Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Gunung Kaki Buddha


__ADS_3

***


Pil Dewa Tujuh Petir Langit kini sudah berada dihadapan Tian Feng, Pil tersebut di letakkan dimangkok yang terbuat dari batu giok berwarna hijau.


Sesuai namanya, Pil Dewa Tujuh Petir Langit memiliki tujuh warna berbeda, namun saat yang bersamaan Yao Shan juga muncul saat merasakan aroma obat yang sangat kuat, bahkan aroma sampai ke Dunia dimensi obat nya.


"Ini adalah Pil Dewa tingkat tinggi, disamping itu Pil Dewa memiliki khasiat yang lebih kuat dari pada Pil biasa ciptaan ku, bahkan Pil buatan ku yang sudah mencapai Bintang 10 sekalipun tidak bisa dibandingkan dengan Pil Dewa ini!" kata Yao Shan.


"Jadi Pil ini memiliki tingkat khasiat yang berbeda dari Pil buatan mu guru?" tanya Tian Feng.


"Tentu saja, walau Pil ku memiliki khasiat yang lebih tinggi dari semua pil di berbagai dunia, namun jika di bandingkan dengan Pil Dewa, jelas Pil buatanku tidak ada apa-apanya!" kata Yao Shan.


"Hem...! Jadi kamu memiliki jiwa Spritual yang memiliki pengetahuan tentang obat Tian? jadi kamu sendiri sudah mengerti akan sebuah obat?" tanya Dewa Obat.


"Maafkan aku Dewa Obat karena tidak memberitahukan akan guru ku ini! Memang aku sedikit mempelajari akan pembuatan obat, namun saat ini ilmu pengobatanku baru berada di Bintang 5 saja!" jawab Tian Feng.


"Tidak apa-apa, tidak apa-apa! Namun sebaiknya Jiwa Spritual yang mendampingimu itu jangan pernah muncul lagi selama kamu berada di Kahyangan ini!" kata Dewa Obat.


"Tapi kenapa?" tanya Tian Feng.


"Ini adalah tempat yang berbeda dengan dunia biasa, jika kamu masih memaksakan diri untuk tetap muncul di Kahyangan ini, aku takut Naga Suci Emas milik Kaisar Langit akan mencium keberadaan mu, bisa-bisa kamu akan di makan olehnya!" kata Dewa Obat.


"Naga Suci Emas? Apakah setiap Naga emas memang suka makan jiwa?" tanya Tian Feng.


Dewa Obat mengangguk kemudian dia mulai menjelaskan jika Ras Naga Emas memang tercipta untuk memakan jiwa, makanan utamanya yang berupa Jiwa itu adalah sumber kekuatan utama, semakin banyak jiwa yang di makan, maka akan semakin kuat Naga Emas tersebut, apalagi Jiwa Spritual itu memiliki kemampuan di tahap Dewa.


Tian Feng mengangguk-anggukan kepalanya dengan mengelus lengannya, dia akhirnya mengerti kenapa Naga Api Emas miliknya sangat suka sekali dengan Spiritual, hanya saja Naga Api Emas nya lebih suka dengan Jiwa yang jahat.


"Baiklah Tian, karena disini aku tidak bisa menunjukkan diri, maka aku akan kembali lagi ke Dunia dimensi obat, namun aku minta padamu untuk segera pergi menemui Sue Yue, sejak dia berada di sana, dia sudah bisa mempelajari beberapa cara membuat Pil, walau ini sudah terlambat, namun ini adalah sebuah perkembangan hebat untuk sebuah spiritual lemah seperti Sue Yue!" kata Yao Shan.


"Terima kasih guru karena sudah menjaga dan mengajari Sue Yue, walau dia hanya sebuah Roh, namun dia masih memiliki semangat seperti ketika masih hidup!" kata Tian Feng.

__ADS_1


"Kalau begitu aku kembali dulu, semoga kamu lekas mencapai Tahap Dewa Agung!" kata Yao Shan kemudian dia menghilang masuk kembali kedalam Cincin Langit Malam milik Tian Feng.


"Baiklah, mari kita pergi ke puncak gunung disana, nanti setelah kamu menelan Pil Dewa Tujuh Petir Langit ini, kamu akan bermeditasi disana, dan beberapa dewa akan segera membuat segel yang akan menutupi gunung tempat latihanmu itu!" kata Dewa Obat.


Tian Feng mengangguk sembari melihat kearah gunung yang berada sangat jauh darinya, gunung tersebut terlihat melayang jauh diatas awan, hanya saja gunung itu sangat tinggi sekali.


Dewa Obat menyimpan kembali ketiga Pil tersebut kemudian dia segera mengajak Tian Feng pergi ke gunung yang di maksud dengan cara terbang.


***


Gunung Kaki Buddha adalah salah satu gunung terbesar di Kahyangan, gunung tersebut kata akan energi dan juga ada sekitar 17 dewa yang menjaga gunung tersebut.


Tian Feng dan Dewa Obat tiba disana dan segera disambut oleh ke 17 dewa penjaga Gunung Kaki Buddha itu, namun tidak lama kemudian Dewa Cai Ling datang karena sebenarnya ini adalah tugasnya untuk melatih Tian Feng nantinya jika dia sudah mencapai tahap Dewa Agung.


