Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Akhir riwayat Panglima Gerbang Timur


__ADS_3

Panglima Gerbang Timur menganyunkan rantainya sekaligus maju menyerang Tian Feng dan berikutnya, rantai di tangannya berubah menjadi panjang.


Rantai hitam yang memanjang tiba-tiba saja bergerak ke segala arah dan membentuk sebuah jaring seperti sarang laba-laba menutupi ruang lingkup pergerakan Tian Feng agar Tian Feng tidak bisa leluasa untuk bergerak.


Tian Feng melepaskan petir merahnya dan kemudian menghujami jaring rantai tersebut yang sudah menutupi dirinya seperti sebuah kurungan.


Suara gemuruh guntur keras dari petir merah serasa memecahkan gendang telinga siapapun yang mendengarnya, jika itu mahluk biasa, mungkin mereka akan langsung pingsan dengan telinga yang pasti berdarah.


Setiap sambaran akan membuat seluruh ruang akan beriak seperti air yang di kocok, dengan kuatnya petir merah sang tombak, jaring rantai itu mulai retak dan pada akhirnya hancur berkeping-keping.


Energi petir merah langsung menyebar membantuk sebuah garis panjang menyerupai retakan di langit, setelah itu dengan kecepatan tinggi, tubuh Tian Feng melesat dan melupakan serangan jurus tombak kepada Panglima Gerbang Timur.


Keduanya kembali bertarung sengit dengan serangan jarak dekat, setiap benturan serangan pusaka terkadang membuat robekan ruang hampa dari yang garis besar maupun kecil.


"Ha.. Ternyata selain Zhi Shan, masih ada lawan lain yang akan menghalangi rencanaku, hanya saja aku tidak akan membiarkanmu terus berkembang menjadi lebih kuat, akan aku pastikan kekuatanmu itu akan musnah bahkan sebelum kamu nanti bertarung dengan An Huang Yi!" kata Panglima Gerbang Timur atau Zhi Yin.


Zhi Yin melapaskan kekuatan kegelepan yang begitu besar sehingga terlihat sebuah gumpalan hitam seperti kabut menutupi seluruh tubuhnya.


Kabut hitam tersebut langsung menyebar menjadi sebuah lautan energi kabut Kegelapan di Langit, bahkan tekanan atmosfer juga semakin bertambah berat membuat para binatang yang memiliki kemampuan Dewa langit kebawah tidak sanggup menahannya.


Tian Feng mundur beberapa meter sekaligus mengamati lautan kabut Kegelapan yang menutupi seluruh langit, bahkan awan hitam sekaligus masih kurang gelap jika di bandingkan dengan gelapnya kabut Kegelapan sehingga seluruh wilayah Gunung Tingsan menjadi sangat gelap, hanya sambaran petir yang menjadi penerang bagi mahluk biasa.


"Dia benar-benar gila, apakah dia berniat ingin melenyapkan dunia ini?" kata kembaran jiwa Tian Feng.


"Lalu bagiamana selanjutnya?" tanya Tian Feng.


"Gunakan seluruh kekuatan Tombak Nirwana untuk menghancurkan kabut kegelepan ini, dan aku akan menggunakan sisa waktu kita untuk melepaskan serangan terakhir, sebab aku yakin waktu yang Zhi Yin miliki juga pasti akan segera habis sebelum kita!" kata kembaran jiwa Tian Feng.

__ADS_1


Tian Feng mengangguk kemudian dia melapaskan energi petir emas dan di gabungkan dengan petir merah tombaknya.


Cahaya petir emas seperti perisai yang menyelimuti tubuh Tian Feng menciptakan cahaya terang yang bisa menerangi kegelapan, setelah itu Tian Feng melapaskan energi Api Emasnya sehingga seluruh kabut kegelepan sedikit menjadi terang.


"Hem...? Ternyata kamu masih memiliki energi yang lain!" kata Zhi Yin namun namun matanya sedikit redup seakan-akan merasakan tanda bahaya dari petir emas serta api emas yang di lepaskan oleh Tian Feng.


Zhi Yin melirik Gunung Tingsan, rencananya untuk mengambil Pusaka Mata Naga Giok Kaisar benar-benar gagal karena kemunculan Tian Feng, terlebih lagi waktu yang ia miliki sangatlah terbatas sehingga dia berencana akan melenyapkan Dunia Selatan dari alam semesta.


"Baik jika memang ini yang harus terjadi!" kata Zhi Yin kemudian dia juga memperkuat energinya seraya berseru keras.


"Kuasa Ilahi - Tahap Pemusnah."


Kabut Kegelepan yang menutupi langit beriak seperti riak lautan kemudian kabut tersebut menjadi lebih tebal dan membuat tekanan yang lebih besar lagi sehingga gunung selain Gunung Tingsan yang masih utuh langsung runtuh dan bebatuan juga menjadi hancur.


"Tidak peduli seberapa kuat dirimu, kamu tetap tidak akan bisa keluar dari Dunia ini dan akan musnah bersama dengan Dunia ini Dewa Sesat," kata Zhi Yin kemudian dia menghilangkan rantainya dan mengangkat kedua telapak tangannya ke atas seraya berseru, "Lenyaplah..!" ucapnya.


"Sekarang Tian..!"


