Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
mengubah nama


__ADS_3

Louis berpikir untuk sesaat, jika dirinya yang dulu mungki dia akan menolak serta akan menantang balik, apalagi selain Tian Feng dan Naomi, sudah tidak ada lagi orang yang akan bisa menandinginya, namun Louis yang saat ini sudah berubah, disamping dia sudah memiliki menantu hebat, sekarang dia sudah memiliki hutang jasa.


Secara tidak langsung Kerajaan Wutong dan semua para Pendekar sudah bertarung mati-matian melawan pasukan Organisasi Bintang Hitam, itu sama saja dengan mereka melindungi dirinya yang sudah memutuskan untuk keluar dari Organisasi tersebut, jadi para pasukan dan para pendekar sudah melindungi dirinya.


"Ijinkan aku berbicara dengan Raja Zhi dan Panglima Wei, aku ingin berbicara langsung dengannya!" kata Louis.


Yuan Xia tersenyum lebar seraya menjawab, "Baik, besok kita akan keistana untuk bertemu dengan Yang Mulia langsung, dan aku minta kamu dan gurumu juga ikut kesana!" kata Yuan Xia.


"Kenapa aku harus ikut juga?" tanya Tian Feng dan Ho Chen hanya tersenyum tipis karena dia sudah tahu akan maksud Yuan Xia.


"Panglima Wei dan Yang Mulia ingin membicarakan sesuatu dengan kalian!" jawab Yuan Xia.


"Maaf Tuan Yuan, namun aku dan Tian tidak bisa ikut kesana, katakan pada Wei Fang jika kami berdua tidak akan bergabung karena ada hal yang lebih penting yang harus kami selesaikan, namun aku masih bisa meminta dua temanku untuk tetap berada disini, mereka akan membantu kalian jika memang ada bahaya yang mengancam dunia ini, namun untuk urusan negara, raja dan panglima Wei jangan terlalu banyak berharap!" kata Ho Chen.


Yuan Xia membuka tutup mulutnya, dia belum menjelaskan akan maksud dari keinginan Wei Fang, namun Ho Chen dengan sangat tepat menjawabnya.


Walau Wei Fang sudah tahu akan rencana Ho Chen dan Tian Feng, namun dia hanya ingin Tian Feng tetap berada di Kerajaan Wutong, itu semua demi Lie Yie, namun sepertinya itu sangatlah mustahil bagi Tian Feng dan Ho Chen untuk menerimanya.


"Baiklah, namun setidaknya tolong datanglah dulu, nanti guru bisa menyampaikannya secara langsung! Guru dan Tian adalah orang yang sangat disegani, tidak akan ada yang akan bisa memaksamu kalian disana!" ucap Yuan Xia.


"Baiklah jika itu yang ayah inginkan, kami berdua juga akan datang besok!" jawab Tian Feng.


Ho Chen menatap Tian Feng dengan tatapan tajam, dan Tian Feng hanya tersenyum canggung kemudian dia melihat kearah pintu kamar, dia melihat Lie Yie dan Alice keluar, dan Lie Yie menggendong Xihua dengan wajah sedikit lebih segar dari sebelumnya.


"Tian, kenapa kamu tidak menyematkan nama keluarga kita kepada cucuku? Apakah kamu benar-benar tidak mau menjadikan anakmu sebagai cucuku?"


Lie Yie yang beru tiba langsung mengomeli Tian Feng dan memprotes atas nama Tian Xihua yang Tian Feng berikan, padahal Tian sudah masuk dalam anggota keluarga Yuan.


"Eeee..untuk masalah itu...!"

__ADS_1


"Kamu masih saja bersikap seperti orang asing Tian!"


Tian Feng yang masih bingung untuk menjawab tiba-tiba saja terpotong oleh perkataan seseorang dari arah pintu, Tian Feng menoleh dan melihat Yuan Jiu sedang menuju kearahnya.


"Kakek..!"


Dari arah dalam, Chie Xie segera memanggil Yuan Jiu dan berlari kemudian memeluknya, sedangkan Yuan Jiu mengelus rambut Chie Xie dengan tersenyum lembut.


"Ayah, sejak kapan ayah tiba di Xanhuo? Bukankah ayah berencana akan tinggal lebih lama di rumah mendiang nenek?" tanya Yuan Xia.


"Aku sudah berada di sini sejak lima hari yang lalu, namun aku sengaja tidak memberitahu kalian, rencananya besok aku baru akan kesini, namun saat sedang berjalan-jalan, aku mendengar dari beberapa orang jika Yuan Tian sudah kembali, karena itu aku datang kesini!" kata Yuan Jiu kemudian dia menatap Chie Xie.


