
"Kembalikan Toya itu padaku!" seru Jia Tai Yan sekaligus berusaha menyerang dan mau merebut Toya Emas dari tangan Tian Feng.
Tangan Tian Feng tiba-tiba bergerak dengan sendirinya, dia menahan tangan Jia Tai Yan yang berniat merebut Toya nya.
Tian Feng menepisnya dengan Toya Emasnya dan kemudian mengarahkan ujung Toya nya ke dada Jia Tai Yan.
Serangan Tian Feng sedikit lebih cepat dari sebelumnya, namun Jia Tai Yan tetap bisa menahan serangan ujung Toya Emas dengan sebelah tangan kanannya.
Toya Emas tersebut bergerak maju sendiri dan memberikan dorongan yang lebih kuat ke tangan Jia Tai Yan.
Jia Tai Yan tidak mampu menahannya sehingga dia terdorong hingga beberapa meter kebelakang.
"Dia masih memiliki energi sebesar ini? Padahal tadi dia sudah menggunakan energi yang sangat banyak, tapi kenapa energinya seolah-olah tidak berkurang sama sekali?" batin Jia Tai Yan sekaligus menahan tangan kanannya yang kebas serta gemetar.
Jia Tai Yan merasa sangat ragu untuk melawan Tian Feng yang sudah menegang Toya Emas, dia yang saat ini juga kehilangan energi hingga seperempat dari penuhnya semakin kehilangan atas kepercayaan dirinya.
Namun rasa serakah tetap menguasai hatinya, dia tetap menginginkan Toya Emas tersebut dan akan berusaha merebut bagaimanapun caranya.
"Tangkai Bunga Tiga Warna."
Jia Tai Yan melempar banyak tangkai bunga kearah Tian Feng, dan dengan mudahnya pula Tian Feng menahan serangan tersebut dengan memutar Toya nya dengan kecepatan tinggi.
Semua tangkai bunga yang berdatangan berbalik arah menyerang Jia Tai Yan membuat Jia Tai Yan terpaksa menghindari serangannya sendiri.
Tangkai bunga tersebut bukan tangkai bunga biasa, gagangnya terbuat dari baja, sedangkan kelopak bunganya juga terbuat dari logam yang tipis, karena itu bunga tersebut mampu menembus zirah Ying Lo hingga meninggal.
Melihat Jia Tai Yan yang sibuk menghindari serangan balik dari tangkai bunganya sendiri, Tian Feng juga maju dengan cara berlari dan mengangkat Toya nya kemudian mengayunkannya ke kepala Jia Tai Yan.
Serangan Tian Feng berhasil di hindari oleh Jia Tai Yan sehingga serangan Tian Feng hanya mengenai permukaan tanah.
Ledakan ditanah membuat kepulan asap dan juga membuat lubang besar serta retakan panjang hingga sepuluh meter jauhnya.
Seperti biasa, tangan Tian Feng bergerak sendiri karena di kendalikan oleh Toya tersebut. Tangan Tian Feng mengayunkan Toya itu dengan sangat cepat kesamping.
"Arghhh!!!"
Serangan tersebut berhasil mengenai pinggang Jia Tai Yan sehingga tubuh Jia Tai Yan terlempar sangat jauh kearah timur, bahkan hanya dalam satu tarikan nafas, tubuh Jia Tai Yan menghilang di kegelapan malam.
Hiroshi masih bisa melihatnya dengan jelas, dia sudah melihat sendiri bagaimana Tian Feng memukul Jia Tai Yan seperti memukul seekor lalat hingga terlempar sangat jauh dan sampai menghilang.
"Sepertinya memang Toya Emas itulah yang membuat Tian berhasil memukul ketua utama Organisasi Tiga Bunga itu!" gumam Hiroshi.
Tian Feng ingin terbang menyusul Jia Tai Yan, namun mendadak Toya nya menjadi ribuan kali lipat beratnya.
__ADS_1
Tian Feng membungkuk dengan ke-dua tangan tertindih Toya Emasnya, dia berusaha melapaskan genggamannya namun tidak berhasil seolah-olah ada getah yang membuat tangannya tidak bisa lepas dari Toya Emas tersebut.
