
***
"Tuan muda! Katanya tuan muda sudah dinobatkan jadi Pendekar nomor satu ya?"
"Tuan Muda, apa benar tuan muda bisa terbang diudara? Jika benar tolong tunjukkan pada kami, kami ingin melihatnya!"
"Tuan muda! Bagiamana musuh pendekar yang katanya dari Organisasi Bintang Hitam itu, katanya dia sangat hebat! Bagiamana cara Tuan muda mengalahkannya?"
Berbagai pertanyaan segera menyerbu Tian Feng yang saat ini tidak bisa bergerak karena di kelilingi oleh banyak orang, dan sebagian dari mereka adalah para Pendekar tingkat bawah dan menengah.
Tian Feng hanya bisa menggaruk kepalanya karena bingung harus menjawab yang mana, sedangkan Wei Fang malah tertawa cekikikan melihat Tian Feng yang kesulitan diserbu oleh banyak orang.
"Inilah yang akan terjadi jika sampai menjadi orang yang terkenal, jadi Tian harus siap dikelilingi oleh orang-orang yang mengaguminya terutama dari kalangan para gadis!" kata Wei Fang.
Wei Fang juga teringat akan masa lalunya saat pertama kali dirinya dinobatkan sebagai Lima Pendekar terkuat.
Zang Yang ikut tertawa kecil, walau dirinya tidak masuk dari sepuluh pendekar terkuat karena kekacauan yang menghentikan pertandingan, namun dia bersyukur karena semuanya kembali dengan selamat.
Saat masih fokus melihat Tian Feng yang dikerumuni banyak orang, mata Zang Yang justru memandang kearah Yuan Xia yang berada di depan pintu.
"Tuan Hiroshi, dia berada disini?" gumam Zang Yang.
Tidak lama kemudian Lie Yie juga muncul, namun dia tidak terlihat sendirian, ada seorang gadis cantik yang berjalan bersama dengan Lie Yie.
"Itu..eee! Aduh kenapa aku jadi lupa nama Putrinya Tuan Hiroshi!" gerutu Zang Yang, dia berusaha mengingat nama gadis cantik tersebut namun tidak berhasil.
"Bukankah itu Tuan Hiroshi dari Klan Tsuki?" Wei Fang juga melihat keberadaan Hiroshi.
"Benar Panglima! Sepertinya dia datang kesini untuk bertemu dengan Tian!" jawab Zang Yang.
Pandangan Wei Fang kini jatuh kepada Naomi, dahi Wei Fang mengkerut saat melihat wajah Naomi, "Lalu siapa wanita muda yang berada di samping nyoya itu?" tanya Wei Fang.
"Itu putri satu-satunya Tuan Hiroshi, saya lupa siapa namanya!"
"Wajahnya serasa tidak asing! Tapi aku lupa dimana aku pernah melihat wajah seperti itu?" kata Wei Fang yang merasa pernah bertemu dengan Naomi.
"Mungkin dijalan!" jawab Zang Yang.
"Tidak Guru Zang, aku yakin pernah melihat wajah gadis itu, namun sudah sangat lama sekali, mungkin sekitar lima puluh tahun yang lalu!" kata Wei Fang.
Zang Yang merasa heran, dia merasa Wei Fang salah melihat orang karena seingatnya umur Naomi saat ini tidak setua itu.
"Su..Su..! Aaa aku ingat, wajahnya mirip sekali dengan Lian Yue Sue! Ya tidak salah lagi, wajah itu mirip dengan Lian Yue Sue!" kata Wei Fang.
"Lian Sue Yue? Siapa dia itu?" tanya lagi Zang Yang.
"Lian Sue Yue adalah wanita tercantik pada masanya, banyak laki-laki yang mengejarnya mulai dari yang muda hingga paruh baya, namun tidak satupun yang berhasil mendapatkannya."
"Lalu kemana dia sekarang?" tanya lagi Zang Yang.
Wei Fang menatap Zang Yang dengan heran kemudian dia balik bertanya, "Apakah kamu benar-benar tidak mengetahuinya? Seharusnya kamu mengetahuinya karena kalian hampir segenerasi dengannya, walau dia sedikit lebih tua usianya!"
