Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
bala bantuan


__ADS_3

"Pangeran tidak perlu memperdulikan wanita itu, biar hamba saja yang menghadapinya, yang penting pangeran segera tangkap Zhi Yu Zhuan," kata Wei Fang.


"Apakah panglima yakin? Sepertinya wanita yang mengaku sebagai Ratu darah itu cukup kuat!" walau Zhi Yei Fai masih berada di tingkat Pendekar Tengah, namun dia yakin jika Wen Lin sangat kuat, itu bisa dia rasa saat dirinya tidak bisa bergerak dan Pedang nya yang tiba-tiba saja melentur saat di sentuh olehnya.


"Hamba tahu itu, Ratu apapun namanya hamba akan menghadapinya semampu yang hamba bisa, jadi jangan tunggu lama-lama lagi!" kata Wei Fang kemudian dia menghentakkan gagang goloknya ke lantai sehingga tercipta sebuah guncangan keras dan lantai kamar langsung retak.


Zhi Yei Fai mengangguk kemudian dia menatap Zhi Yu Zhuan yang mulai panik kembali kemudian dengan cepat dia berlari kearah Zhi Yu Zhuan dengan tangan membentuk sebuah cakar naga.


Zhi Yu Zhuan langsung panik, sebisa mungkin dia berlari keluar dari kamar untuk menghindari serangan Zhi Yei Fai, namun ilmu meringankan tubuh Zhi Yei Fai lumayan tinggi sehingga dengan sangat cepat dia berhasil menyusul Zhi Yu Zhuan kemudian memberikan satu serangan yang ia pelajari dari Lio Long.


"Cakar Naga Mengoyak Langit."


Punggung Zhi Yu Zhuan langsung menerima cakaran kuat dari Zhi Yei Fai sehingga kainnya robek dan terlihat tiga garis luka melintang di punggungnya, Zhi Yu Zhuan mengerang keras dengan tubuh tersungkur, rasa perih dari luka yang di deritanya terasa sangat panas.


Secara alami Zhi Yei Fai memiliki energi Yan, walau tidak terlalu murni seperti yang di miliki oleh Naomi, namun tatap saja cakaran yang tanpa sengaja mengandung energi Yan itu sangat panas, dan itu bisa terlihat dari bekas luka yang pinggirannya seperti melepuh.


Ma Xia Li dan Yong Shian serta Wong Yihao yang melihat dari jauh terkejut saat melihat raja mereka terluka oleh Zhi Yei Fai, mereka baru sadar jika sebenarnya melepaskan Zhi Yei Fai saat itu adalah sebuah kesalahan fatal, namun saat ini tidak ada yang dapat mereka lakukan selain bersembunyi saja.


Di dalam kamar sendiri juga mulai tegang, Wei Fang dan Wen Lin saling bertatapan lama sekaligus sama-sama melepaskan aura masing-masing sehingga seluruh isi kamar bergetar.


Pertarungan dua aura yang saling mendominasi mengakibatkan beberapa barang yang mudah pecah langsung hancur berserakan kemudian Wei Fang maju menyerang lebih dulu.


"Golok Membelah Bumi."


Golok Wei Fang yang sudah di selimuti oleh energi angin dengan cepat menebas ke arah pundak Wen Lin, saat hampir mengenai pundaknya, Wen Lin mengangkat tangannya kemudian dia menangkap golok Wei Fang dengan sangat mudah.


Tankkk!!


Suara benturan besi yang sangat keras membuat sebuah suara dentangan kuat dan menciptakan gelombang energi besar yang mampu menghancurkan dinding kamar milik Jia Tai Yan, dalam waktu singkat kamar tersebut jadi goyang lalu kemudian ambruk, sedangkan Wen Lin yang menahan golok Wei Fang mengangkat sikunya kemudian memberikan satu pukulan telak dengan menggunakan sikunya.


"Argh..!!!"


Wei Fang mengerang kemudian muntah darah saat perutnya terkena serangan siku Wen Lin, serangannya terlihat seperti biasa saja, namun energi yang terkandung dalam serangan tersebut berhasil menembus pertahanan energi Wei Fang.

__ADS_1


Tubuh Wei Fang terhempas jauh keluar dari kamar yang mulai ambruk kemudian menghantam tembok hingga retak, Wen Lin sendiri terbang melewati reruntuhan kamar kemudian dia melesat dengan tangan yang sudah berubah seperti sebuah logam keras.


