Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
akar permasalahan


__ADS_3

Menyerap tiga energi kehidupan murni dari gabungan ketiga Roh Penjaga Pusaka membutuhkan waktu yang cukup lama, sudah hampir satu tahun Tian Feng berada di Dunia Taman Bunga Nirwana, dan selama hampir satu tahun itu juga dia sudah hampir melakukan penyatuannya.


Dengan penuh kesabaran dan tekad kuatnya, Tian Feng akhirnya berhasil melakukan penyatuannya dengan energi kehidupan murni milik ketiga Roh Penjaga Pusaka.


Tian Feng berhasil menyatukan itu tepat di satu tahun dia berada disana. Setelah itu dia merasakan hal aneh terhadap tubuhnya, entah mengapa dia sama sekali tidak merasakan apapun terhadap organ tubuhnya seolah-olah seperti mati rasa.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhku? Kenapa aku sama sekali tidak bisa merasakan apa-apa?" gumam Tian Feng sembari mengerakkan kedua tangan serta kali dan seluruh tubuhnya.


Tian Feng membuka tutup genggaman tangannya berulang kali, namun dia tetap tidak merasakan apa-apa sehingga dia mencoba melepaskan energinya.


Begitu dia menghentakkan energinya, energi berwarna merah langsung menyebar keseluruhan Dunia Taman Bunga Nirwana.


"Hem.. Energi ini..? Tidak salah lagi ini adalah kekuatan Awal Rana Agung!" gumam Buddha Rulay yang berada di Dunia Taman Bunga Nirwana sejak kepergian Azura ke Dunia bawah.


Energi merah yang menutupi seluruh Dunia Taman Bunga Nirwana itu adalah Chi yang membentuk seperti udara, andai energi merah itu dilepaskan diluar Dunia Taman Bunga Nirwana, pastinya energi itu akan mengguncang seluruh alam semesta, dan pastinya akan membuat banyak kekacauan di berbagai dunia dan alam lain.


Tian Feng sendiri selaku pemilik energi tersebut juga sama kagetnya setelah mengetahui besarnya energi yang ia miliki, besarnya energinya saat ini sudah setara dengan energi yang di miliki oleh Azura sebelum Bunga Teratai Batu Mustika Putih masih berada di dalam tubuh Azura.


Tian Feng baru bisa merasakan anggota tubuhnya setelah melepaskan energinya yang begitu besar, dia segera kembali duduk bersila dan kemudian menyerap seluruh energi merah itu.


Energi merah langsung terserap ke tubuh Tian Feng, terlihat jelas ada lobang pusaran di hadapan Tian Feng, walau kecil, namun pusaran yang memiliki daya hisap kuat itu menyerap dengan sangat cepat, dan tidak butuh hingga satu hari, Tian Feng berhasil menyerap kembali energinya.


Biasanya Dunia Taman Bunga Nirwana tidak akan terpengaruh oleh kekuatan besar apapun, namun kali ini terasa ada getaran saat tubuh Tian Feng mengeluarkan aura merahnya, dan itu terjadi tepat setelah Tian Feng sudah menyerap energinya.


Gu Huan mengangguk pelan setelah merasakan betapa kuatnya tekanan aura milik Tian Feng sehingga mampu menggetarkan Dunia Taman Bunga Nirwana, kekuatan yang mampu menggetarkan Dunia Taman Bunga Nirwana hanya kekuatan yang berada di puncak Rana Agung sejati, namun masalahnya kekuatan Tian Feng masih berada di awal Rana Agung, walau sama-sama kekuatan Rana Agung sejati, namun itu baru di awal saja.


"Tian Feng, sekarang kamu sudah memiliki kekuatan Awal Rana Agung, dan kamu sudah bisa di sebut sebagai Dewa Rana Agung sejati, sekarang kamu bisa mengistirahatkan dirimu terlebih dahulu sebelum kamu mulai melakukan penyatuan dengan Gu Huan!" kata Buddha Rulay.


"Buddha, semua yang hamba capai saat ini karena ketiga teman hamba serta arahan dari Buddha, mana mungkin hamba akan berhasil mencapai ke tahap ini jika bukan karena bantuan dari Buddha serta Xanzi, Xian dan Lianli!" jawab Tian Feng namun nada bicara Tian Feng terasa berat karena dia masih berat berpisah dengan ketiga Roh Penjaga Pusaka yang sudah ia anggap sebagai temannya.