Ho Chen dan semua yang ada di bawah hanya melihat semua itu dengan ekspresi wajah suram, dia ingin membantu, namun dia juga tidak bisa meninggalkan Xu Lian begitu saja, bahkan dia yang ingin menggunakan sihir ruang waktunya untuk memindahkan kolam Air Mata Naga itu, tetapi tidak berhasil sebab kekuatan kegelepan dari kabut kegelepan sudah menyegel seluruh kekuatan sihir kecuali kekuatan Zhi Yin dan Tian Feng.


Semburan lava dari dalam tanah semakin bermunculan di Dunia Selatan, baik itu dari tanah yang terbelah serta Gunung yang meledak, bahkan tanah yang terbelah juga longsor kedalam lautan magma, dan ini akan menjadi akhir dari Dunia Selatan serta seluruh makhluknya jika tidak segera di hentikan.


Zhi Yin dan semuanya sudah bisa memastikan kehancuran bagi Dunia Selatan, hanya saja Zhi Yin sedikit merasakan ada yang aneh, selain waktunya yang tidak lama lagi habis, dia juga tidak melihat keberadaan Tian Feng.


Disaat Semuanya yakin jika Dunia Selatan hari ini akan berakhir, tiba-tiba saja ada cahaya terang dari luar Kabut Kegelapan. Cahaya itu sangat terang hingga mampu menembus gelapnya kabut tebal, dan hal ini membuat Zhi Yin memasang wajah buruk.


Cahaya tersebut semakin lama semakin terang dan kemudian cahaya emas langsung menembus kabut kegelepan sehingga menciptakan lubang yang sengat lebar.

__ADS_1


"Kuasa Ilahi - Cahaya Bodhisattva."


Zhi Yin dan Ho Chen serta semua binatang menyipitkan mata mereka saat melihat sesosok tubuh bercahaya emas yang sangat terang menyilaukan, bukan cahaya emas yang membuat mata silau, melainkan aura putih dan merah yang beradu dengan cahaya Emas.


Setelah bisa sedikit melihat dengan jelas, terlihat sosok tersebut adalah Tian Feng yang sudah mengenakan Zirah emas milik kembaran jiwanya serta Tombak Emas di tangannya.


Tian Feng langsung memutar tombaknya dengan cepat sehingga menciptakan pusaran hisapan angin yang sangat kuat kemudian menyerap kabut kegelepan kedalam pusarannya.


Zhi Yin jelas terkejut melihat hal itu, dia sendiri saat ini yang sudah mencapai batas waktu juga tidak bisa menghentikan Tian Feng yang terus memutar tombaknya serta menghisap seluruh kabut kegelepan nya.


Begitu seluruh kabut kegelapan berkumpul di satu pusaran, tekanan atmosfer juga menghilang dan seluruh wilayah Gunung Tingsan kembali menjadi terang walau masih mendung.


Pusaran kuat yang masih berada di dalam putaran Tombak Emas mulai memunculkan petir emas kemudian Tian Feng menghentikan putarannya dan mengarahkan mata Tombaknya ke arah Panglima Gerbang Timur atau Zhi Yin.


"Rasakan ini..!" seru Tian Feng sekaligus melesat dengan ujung tombak yang di selimuti oleh petir merah serta pusaran angin yang mengikuti dirinya menuju kearah Zhi Yin.


Zhi Yin merasa tubuh Panglima Gerbang Timur tidak bisa di gerakkan, semua itu bukan karena kehabisan energi, melainkan karena tekanan dari Tian Feng yang berpusat padanya sehingga tidak bisa bergerak.


"Sial, jika begini aku akan membiarkan tubuh ini!" gerutu Zhi Yin.


Dia sama sekali tidak menduga jika akan di paksa ketitik yang begitu menyedihkan oleh Tian Feng, dan akhirnya dia harus membiarkan tubuh Panglima Gerbang Timur lenyap di tangan Tian Feng.


Tian Feng dengan kecepatan yang luar biasa melesat kearah Zhi Yin seperti sebuah batu meteor yang jatuh dari langit, hanya dalam waktu singkat saja, mata tombak itu langsung menghujam ke tubuh Panglima Gerbang Timur serta petir merah langsung menutupi tubuh Panglima Gerbang Timur.


Panglima Gerbang Timur berteriak keras karena rasa sakit dari tusukan dan ditambah lagi dengan petir merah yang membakar tubuh dari luar hingga dalam.


"Sialan, ternyata dia sudah keluar dari tubuh itu!" kata kembaran jiwa Tian Feng yang menyadari jika Zhi Yin tidak ada di dalam tubuh Panglima Gerbang Timur lagi.

__ADS_1


Tubuh Panglima Gerbang Timur yang masih tertusuk oleh Tombak Nirwana langsung hancur menjadi debu, sehingga Panglima Gerbang Timur lenyap dengan suara teriakan yang ikut berakhir dalam kematian dan menjadi tumbal kelicikan Zhi Yin.


Akhir riwayat Panglima Gerbang Timur menjadi bukti nyata jika sebenarnya Zhi Yin adalah sosok Paling kejam dari pada An Huang Yi, hal ini membuat Tian Feng sadar jika musuh sebenarnya adalah melenyapkan Zhi Yin, dan bukan An Huang Yi.


__ADS_2