Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pertandingan (3)


__ADS_3

Zhi Yu Zhuan memasang wajah masam, dia sama sekali tidak suka atas menangnya Tian Feng.


"Penasehat Yong, kamu cari tahu identitas pemuda bertopeng itu, dia tadi menyebut Guru Zang dengan sebutan Guru, coba kamu cari tau apakah dia benar-benar murid Guru Zang?" kata Zhi Yu Zhuan.


"Tidak mungkin Yang Mulia, setahu hamba saat ini Zang Yang hanya memiliki satu murid saja, hamba rasa dia hanya sengaja berkata demikian untuk menyembunyikan identitasnya!" kata Yong Shing.


"Justru itu aku menyuruhmu untuk menyelidiki Pemuda itu!" kata Zhi Yu Zhuan.


"Ba-baik Yang Mulia, hamba akan menyuruh orang yang ahli dalam mengumpulkan informasi!" kata Yong Shing kemudian dia segera pergi.


Di arena pertandingan sendiri, Tian Feng sudah berhadapan dengan lawan berikutnya setelah satu rekannya sudah menyerah saat tulang lengannya di patahkan oleh Tian Feng.


"Pendekar muda, namaku Sao Mochu dari Lentera Timur, Mohon Bimbingannya," kata Sao Mochu.


Tian Feng suka dengan sikap Sao Mochu yang lebih sopan dari lawan pertamanya dan Tian Feng juga mengenalkan dirinya.


"Nama saya Yuan Tian, putra Yuan Xia!" kata Tian Feng.


"Owh jadi lawan ku adalah Tuan Muda Yuan sendiri, sebuah kehormatan bisa bertanding dengan putra Tuan Yuan secara langsung!" kata Sao Mochu kemudian dia mulai memasang kuda-kudanya dan bersiap untuk bertarung melawan Tian Feng.


Sao Mochu sudah melihat saat teman satu rekannya yang sudah di kalahkan oleh Tian Feng, karena itu dia tidak mau meremehkan Pemuda bertopeng itu yang mengaku sebagai Yuan Tian.


Sao Mochu adalah pendekar dari perguruan besar aliran Suci Yaitu perguruan Lentera Timur, biasanya pendekar dari Lentera Timur sangat ahli menggunakan pedang, namun Sao Mochu tidak menarik pedangnya.


Melihat Tian Feng tidak memegang senjata apapun, Sao Mochu juga tidak akan menggunakan pedangnya, dia tidak mau melawan seseorang yang tidak bersenjata.


Sao Mochu lebih dulu menyerang Tian Feng dengan serangan pukulan serta tendangan kearah Tian Feng, sedangkan Tian Feng hanya menghindari serangan tersebut dengan satu tangan saja.


"Jurus Air Mengalirku dia tahan dengan satu tangan saja? Dia pasti seorang Pendekar Cahaya Tahap 1, tidak-tidak lebih dari Tahap 1! Tapi itu mustahil, mana mungkin anak semuda itu adalah seorang Pendekar Cahaya!" batin Sao Mochu kemudian dia menambah kecepatan serangannya.


Tian Feng hanya bisa bertahan dan menghindari serangan Sao Mochu, dia tidak ingin melukai sembarang orang, apalagi Sao Mochu adalah pendekar dari aliran Suci dan juga sikap Sao Mochu yang juga ramah dan tidak meremehkan Tian Feng yang berumur lebih muda darinya.


"Apa aku tidak salah dengar? Benarkah dia itu anak Yuan Xia yang dulu pernah hilang itu?" tanya Yong Shing.


"Aku juga tahu akan kabar itu, tapi masalahnya bukankah dia sudah di kabarkan mati? Atau dia hanya mengaku-ngaku saja agar kita semua percaya jika Putra angkat Yuan Xia masih hidup dan menjadi seorang pendekar hebat?" Zhi Yu Zhuan juga sama bingungnya.


