Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Huo Xiong


__ADS_3

"Tian Feng, mulai besok kamu teruslah berburu dan kumpulkan Mustika Siluman sebanyak mungkin, aku saat ini akan pergi ke suatu tempat dan mungkin akan kembali tiga bulan lagi, tapi ingat selama tiga bulan, aku ingin kamu sudah berhasil memulihkan penyimpanan energimu dan secepat mencapai puncak Raja Alam, setelah tiga bulan itu aku akan kembali membawakan sesuatu yang istimewa untukmu!" kata Ho Chen.


Tian Feng jelas terkejut mendengarnya, memang tugasnya saat ini hanya berburu dan mengumpulkan Mustika Siluman serta mengumpulkan Aura Kematian sebanyak mungkin, walau terdengar mudah, namun waktu tiga bulan itu terasa sangat singkat bagi Tian Feng untuk bisa berburu Siluman dan mengumpulkan semuanya dalam waktu secepat itu, namun apalah daya Tian Feng selain mengangguk tanpa harus bertanya kemana Ho Chen akan pergi.


Dengan kemampuan Tian Feng saat ini, seharusnya tidak sulit untuk membunuh Siluman walau siluman itu memiliki kekuatan di Tingkat Cahaya, Tian Feng yakin selama dia bisa menyerap Mustika lebih banyak, kekuatan pasti akan terus meningkat dan perburuan akan semakin mudah.


"Baik, agar kamu lebih aman aku akan meninggalkan giok ini padamu, jika nanti tiba-tiba ada orang-orang atau pengikut Kaisar Kegelapan muncul disini dan menemukanmu, pecahkan giok ini secepatnya!" kata Ho Chen.


Tian Feng menerima giok perak yang ditengahnya ada sebuah bola kecil bercahaya berwarna emas, "Ini bola apa?" tanya Tian Feng.


"Itu adalah kekuatan bayanganku! Tapi kamu harus ingat, pecahkan giok itu hingga bola itu hancur, dan itu hanya jika kamu bertemu dengan para Pengikut Kaisar Kegelapan yang memiliki kemampuan Dewa!" kata Ho Chen.


Tian Feng segera mengangguk kemudian dia memasukkan giok itu kedalam Cincin Langit Malamnya.


"Apakah guru akan pergi malam ini?" tanya Tian Feng.


"Iya, aku akan pergi malam ini, jadi hati-hati dan jaga diri baik-baik, jangan bertindak ceroboh lagi!" kata Ho Chen.


Tian Feng hanya mengangguk kemudian Ho Chen tersenyum lembut sebelum akhirnya dia menjentikkan jarinya dan sosoknya menghilang seperti hantu.


Tian Feng hanya bisa menghela nafas lega sambil menatap tempat Ho Chen menghilang, tidak lama setelah itu berbaring sambil meluruskan tulang-tulangnya dan menatap cahaya api kecil yang menyala dengan getah khusus sebagai minyaknya.


Situasi ini mengingatkan Tian Feng kepada salah satu gurunya yang sudah tiada, bahkan setelah dia mewarisi semua jurus dan Ilmunya, Tian Feng sama sekali tidak menggunakannya.


Tian Feng tersenyum mengingat itu kemudian dia melemaskan otot serta tulang-tulangnya untuk persiapan berburu besok.


***


Tian Feng sama sekali tidak berinteraksi dengan dunia luar semenjak dirinya kembali ke Hutan Iblis untuk berburu Siluman, dia sudah tidak tahu lagi akan kabar apapun yang terjadi di luar.


Yang ia jalani setiap harinya hanya berburu dan berburu hanya untuk mendapatkan Mustika Siluman, bahkan dia sendiri sudah lupa sudah berapa lama dia berada di dalam hutan itu.


Karena pada dasarnya hutan itu adalah bekas wilayahnya, Tian Feng jelas sangat hafal tempat-tempat yang bisa menemukan persembunyian Siluman yang lebih kuat


Yang semakin membuat Tian Feng semakin bersemangat saat penyimpanan energinya sudah setengah pulih setelah perjuangan keras tanpa lelah mengumpulkan mustika siluman.


Kini kekuatan Tian Feng sudah kembali setengahnya setelah penyimpanan energinya bisa menampung Chi yang banyak hingga kemampuan terbangnya juga kembali.


Pada dasarnya ini bukan latihan awal, ini hanya memulihkan kondisi saja dan mengembalikan kekuatan puncak yang terakhir dimiliki oleh Tian Feng.

