Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pertemuan ayah dan anak


__ADS_3

Kabut hitam tebal berputar dengan kecepatan putaran yang sangat besar, bahkan pusaran kabut tersebut menutupi seluruh dinding segel dari luar.


Cahaya kilatan dari dalam kabut juga terpancar, hanya saja kabut yang merupakan energi hitam itu sendiri tetap berdatangan dan terus berkumpul membentuk sebuah pusaran kabut yang sangat besar, luas serta menakutkan.


Ho Chen dan Tian Feng menyipitkan mata mereka saat merasakan dinding Segel Kurungan Buddha mulai retak, bahkan walau mereka berdua kembali memfokuskan energi untuk menahan dinding tersebut, nyatanya dinding tersebut tetap retak akibat dikikis oleh pusaran energi hitam.


"Ini berbahaya! Senior kita harus menjauh dari sini," kata Tian Feng yang merasa jika akan ada ledakan kuat yang mungkin akan membuat dirinya serta Ho Chen akan terkena imbasnya.


Ho Chen dan Tian Feng langsung menggunakan sihir ruang waktu mereka untuk berpindah tempat, dan tepat saat mereka muncul di tempat yang cukup jauh, segel kurungan tersebut akhirnya pecah lalu meledak melepaskan gelongbang kejut yang sangat besar serta cahaya terang yang hampir setara dengan cahaya salah satu bintang merah.


Kabut hitam yang sempat menyebar karena ledakan besar tersebut kembali berkumpul, namun kali ini bukan lagi membetuk sebuah pusaran, melainkan terhisap ke dalam kabut sisa ledakan.


Tian Feng dan Ho Chen yang menyipitkan mata mereka karena silau cahaya dari ledakan kini mulai merasakan energi yang sangat besar, keduanya memang berhasil menjauh, hanya saja badai energi dari gelombang ledakan masih sampai ketempat mereka.


"Apakah kalian berdua baik-baik saja?"


Ho Chen dan Tian Feng menoleh kearah sumber suara yang berbicara kepada mereka dan mereka melihat Kaisar Langit yang muncul dengan memegang sebilah pedang.


"Yang Mulia, kenapa Yang Mulia berada disini?" tanya Ho Chen.


"Kami sudah berhasil merebut Galaxy Hitam serta selesai membantu para pasukan di luar Galaxy Merah, hanya saja para pasukan Kegelapan yang hampir kami musnahkan tiba-tiba energi mereka keluar dan masuk kesini sehingga para pasukan Kegelapan serta Pemimpin mereka lenyap dan kami semua datang kesini untuk membantu kalian!" kata Kaisar Langit kemudian dia menatap ke arah kabut hitam yang masih terserap ke dalam kabut sisa ledakan.


"Sepertinya Energi Hitam akan mampu menembus tahap yang setara dengan kekuatan ku dan kekuatan para Buddha!" kata Kaisar Langit.


Tian Feng dan Ho Chen saling berpandangan kemudian keduanya bertanya kepada Kaisar Langit dengan pertanyaan yang hampir sama dan hampir secara bersamaan.


"Tahap yang menyamai Yang Mulia serta Para Buddha? Tahap apa lagi itu, bukankah tahap tertinggi adalah tahap Rana Ilahi?" tanya keduanya.


"Tahap Rana Ilahi adalah tahap tertinggi dari semua kekuatan para Dewa serta jalan untuk bisa menjadi Raja Para Dewa dan juga bisa menjadi Buddha, hanya saja butuh tahapan yang paling akhir untuk bisa mencapainya, dan tahap itu adalah tahap akhir Tahap Nirwana!" jawab Kaisar Langit.


Tahap Nirwana sudah bukan lagi tahap yang bisa di samakan dengan para Dewa lainnya, sebab tingkat tersebut tidak termasuk dalam ketegori Dewa, melainkan seperti Kaisar Langit yaitu Raja Para Dewa, bahkan setara dengan sang Buddha.


Dengan kemampuan di Tahap Nirwana, maka seluruh Alam Semesta akan berada di dalam genggamanya, siapapun yang memiliki kemampuan tersebut akan sangat dengan mudah menghancurkan serta menciptakan galaxy serta alam semesta yang baru seperti membalikkan telapak tangan.