"Kamu harus bisa melepaskan mereka bertiga, walau mereka sudah menghilang, namun sejatinya dia masih hidup di dalam tubuhmu, ini yang di namakan jodoh, walau berpisah namun tetap bersama!" kata Buddha Rulay.

__ADS_1


"Hamba mengerti, terima kasih atas pencerahannya Buddha!" kata Tian Feng.


"Tian Feng, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu, ini mengenai pertarunganmu nanti dengan An Huang Yi!"


Buddha Rulay sengaja mengajak bicara Tian Feng di sela-sela waktu istirahatnya, dan yang ingin dia bicara saat ini adalah soal pertarungannya dengan An Huang Yi yang hanya tinggal satu tahun lagi.


"Tian, sebenarnya An Huang Yi tidak jahat, dia sangat baik dan dulunya dia memiliki hati welas asih, namun setelah kemunculan energi hitam, dia berhasil disesatkan sehingga dia membuang ajaran Dharma dan berpindah ke ajaran sesat yang penuh ambisi dan keserakahan."


Tian Feng mendengar perkataan Buddha Rulay tanpa memotongnya, dia juga ingin tahu apa sebenarnya yang ingin Buddha Rulay bicarakan sekaligus ingin tahu maksudnya.


Semakin di dengar Tian Feng merasa Buddha Rulay ingin Tian Feng berusaha untuk tidak membunuh An Huang Yi, dan itu jelas sekali dari cara Buddha Rulay membicarakan hal yang baik akan An Huang Yi.


Tian Feng sudah tahu jika para Buddha memiliki sifat welas asih tak terbatas, bahkan walau para Buddha sudah mengetahui jika orang itu sudah melakukan kesalahan besar yang seharusnya tidak mendapatkan pengampunan, tetap saja para Buddha memberikan welas asihnya, contohnya seperti Azura.


Masalahnya Tian Feng bukanlah sang Buddha yang memiliki welas asih tak terbatas, bagi Tian Feng tidak ada pengampunan apapun bagi penjahat, jika penjahat itu bisa di bunuh, maka Tian Feng lebih memilih membunuh dari pada di beri pengampunan.


Setelah mendengarkan Buddha Rulay hingga akhir, Tian Feng merasa jika ada yang ganjil dengan semua cerita itu sehingga Tian Feng memberanikan diri untuk bertanya.


"Semua yang ada di alam semesta ini memiliki kehidupan Tian, termasuk energi kehidupan! Di setiap tempat akan memiliki dua jenis perbedaan abadi yang menjadi saingan tanpa henti, keduanya seperti pasangan yang tidak bisa dipisahkan, kalau pun bisa dipisahkan, maka salah satunya tidak akan bisa hidup, dan alam semesta juga tidak bisa imbang karena kehilangan pasangannya!" jawab Buddha Rulay.


"Energi Hitam, itu artinya energi hitam adalah pasangan energi putih? Tapi apa energi putih itu ada?" tanya Tian Feng.


Buddha Rulay tersenyum lembut kemudian kembali menjelaskannya lagi, "Jika Hitam itu ada, tentu saja Putih juga ada, jika putih tidak ada, mana mungkin bisa ada hitam, seperti siang dan malam, hidup dan mati, sehat dan sakit, suami dan istri, api dan air, pertemuan dan perpisahan, semuanya sudah memiliki pasangan masing-masing!" jawab Buddha Rulay.


"Kalau begitu siapa yang menciptakan energi hitam ini? Jika mereka bisa diciptakan, tentunya pasti bisa di lenyapkan bukan? Jika pun energi putih itu ada, lalu dimana energi putih yang menjadi pasangan energi hitam?" tanya lagi Tian Feng yang kali ini pertanyaannya mulai mengarah ke penciptaan.


