebuah energi yang memiliki banyak sumber kehidupan! Siapa yang melepaskan energi ini!" kata Chie Xie sembari menadah debu berwarna dengan telapak tangannya.
Saat bersentuhan dengan tangan Chie Xie, debu halus tersebut tiba-tiba saja mencair seperti salju yang meleleh, bahkan Chie Xie merasakan kandungan energi yang begitu murni dari butiran debu tersebut.
Yuan Xia dan Lie Yie juga ikut terpana menyaksikan hujan debu tersebut, bahkan seluruh warga desa Wunji yang sebelumnya ingin pergi mengungsi akhirnya mengurungkan niatnya saat melihat tanah yang retak mulai menutup, dan asap dari puncak gunung yang hampir meletus juga berangsur-angsur mereda setelah hujan debu tersebut.
Chie Xie segera menggunakan mata dewanya untuk melihat ke langit, namun dia tidak melihat sosok yang melepaskan hujan energi tersebut.
Hanya saja Chie Xie tidak mau menyerah demi menemukan sosok tersebut, dia memperluas pandangannya hingga pandangannya mampu tembus hingga ke ruang angkasa, dan saat itulah dia melihat sosok yang melayang di ruang angkasa.
"Itu Tian gege! Ibu, Ayah, ternyata orang yang melepaskan hujan energi ini adalah Tian gege!" kata Chie Xie.
"Tian!? Apa kamu tidak salah lihat Xie'er?" tanya Lie Yie.
"Tidak ibu, andai ibu bisa melihatnya..! Ah sudahlah, mungkin Tian gege nanti akan menemui kita disini!" kata Chie Xie.
"Tapi apakah dia tahu jika saat ini kita berada disini?" tanya Yuan Xia.
"Tentu saja dia akan tahu, sebab sihir mata dewanya lebih kuat serta lebih tajam dari sihir mata dewa ku!" kata Chie Xie
"Kalau begitu baiklah, kita tunggu saja dia disini!" kata Yuan Xia.
Mereka bertiga akhirnya memilih menunggu Tian Feng di rumah Tian Feng sendiri sekali menatap hujan debu yang masih turun dari langit.
__ADS_1
Tanah-tanah yang pecah secara perlahan menutup secara sendirinya, semua para prajurit istana hanya bisa mematung melihat keanehan tersebut, terlebih lagi di saat tubuh orang-orang yang tertimpa bangunan serta yang sempat terpendam akibat pertarungan kini mulai bergerak.
Bulu kuduk para prajurit istana serta para pendekar berdiri semuanya melihat para mayat prajurit dan para warga yang mulai menggerakkan sedikit-sedikit tubuh mereka, hal itu terlihat seperti mayat yang akan bangkit.
Setelah beberapa saat semua orang-orang yang menjadi mayat mulai membuka mata mereka, dan hal itu membuat para pasukan dan para pendekar mulai mundur sedikit demi sedikit karena mengira jika para mayat akan bangkit menjadi mayat hidup.
Mereka mungkin tidak tahu jika sebelumnya hal ini pernah terjadi dimana saat itu Azura juga pernah melakukan hal yang sama, hanya saja mereka tidak melihat cara orang-orang yang mati dihidupkan kembali oleh Azura, karena saat itu, mereka semua yang selamat berada di luar kota Xanhuo.
Mereka semua jelas tidak menyadari jika sebenarnya hujan cahaya tersebut juga memulihkan kondisi semua yang terluka serta mengembalikan stamina mereka seperti semula, semuanya terlalu fokus terhadap orang-orang yang hidup kembali hingga tidak memperhatikan kondisi mereka yang kembali prima.
"Aku masih hidup?"
"Hah..!?"
"Ini..? Apakah aku sudah berada di akhirat, tapi kenapa aku merasa jika ini masih berada di dunia?"