"Tangan Besi Haus Darah."


Wen Lin yang melesat kearah Wei Fang dengan tangan yang siap untuk memukul Wei Fang yang baru bangkit segera disadari oleh Wei Fang, dia meraih kembali goloknya yang tergeletak di tanah kemudian dia memutar goloknya seperti baling-baling dengan kecepatan tinggi.


Pusaran angin besar langsung terbentuk kemudian pusaran tersebut menerjang Wen Lin dengan dorongan besar yang menggulung apapun yang di lewatinya.


"Hem.. Terlalu lemah!" kata Wen Lin kemudian menginjak udara kosong dan melontarkan dirinya dengan pijakan yang mengandalkan angin.


Tubuh Wen Lin dengan secepat kilat melewati pusaran angin tersebut dan berhasil menembusnya, Wen Lin langsung menahan golok Wei Fang yang berputar sehingga membuat Wei Fang terkejut.


Pusaran angin segera terhenti kemudian Wen Lin kembali mengepalkan tangannya dan memberikan serangan pukulan kearah dada Wei Fang.


Serangan tersebut sangat terbuka dan terlihat dengan jelas, walau serangan tersebut sangat cepat, namun Wei Fang mulia bisa membaca gerakannya, dia segara menghindar kesamping sehingga pukulan mematikan itu hanya mengenai tembok pagar hingga tembok tersebut hancur akibat terkena pukulan energi yang di lepaskan oleh Wen Lin.


Wei Fang yang berhasil menghindar langsung memutar tubuhnya kemudian menekuk lutut kakinya dan memberikan tendangan keras ke arah perut Wen Lin.


Wen Lin menahan serangan tendangan tersebut dengan tangan kanan, akan tetapi tendangan Wei Fang ternyata mengandung energi angin yang kuat sehingga Wen Lin yang bertahan terseret mundur beberapa meter kebelakang.


Wei Fang mengerutkan dahinya saat melihat Wen Lin yang tiba-tiba saja menyayat pergelangan tangannya hingga keluar darah, sebelum tangan tersebut sangat keras seperti besi, namun sekarang Wen Lin bisa melukainya sesuka hati seolah-olah dia bisa mengendalikan energi logam sesuka hatinya.


Darah yang keluar dari pergerakan tangannya ternyata tidak jatuh, darah tersebut tiba-tiba saja bergerak dan melayang di tangan Wen Lin.


"Rasakanlah ilmu sihir darah ku ini!" kata Wen Lin kemudian dia melempar darah tersebut ke langit.


"Kutukan Hujan Darah."


Gumpalan darah yang melesat tinggi ke udara tiba-tiba saja melebar membentuk sebuah awan darah di langit kemudian menjatuhkan hujan darah yang sangat deras menyirami seluruh istana.


Para Pasukan yang bertempur di luar segera berteriak dan berlari berhamburan saat hujan darah tersebut jatuh, setiap tetes darah yang mengenai kulit akan membuat kulit orang itu melepuh seperti ada Zat Asam yang terkandung dalam hujan darah itu.


Panglima Fao Guo dan Panglima Ma Xiyue yang baru mencapai tahap awal Raja Bumi segera membuat pelindung bagi pasukannya dengan energi mereka, sedangkan pasukan dari Organisasi Tiga Bunga dan Organisasi Bintang Hitam yang menjadi prajurit tidak ada yang melindunginya sehingga mereka semua panik dan lari berhamburan, namun tidak sedikit pula yang mati menggelepar saat tubuh mereka di guyur hujan darah hingga kulit dan daging mereka melepuh lalu hancur menyisakan tulang.

__ADS_1


"Pantas dia mengaku sebagai Ratu Darah, jadi ini ilmu rahasianya? Sungguh sangat mengerikan!" batin Wei Fang.


Wen Lin sebenarnya memiliki dia ilmu unik, yang pertama adalah sihir logam yang mampu mengubah tubuhnya menjadi logam, dan yang kedua adalah ilmu darah.