__ADS_1


Hari-hari berikutnya Tian Feng tetap berusaha memburu Siluman yang ada di dalam hutan itu, dengan kekuatan yang sudah kembali hingga ketahap Raja Langit, kini tidak sulit bagi Tian Feng untuk menemukan keberadaan Siluman yang memiliki Tingkat Cahaya Tahap 3, karena hanya itu kekuatan siluman terkuat hingga di detik-detik terakhir Tian Feng harus di kejutkan dengan seekor siluman beruang yang memiliki kemampuan tidak terduga.


"Ternyata di dunia ini ada manusia yang memiliki kekuatan Liyan Qi, menarik..!"


Hati Tian Feng terasa tenggelam saat berhadapan dengan beruang setinggi lima meter dengan bulu merah panjang dan keras serta kuku-kuku panjang bagai logam hitam dan tekanannya sangat kuat, terlebih lagi dia bisa bicara.


"Siluman berkekuatan Raja Alam..!"


Suara Tian Feng sangat berat saat mengucapkan kalimat itu, ini untuk pertama kalinya dia bertemu dengan siluman yang langsung memiliki kekuatan yang sangat besar.


Dari situasinya siluman beruang ini seperti baru tiba dari Dimensi lain dan langsung menuju ke Hutan Iblis.


"Kamu bisa bicara bahasa manusia?" tentu saja Tian Feng akan mempertanyakan keunikan itu kepada siluman beruang merah itu.


"Kamu tidak pantas untuk bersaing atau berbicara denganku Manusia, apalagi hanya seorang manusia berkekuatan kelas Liyan Qi Tingkat 7, aku yang sudah berada di kelas Liyan Wuan Tingkat 8 saja bisa membunuhmu hanya dengan satu kuku ini saja!" kata beruang itu sambil mengarahkan satu telunjuknya kukunya kearah Tian Feng.


"Lan Qi? Lan Wuan? Apa itu nama orang?" Tian Feng merasa asing dengan dengan kata-kata berunag tersebut, dia sama sekali tidak mengerti.


"Beruang nakal! Ternyata kamu lari kesini, sekarang aku akan membawamu kembali dan kamu tidak akan bisa lari lagi dari tanganku!"


Tian Feng kembali terkejut saat melihat sesosok manusia sepuh namun terlihat seperti ilusi sedang melayang di udara, Tian Feng juga samar-samar merasakan jika sosok itu memiliki kemampuan jauh di atas Tahap Raja Alam, dari aura aneh yang di pancarkan sudah jelas itu bukan sosok manusia biasa.


"Anak beruang..?" Tian Feng merasa tidak percaya, dengan ukuran sebesar dan semenyeramkan itu bagaimana bisa di bilang anak beruang, bahkan ukurannya lebih besar dari kakek buyut beruang.


Tian Feng segera menangkupkan tangannya kearah sosok misterius tersebut sambil berbicara, "Tidak apa-apa senior, tapi maaf kalau junior ini lancang bertanya, siapakah senior ini?" tanya Tian Feng dengan nada hati-hati dan sesopan mungkin.


Beruang Merah itu yang awalnya garang kini terlihat gemetar dan hanya diam saja tanpa berbicara apa-apa.


"Owh maaf aku lupa jika aku ada di duniamu sekarang, memang kepalaku ini sering lupa!" kata sosok sepuh dengan tertawa terbahak-bahak sebelum akhirnya dia melirik Tian Feng dan menghela nafas panjang sambil menjawab, "Aku hanyalah sebuah Roh Sihir yang telah lama mati, namaku adalah Huo Xiong," jawab sosok sepuh misterius itu.


"Roh? Sudah lama mati? Apakah anda ini sebuah jiwa yang tersesat?" tanya lagi Tian Feng.


"Tidak-tidak aku bukan jiwa tersesat atau arwah penasaran, namun aku ini adalah sebuah jiwa yang belum mati saat terpisah dengan tubuh yang sudah hancur, tapi sudahlah sekarang aku ingin membawa anak beruang ini yang berani kabut saat aku membuat obat untuknya!" kata Huo Xiong kemudian dia menatap beruang perkasa itu dengan dingin.


"Anak nakal, ayo ikut denganku, jika kamu tetap membandel maka...!"


Wuzzz!!


Tian Feng terkejut saat tiba-tiba saja ada lonjakan energi besar yang sangat menekan hingga terasa seperti sebuah aura besar yang sulit untuk dilihat, bahkan ada riak gelombang angin halus yang mampu menembang banyak pohon hanya dengan gelombang riak angin yang seperti air itu.