Di kursi para calon pejabat juga terjadi diskusi dan juga ada yang memuji Yuan Xia, mereka mengatakan jika Yuan Xia sangat beruntung karena memiliki anak berbakat seperti Pemuda Bertopeng itu, sedangkan Yuan Xia sendiri tidak membanggakan diri karena pujian mereka, dia lebih bangga karena Tian Feng mengakui dirinya sebagai putranya di depan banyak orang, yang artinya dia sudah benar-benar mengakui dirinya dan Lie Yie sebagai keluarganya sendiri.


Di tempat para penonton juga terjadi perdebatan atas pengakuan Tian Feng, sebagian penonton ada yang tahu jika Tian Feng pernah menghilang dan tidak bisa di temukan walau sudah mengerahkan para prajurit istana yang di perintahkan langsung oleh Mendiang Raja Zhi Xian.


Namun ada satu penonton yang sangat terkejut saat Tian Feng menyebut dirinya Yuan Tian, dia adalah Yuan Jiu, Ayah atau Kakek Chie Xie.


"Apakah itu memang dia? Tidak mungkin, seharusnya dia sudah mati, jadi tidak mungkin dia anak buangan itu!" batin Yuan Jiu.


Dari dulu hingga saat ini, Yuan Jiu masih tidak mau mengakui Tian Feng sebagai cucunya, dia memang akui jika Chie Xie selamat karena Tian Feng dan dia sudah menganggap Tian Feng sebagai penyelamat cucunya.


"Sebaiknya aku bertanya kepada Lie Yie saja, aku yakin dia pasti mengetahui identitas pemuda bertopeng itu!" kata Yuan Jiu kemudian dia bergegas pergi kerumah Yuan Xia untuk menanyakan langsung akan identitas Pemuda bertopeng tersebut.


Zang Yang justru memiliki pemikiran yang lain, dia justru merasa Khawatir saat Tian Feng menyatakan diri sebagai anak Yuan Xia, dia khawatir orang-orang yang membenci Yuan Xia akan mengincar Tian Feng.


Terlebih lagi Tian Feng sudah menunjukkan diri jika dia juga seorang Pendekar hebat, bisa-bisa orang-orang yang tidak menyukai Yuan Xia akan menyewa pendekar yang lebih tinggi lagi dari dirinya untuk membunuh Tian Feng yang mungkin akan menjadi ancaman di masa depan.

__ADS_1


"Sial! Gara-gara kecerobohan ku ini, aku jadi tidak bisa berbuat apa-apa seperti ini!" gerutu Zang Yang.


"Tendangan Air Terjun."


Sao Mochu melompat dan kemudian dia memberikan tendangan beruntun dengan tubuh berputar di udara.


Tian Feng menyilangkan tangan bertahan dari serangan tendangan Sao Mochu yang sangat cepat dan juga mengandung energi Chi di setiap tendangannya.


Tian Feng yang masih menahan tendangan Sao Mochu mulai mengalirkan Chi ke jari-jarinya dan kemudian dia mengubah pertahanannya menjadi sebuah serangan yang memiliki daya yang setara dengan kemampuan Sao Mochu yang masih berada di tingkat Atas.


"Kuku Singa Mencakar Angin."


Tian Feng melapaskan cakaran yang cukup untuk membuat Sao Mochu menghentikan serangannya.


Sao Mochu berniat menghindari serangan cakaran Tian Feng, namun tetap saja tidak bisa karena gerakan Tian Feng yang sangat cepat lebih dulu mengenai betisnya hingga darah mulai mengalir dari luka cakar di betisnya.


Sao Mochu mundur tiga meter ke belakang, kakinya hampir saja jatuh di pinggir arena, andai dia tidak segera menstabilkan tubuhnya, dia pasti akan jatuh dan keluar dari arena.


Sao Mochu melangkah maju agar menjauh dari pinggir arena, namun dia berjalan dalam kondisi pincang.


"Luar biasa sekali! Sekarang dugaan ku benar jika anak Tuan Yuan itu adalah seorang pendekar Cahaya, setidaknya dia berada di tahap 2 atau mungkin Tahap 3, jika begini aku bukanlah tandingan anak muda ini!" batin Sao Mochu sekaligus mengalirkan Chi ke kakinya agar lukanya tidak bertambah parah.