Di seluruh wilayah Kerajaan Wutong, tidak pernah ada seorang pendekar yang memiliki ilmu tersebut, namun jika ilmu tubuh yang bisa berubah menjadi sekeras logam itu ada, yaitu Biksu Bai Ming, hanya saja saat ini Biksu Bai Ming sedang bersama dengan kelompok Lio Long, andai ada di mungkin dia bisa menjadi lawan sebanding dengan Wen Lin, karena Bai Ming saat ini sudah berada di tahap awal Raja Bumi.


Namun sihir darah itu adalah sesuatu yang sangat sulit untuk di lawan, karena sepertinya setiap tetes darah yang mengenai apapun akan mampu melelehkan benda apapun, kecuali tanah.


Genteng yang menjadi atap sebagai bukti jika hujan darah itu tidak berpengaruh kepada tanah, hal ini membuat Wei Fang berfikir keras karena tidak ada satu Pendekar yang memiliki kekuatan ataupun energi tanah.


Beruntungnya Wei Fang memiliki energi yang mengandung unsur angin sehingga dia bisa membuat pelindung sementara agar tidak terkena oleh hujan darah tersebut, namun kemampuannya saat ini masih belum cukup untuk membuat badai besar yang mampu menghentikan hujan darah tersebut, hal itu membuat Wei Fang teringat kepada Tian Feng yang memiliki energi unsur angin yang sangat besar.


"Sebentar lagi seluruh istana akan di banjiri oleh darahku, apa yang dapat kamu lakukan untuk menyelematkan semua orang termasuk dirimu Panglima?" tanya Wen Lin dengan tersenyum mengejek melihat Wei Fang yang kehabisan akal.


Wei Fang hanya berdecak kesal, jika hal ini tetap di biarkan maka banjir darah akan segera memenuhi setiap sudut luar istana, dan bisa-bisa semua pasukannya akan mati oleh banjir darah yang menakutkan itu.


Wei Fang mulai mengalirkan seluruh energinya dan mengumpulkannya goloknya, dia berniat bergantung kepada keberuntungannya dan berencana akan mengerahkan seluruh energi untuk membuat tebasan badai angin membelah samudranya, walau dia tahu energinya tidak akan cukup, namun dia tetap akan mencobanya dari pada hanya diam saja.


"Owh.. Kamu masih mau melawan juga? Baik lakukan, aku ingin tahu seberapa kuat dirimu untuk bisa menghentikanku!" kata Wen Lin kemudian dia membentangkan tangannya kelangit dan hujan darah semakin deras.


Beberapa tetes hujan darah mengenai jubah Wei Fang sehingga asap segera terlihat dan kulit Wei Fang langsung melepuh saat terkena tetesan hujan tersebut, hal itu juga menganggu konsentrasi Wei Fang untuk mengumpulkan energinya.


"Hahaha.. Sekarang habislah riwayat kalian semua..!" tawa Wen Lin segera menggema membuat Wei Fang yang mulai hilang konsentrasinya memasang wajah suram, namun saat Wei Fang masih ingin berusaha lagi, tiba-tiba saja suara seorang wanita terdengar dari arah atas.


"Panglima, apakah kamu membutuhkan bantuanku?"


Wei Fang menoleh ke atas dan dia melihat dua sosok tubuh yang melayang di udara, kedua sosok tersebut di selimuti oleh Api biru, melihat dua sosok yang baru muncul itu, Wei Fang segera mengenali kedua nya dari energi yang menutupi tubuh mereka.


"Nona Naomi dan Tuan Wang Dunrui?"


Wei Fang terkejut melihat kemunculan keduanya, yang ia tahu Naomi seharusnya sudah pergi kembali ke Toakai karena Tian Feng yang telah mengkhianati cintanya, namun entah mengapa sekarang dia muncul lagi dan datang di waktu yang tepat, walau Wei Fang agak bingung, namun dia mulai tersenyum lebar karena bantuan sudah datang.


Semua orang sudah tahu akan seberapa kuat Naomi, dia yang di kenal sebagai Dewi Api memiliki kemampuan di tahap Raja Alam, belum lagi Wang Dunrui yang di juluki sebagai Tiga Raja Api yang memiliki kemampuan Dewa.

__ADS_1


Wajah Wen Lin langsung berubah drastis melihat bala bantuan yang datang, kemampuan dua sosok yang datang itu dapat dia rasakan dengan sangat jelas.


"Raja Alam dan seorang berkemampuan Dewa?" kata Wen Lin yang memasang wajah tenggelam.


__ADS_2