Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pelepasan Tanda Segel Kesetiaan


__ADS_3

"Penghianat, jangan kamu pikir aku takut padamu, ingat jika saat ini kamu sedang dicari oleh Ketua untuk dihukum, jadi sebaiknya kamu jangan melawan lagi atau kamu akan terluka seperti saat terakhir kali!" ancam Hikari.


"Kau mau mengancam ku? Aku akui sebelumnya jika aku sudah ceroboh, tapi sekarang jangan kamu pikir aku akan seperti yang kemarin, sekarang bersiaplah menerima pembalasanku!" kata Alice kemudian dia mengeluarkan pedangnya.


Wajah Hikari semakin bertambah suram, ketakutan sedikit merasuki hatinya, dia berusaha melihat keberadaan yang lain namun tidak berhasil menemukan keberadaan rekan-rekannya, "Sial..!" gerutu Hikari.


"Dengarkan semuanya, jika kalian masih ingin hidup, kalian harus secepatnya pergi sejauh mungkin dari sini, bagi yang belum memiliki tanda kesetiaan, urungkan niat kalian untuk jadi pengikut organisasi ini jika kalian tidak ingin menyesal, bagi yang sudah memiliki tanda kesetiaan pergilah, nanti aku akan membantu kalian untuk menghilangkan tanda terkutuk itu setelah urusanku dengan wanita tua ini selesai!" seru Alice.


Semua orang segera panik begitu mendengar seruan Alice, banyak penjaga di luar, mereka semua adalah para penjaga gabungan dari Organisasi Bintang Hitam dan Organisasi Tiga Bunga yang sudah resmi menjadi prajurit istana Kerajaan Wutong.


Namun sebanyaknya pasukan itu, mereka tentu tidak berani menghadang kerumunan warga yang begitu banyak.


"Kurang ajar, apakah kamu lupa siapa kamu ini? Berani mengacaukan ritual Organisasi Bintang Hitam berarti mencari kematian!" Hikari langsung marah kepada Alice, dia membuang rasa takutnya dan kemudian mengeluarkan senjata rahasia yang jarang ia gunakan, senjata itu adalah dua bilah pedang pendek bermata tunggal sebagai ciri khas dirinya sebagai Kinoichi.


"Ilmu Bayangan Hitam Membelah diri."


Beberapa kabut hitam keluar dari belakang Hikari, satu persatu keluar dan melompat mengelilingi Alice, total keseluruhan berjumlah 20 bayangan hitam yang semua memegang pedang.


"Heh ini hanya trik murahan, baik aku akan tunjukkan kemampuanku!" kata Alice kemudian dia melemparkan Pedangnya dan pedang tersebut melayang dengan ujung menghadap keudara.


"Pedang Seratus Bayangan Hitam."


"Pedang Energi Kegelapan."


Pedang Alice yang melayang tiba-tiba menjadi banyak dan berbaris menghadap keudara, seratus pedang bayangan kini melayang kemudian semuanya bergerak menyerang kedua puluh bayangan hitam dan juga menyerang Hikari.


Hikari segera melompat mundur sekaligus menahan serangan bayangan pedang itu yang melesat dalam jumlah banyak kearahnya. Merasa tidak sanggup melawan serangan beruntun dari bayangan pedang Alice, Hikari melompat keudara kemudian dia terbang tinggi ke langit.


"Mau lari? Jangan mimpi!" Alice berdecak kesal kemudian dia menekan kakinya ditanah dan melompat terbang dengan kecepatan tinggi menyusul Hikari


"Rasakan ini! Tebasan Energi Hitam."


Alice yang hampir menyusul Hikari melepaskan satu tebasan energi pedang yang sangat kuat, Hikari sendiri menoleh kebawah dan melihat energi pedang Alice yang menuju kearahnya.


"Jurus Rahasia Pedang Silang Iblis."


Hikari segera menyilangkan kedua Pedangnya dan melepaskan energi pedang yang berbentuk silang untuk membalas serangan Alice.


Ledakan benturan dari dua energi yang beradu menciptakan cahaya terang di langit, semua orang dibawah menatap ke langit dan mereka hanya bisa melihat kilatan-kilatan petir dari energi yang pecah menyebar membentuk gumpalan awan.


Tian Feng hanya menyaksikan semua itu dari bawah, dia tidak berencana untuk membantu Alice karena dia tahu Alice pasti bisa menang karena kemampuan Hikari berada di bawah Alice. Tian Feng hanya memperhatikan situasi saja sekaligus menjaga yang lain, jika sampai Dusten dan Arthur serta Wanita Racun muncul untuk membantu Hikari, maka Tian Feng akan mengulurkan tangan.