Zang Yang menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak tahu dan tidak pernah mendengar nama Lian Sue Yue karena sejak menjadi pendekar, dia jarang keluar dari Perguruan Singa Emas, keluar pun hanya menjalankan tugas, setelah selesai dia segera kembali ke perguruan untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan beladirinya.
Wei Fang akhirnya menjawab pertanyaan Zang Yang yang belum sempat dia jawab, "Lian Sue Yue menghilang secara misterius bagai ditelan bumi, tidak ada yang mengetahui dimana dia berada! Sebagian ada yang beranggapan jika Sue Yue telah diculik oleh seseorang, ada juga yang beranggapan kemungkinan Sue Yue telah dibunuh oleh pendekar lain yang sakit hati karena perasaan mereka di tolak, namun ada sedikit informasi jika dia terlihat bersama dengan orang-orang dari perguruan aliran Sesat."
Wei Fang menghentikan ceritanya karena hanya itu yang dia ketahui, sedangkan sisanya dia tidak mengetahuinya.
"Jika demikian, apakah gadis itu adalah Lian Sue Yue atau reinkarnasi Lian Sue Yue?" tanya Zang Yang.
"Aku rasa dia bukan Lian Sue Yue, karena terlahir kali aku melihatnya, dia sudah berusia 25 tahunan, sedang anak itu masih terlihat berumur belasan tahun! Kemungkinan dia memang reinkarnasinya!" kata Wei Fang.
Zang Yang benar-benar tidak mengerti akan semuanya, dia segera menyela orang-orang yang mengerumuni Tian Feng.
__ADS_1
"Tian! Sepertinya Tuan Hiroshi juga datang bersama putrinya!" kata Zang Yang kepada Tian Feng yang masih kesulitan menghadapi semua orang.
Tian Feng segera menoleh kearah Hiroshi yang sedang menatapnya dengan senyum lebarnya, kemudian pandangan Tian Feng tertuju kepada wajah gadis yang sangat akrab baginya.
"Maaf semuanya, saya harus menemui seseorang yang penting, sekali lagi saya minta maaf!" kata Tian Feng yang menjadikan kedatangan Hiroshi sebagai alasan untuk bisa lolos dari kerumunan orang-orang.
Semuanya segera menoleh kearah Hiroshi dan secara kebetulan mereka mengetahui Hiroshi sebagai orang yang memiliki nama besar di wilayah Kerajaan Wu.
Mau tidak mau mereka terpaksa membiarkan Tian Feng pergi menemui Hiroshi yang masih menunggu bersama Yuan Xia di depan pintu, dan pada akhirnya satu persatu meninggalkan rumah Yuan Xia karena merasa tidak akan mungkin lagi bisa melihat Tian Feng lagi dari dekat.
"Ayah! Tuan Hiroshi! Maaf sudah membuat kalian semua lama menunggu!" kata Tian Feng.
"Tidak apa-apa Tian, aku mengerti akan situasimu saat ini! Memang begitu jika namamu sudah menjadi besar, akan sangat banyak orang yang ingin bertemu dengan mu nantinya!" kata Hiroshi.
"Tian..! Apakah kamu tidak mau menyapanya juga?" Lie Yie menyela percakapan mereka dan bertanya kepada Tian Feng tentang Naomi yang tidak dia sapa.
"Owh tentu saja Yue...! Eee maksudku Naomi!" kata Tian Feng.
Wei Fang mengerut dahinya saat Tian Feng sempat menyebut nama Yue, dia yakin Tian Feng pasti ingin memanggil nama Sue Yue.
"Apa mungkin Tian tahu tentang Lian Sue Yue? Tapi bagaimana mungkin?" batin Wei Fang.
"Panglima Wei! Guru Zang! Kalian semua pasti sangat kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh! Mari semuanya ikut masuk kedalam sekaligus minum air hangat untuk melapaskan rasa lelah kalian!" ajak Yuan Xia.
Wei Fang jelas tidak menolak, dia dan Zang Yang segera mengikuti Yuan Xia dan yang lainnya masuk kedalam rumah, namun tatapan Wei Fang lebih fokus kearah Tian Feng dengan pikiran yang mulai muncul rasa curiga.
"Tian-Kun! Waktu itu kenapa kamu tidak bercerita kepada kami jika kamulah yang sudah membunuh para orang-orang dari Yamuru?" tanya Naomi.
