
***
"Xie'er apa maksudmu tadi? Apakah kamu berencana menolak lamaran Ibu Ratu?" Lie Yie bertanya setelah tiba dirumah.
"Iya Xie'er! Apakah kamu menolak perjodohan ini? Atau kamu sudah memiliki calon yang lain?" Yuan Xia juga bertanya.
"Ayah! Ibu! Maafkan Xie'er jika tadi Xie'er telah mempermalukan kalian berdua! Tapi sungguh Xie'er tidak ada niat untuk melakukannya, dan alasan Xie'er meminta waktu kepada Ibu Ratu karena Xie'er memiliki alasan sendiri!" jawab Chie Xie.
"Apa alasanmu?" tanya Lie Yie dengan menyipitkan matanya berusaha mencari tahu.
Chie Xie terdiam dan merasa ragu untuk menjelaskannya, dia juga tidak ingin mengecewakan ke-dua orang tuanya, namun dia juga tidak ingin menanggung resiko jika terus memaksakan diri menuruti keinginan para orang tua.
"Sebenarnya aku masih belum cukup umur! Lagi pula tidak baik jika menikah diusia muda!" kata Chie Xie mencari alasan.
"Jika hanya itu saja, kalian kan masih bisa bertunangan, setelah kalian cukup umur kalian baru bisa menikah!" kata Lie Yie.
Zang Yang yang mendengarkan pembicaraan mereka dari luar hanya bisa menghela nafas panjang, dia sendiri juga tidak menduga jika Ibu Ratu akan melamar Chie Xie, namun dia juga tidak menyangka jika Chie Xie berani meminta waktu kepada Ibu Ratu.
Walau Chie Xie adalah salah satu Pendekar terkuat setelah Tian Feng, namun sebagai Rakyat Kerajaan Wu tidak seharusnya Chie Xie bersikap seberani itu kepada Ibu Ratu yang menjadi pemimpin utama di Kerajaan Wu.
Andai Ibu Ratu sendiri sampai tidak suka dengan sikap Chie Xie, apa yang bisa dilakukannya, menangkap Chie Xie sekalipun sepertinya adalah hal yang mustahil.
"Masalah keluarga yang benar-benar rumit!" gumam Zang Yang sambil mengelus dada.
Zang Yang mulai membayangkan andai ini terjadi terhadap Cucunya, apa yang bisa dilakukannya jika sampai cucunya melakukan kesalahan, jelas Zang Yang tidak memiliki kekuatan lebih jika sampai Ibu Ratu menyuruh para Kesatria Istana untuk menangkap nya dan salah satunya adalah Wei Fang yang tidak mungkin bisa ia lawan.
"Xie'er! Kita tidak tahu kapan kakakmu akan kembali, sepertinya menunggunya juga percuma!" kata Yuan Xia.
Perkataan Yuan Xia mendapatkan respon langsung tidak hanya dari Chie Xie, bahkan Lie Yie menatap Yuan Xia dengan tatapan dingin.
"Apa maksud ucapanmu Xia?" tanya Lie Yie.
"Katakan ayah! Kenapa ayah berkata demikian?"
Yuan Xia segera menelan ludah melihat tatapan dingin istrinya, dia sadar jika dia sudah salah bicara, apalagi di hadapan Lie Yie yang sangat sensitif jika mendengar nama Tian Feng disebut.
"Eee... Aku hanya...!" Yuan Xia kebingungan untuk menjawabnya.
__ADS_1
"Apakah kamu sudah tidak mau mengakui keberadaan Tian lagi Xia?"
"Bukan! Bukan itu maksudku Yie'er! Aku..aku hanya...!"
"Malam ini kamu tidak boleh tidur dikamar! Tidur sana di kandang kuda! Ayo Xie'er ikut Ibu kedalam."
"Yie'er jangan seperti itu! Kenapa kamu tega menyuruhku tidur di luar?"
"Terserah..! Pokoknya malam ini kamu tidak boleh tidur di dalam rumah."
Lie Yie dan Chie Xie meninggalkan Yuan Xia yang hanya bisa menggaruk-garuk kepala bagian belakang.
"Sepertinya Nyonya marah hingga beberapa hari Tuan!"
Yuan Xia menoleh ke arah suara Zang Yang dan kemudian dia tersenyum kecut sekaligus menjawabnya, "Aku berharap mudah-mudahan malam ini dia sudah tidak marah lagi!" jawab Yuan Xia.
"Ini salah Tuan sendiri! Sudah tahu nyonya sangat sensitif jika Tuan membicarakan nama Tian dengan ucapan seperti itu!" Zang Yang mengingat serta menyalahkan Yuan Xia.
"Iya aku tahu itu! Tapi masalahnya malam ini aku harus tidur dimana? Jika aku masih berada di dalam rumah ini malam ini, aku takut Yie'er masih marah dan mengusirku keluar!"
"Apakah kamu tidak akan tidur malam ini?"
Zang Yang hanya menggelengkan kepalanya, sebenarnya Zang Yang jarang tidur saat malam karena dia harus menjaga rumah Zang Yang saat tengah malam yang sepi.
Yang di lakukan oleh Zang Yang saat malam hanyalah Bermeditasi sekaligus memasang kewaspadaan yang cukup tinggi, karena setelah Katashi dan Katsuyuki pergi ke Toakai, Zang Yang semakin sibuk.
"Baiklah Guru Zang! Terima kasih banyak karena mau menolong ku malam ini!" kata Yuan Xia sambil memeluk Zang Yang.