Tian Feng berjalan mendekati Sao Mochu, bukan untuk menyerangnya melainkan untuk melihat kondisi kakinya yang terkena serangan cakarnya.


"Tu-tunggu dulu Tuan Muda, aku mengaku kalah, sekarang aku sudah tahu jika ternyata Keluarga Yuan memiliki anak sehebat Tuan Muda!" kata Sao Mochu yang mengira jika Tian Feng berjalan kearah nya untuk menyerangnya lagi.


Andai saja Tian Feng masih sejahat dulu, mungkin Sao Mochu sudah di bunuh olehnya karena dulu Pendekar aliran suci adalah musuh bebuyutan guru serta dirinya.


"Senior Sao terlalu memuji, semua ini hanya keberuntungan ku saja Senior!" jawab Tian Feng.


"Tuan Yuan, anda sangat beruntung sekali, saya yakin perebutan Jabatan pasti akan anda dapatkan kembali!" kata Sao Mochu.


"Terima kasih Pendekar!" kata Yuan Xia yang sudah bangkit dari tempat duduknya.


"Tuan Jin, maaf jika saya tidak bisa memenuhi keinginan Tuan Jin!" kata Sao Mochu sambil memberi hormat sebagai tanda maaf dan kemudian dia turun dari arena.


Tian Feng yang masih berada di atas arena menatap kearah Denji, Ma Xia Li, Yong Shing dan Zhi Yu Zhuan secara bergantian.


Tatapan dingin Tian Feng di sadari oleh Denji dan juga Yong Shing, sedangkan Ma Xia Li dan Zhi Yu Zhuan tidak mengerti akan arti tatapan dingin Tian Feng kepada mereka.


Setelah Tian Feng turun dari arena, Ying Lo kembali melanjutkan pertandingan, "Pertandingan ke-dua sudah di menangkan oleh perwakilan dari Tuan Yuan, dan sekarang adalah pertandingan ke-tiga, yaitu Perwakilan dari Tuan Tao melawan perwakilan dari keluarga Wong!" kata Ying Lo, namun tatapan Ying Lo masih terarah kepada Tian Feng.


Ying Lo jelas tahu terhadap Tian Feng karena dulu yang pertama kali menemukan tubuh Tian Feng yang sudah mengecil adalah dirinya.


Ying Lo hanya tidak percaya saja jika ternyata anak kecil yang ia temukan dan menjadi anak angkat Yuan Xia sekarang menjadi seorang Pendekar.


Kini masing-masing perwakilan dari kubu Tao dan Wong sudah berdiri di samping arena dan masing-masing dari ke-dua belah pihak sudah naik satu orang.


Pandangan Ying Lo kini teralihkan kearah salah satu pendekar dari pihak Wong yang mengenakan cadar.


Tidak hanya Pendekar itu saja, melainkan ke-tiga pendekar perwakilan dari keluarga Wong berhasil menarik perhatian Ying Lo dan semua pendekar yang ada di tempat itu.

__ADS_1


"Mereka semua adalah para Pendekar Cahaya? Dari mana Tuan Wong berhasil menemukan ke-tiga Pendekar ini?" batin Ying Lo.


Semua para pendekar memang tertuju kepada ke-tiga pendekar dari perwakilan keluarga Wong, namun tidak untuk Yama Denji dan juga Yong Shing.


Mereka berdua sama-sama sadar tatapan dingin Tian Feng kepada mereka berdua, mereka berdua sama-sama yakin jika Tian Feng sangat membenci mereka masing-masing.


"Apa mungkin dia sudah tahu jika aku yang sudah memberikan obat kepada Guru Zang?" batin Yong Shing yang sudah yakin jika Tian Feng benar-benar berasal dari perguruan Singa Emas.


Yama Denji sendiri masih tidak mengerti kenapa Tian Feng sangat membenci dirinya, padahal ini baru pertama kalinya dia bertemu dengan Tian Feng.


"Anak Yuan Xia! Apakah dia itu anak yang dulu pernah menggagalkan dua Shinobi yang ku kirim untuk membunuh keluarga Yuan?" Yama Denji mulai teringat akan anak Yuan Xia yang pernah menggagalkan dua Shinobi yang ia kirim ke rumah Yuan Xia.