"Dari mana kamu mendengar jika aku yang sudah membunuh mereka?" Tian Feng balik bertanya.
"Dari para Shinobi Tian! Mereka sangat mengetahui jurus Singa yang pernah kamu gunakan saat bertarung dengan Shinobi merah malam itu," kata Hiroshi.
"Owh..!" kata Tian Feng.
"Owh.! Kami hampir celaka gara-gara masalah itu dan kamu hanya bilang owh..?" kata Naomi dengan menaikkan sebelah alisnya kepada Tian Feng.
Tian Feng merasa Naomi benar-benar mirip dengan Sue Yue, dari nada bicaranya, sifatnya, serta tatapan wajahnya.
"Iya tapi juga tidak! Akan tetapi setidaknya kamu minta maaf dulu padaku karena sudah hampir membuat kami berada dalam masalah! Jadi tidak dengan perkataan Owh saja yang keluar!" kata Naomi yang tetap protes.
"Baik-baik aku minta maaf!" jawab Tian Feng yang secara tidak langsung sudah mengakui jika dirinyalah yang sudah membunuh para penculik dari Yamuru.
"Guru Zang! Bukankah kalian menemukan Tian di dalam hutan, dan dia berada di samping jasad Iblis Gila bukan?" tanya Wei Fang dengan berbisik kepada Zang Yang.
"Begitulah ceritanya Panglima! Memangnya kenapa Panglima?" tanya Zang Yang.
Walau mereka saling berbisik dibelakang, namun Tian Feng dapat mendengar obrolan bisikan mereka dengan sangat jelas.
"Apakah kalian sudah mengetahui dari mana asal Tian sebenarnya?" tanya lagi Wei Fang.
Zang Yang menggelengkan kepalanya, "Belum Panglima! Masalahnya Tian juga tidak mengingat nama desa dan nama orang tuanya!" jawab Zang Yang.
"Ini semakin aneh dan mencurigakan! Sebenarnya siapa Tian ini dan dari mana asalnya?"
"Panglima, saya sarankan agar tidak berbicara seperti itu jika ada Nyonya Yuan, dia sungguh tidak akan menerimanya jika sampai ada yang berusaha mengkorek informasi akan asal-usul Tian!" kata Zang Yang mengingatkan.
"Aku tahu itu Guru Zang! Hanya saja aku sangat penasaran, Tian adalah anak paling berbakat sepanjang sejarah, aku yakin dia pasti berasal dari keluarga yang tidak biasa, dan bisa jadi dia berasal dari Kerajaan Jiu!" kata Wei Fang yang menyembunyikan kecurigaannya kepada Zang Yang.
"Tian Feng yang mendengar obrolan mereka tersenyum tipis, dia sama sekali tidak menyadari jika Wei Fang mulai mencurigai identitasnya.
"Tian-Kun! Aku sudah pernah melihat wajahmu sebelumnya, jadi kenapa kamu tidak membuka topeng mu saja?" tanya Naomi yang sebenarnya ingin melihat wajah Tian Feng lagi.
"Eee itu...!" Tian Feng tidak bisa menjawab pertanyaan Naomi.
__ADS_1
Orang yang sudah pernah melihat wajahnya yang sekarang ini adalah, Panglima Ying Lo, Chang Shan, Zang Yang dan keluarganya, seluruh keluarga Yuan, Keluarga Hiroshi, dan satu lagi Mao Lao.
Panglima Wei Fang, Katashi dan Katsuyuki masih belum pernah melihat wajah Tian Feng yang sesungguhnya, karena itu Wei Fang juga sangat penasaran akan wajah Tian Feng, begitu juga dengan Katashi dan Katsuyuki yang hanya berdiri di samping ruangan dengan penutup wajah.
"Nanti saja Naomi! Aku janji akan membuka topeng ini hanya untuk orang-orang tertentu saja, dan suatu saat nanti jika aku sudah menikah, maka topeng ini akan aku lepas selamanya!" kata Tian Feng.
"Menikah? Apakah kamu sudah memiliki calon istri?" tanya Hiroshi.
Sebenarnya Naomi juga ingin bertanya, namun keduluan Ayahnya yang lebih dulu melontarkan pertanyaan nya.