Hanya saja semuanya tergantung dari sifat pemilik kekuatan tersebut, para Buddha contohnya yang sangat welas asih, mereka selalu menjaga keseimbangan alam semesta dengan ajaran Dharma yang di sebarkan kesemua makhluk di seluruh Alam semesta.


Sekarang jika sampai Energi Hitam Zhi Yin juga berhasil mencapai tahap tersebut, maka kehancuran Alam Semesta sudah tidak bisa di hindari lagi.


"Pantas saja aku tidak bisa merasakan kekuatan Yang Mulia serta Buddha Rulay, jadi ternyata kekuatan mereka berada di tahap yang melebihi kekuatan para Dewa manapun!" batin Tian Feng.


Disaat yang sama dari arah tempat Zhi Yin, sebuah cincin energi hitam mulai terlihat, dan jumlah cincin energi hitam tersebut berjumlah tiga cincin.


Setelah seluruh kabut hitam terserap serta kabut sisa ledakan juga menghilang, sosok Zhi Yin kembali terlihat dan tubuhnya kini di kelilingi oleh tiga Cincin Energi Hitam yang mengitarinya tubuhnya, dan Cincin energi hitam tersebut terus bergerak mengelilingi tubuh Zhi Yin seperti sebuah bintang yang berputar mengelilingi Matahari.


"Saudaraku tolong bantu Nona Yun!"


Azura yang juga tiba bersama dengan para pasukan segera muncul di samping Tian Feng dengan mendekap Ao Shen Yun yang terlihat lemas tak bertenaga.

__ADS_1


"Ada dengannya, apakah dia terluka?" tanya Tian Feng.


"Dia tidak terluka, tapi aku juga tidak mengerti apa yang terjadi padanya, saat kami menuju kesini, tiba-tiba saja dia langsung lemas seperti ini!" jawab Azura.


"Ini adalah efek dari Kekuatan Kegelapan yang ia miliki, mungkin karena ada segel khusus di dalam tubuhnya yang membuat kekuatan kegelepan melakukan perlawan di dalam tubuhnya sehingga membuat dia seperti kehabisan energi, namun sebenarnya ini tidak akan menjadi masalah, mungkin sebentar lagi dia akan pulih karena Zhi Yin sudah tidak melakukan penyerapan energi lagi!" kata Ho Chen.


"Jadi permasalahannya adalah kekuatan kegelapan di dalam tubuhnya yang memberontak karena Zhi Yin yang sempat menarik seluruh kekuatan kegelepan? Baik sekarang aku mengerti!" kata Tian Feng.


Memang kekuatan utama Ao Shen Yun saat ini adalah kekuatan kegelapan yang di tanamkan oleh An Huang Yi padanya, mengingat Ao Shen Yun adalah Pengawal paling kuat, An Huang Yi pun memasang segel khusus agar kekuatan kegelapan tersebut tidak bisa keluar dari dalam tubuhnya, hanya saja An Huang Yi tidak menduga jika Ao Shen Yun akan berhianat.


"Untung saja Chinmi belum ada disini, jika dia juga berada disini, maka dia pasti akan bernasib sama seperti Putri Naga Ao Shen Yun!" batin Ho Chen.


Di tempat yang jauh dari mereka, Naga Emas masih menikmati makanan gratisannya, tidak perduli seberapa banyak arwah yang keluar dari lubang dimensi, Xu Lian dengan penuh semangat menghisap semuanya hingga akhirnya dia berhenti di depan lubang dimensi yang menjadi pintu keluar para arwah tersebut.


Xu Lian jelas tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk memakan arwah Kegelapan yang memiliki energi Negatif, semakin banyak dia makan, maka kekuatan akan semakin meningkat pesat, bahkan akan dengan cepat mampu mencapai tahap Rana Ilahi menyusul Tuan nya.


Xu Lian dalam wujud Naga Api Emas Raksasa nya kini berdiri dengan mulut yang mengarah ke lubang dimensi, dan setiap ada arwah yang muncul, mereka akan langsung masuk ke dalam mulut Naga.