"Takiyama, suruh lima ronin yang masih berada di luar untuk kesini, jangan lupa suruh semua para Shinobi yang kita bawa untuk bersiap-siap, pastikan semuanya sudah berada di posisi yang sudah kita rencanakan!" kata Yama Denji.


Lima samurai yang ia minta suruh datang itu untuk menjaganya dari Tian Feng, sedangkan para Shinobi yang memang sudah di rencanakan untuk bersiap-siap itu adalah rencana Yama Denji dan Zhi Yu Zhuan, mereka memiliki rencana yang sangat besar untuk Yuan Xia, namun sebenarnya para Shinobi dan dua Ronin yang berada di pintu keluar itu di persiapkan untuk Zang Yang.


Sekarang rencananya sedikit berubah setelah Yama Denji tahu jika tidak hanya Zang Yang dan Yuan Xia saja yang menjadi target nya, melainkan masih ada Tian Feng yang tidak ada dalam daftar rencana mereka.


Di arena pertandingan sendiri pertandingan juga sedikit berbeda, walau Gong sudah di bunyikan, namun pendekar dari perwakilan keluarga Tao sama sekali tidak menyerang.


"Apakah kamu mau maju atau hanya ingin berdiri saja menatapku?" tanya pendekar wanita bercadar dengan nada genit.


Pendekar dari perwakilan keluarga Tao tidak menjawab, dia hanya berjalan perlahan sekaligus memasang kewaspadaan terhadap Pendekar wanita tersebut.


Mereka berdua bukannya mengenalkan diri terlebih dahulu justru saling tatap-tatapan, Pendekar dari Keluarga Tao itu tidak yakin bisa menang melawan pendekar wanita dari keluarga Wong itu.


"Baiklah jika kamu tidak mau maju, kalau begitu biar aku duluan yang akan memulai permainan ini!" kata Pendekar wanita tersebut kemudian dia mulai menyerang dengan menggunakan kain hitam yang bisa bergerak seperti sebuah senjata.


Namun di balik serangan kain hitamnya, diam-diam dia sudah menyiapkan jurus mematikan yang bisa membunuh lawan dalam sekali serang.


"Jurus Tapak Iblis."


"Apa..!?"


Tian Feng sampai bangkit dari tempat duduknya saat melihat pendekar wanita itu menggunakan jurus Tapak Iblis yang berasal dari perguruan Hutan Iblis.


Wanita tersebut melapaskan serangan tapak dari gabungan serangan kain hitam nya sehingga tapak wanita tersebut mengenai Pendekar dari perwakilan keluarga Tao yang sangat kesulitan bertahan dari serangan kain hitam itu.


Saat Tapak Iblis itu mengenai dada Pendekar dari perwakilan Tao itu, Pendekar tersebut langsung terlempar keluar arena.


"Saudara Sin Phao!"


Salah satu rakan nya langsung menghampiri rekannya yang terlempar cukup jauh, saat sampai di dekat rekannya yang masih terbaring, ternyata sudah terlambat karena dia sudah tewas, di dadanya ada bekas tapak yang menghitam seperti terbakar.


"Saudara Sin!"


Ke-dua rekannya kini hanya bisa menatap jasad Sin Phao, mereka ingin marah namun apalah daya.


Mereka semua adalah para Pendekar yang berada di tingkat Atas namun lawan mereka adalah Pendekar Cahaya, jelas itu mustahil untuk bisa di lawan.


"Kalian naik saja, ayo serang aku secara bersamaan!" kata Pendekar wanita tersebut dengan jari tangan nya yang mengisyaratkan ke-dua pendekar yang tersisa untuk maju secara bersamaan.

__ADS_1


Tian Feng yang menghampiri jasad Sin Phao mulai memeriksa bekas tapak di dada jasad tersebut yang melepuh.


"Ini Benar-benar Jurus Tapak Iblis milik kakak ke-dua! Dari mana dia bisa menguasainya?" gumam Tian Feng kemudian dia menatap kearah pendekar wanita tersebut.


__ADS_2