"Be..belum Tuan Hiroshi!" jawab Tian Feng dengan perasaan sedikit malu.
Hiroshi tersenyum lebar kemudian menatap Naomi sambil memainkan matanya pada putrinya.
"Mata ayah kenapa?" tanya Naomi.
Tian Feng langsung menoleh kearah Hiroshi sambil memperhatikan mata Hiroshi, tidak hanya Tian Feng, melainkan hampir semuanya.
"Ah..! Barusan ada debu yang masuk ke mata ayah!" jawab Hiroshi dengan berpura-pura mengucek-ngucek matanya dan berpura-pura kelilipan debu.
Batin Hiroshi mengumpat kepada Naomi, dia tidak menyangka jika Naomi tidak akan mengerti akan maksud isyarat dari permainan matanya.
"Tian gege..!"
Suara Chie Xie yang memanggil Tian Feng terdengar dari arah pintu. Semuanya menoleh dan melihat kearah Chie Xie yang berlari kencang kearah Tian Feng kemudian memeluk Tian Feng.
"Kenapa Tian gege lama sekali perginya? Xie'er tidak memiliki teman untuk berlatih!" kata Chie Xie dengan manja.
Senyum hangat Tian Feng segera menghiasi separuh bibirnya yang terlihat, hanya Chie Xie yang bisa membuat Tian Feng bisa terlihat lebih bahagia.
"Eeeh? Tian gege, siapa dia?" Chie Xie bertanya tentang Naomi yang duduk di samping kursi Tian Feng.
"Owh! Ini Nona Naomi dan yang ini ayahnya Tuan Hiroshi!" kata Tian Feng.
Chie Xie segera memberi salam kepada mereka berdua dan Naomi menyambut baik salam Chie Xie.
"Chie Xie-san, sejak tadi aku ingin bertemu dengan mu, akhirnya sekarang bertemu juga!" kata Naomi.
Chie Xie memandang wajah Naomi dengan seksama, "Nona Naomi! Kamu cantik sekali," kata Chie Xie.
"Kamu juga cantik!" balas Naomi.
Chie Xie menatap Naomi dan Tian Feng secara bergantian kemudian dia mulai melontarkan pernyataan yang mengejutkan Tian Feng dan juga Naomi.
"Apakah Nona Naomi ini kekasih mu Tian gege?" tanya Chie Xie dengan tatapan penuh curiga.
Tian Feng dan Naomi saling berpandangan serta tidak menduga jika Chie Xie akan bertanya hal seperti itu.
"Kekasih apanya Xie'er? Kamu ini masih kecil tahu apa kamu tentang urusan orang dewasa!" kata Tian Feng yang disertai dengan sentilan pelan di dahi Chie Xie.
"Aku bukan anak kecil lagi Tian gege! Jadi berhenti mengatakan aku sebagai anak kecil lagi!" kata Chie Xie yang mulai ngambek.
"Xie'er! Jangan berkata seperti itu pada kakakmu!" kata Lie Yie yang sejak tadi hanya melihat sambil tersenyum melihat tingkah Chie Xie yang sangat manja terhadap Tian Feng.
"Pokoknya aku tidak mau Tian gege menyebutku anak kecil lagi titik..!" kata Chie Xie kemudian dia pergi sambil menghentakkan kakinya beberapa kali kelantai kemudian dia pergi ke kamarnya.
Tian Feng hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, terkadang dia merasa Chie Xie bersikap kelewatan dan tidak mau melihat situasinya saat akan marah.
"Itu akibatnya jika kamu terlalu memanjakan adikmu!' kata Lie Yie.
"Biar aku yang akan menghibur Xie-san!" Naomi bangkit dan kemudian menyusul Chie Xie kekamarnya untuk menghiburnya.
"Maaf atas kejadian barusan Tuan Hiroshi!" kata Tian Feng yang merasa tidak enak terhadap Hiroshi.
__ADS_1
"Hahaha.. Tidak apa! Tidak apa-apa! Aku Justru senang melihat keharmonisan dan kerukunan kalian!" jawab Hiroshi sambil tertawa.
Tian Feng melirik Wei Fang yang sejak tadi menatapnya dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya, dia merasa tatapan Wei Fang terlalu tajam serta mengandung arti seperti ada yang ingin ditanyakan oleh Wei Fang.