Akibatnya para arwah yang belum sempat keluar serta mengetahui situasinya memilih untuk tidak keluar karena takut dengan mulut Naga yang menganga menunggunya di depan pintu dimensi, sedangkan yang tidak tahu akan tetap keluar dan pada akhirnya akan menjadi makanan gratis untuk Xu Lian.


Zhi Yin menatap Tian Feng serta Ho Chen yang saat ini sedang bersama-sama dengan Kaisar Langit dan para Dewa serta pasukan lainnya dengan tatapan datar.


Hanya dengan tatapan Zhi Yin, Tian Feng merasakan tekanan besar yang memenuhi seluruh Galaxy Merah mulai menekan mereka semua.


"Kemarilah kalian semua!" kata Zhi Yin dengan suara pelan namun dapat di dengar oleh mereka semua walau jaraknya sangat jauh.


Tian Feng dan semuanya tiba-tiba saja berada di hadapan Zhi Yin, padahal mereka tidak bergerak sedikitpun, namun mereka seperti bergerak maju dengan sendirinya dan melewati sebuah dinding energi tak terlihat lalu mereka tiba-tiba saja sudah berada tidak jauh dari Zhi Yin.


"Kalian semua harus berubah menjadi pasukanku!" kata Zhi Yin kemudian dia mengarahkan telapak tangannya kearah Tian Feng dan yang lainnya.


Tian Feng, Ho Chen dan semuanya langsung memasang siaga serta melepaskan energi mereka semua, Tian Feng kini tidak bisa merasakan kekuatan Zhi Yin sama sekali, namun saat dia menggerakkan tangannya, Tian Feng dapat merasakan kekuatan yang tidak bisa dia ukur.


Sebuah cincin energi berukuran kecil muncul di telapak tangan Zhi Yin, walau kecil namun cincin energi tersebut memancarkan aura gelap yang sangat kuat.


Tian Feng juga mengeluarkan energinya di ujung tombaknya sehingga dua petir segera muncul di mata tombaknya.


"Sihir Pengendalian."


Zhi Yin melepaskan cincin energi tersebut ke arah semuanya lalu sebuah tekanan kuat serta aura yang sangat besar mulai menekan semuanya.


Tian Feng memang merasakan tekanan tersebut, hanya saja dia masih mampu bergerak sehingga berniat untuk melakukan pertahanan.


"Serahkan ini padaku!"


Pundak Tian Feng tiba-tiba saja di tepuk oleh Kaisar Langit dan kemudian Kaisar Langit mengeluarkan cincin emasnya yang bentuknya seperti Naga.


"Aku memanggilmu Xu Guang Long, datanglah!" kata Kaisar Langit.

__ADS_1


Cincin emas tersebut mulai mengeluarkan aura emas yang sangat panas dan kemudian cahaya emas terpancar dari cincin tersebut lalu muncullah sesosok Naga yang sangat besar dengan tubuh nya yang hampir memenuhi Galaxy Merah.


Roarr...!!


Raungan yang sangat kuat langsung mengguncang Galaxy Merah serta menggetarkan seluruh Alam semesta, sedangkan dari kelompok pasukan binatang Dunia Selatan, semuanya langsung membungkukkan kepala mereka karena mereka mengetahui akan siapa sosok Naga tersebut.


Xu Lian yang masih menikmati buruannya juga melihat tubuh Naga yang jauh lebih besar darinya, hanya saja wajah Xu Lian dalam wujud Naga justru terlihat senang dengan mata berkaca-kaca, jelas dia mengetahui Naga tersebut yang tidak lain adalah ayahnya sendiri.


Mata Xu Guang Long memancarkan cahaya sesaat saat menatap cincin energi hitam yang bergerak ke arah para pasukan Langit dan sekutunya dan kemudian cincin tersebut langsung terhenti lalu bergetar sesaat dan berubah menjadi kabut hitam lalu lenyap.


Tian Feng merasa takjub melihat sosok Naga besar dengan tubuh yang memenuhi seluruh Galaxy Merah, dan mungkin Naga itu masih bisa lebih besar lagi.


"Naga Suci Kuno dari Dunia Selatan, dia adalah Pendahulu para Naga dan di atas generasi Naga Long Wang!" kata Raja Naga kemudian dia meminta kepada para pasukan Naga serta seluruh pasukan yang dia bawa untuk memberikan hormat kepada leluhur para Naga tersebut.