Semua orang-orang yang kembali hidup merasa kebingungan melihat diri mereka sendiri, ada yang hanya melihat-lihat kesana kemari seperti orang linglung, dan ada juga yang langsung bangkit dan memeriksa tubuh serta luka mereka yang kini benar-benar telah lenyap.
Hanya dalam waktu kurang dari setengah hari saja, semua para korban kini sepenuhnya telah dibangkitkan, dan kini giliran mengembalikan kondisi kota Xanhuo untuk di kembalikan ke kondisi semula.
Seperti layaknya waktu yang berputar ulang, seluruh bangunan yang sudah menjadi reruntuhan kini mulai berdiri kembali, dan setelah itu seluruh kota Xanhuo kembali utuh seperti sedia kala seolah-olah tidak pernah terjadi pertempuran.
"Hem! Tian memang sangat luar biasa, bahkan dia juga bisa melakukan seperti apa yang pernah dilakukan oleh Tian Azura kepada Kota ini!" kata Zang Yang.
Memang yang dilakukan oleh Tian Feng sama persis seperti yang pernah dilakukan oleh Azura, hanya saja kali ini skalanya lebih besar dan luas, karena dulu Azura hanya mengembalikan kota Xanhuo serta orang-orang di dalam kota tersebut, sedangkan Tian Feng memperbaiki hampir seluruh wilayah Kerajaan Wutong.
Hujan debu cahaya mulai mereda dan kemudian berhenti total, setelah itu sosok pria yang sebelumnya terbang ke langit juga mulai turun dan berhenti tepat di hadapan Raja Muda Zhi Yi Fai.
"Tu..tuan Yuan Tian! Te.. terima kasih atas semuanya!" kata Zhi Yi Fai kepada Tian Feng yang kini berada di hadapannya.
"Yang Mulia tidak perlu berterima kasih, justru akulah yang seharusnya meminta maaf, karena selama ini kekacauan yang sering terjadi hingga hampir melenyapkan kerajaan serta kota bermula dariku, sekali lagi aku dan keluargaku minta maaf!" kata Tian Feng.
"Apa yang kamu bicarakan Tian? Tidak ada yang menyalahkanmu atas kejadian ini dan kejadian-kejadian sebelumnya, kamu adalah pahlawan kerajaan ini, jika bukan karena dirimu, mungkin Kerajaan ini sudah lama jatuh ke tangan Organisasi Bintang Hitam, jadi musuhmu adalah musuh Kerajaan ini juga dan berhentilah menyalahkan diri sendiri!" kata Wei Fang.
Tian Feng hanya tersenyum lembut kemudian dia melihat ke arah Zang Yang lalu menghampirinya.
__ADS_1
"Guru Zang, sepertinya kamu telah memaksakan diri kembali menggunakan ilmu itu? Ijinkan aku menghilang efek ini dari dalam tubuhmu!" kata Tian Feng yang melihat penampilan Zang Yang berantakan serta mirip seperti seekor singa.
Zang Yang tersenyum sekaligus berbicara kepada Tian Feng, "Sebenarnya berkat kamu juga aku sudah bisa mengendalikan ilmu ini, serta mampu mengendalikan kondisi ini seperti semula!" kata Zang Yang.
Memang Zang Yang sudah sepenuhnya bisa mengendalikan ilmu perubahan wujud dari ilmu Tahap Akhir Kehidupan Dewa Singa Suci, hanya saja butuh waktu untuk bisa memulihkan dirinya untuk kembali ke wujud normalnya.
"Aku tahu itu! Namun kali ini tolong ijinkan aku membantumu, ini juga sebagai rasa terima kasih ku atas semua pengorbanan yang telah kamu berikan untuk keluargaku, serta berkat dirimu juga aku bisa menjadi seperti sekarang ini!" kata Tian Feng.
Zang Yang akhirnya hanya bisa menghela nafas panjang kemudian mengijinkan Tian Feng untuk memulihkan dirinya, sedangkan Chang Shan melihat pria yang dulu pernah tinggal di perguruannya hanya bisa menggelengkan kepalanya seraya menghela nafas.