"Sudah beberapa tahun tidak melihatmu, kini kamu sudah menjadi gadis yang sangat cantik, wajahmu benar-benar mirip dengan mendiang nenek mu!" ucap Yuan Jiu.


"Kakek!"


Tian Feng masih ingat ketika dulu Yuan Jiu mati-matian menolak keberadaan dirinya, walau sedikit merasa sakit hati, namun Tian Feng dulu sadar jika yang dilakukan oleh Yuan Jiu itu sangatlah wajar, akan tetapi sekarang sudah berubah, Yuan Jiu sudah mengakui keberadaan Tian Feng dan dia sudah menganggap Tian Feng sebagai cucunya.


"Wajahmu semakin tampan sekali Yuan Tian!" ucap Yuan Jiu kemudian dia menatap Alice dan kemudian menatap kearah Naomi. "Istrimu yang mana?" tanya Yuan Jiu.


Alice segera datang menghampiri Tian Feng kemudian dia memberi salam hormat kepada Yuan Xia. "Nama saya Alice kakek, saya adalah istrinya Tian!" kata Alice.


"Wah, istrimu sangat cantik sekali! Aku tidak menyangka kamu akan menikahi gadis dari Foiberia, tapi siapa gadis cantik yang satunya ini?" Yuan Jiu kini menanyakan akan Naomi.


"Ayah, nona ini adalah putri Tuan Tsuki Hiroshi, ayah masih ingatkan?" kata Yuan Xia.


"Owh iya-iya aku ingat, jadi kamu adalah gadis kecil yang waktu itu! Sekarang kamu juga sudah menjadi gadis yang sangat cantik, tapi sayang..!" Yuan Jiu terdiam kemudian Naomi datang menghampiri Yuan Jiu dan membungkukkan badan memberi hormat seraya bertanya.


"Tapi sayang kenapa kakek Yuan?" tanya Naomi.

__ADS_1


"Tidak ada lupakan saja! Sekarang mari kita bahas kenapa kamu tidak menyematkan nama marga keluarga kita kepada cicitku?" tanya Yuan Jiu.


"Kalau soal itu aku serahkan saja kepadamu kek, jika kakek ingin memberikan nama besar keluarga kepada Xihua kami tidak akan menolaknya!" kata Tian Feng.


"Emm... seharusnya sejak awal saja kamu memberikan nama itu, tapi baiklah karena kamu ingin menyerahkan semuanya padaku, maka aku akan memasukkan nama besar keluarga kita, sekarang katakan siapa nama lengkap cicitku ini?" tanya Yuan Jiu.


"Tian Xihua!" Lie Yie yang lebih dulu menjawab.


"Emm.. Kalau begitu aku akan mengubah nama keluarga yang lebih terhormat, namanya adalah Yuan Yin Xihua!" kata Yuan Jiu.


"Hah?"


Tian Feng melongo mendengar nama putrinya yang dirubah, kini nama dirinya yang menghilang sehingga nama putrinya berubah menjadi nama Yuan Yin Xihua.


"Kenapa? Apakah kamu sekarang keberatan?" tanya Yuan Jiu.


Tian Feng ingin menjawab, namun saat melihat Lie Yie dan Alice senang mendengar nama itu, akhirnya Tian Feng hanya bisa menggaruk kepalanya saja.


"Aku tidak keberatan!" jawab Tian Feng.


"Apakah ayah mau menggendongnya?" Lie Yie menawarkan Yuan Jiu apakah ingin mengendong Xihua atau tidak.


"Aiya, tulangku ini sudah tidak mungkin kuat untuk menggendongnya, apakah kamu mau aku keseleo nantinya?"


Lie Yie tertawa kecil dan di susul oleh Yuan Xia dan yang lainnya. Kini Keluarga Yuan Xia terlihat hidup kembali karena kehadiran Xihua kecil, sedangkan Ho Chen masih menatap Tian Feng dengan tatapan yang masih terlihat marah.


***


Saya kaget sekali, saya pikir lebaran tanggal 3, ternyata tanggal 2, karena mendadak jadi saya langsung beres-beres rumah, dan menyempatkan diri untuk menulis walau sedikit. Kini karena sudah masuk hari raya idul Fitri, jadi saya dengan seluruh keluarga besar beserta tim penulis PDA hingga KTN mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H. Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin, maaf jika sering membuat kalian merasa tidak puas.

__ADS_1


__ADS_2