"Ada apa ini?" gerutu Tian Feng sekaligus mehanan sakit di tangannya karena tertindih Toya yang mendadak menjadi sangat berat.
Tian Feng hanya bisa melihat kearah Timur arah Jia Tai Yan terlempar karena pukulan Toya Emas nya.
"Ada apa dengan Tian-san?" Hiroshi juga ikut bingung melihat Tian Feng yang kesulitan untuk bangun, dia bergegas berlari kearah Tian Feng karena Jia Tai Yan sudah tidak terlihat lagi.
"Apa kamu pikir aku datang kesini untuk bermain kejar-kejaran?"
Suara asing segera terdengar ditelinga Tian Feng, "Suara siapa itu?" tanya Tian Feng kemudian dia melihat Hiroshi yang berlari kearahnya.
Tian Feng yakin itu bukan suara Hiroshi, lagi pula dia mengenali suara Hiroshi serta logat bahasanya, sedangkan suara yang ia dengar adalah suara seorang Pria paruh baya dan juga terdengar berwibawa.
"Namaku Tan Zuo Xian, roh dari Toya yang kamu pegang ini!" kata suara tersebut.
"Owh....!"
Tian Feng baru sadar dan ingat akan perkataan Zanxi jika ke-tiga pusaka sama-sama memiliki Roh yang sama seperti Zanxi.
"Owh..? Dari jawaban kamu sepertinya kamu sudah pernah bertemu dengan salah satu dari kami!" kata Xian.
Tian Feng mengangguk kemudian dia melihat Hiroshi yang sudah sampai kearahnya.
"Tian-san! Ada apa denganmu kenapa tanganmu seperti ditahan oleh Toya Emas ini?" tanya Hiroshi dan kemudian para ronin serta beberapa Shinobi juga datang menyusul.
"Siapa tadi Tan Zuo Xian! Aku akan memanggilmu Xian, kalau bisa cepat ringankan beban berat Toya ini!" kata Tian Feng.
"Baiklah tapi kamu jangan pernah mengejar orang yang sudah aku pukul tadi! Aku mencari mu selama lebih dari seratus tahun dan mengelilingi alam semesta bukan untuk bermain kejar-kejaran dengan orang itu, apa kamu dengar?"
Tian Feng dengan berat hati mengiyakannya, namun dia merasa cemas jika Jia Tai Yan di biarkan hidup.
Toya Emas Langsung menjadi ringan kembali sehingga Tian Feng bisa bangun dan mengangkat Toya tersebut yang sudah menjadi seringan kapas.
"Apakah Ketua Utama Organisasi Tiga Bunga itu sudah mati?" tanya Hiroshi.
"Aku tidak tahu, namun menurutku dia tidak akan mati hanya karena terkena pukulan seperti itu, setidaknya dia akan mengalami patah tulang!" kata Tian Feng yang memperkirakan saja.
"Apakah kamu akan kembali ke Xanhuo?" tanya Hiroshi.
"Tidak Tuan, besok pagi saya akan pergi ke Kerajaan Jiu, jadi aku tidak berniat kembali dulu!" jawab Tian Feng.
"Kamu ingin pergi besok, sedangkan Ketua Utama Organisasi Tiga Bunga masih hidup, bagiamana jika nanti dia kembali dan mendatangi keluarga mu? Siapa yang akan mampu melawannya?" tanya Hiroshi.
__ADS_1
"Seharusnya dia tidak akan pulih selama Tiga Empat atau Lima tahun, jadi itu sudah cukup bagiku untuk kembali kesini dan membereskan seluruh Organisasi Tiga Bunga hingga ke akar-akarnya!" jawab Tian Feng.
"Tian! Jika kamu tidak keberatan, bawalah Naomi bersamamu, kasihan dia kerena dikejar-kejar oleh oleh anak seorang Daimo yang bernama Hataro!"
Hiroshi menjelaskan jika dirinya tidak takut jika harus menghadapi keluarga Hataro, namun masalahnya keluarga Hataro memiliki banyak Kesatria ronin dan juga Shinobi berkampuan tinggi.