"Aku mengerti akan kemana arah pertanyaan mu itu! Kami para Bodhisattva bukannya tidak bisa melenyapkan itu, hanya saja sebagai pembawa Dharma yang mengajarkan kebaikan, kebijakan dan cinta, tidak mungkin bagi kami untuk melakukan pemusnahan, pembunuhan, dan permusuhan. Contohnya adalah orang tua, jika ada orang tua yang memberikan contoh tidak baik kepada anak-anaknya, apa yang akan terjadi nantinya kepada anak-anaknya itu di masa depan?"


Tian Feng pernah mendengar pencerahan ini sebelumnya, dia juga mengerti akan bertapa Sucinya para Buddha, jadi jika kesucian itu yang menjadi tuntunan hidup bagi manusia melenceng, pastinya para manusia juga akan tersesat.


"Sebenarnya akar permasalahan semua ini adalah Energi Hitam, aku yakin jika Energi Hitam ini adalah mahluk hidup yang menyamar, tapi bagaimana aku bisa mengetahui semua itu jika tidak ada informasi akan Energi Hitam itu?" batin Tian Feng.

__ADS_1


Tian Feng kembali berbicara lagi kepada Buddha Rulay sekaligus menyampaikan akan apa yang akan ia lakukan nanti kepada An Huang Yi.


"Buddha, hamba tidak bisa menjamin nantinya, jika hamba bisa menang, hamba akan berusaha sebisa mungkin membebaskan Kaisar Kegelapan dari belenggu Energi Hitam, namun jika tidak bisa, hamba mohon maaf jika harus melenyapkan Kaisar Kegelapan, hanya saja itu baru rencana karena hamba sendiri belum tahu apakah hamba bisa menang atau tidak!" kata Tian Feng.


"Aku mengerti - aku mengerti! Semuanya ada padamu, aku hanya bisa memberikan pencerahan saja, dan semua keputusan tentu hanya ada pada dirimu sendiri!" kata Buddha Rulay.


Tian Feng mengerutkan kedua alisnya karena mengingat sesuatu lalu bertanya kepada Buddha Rulay. "Buddha, bolehkah hamba bertanya satu hal?" tanya Tian Feng.


"Mau bertanya apa?"


"Apakah setelah Rana Agung, masih ada kekuatan di atasnya lagi?" tanya Tian Feng.


"Hem..? Dari mana kamu tahu akan hal itu?" tanya Buddha Rulay.


"Hamba hanya mengira saja!" jawab Tian Feng walau sebenarnya dia mengetahui dari kembaran jiwanya yang dari masa depan.


"Kalau ada satu kata yang bisa di ucapkan dengan sebuah kalimat, semuanya akan aku katakan jika tidak ada yang kuat ataupun yang lemah, semuanya akan berakhir dalam ketiadaan jika tidak memiliki kemampuan berpikir yang tepat!"


!??"


Tian Feng merasa kebingungan akan jawab Buddha Rulay, jawab Buddha Rulay hampir sama dengan perkataan Kaisar Langit ketika dirinya akan pergi ke dunia bawah untuk membantu Ho Chen sekaligus merebut Bunga Teratai Batu Mustika Putih dari tubuh Azura.


"Jawaban yang membingungkan!" gumam Tian Feng sembari memijat keningnya.


"Sudahlah, nanti jika sudah tiba waktunya kamu akan tahu arti dari perkataanku ini! Sekarang sudah waktunya bagi kamu untuk melakukan penyatuan dengan Gu Huan, jadi lakukanlah karena aku sendiri akan keluar dari sini, aku harus kembali karena sudah empat bulan menemanimu, jadi aku menunggumu di Nirwana!" kata Buddha Rulay sekaligus pamit kepada Tian Feng.


Dunia Taman Bunga Nirwana adalah dunia yang terkunci, segala sesuatu yang terjadi di luar tidak akan bisa diketahui oleh mereka yang berada di dalam, begitu juga yang berada diluar.


Empat bulan mungkin bukan waktu yang lama, namun pasti banyak hal yang sudah terjadi selama empat bulan itu di dunia luar, termasuk di Kahyangan maupun di Nirwana tanpa di ketahui oleh mereka yang ada di dalam Dunia Taman Bunga Nirwana itu.


Setelah Buddha Rulay menyuruh Gu Huan untuk segera berubah menjadi Bunga Teratai Batu Mustika Putih, Buddha Rulay menghilang dari hadapan Tian Feng.

__ADS_1


__ADS_2