Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Sandera


__ADS_3

***


Selama Empat hari Empat malam Tian Feng dan Naomi tetap bersabar menjalankan rencana mereka, selama itu juga Tian Feng mengetahui jika di dalam kapal ada sekitar Tiga Shinobi dan dua ronin yang memiliki kemampuan lebih tinggi dari yang lainnya.


Kini Naomi memberitahukan kepada Tian Feng jika kemungkinan besar besok sore Gunung Toakai akan mulai terlihat dan kemungkinan besarnya kapal akan berlabuh di Pelabuhan saat malam hari.


"Kalau begitu nanti malam kita akan keluar dari Kapal ini!" kata Tian Feng.


"Keluar tanpa memberikan pelajaran kepada Hataro? Aku tidak setuju!" kata Naomi.


Andai Hataro tidak menculiknya dan mengikat dirinya seperti tawanan, Naomi pasti akan tetap bersikap ramah dan berusaha menghormatinya karena Hataro adalah anak Daimo.


Namun kemarahan Naomi sudah tidak bisa di bendung lagi setelah perlakuan yang sudah Hataro berikan padanya.


Apapun resikonya nanti, Naomi sudah tidak perduli lagi, yang penting dia harus memberikan pelajaran kepada Hataro agar kelak Hataro bisa lebih menghargai seorang wanita.


Tian Feng mulai memperhatikan setiap Shinobi yang berjaga, bagi Tian Feng tidak sulit untuk membunuh mereka semua sekaligus, namun tidak untuk Naomi.


Saat hari sudah malam seperti biasa Hataro akan datang ke kamar Naomi untuk menjenguknya, seperti biasa juga Naomi masih tetep berpura-pura tidak berdaya.


"Aku hanya ingin mengingatkan padamu jika kemungkinan besok malam kita sudah tiba di Pelabuhan Sinagata, kamu tenang saja karena nanti aku akan melepaskan ikatan di tangan dan kakimu agar kamu terlihat lebih terhormat saat berjalan bersamaku!" kata Hataro.


Biasanya Naomi tidak pernah merespon terhadap perkataan Hataro, namun kali ini dia menatap Hataro sekaligus tersenyum kepada Hataro.


Hataro mengerutkan dahinya saat melihat senyuman manis Naomi, dia tidak menyangka Naomi akan tersenyum seperti itu kepada dirinya.


"Hataro-kun! Aku juga sudah tidak sabar ingin segera tiba disana, aku harap kamu kelak jika kamu benar-benar menikahi ku, kamu akan membahagiakan ku dan tidak akan membiarkan ku bersedih!" kata Naomi.


Hataro jadi kesulitan untuk berbicara, dia tidak tahu apa yang sudah menyebabkan Naomi berubah seperti itu, walau merasa senang dan bahagia, Hataro tetap tidak langsung yakin terhadap ucapan Naomi.


"Apakah kamu sedang bercanda? Atau kamu ingin mempermainkan ku?" tanya Hataro.


"Hataro-kun, mana mungkin aku berani mempermainkan anak seorang Daimo, walau memilki tiga keberanian sekalipun, Klan Tsuki tidak akan pernah berani menyinggung Klan Iga!" kata Naomi.


Hataro memang keturunan Klan Iga, nama Hataro sendiri adalah Iga Hataro, sedangkan ayahnya bernama Iga Kinzu yang menjadi salaj satu orang tertinggi di Toakai.


"Baguslah jika kamu sudah sadar akan status derajat mu! Kamu juga tidak perlu khawatir jika nanti sudah menjadi istriku, apapun yang kamu inginkan pasti akan terwujud karena harta ku tidak akan habis!" kata Hataro.


Hataro bangkit dan berjalan kearah pintu, dia berhenti sejenak dan menoleh kearah Naomi sekali lagi sambil tersenyum lebar dan berniat keluar dari kamar Naomi.


Saat Hataro berbalik kearah pintu, tiba-tiba saja Shinobi penjaga sudah berdiri menghadang jalannya.

__ADS_1


"Kenapa kamu berdiri disitu? Cepat minggir aku mau keluar!" kata Hiroshi.


Nyatanya Shinobi tersebut tidak juga bergeming membuat Hataro sangat marah dan berniat memukul Shinobi penjaga tersebut.


"Beraninya kamu tidak mendengarkan perintahku!" kata Hataro kemudian dia mengarahkan kipasnya ke dada Shinobi tersebut.


Kipas Hataro di tepis begitu saja sehingga kipas tersebut terlempar ke samping dinding kamar Naomi yang terbuat dari kayu.


"Kau..!" Hataro terkejut dan menatap Shinobi penjaga tersebut dengan tatapan tajam.


Hataro belum sempat memarahi atau menyerang penjaga tersebut, tiba-tiba saja sebuah pedang melintang dihadapannya dan kemudian bergerak hingga sampai kelehernya.


Hataro yang terkejut hanya bisa menelan ludah saat pedang tersebut berada di lehernya, "Na..Naomi! Ka..kamu mau apa? Ce..ce.. cepat jauhkan pedang mu dari leherku!" kata Hataro.


Hataro jelas terkejut karena ternyata Naomi bisa melepaskan ikatannya, kini Naomi semakin menempelkan pedangnya ke kulit leher Hataro hingga sedikit terluka dan darah mulai terlihat dileher Hataro.