"Tian Feng akan berlatih di gunung ini selama waktu tertentu, dan dia sudah mendapatkan ijin langsung dari Kaisar Langit, jadi tolong buat pelindung yang kuat agar tidak ada satu orangpun yang bisa melacak atau memasuki gunung ini!" kata Dewa Obat.


"Baik Dewa Obat!" kata salah satu dari ke 17 dewa pelindung.


"Aku nanti akan masuk jika kamu sudah mencapai Tahap Dewa Agung, selama kamu bermeditasi nanti, aku akan selalu berjaga disini!" kata Dewa Cai Ling.


Tian Feng mengangguk dan kemudian dia memberi hormat kepada ke 17 dewa pelindung tersebut sebelum akhirnya dia pergi mengikuti Dewa Obat.


Di puncak gunung ada sebuah kawah berasap yang memiliki bau belerang, namun baunya berbeda dengan belerang yang ada dunia Tian Feng.


Hawanya sangat panas, dan ada sebuah batu besar berwarna hitam di tengah-tengah lubang kawah tersebut.


"Kamu akan bermeditasi disini hingga nanti kamu berhasil menyerap seluruh khasiat Pil Dewa Tujuh Petir Langit, sekarang tergantung dari keberuntunganmu, mau sampai berapa lama kamu nanti akan mampu mencapai tahap Dewa Agung, itu semua tergantung dirimu!" kata Dewa Obat.


Dewa Obat memberikan satu Pil Dewa Tujuh Petir Langit kepada Tian Feng, karena Pil itu adalah Pil tingkat Dewa, jadi Tian Feng hanya bisa menelan satu Pil saja, dan itu seharusnya sudah cukup bagai Tian Feng untuk bisa tembus ke Tahap Dewa Agung.


"Setelah kamu menelan Pil ini, aku akan segera keluar, dan kamu segera bermeditasi untuk menyerap khasiat Pil serta menyerap energi di Gunung Kaki Buddha ini yang tidak terbatas, lakukan dengan tenang dan tidak perlu terburu-buru!" kata Dewa Obat.

__ADS_1


"Baik Dewa Obat!" jawab Tian Feng.


"Kalau begitu lakukan sekarang, nanti setelah kamu sudah mencapai Tahap Dewa Agung, Dewa Cai Ling akan datang untuk melatih dirimu dalam mengembangkan ilmu Tombak mu!" kata Dewa Obat kemudian dia mundur beberapa langkah ke belakang.


Tian Feng menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya dia mulai menelan Pil pemberian Dewa Obat itu padanya.


Melihat Tian Feng yang mulia duduk bersila di atas batu hitam tersebut, Dewa Obat segera keluar dan turun gunung meninggalkan Tian Feng seorang diri.


"Dewa Cai Ling, sekarang aku serahkan semuanya padamu!" kata Dewa Obat.


"Baik, serahkan saja semuanya padaku!" kata Dewa Cai Ling.


Dewa Obat segera pergi meninggalkan Gunung Kaki Buddha, sedangkan Dewa Cai Ling segera memberikan perintah untuk membuat perisai pelindung mengelilingi seluruh gunung tersebut.


Tian Feng sendiri mulai merasakan khasiat dari Pil buatan Dewa Obat, dia merasa seperti tersengat sesuatu yang menjalar ke seluruh urat-urat syarafnya.


Tubuh Tian Feng secara perlahan-lahan mulai mengeluarkan petir ungu kemerahan, namun petir tersebut bukan menyambar keluar, melainkan terlihat seperti akan menghancurkan tubuh Tian Feng.


Walau Tian Feng memiliki energi yang sangat besar, namun dengan kekuatan Dewa Langit yang ia miliki sekalipun tidak cukup mampu meredam rasa sakit dari serangan petir yang keluar dengan sendirinya dari dalam tubuhnya.


Api Emas juga keluar untuk menahan serangan petir dari dalam itu, bahkan Naga Api Emas juga keluar karena tidak kuat atas serangan petir aneh.


"Uwa..Uwa..!"


Naga Api Emas merubah wujudnya menjadi Naga besar kemudian dia membuka mulutnya lebar-lebar dan mulai menyemburkan Api emas untuk menutupi tubuh Tian Feng.


"Groarrr...!"


Naga Api Emas mengaum keras membuat gunung bergetar hebat, namun semua usaha Naga emas sama sekali tidak membuahkan hasil, sebab Petir Ungu kemerahan itu lebih kuat dari yang dikira.


Tubuh Tian Feng mulai goyah ketika dia merasa tidak mampu menahan amukan petir itu. Tian Feng merapatkan giginya menahan seluruh rasa sakit yang mau mengoyak seluruh orang tubuhnya, serangan dari luar dan dalam itu benar-benar hampir membuat Tian Feng kehilangan kesadarannya, namun dengan tekad yang kuat, Tian Feng tetap berusaha bertahan.

__ADS_1


Nyatanya Petir Ungu kemerahan itu mulai berubah menjadi ke emasan, bahkan efek serangannya jauh lebih dahsyat dari sebelumnya, semua itu membuat Naga Api Emas juga semakin bingung karena dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa, dia juga tidak mungkin masuk kembali ke lengan Tian Feng karena tidak mungkin dirinya sanggup menahan Petir yang kini mulia berubah keemasan.


__ADS_2