Dia tidak mungkin bisa melawan keluarga petinggi itu, jika suatu saat nanti keluarga Hataro memburu Klan nya karena masalah ini, bisa-bisa hidup Naomi akan dalam masalah.
Jika Klannya nanti benar-benar akan didatangi oleh keluarga Hataro dan kemungkinan besar akan terjadi insiden besar, setidaknya Naomi sudah berada bersama Tian Feng, dan keselamatan Naomi lebih terjamin jika bersama dengan Tian Feng.
"Tapi Tuan, aku ini akan..!"
"Aku tahu Tian-san, dan aku tahu Naomi akan menjadi beban perjalanan mu, mungkin aku hanya terlalu berharap padamu agar bisa menjaga putriku satu-satunya!" kata Hiroshi.
"Bukan begitu maksudku Tuan..!" Tian Feng menggaruk kepalanya karena bingung harus menjelaskan apa.
Tian Feng tidak mau jika nanti di perjalanan dia bertemu dengan para Organisasi Bintang Hitam, apalagi kata Hiroshi ada orang dari Toakai yang ikut bergabung dengan Organisasi Bintang Hitam.
Kemungkinan besar nantinya saat dia tiba di Toakai, dia akan bertemu dengan para anggota Organisasi Bintang Hitam tersebut.
"Baiklah Tian-san! Aku tidak akan memaksa mu lagi, maaf karena aku sudah memaksamu, semoga perjalanan mu lancar, dan jika nanti kamu melewati Toakai, pergilah ke Klan Tsuki dan temuilah Saichi dan katakan sampaikan pesanku."
Hiroshi mengatakan jika Saichi harus pergi meninggalkan rumah dan bawa pergi seluruh anggota Klan dan pastikan seluruh Klan Tsuki yang tersisa selamat.
Tian Feng merasa bingung mendengar pesan permohonan Hiroshi, "Sebesar itukah masalah Klan Tsuki dengan petinggi Daimo itu?" batin Tian Feng.
"Tian-san terima kasih banyak karena sudah mendengarkan ku, aku senang bisa mengenalmu dan suatu saat nanti aku berharap kamu tidak melupakan kami walau kemungkinan besar nantinya saat kamu kembali pulang, kamu mungkin sudah tidak akan melihat Klan Tsuki disini lagi!" kata Hiroshi yang berniat untuk pergi.
"Tunggu Tuan..!"
Hiroshi yang berniat pergi segera menoleh kepada Tian Feng, "Ada apa Tian? Apakah ada sesuatu yang harus aku sampaikan kepada keluarga mu?" tanya Hiroshi.
"Begini Tuan! Apakah masalah Tuan memang sebesar ini? Jika memang demikian maka aku akan membantu Tuan lebih dulu!" kata Tian Feng.
"Tidak usah Tian-san, lagi pula ini adalah masalah keluarga, jadi sudah menjadi urusan keluarga kami untuk menyelesaikannya," jawab Hiroshi.
"Baiklah jika demikian!" kata Tian Feng.
Hiroshi sedikit kecewa, sebenarnya dia berharap Tian Feng mau membawa Naomi pergi bersamanya, namun ternyata tidak.
Hiroshi akhirnya pergi bersama dengan para pengawalnya, sedangkan Tian Feng tersenyum melihat Hiroshi yang memasang wajah kecewa.
"Kamu tenang saja Tuan Hiroshi, aku akan pergi setelah keluarga kalian aman, terutama Naomi!" gumam Tian Feng.
__ADS_1
"Sudahlah tidak perlu mengurusi urusan orang lain, sebaiknya kamu segera meningkatkan Energi mu, sedangkan aku akan membangunkan Zanxi lebih dulu!" kata Xian.
"Tidak! Aku bukanlah orang seperti dulu yang selalu mengabaikan dan melihat orang lain yang sedang dalam masalah, sekarang masalah orang yang memang pantas untuk dibantu akan tetap aku bantu hingga selesai, jika tidak maka aku tidak akan bisa tenang!" jawab Tian Feng kemudian dia berjalan mengikuti Hiroshi sambil berdebat dengan Xian.