"Sebaiknya kamu diam atau pedang ini akan membuat luka yang lebih dalam pada lehermu!" kata Naomi.


"Kau..! dasar kau penghianat..!" Hataro memarahi penjaga tersebut.


Dia yakin jika yang sudah melepaskan ikatan Naomi pasti penjaganya, jika tanpa bantuan dari luar tidak mungkin Naomi bisa melepaskan ikatan tersebut seorang diri.


"Apa maksud mu?" Hataro jelas tidak mengerti.


Naomi mendekatkan mulutnya ke telinga Hataro dan kemudian berkata dengan nada pelan, "Dia adalah Monster tampan dari Kerajaan Wu, jadi waspadalah!" kata Naomi.


Tian Feng yang tidak mengerti Bahasa Naomi hanya bisa mendengarkan saja sekaligus memperhatikan kesekelilingnya.


Kata Monster memang terdengar seram, namun kata Tampan justru terdengar konyol jika harus menggabungkan kata Monster dan Tampan.


"Dari pada kamu banyak bertanya, sebaiknya kamu diam dan ikuti perintah ku!" kata Naomi.


"Kamu jangan main-main Naomi, kamu sadar siapa yang sedang kamu ancam ini? Apakah kamu sudah tidak perduli lagi kepada Klan mu?" kata Hataro.


"Dulu mungkin aku sangat tidak berani, namun sekarang sudah tidak! semua Kelancangan ku ini gara-gara perlakuan mu padaku, jadi sebaiknya kamu diam atau lehermu terpaksa aku iris dan jasadmu akan aku jadikan makanan ikan!" kata Naomi.


"Naomi! Apakah kamu masih ingin mengobrol dengannya? Jika tidak ayo kita segera bawa dia ke dek atas!" ajak Tian Feng.


"Tidak ada lagi yang ingin aku bicarakan dengannya!" jawab Naomi.


Tian Feng dan Naomi berjalan keluar, saat melewati pintu keluar kamar Naomi, Hataro melihat satu Shinobi penjaga sudah terbaring tidak bernyawa di samping pintu luar kamar Naomi.

__ADS_1


Hataro segera dibawah oleh Naomi ke dek atas, dan para Shinobi dan ronin melihat Hataro di sandera segera mengepung Tian Feng dan Naomi.


"Jika kalian tidak ingin nyawa tuan kalian melayang, jangan berani menghalangi kami!" kata Naomi dengan bahasanya kepada para Shinobi dan ronin.


Semuanya hanya bisa berpandangan dan kemudian menjaga jarak dari Naomi yang menyandera Hataro.


Mereka berjalan mengikuti Naomi yang menuju ke anjungan kapal sekaligus berusaha mencari celah untuk menyelamatkan Hataro.


Tian Feng yang berjalan di depan mengerutkan dahinya saat merasa ada yang janggal, "Berhenti Naomi!" kata Tian Feng.


"Ada apa Tian-Kun?" Naomi balik bertanya.


Tian Feng tidak menjawab, dia melepas kain bungkusan Toyanya yang mengecil dan kemudian Toya Emasnya itu berubah menjadi panjang seukuran dua meter.


Semua orang termasuk Naomi merasa takjub melihat keajaiban Toya Emas milik Tian Feng yang bisa berubah menjadi panjang seukuran dengan Toya pada umumnya.


"Percuma kalian bersembunyi! Cepat keluar dan tunjukkan wujud kalian sekarang juga!" kata Tian Feng.


Hanya Naomi yang mengerti bahasa Tian Feng sehingga dia mengerutkan dahinya dan tidak lama dia segera menterjemahkan bahasa Tian Feng.


Tidak ada respon atau jawab dari siapapun yang mencurigakan sehingga Naomi sedikit kebingungan.


"Hem.. Baik kalau kalian pikir aku tidak tahu akan keberadaan kalian, kalau begitu aku yang akan memaksa kalian untuk keluar!" kata Tian Feng kemudian dia melempar Toyanya ke arah bayangan Hataro.


Saat Toya Tian Feng hampir mengenai bayangan Hataro, tiba-tiba saja muncul seorang Shinobi dari bayangan Hataro dan kemudian dia melompat agak jauh.


Toya Emas yang sudah terlanjur dilepampar oleh Tian Feng hanya mengenai Dek kapal hingga Toya tersebut menembus dek tersebut kemudian kembali terbang dan kembali ke tangan Tian Feng.


"Hebat sekali kamu Kesatria, kamu bisa menyadari keberadaan aku bahkan mengetahui tempat persembunyian ku!" kata Shinobi tersebut.


Tidak berselang beberapa lama, datang dua Shinobi lagi dan dua ronin sekaligus mengelilingi Tian Feng.


"Kamu tidak akan bisa keluar dari kapal ini karena kami akan membunuh mu disini!" kata salah satu ronin.


"Jangan bicara saja! Cepat selamatkan aku dari si...!"


"Aku bilang diam...!"


Hataro yang ingin meminta pertolongan kepada salah satu dari lima orang pengawal terhebatnya langsung berhenti saat Naomi membentaknya sekaligus menekan pedangnya lebih kuat ke leher Hataro.


Hataro hanya bisa meringis menahan perih luka goresan di lehernya, sedangkan Naomi sama sekali tidak peduli dan tetap akan menjadikan Hataro sebagai Sandera nya.

__ADS_1


__ADS_2