__ADS_1


"Kekuatan ini..?" Tian Feng merasakan kekuatan itu hampir sama besarnya dengan milik Wang Dunrui, atau mungkin lebih besar lagi.


Berjuang merah besar yang perkasa itu langsung mengecilkan lehernya sebelum akhirnya tubuhnya mengeluarkan asap merah dan secara perlahan-lahan tubuhnya menyusut menjadi kecil.


Jelas Tian Feng terpana saat melihat Beruang yang perkasa dan terlihat angkuh itu kini sudah mengecil hingga seukuran dirinya saat berdiri, "Ini masih termasuk ukuran induk beruang!" Tian Feng tersenyum aneh karena merasa konyol melihat pemandangan yang baru saja dilihatnya.


Tian Feng merasa lega karena ternyata Beruang angkuh dan galak dan bisa bicara itu tidak menyerangnya, andai tadi sampai benar-benar bertarung, mungkin peluang menang sangat tipis, adapun kalau menang tentu ada harga mahal yang harus Tian Feng bayar.


"Tuan Huo, saya hanya ingin melihat-lihat dunia ini!" kata Beruang tersebut.


"Kamu pikir ini duniamu? Sudah jangan membantah lagi, ayo cepat ikut aku kembali sebelum retakan Dimensi tertutup!" kata Huo Xiong.


Wajah Beruang terlihat lesu sedangkan Tian Feng menaikkan alisnya sebelum akhirnya kembali berbicara kepada Huo Xiong.


"Senior maaf jika junior telah berani menghentikan senior, namun jika diijinkan bolehkah senior menjelaskan akan dari mana asal senior ini?" tanya Tian Feng.


Huo Xiong tersenyum lembut sambil menatap Tian Feng kemudian dia menatap kesekelilingnya, "Sebenarnya kamu cukup menarik, aku juga ingin sekali memiliki teman mengobrol, namun sepertinya aku tidak bisa memberi penjelasan apapun karena waktuku sangat terbatas!" kata sosok tersebut.


Tian Feng tidak memaksa bertanya lebih jauh karena Huo Xiong terlihat sangat tergesa-gesa, Tian Feng yakin jika ini ada hubungannya dengan retakan yang hanya akan muncul sebentar sebelum akhirnya kembali menutup dan menghilang.


Huo Xiong melayang dan diikuti oleh Beruang itu yang awalnya berjalan kemudian kakinya mulai terangkat dan terbang dibelakang Huo Xiong, namun saat baru pergi beberapa meter Huo Xiong langsung berhenti dan kemudian dia menatap balik kearah Tian Feng.


"Sepertinya kamu mengalami luka dalam serius, apa aku benar?" tanya Huo Xiong.


Tian Feng jelas sedikit terkejut sebelum akhirnya dia mengangguk kepada Huo Xiong, "Kamu saat ini berada di Kelas Qi Tingkat 7, kalau kamu tidak keberatan ikutlah denganku dan aku akan mengobati mu, tapi kalau kamu ikut denganku, bisa-bisa kamu akan lama kembali kesini karena retakan akan kembali terbuka namun secara acak dan berada di dunia lain, bagaiamana apakah kamu berminat ikut denganku?" tanya Huo Xiong.


Tian Feng merasa ragu untuk memutuskan, dia masih ingat pesan Ho Chen untuk jangan kemana-mana sebelum Ho Chen kembali, jadi kalau sampai dia pergi nantinya dia akan sulit kembali dan Ho Chen pasti akan sangat marah karena dia tidak ada.


"Terima kasih atas tawarannya senior, tapi saya masih harus menunggu guru Ho Chen dulu karena guru berpesan agar saya menunggu disini!" kata Tian Feng sambil menangkupkan tangannya menolak secara halus.


"Owh, jadi kamu muridnya Dewa Pelindung Alam Semesta! Kalau begitu ayo ikut aku, sekarang gurumu itu berada di tempatku!" kata Huo Xiong yang membuat Tian Feng terkejut.


"Guru Ho Chen di tempat senior?" Tian Feng tidak menyembunyikan keterkejutannya.


"Iya, dia datang karena ingin meminta kuali ajaib untuk muridnya, tapi sudahlah sebaiknya kamu ikut saja!" kata Huo Xiong.


Tian Feng jelas terkejut, dia tidak menduga jika Ho Chen ternyata berada di tempat Roh Huo Xiong, terlebih lagi dia berniat meminta Kuali ajaib seperti yang ia inginkan waktu itu.


"Baik..!" Tian Feng langsung setuju kemudian dia terbang dan mengikuti Huo Xiong untuk pergi ke dunianya

__ADS_1


__ADS_2