Saat ini Tian Feng tidak memiliki topeng lagi karena topeng yang sudah menemaninya selama ini sudah rusak akibat pertempuran terakhir melawan Louis. Yang bisa dilakukan oleh Tian Feng hanya menutup wajahnya dengan kain serta mengenakan penutup kepala.


Hikari saat ini benar-benar tidak mampu untuk melawan Alice sehingga dia berada di posisi tidak diuntungkan, sedangkan Alice terus memberikan serangan ganas dengan keinginan membunuh yang besar.


"Tebasan Pedang Kembar."


Hikari mengayunkan kedua pedangnya menyerang Alice dengan serangan jarak dekat. Tebasan demi tebasan terus dia lancarkan dengan melepaskan energi sebagai dukungan tambahan.


Serangan tajam beruntun dari Hikari tidak membuat Alice menjadi gentar sedikitpun, dia justru memasang senyum menakutkan serta memberikan serangan balasan yang lebih besar.


"Pedang Badai Hitam Membelah Samudra."

__ADS_1


Alice menggunakan momentum serangan jarak dekat Hikari dengan memberikan tebasan pedang yang mengandung energi yang sangat besar, tentu saja Hikari terkejut dan tidak akan bisa menghindari serangan besar Alice. Jarak yang terlalu dekat itu membuat Hikari hanya mampu menggunakan pertahanan dengan menyilangkan kedua pedangnya ke depan dan melepaskan energi hitam sebagai perisai pertahanan.


Pedang Alice yang mengandung energi besar membentur perisai pertahanan Hikari sehingga gelombang kejut segera terlihat menyebar dan menggetarkan tanah dibawahnya.


"Kamu pikir bisa menahan seranganku ini Hikari? Sekarang pergi dan mati!" seru Alice kemudian dia mendorong pedangnya dengan kuat.


Bang!!


Energi pedang Alice segera menghancurkan Perisai Hitam serta mematahkan kedua pedang milik Hikari, kekuatan sebesar itu jelas tidak akan mampu ditahan lagi oleh Hikari dan energi Pedang berwarna hitam dengan mulus menghantam tubuh Hikari hingga terhempas kebawah dengan kecepatan tinggi, yang terdengar hanya jeritan kesakitan yang keluar dari mulut Hikari.


"Ini masih belum cukup!" seru Alice kemudian dia mengangkat pedangnya dan energi hitam kembali berkumpul.


"Tebasan Energi Hitam."


Alice mengayunkan pedangnya ke bawah lurus menuju kearah Hikari yang meluncur kebawah dan belum mencapai tanah. Energi hitam yang terbentuk dari tebasan pedang Alice melesat turun dengan kecepatan sangat tinggi.


Hikari yang tubuhnya dipenuhi rasa sakit yang luar biasa hanya bisa melihat energi pedang Alice menuju kearahnya, dia hanya bisa pasrah karena sebelumnya dia sadar jika dirinya tidak layak untuk berduel dengan Alice.


Energi pedang berwarna hitam itu langsung menghantam tubuh Alice dan suara teriakan keras dari Hikari yang memekakkan telinga terdengar keseluruh kota.


Bamm!!!


Tubuh Hikari yang semula terhempas dengan cepat kebawah semakin bertambah cepat saat terkena serangan andalan Alice, tubuhnya membentur tanah dan getaran langsung terasa hingga keseluruh kota, debu tebal berterbangan menutupi tempat jatuhnya Hikari, semua orang yang awalnya sudah menjauh kini terdiam hanya untuk melihat akan bagaimana kondisi Hikari setelah terkena serangan Alice yang besar.


Debu perlahan-lahan mulai berkurang dan setelah itu terlihat sebuah lubang yang cukup lebar dan dalam terbentuk di tempat jatuhnya Hikari.


Hikari juga terlihat tertimbun tanah, namun hanya sebagian tubuhnya saja, dia terlihat sudah tidak memiliki kekuatan sedikitpun untuk bangkit, tubuhnya lemah dan kondisinya menyedihkan, beberapa tulang-tulang sudah hancur dan Hikari juga memuntahkan banyak darah.


Hikari tidak bisa menjawab apa-apa karena dia sudah benar-benar tidak bisa bergerak serta tidak lagi memiliki sisa energi akibat serangan Alice yang terakhir.