"Ini hanya bantuan kecil Tuan Yuan, jadi Tuan tidak perlu berterima kasih seperti itu!" jawab Zang Yang.
Zang Yang segera mengantarkan Yuan Xia kedalam kamarnya untuk beristirahat, sedang Zang Yang berencana akan duduk diatap rumah sekaligus bermeditasi disana sembari menjaga keamanan seluruh keluarga Yuan, namun dia tidak sendirian karena ada para prajurit yang juga ikut menjaga.
***
Tian Feng berdiri mematung saat merasakan energi yang begitu besar dari dalam tubuhnya, tidak seperti saat berada di tahap Raja Bumi, tahap Raja Langit ternyata memiliki energi yang begitu besar.
"Untuk saat ini kamu biasakan diri dulu dengan kekuatan barumu itu Tian! Seharusnya untuk saat ini kamu sudah mampu menandingi lawan yang memiliki tahap Raja Alam!" kata Ho Chen.
__ADS_1
"Dewa! Saya ingin segera sampai ketahap Raja Alam karena musuh-musuh saya dari para Pengawal Organisasi Bintang Hitam sudah berada di tahap itu!" kata Tian Feng.
"Sabar..butuh waktu serta proses Tian! Aku sangat yakin para manusia di dunia mu yang jadi pengikut An Huang Yi itu tidak akan menandingi mu, karena kekuatan mereka hanyalah kekuatan pinjaman saja yang di peroleh secara singkat tanpa latihan!" kata Ho Chen.
"An Huang Yi? Siapa dia?" tanya Ho Chen.
"Apakah Xian dan Xanzi tidak menceritakan kepadamu?" Ho Chen mengerutkan dahinya sekaligus bertanya.
Tian Feng menggelengkan kepalanya, dia belum pernah mendengar Xian maupun Xanzi pernah menyebut nama An Huang Yi.
"An Huang Yi adalah Sang Kaisar Kegelapan, kekuatan sangat besar! Ratusan tahun yang lalu kami pernah bertemu dengannya, dan kami semua memang bukan tandingannya, karena itu hanya kamu satu-satunya orang yang bisa menyatu dengan ke-tiga Pusaka yang akan berubah menjadi tombak untuk mengalahkannya!" kata Ho Chen.
"Perkataan Dewa hampir sama seperti yang di katakan oleh Buddha Maitreya, namun saya masih heran, kenapa harus saya yang hanya manusia biasa yang bisa mengalahkan Kaisar Kegelapan? Apakah para Dewa dan para Buddha tidak ada yang bisa melawannya?"
"Aku juga pernah memiliki pertanyaan yang sama seperti kamu Tian, memang tidak akan ada satu Dewa pun yang akan mampu mengalahkan An Huang Yi, dan memang hanya para Buddha saja yang bisa menandinginya!" kata Ho Chen.
"Nah itu kan! Jadi kenapa harus saya? Kenapa tidak para Buddha saja?" tanya Tian Feng yang merasa jika Ho Chen pasti bisa menjawabnya.
"Apakah kamu tahu para Buddha itu memiliki sifat seperti apa? Para Buddha hanya mengajak semua mahluk untuk belajar saling menghargai dan tidak boleh saling bertarung atau membunuh!"
Ho Chen menambahkan jika para Bodhisattva memiliki sifat Welas Asih dan tidak pernah membunuh, mereka hanya ingin melindungi semua mahluk yang ada di seluruh alam semesta serta memberikan bimbingan lewat Dharma.
Para Buddha tidak menyukai pertarungan, bahkan sangat membenci kejahatan, jika mahluk itu sangat jahat, para Buddha akan senantiasa mengajak mereka untuk bertobat, namun jika tidak maka akan dihukum, namun bukan di lenyapkan melainkan di hukum ke salah satu dunia agar mahluk itu menyadari kesalahannya dan mau bertobat.
Di samping itu, para Buddha juga memiliki banyak murid, dimana nantinya para murid tersebut akan membantu menyadarkan para mahluk yang sulit untuk di ingatkan, namun ada juga beberapa murid khusus yang diperbolehkan untuk membunuh jika ternyata mahluk tersebut masih tidak mau untuk bertobat.
"Ini sama saja seperti sebuah bidak catur, dimana aku hanya menjadi pion yang digerakkan oleh seseorang yang ingin mencapai tujuannya!" gumam Tian Feng.
Ho Chen tersenyum mendengar gumaman Tian Feng kemudian bertanya padanya, "Apakah kamu akan menolak anugerah yang diberikan oleh Buddha padamu?" tanya Ho Chen.
"Tidak! Saya akan melaksanakan tugas dari Buddha walau saya harus kehilangan nyawa!" jawab Tian Feng.
Walau dia menyadari jika semua ini seperti sebuah permainan catur dimana dirinya yang menjadi pion, namun karena ini adalah tugas dari Buddha, Tian Feng tidak akan menolaknya.
"Bagus! Setelah ini kamu akan membentuk Sendi kecil yang ke-empat yaitu Sendi Tanah, jika berhasil maka kamu akan mencapai ke tahap Raja Alam!" kata Ho Chen.
Tian Feng setuju dan tidak sabar ingin segera membentuk Sendi kecil yang ke-empat yaitu Elemen Tanah agar dirinya segera masuk ketahap Raja Alam, namun waktu Tian Feng tidak banyak lagi, karena dalam tiga tahun di Dunia dimensi akan segera dimulainya kekacauan di Kerajaan Wu, yang artinya tinggal tiga bulan lagi di dunia Tian Feng.
__ADS_1