Dulu dia menolak kehadiran pria tersebut saat masih berusia lima tahunan, hanya karena tidak ingin ada murid yang lebih jenius melebihi murid didiknya, Chang Shan sampai tidak mau mengakui Tian Feng sebagai salah satu murid perguruan Singa Emas.
Kini anak berusia Lima tahun itu telah tumbuh menjadi seorang pendekar terkuat, dan bahkan melebihi dari apa yang dia pikirkan.
Tentu saja yang akan menerima pujian adalah Zang Yang selaku guru yang tidak menyerah untuk melatih Tian Feng, sebab Zang Yang tetap meyakini bakat Tian Feng, dan keyakinan itu kini benar-benar menjadi kenyataan.
Hanya saja kemampuan Tian Feng saat ini sepenuhnya bukan dari Zang Yang, namun setidaknya Tian Feng pernah menjadi orang paling berjaya berkat ilmu dari kitab Singa Emas dan Kitab Singa Suci, dan itu tidak bisa di pungkiri lagi.
"Guru, aku merasakan energi milik Xie'er dari arah Kota Tang, apakah sebelum pertempuran terjadi Xie'er dan yang lainnya sudah lebih dulu keluar dari kota ini?" tanya Tian Feng sambil mengalirkan energi pemulihan kepada Zang Yang.
"Sebenarnya Azura lah yang meminta Xie'er untuk pergi!" jawab Zang Yang.
Tian Feng mengangguk, dia juga berencana akan berterima kasih kepada Azura serta akan tinggal selama satu malam di untuk yang terakhir kalinya sebelum dirinya kembali ke Dunia Dimensi Hampa untuk menyelesaikan latihannya.
Namun saat ini dia masih ingin mengobrol bersama Zang Yang, sebab sudah sangat lama sekali dia tidak pernah menemui atau mengobrol dengan orang yang sudah membantu dirinya serta satu-satunya orang yang menjadi pelindung Yuan Xia dan keluarganya.
"Nanti malam kalian semua ikutlah denganku ke tempat Xie'er berada, aku ingin bersama dengan kalian malam ini seperti saat kita masih bersama seperti dulu," kata Tian Feng kepada Zang Yang dan juga Wei Fang.
Zang Yang dan Wei Fang sama-sama saling berpandangan kemudian keduanya sama-sama mengangguk, sedangkan Tian Feng memperhatikan sekelilingnya lalu menanyakan sesuatu kepada Wei Fang.
"Kemana kakek Louis dan Ayah Hiroshi? Sejak tadi aku tidak melihat keberadaan mereka berdua?" tanya Tian Feng.
"Hiroshi masih berada di Toakai, sejak selesainya perang waktu itu, dia masih berada disana untuk membantu pemerintahan disana, sedangkan Tian Louis saat ini masih berada di Foiberia, dia berkata akan kembali setelah menyelesaikan urusannya disana!" jawab Zang Yang.
"Owh!" Tian Feng hanya mengangguk.
__ADS_1
Setelah selesai menghilangkan efek di tubuh Zang Yang, Tian Feng mengajak Zang Yang dan Wei Fang untuk berkumpul dengan Azura serta Ho Chen, tentu saja Chang Shan serta para pendekar yang ia kenal juga ikut di ajak, sebab hari ini adalah hari terakhir dia berada di dunianya.
Setelah ini dia tidak tahu apakah nantinya bisa kembali lagi atau tidak, sebab lawan yang akan segera dia hadapi bukan lagi lawan seperti Pengawal Kaisar Kegelapan atau para Penjaga Kembar, melainkan dua sosok kuat yang memiliki kemampuan yang mungkin setara dengan dirinya atau bahkan lebih, dan hanya tinggal menghitung hari hal yang akan mempertaruhkan seluruh alam semesta akan segera tiba.