Alice mengarahkan telapak tangannya kearah Hikari dan kemudian terlihat energi api seperti obor melayang menuju ke telapak tangannya.


"Selama ini masih ada, leluhurku akan tetap terus memburuku, jadi aku akan mengambilnya kembali, dan kamu! Ini adalah akhir dari perjalanan hidupmu," kata Alice memandang Hikari yang semakin melemah.


Alice menyerap kembali energi hitam yang mirip obor itu kemudian dia menghujamkan pedangnya tepat dijantung Hikari yang sudah tidak berdaya. Tidak ada suara erangan apapun yang keluar dari mulut Hikari, yang ada hanya mata Hikari yang melotot sesaat saat pedang Alice menusuk jantungnya dan kemudian dia menjatuhkan kepalanya dan mati dengan mata masih terbuka.


Tian Feng melihat itu hanya merasa takjub, dia tidak menduga wanita secantik Alice yang kehormatannya sudah dia ambil memiliki sisi yang kejam, namun dia senang karena Alice sekarang sudah resmi menjadi musuh Organisasi Bintang Hitam.


Walau Organisasi Bintang Hitam adalah organisasi yang didirikan oleh keluarganya, namun Alice yang pernah memimpin organisasi itu kini berbalik menjadi musuh, dan dukungan di samping Tian Feng kini bertambah mengingat Alice yang pasti mengetahui seberapa kuat Organisasi itu.


Alice berjalan kearah Tian Feng yang hanya diam, dia tersenyum puas setelah membunuh Hikari. Setelah sampai di dekat Tian Feng, dia mendekatkan wajahnya kemudian bertanya, "Apakah aku terlihat kejam?" tanya Alice.


Tian Feng mengangguk sekaligus menjawabnya, "Iya, tapi aku menyukainya!" jawab Tian Feng.


Senyum Alice semakin melebar kemudian dia membuka penutup wajah Tian Feng dan kemudian dia menyambar bibir Tian Feng, Alice sudah tidak merasa canggung lagi, apalagi dia sudah memberikan keperawanannya kepada Tian Feng sehingga dia sudah menganggap Tian Feng sebagai pasangannya walau dia tahu jika itu masih belum pasti, kecuali jika keduanya menikah.


Tian Feng yang sempat terkejut tidak bisa melawan dan menyambut bibir Alice tanpa perduli tatapan aneh semua orang terhadap mereka berdua.


Setelah beberapa saat Alice menatap para warga yang diam ketakutan, Alice menghela nafas sesaat kemudian dia menatap kearah para prajurit yang jauh.


Para prajurit itu sudah lama mundur saat Hikari terjatuh dari udara, mereka tidak berani tetap berada disana karena takut setelah Hikari terbunuh, mereka yang akan menjadi sasaran berikutnya.


"Sekarang apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Tian Feng.

__ADS_1


"Aku akan membantu para warga untuk menghilangkan tanda kesetiaan di pundak mereka, jika tidak dihilangkan, mereka akan menjadi budak dan akan dikendalikan oleh Panglima Gerbang Utara!" jawab Alice.


"Panglima Gerbang Utara? Siapa dia?" tanya Tian Feng.


"Dia adalah sosok sebenarnya yang membangun Organisasi Bintang Hitam melalui keluargaku, namun dia melakukan itu untuk sosok lain yang mereka sebut Dewa Agung Kegelapan!" jawab Alice.


"Itu pasti Kaisar Kegelapan, lalu bagiamana caranya menghilangkan tanda kesetian itu?" tanya lagi Tian Feng.


"Tanda kesetiaan adalah sebuah segel yang mengikat jiwa seseorang, hanya aku dan kakekku yang bisa menghapus tanda kesetiaan itu selamanya, dan kami juga bisa membuat tanda kesetiaan itu juga," kata Alice.


"Owh, itu artinya hanya keluargamu saja yang bisa menghilangkan tanda kesetian itu!" Tian Feng berbicara sambil menatap kearah para warga.


"Iya, tapi jika melakukan satu persatu akan sangat lama jadi aku akan menggunakan cara masal, aku akan menggunakan mantra pelepas segel dan akan menciptakan hujan dari kabut hitam yang akan dibentuk oleh energi hitam, dan saat aku melakukan itu, tidak seorangpun boleh mengganggu konsentrasiku, jika sampai ada yang mengganggu bahkan menyerangku, aku tidak hanya akan gagal, namun aku juga akan terluka bahkan juga bisa mati!" kata Alice.