Disisi lain Zhi Yin menatap Xu Guang Long dengan tatapan acuh tak acuh, memang saat ini dia sudah memiliki kekuatan yang setara dengan para Buddha, namun bukan berarti dia mampu jika harus berhadapan dengan kekuatan Naga Suci Kuno.


"Kau memanggilku hanya untuk menghentikan serangannya itu Zhi Yu Huang?" tanya Xu Guang Long kepada Kaisar Langit.


Kaisar Langit tersenyum sekaligus mengangguk pelan, sedangkan Tian Feng terkejut saat Naga emas itu memanggil Kaisar Langit dengan sebutan "Zhi".


Xu Guang Long ingin kembali berbicara, namun dia mengurungkan niatnya karena merasakan aura yang sangat akrab lalu tatapan matanya melirik ke arah Naga Emas kecil yang berdiri di depan sebuah lubang portal dimensi.


Memang bagi Xu Guang Long, Naga Emas itu terlihat kecil, padahal semuanya menganggap jika wujud Naga Xu Lian adalah yang paling besar, hanya saja tubuh Xu Guang Long yang jauh lebih besar menganggap jika Naga Emas Xu Lian adalah Naga kecil layaknya anak kecil.


"Putriku!" kata Xu Guang Long yang langsung mengenali Xu Lian dari auranya serta merasakan darah Api Emas di dalam tubuhnya.


Xu Lian mengangguk kemudian tubuhnya mengeluarkan kabut asap untuk berubah ke wujud manusia, begitu juga dengan Xu Guang Long dan kemudian keduanya sama-sama berubah ke wujud manusia yang sama-sama sempurna.


Xu Guang Long memberikan sentilan jarinya ke arah lubang dimensi sekaligus melepaskan setitik api emas kedalamnya dan kemudian cahaya terang dari dalam lubang dimensi terpancar dengan suara teriakan keras dari para arwah yang terbakar di dalam sebelum akhirnya lubang tersebut hancur dan menghilang.


"Ayah..!" Xu Lian langsung melesat lalu memeluk pria paruh baya yang memiliki tubuh biasa saja, namun aura agung terpancar dari tubuhnya.


"Kau sudah berahasil bertransformasi dengan sempurna Putriku!" kata Xu Guang Long yang memeluk Xu Lian kemudian memperhatikan tubuh putrinya yang sudah lama tidak bertemu.


Pertemuan ayah dan anak tersebut seperti tidak memperdulikan situasi di sekitarnya, sedangkan Kaisar langit hanya tersenyum canggung melihat mereka berdua.


"Selama aku tidak menggangu mereka berdua, mereka pasti tidak akan menghalangiku juga!" batin Zhi Yin kemudian dia menggerakkan salah satu cincin energi yang berputar di tubuhnya.


"Energi Hitam Zhi Yin, berhenti sekarang juga, jika tidak maka Batu ini akan aku hancurkan!"


Saat Zhi Yin bersiap untuk memulai serangan kepada para Dewa, tiba-tiba saja muncul sosok lain yang mengenakan pakaian hitam dengan memegang sebuah batu merah di tangannya.


Mata Zhi Yin memperhatikan batu tersebut dengan seksama sebelum akhirnya matanya melotot dengan jari telunjuk yang bergetar seraya berkata, "Ba.. bagiamana bisa Batu Jantung ku ada padamu?" tanya Zhi Yin yang seperti tidak percaya.


Sosok tersebut ingin tersenyum namun setelah itu matanya melebar saat melihat wajah Zhi Yin dan kemudian bergumam pelan, "Yin'er..!" gumam sosok tersebut yang tidak lain adalah Chinmi.


"Senior Chinmi! Tepat sekali dia datang, sepertinya dia sudah berhasil mendapatkan batu itu!" kata Tian Feng.

__ADS_1


"Gawat, sepertinya Chinmi akan mengira jika Zhi Yin itu adalah istrinya, aku harus segera menyadarkannya!" kata Ho Chen yang juga menyadari keterkejutan Chinmi.


__ADS_2