Tian Feng mengerti maksud arah penjelasan Alice kemudian dia berkata, "Lakukan saja, aku akan berada disisimu dan melindungimu, jadi kamu tidak perlu khawatir!" kata Tian Feng.


"Aku percaya itu padamu, sekarang aku akan mengumpulkan semua orang yang memiliki tanda kesetiaan itu kemudian aku akan memulai melakukan ritual penghapusan!" kata Alice.


"Baik, tapi kamu harus hati-hati dan tetap berkonsentrasi pada misimu!" jawab Tian Feng.


Alice tersenyum hangat kemudian dia juga menjawab, "Kamu juga hati-hati, jika lawanmu sangat berat, jangan dipaksakan, pergilah jika memang kamu tidak sanggup melawan bahaya itu!" kata Alice kemudian dia ingin melangkah.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu dalam keadaan apapun, aku sudah berjanji dan tidak akan aku tarik lagi!" jawab Tian Feng.


Alice mengangguk dengan wajah yang berseri-seri kemudian dia segera pergi untuk mengumpulkan semua orang yang memiliki tanda kesetiaan.


"Semua orang dengarkan seruanku ini, siapa saja yang telah memiliki tanda kesetiaan bagi yang ingin menghilangkannya segera berkumpul disini, namun bagi yang tidak memiliki aku minta untuk menjauh dan menjaga jarak sejauh mungkin!" seru Alice berseru dengan menggunakan energi hingga suaranya terdengar menggema.


Semua orang saling berpandangan, tidak satupun ada yang maju karena masih takut, namun tidak lama kemudian seorang wanita yang menggendong bayi maju dan berjalan kearah Alice.


"Apakah Nona bisa melakukannya?" tanya wanita tersebut.


Alice tersenyum dan mata birunya menoleh kearah bayi kecil di gendongan ibunya, "Percayalah padaku nyonya, namun karena kamu memiliki bayi, maka kamu akan menjadi yang pertama yang akan aku bebaskan!" kata Alice kemudian dia membuat segel tangan dan memulai menggunakan mantra Pelepasan Tanda Segel Kesetiaan.


Alice menyentuh pundak wanita tersebut, dan sesaat kemudian aura hitam segera keluar dari tubuh wanita itu, yang dirasakan oleh wanita itu hanyalah sedikit perih dan tidak sakit seperti saat Hikari membuat Tanda Segel Kesetiaan.


Setelah berselang beberapa saat, aura hitam yang keluar dari tubuh wanita itu habis, dan wanita itu merasakan beban beratnya seperti telah diangkat sehingga tubuhnya terasa ringan.


"Ini benar, aku sudah terbebas! Terima kasih Nona, terima kasih banyak!" kata Wanita itu yang ingin bersujud.


Alice buru-buru menahan tubuh wanita tersebut kemudian dia tersenyum lembut, "Tidak perlu berterima kasih seperti itu padaku nyonya, ini sudah menjadi tugasku sekaligus penebusan kesalahanku dimasa lalu!" kata Alice kemudian dia memegang pipi bayi kecil yang masih menutup mata.


"Sekarang Nyoya dan adik kecil sudah aman, silahkan pergi menjauh dulu karena aku akan melakukan ritual pembebasan secara masal!" kata Alice.


Wanita tersebut mengangguk dan mengucap rasa terima kasih sekali lagi sebelum akhirnya dia pergi dengan wajah cerah dan bahagia. Melihat wanita itu yang rupanya benar-benar berhasil dibebaskan oleh Alice, mereka tidak ragu lagi dan langsung maju untuk bisa segera bebas dari Tanda Segel Kesetiaan.


Mereka semua mengikuti arahan Alice dan berkumpul di satu tempat yang lapang dan luas, setelah semua orang yang memiliki Tanda Segel Kesetiaan berkumpul, Alice pun memulai melakukan ritual pelepasan Tanda Segel Kesetiaan.


Alice membuat segel tangan yang rumit kemudian dia langsung mengarahkan kedua telapak tangannya ke langit dan energi hitam segera terlontar ke udara dan berubah bentuk menjadi tiga lonceng besar berwarna hitam.


Lonceng tersebut berdentang mengeluarkan bunyi keras dan kemudian hancur menjadi awan hitam yang sangat tebal dilangit.


"Sihir Pembatalan Segel Kegelapan."

__ADS_1


__ADS_2