Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Menuju ke Kota Xanhuo


__ADS_3

"Ada apa dengan kalian? Kenapa wajah kalian seperti kain kusut begitu?" Tian Feng bertanya saat melihat wajah Wong Chin dan dua lainnya seperti tenggelam.


"Tuan Muda! Apakah Tuan Muda yakin akan kembali ke Kota Xanhuo?" tanya Liu She Gwo.


"Em!? Iya, memang kenapa? Apa ada masalah disana?" tanya Tian Feng.


"Begini Tuan Muda, kota Xanhuo kini sudah bukan kota yang aman seperti dulu, disana saat ini sudah benar-benar dikuasai oleh Organisasi Tiga Bunga dan Organisasi Bintang Hitam yang bekerja sama dengan Raja Zhi Yu Zhuan. Sekarang kota Xanhuo seperti sarang Srigala, jika Tuan muda kesana, itu sama saja dengan Tuan muda diibaratkan sebagai seekor domba yang akan masuk ke sarang Srigala!" kata Wong Chin.


"Owh begitukah? Kalau begitu sebagian orang terkuat di Organisasi Bintang Hitam pasti berada disana! Aku harus menyelidiki ini sebelum bertindak!" gumam Tian Feng.


Tian Feng sudah tidak mau bertindak gegabah lagi, walau dirinya saat ini sudah berada ditahap Dewa, namun dia juga masih harus tetap berhati-hati mengingat masih ada banyak orang misterius yang mungkin datang dari dunia lain serta memiliki kemampuan ditahap Dewa yang diutus oleh Kaisar Kegelapan untuk membunuhnya.


Disisi lain Wong Chin dan Liu She Gwo serta Xiao Fan juga merasa aneh setelah mendengar gumaman Tian Feng, walau mereka tahu jika Tian Feng memiliki kemampuan yang sangat besar, namun menurut mereka di kota Xanhuo juga masih banyak orang-orang misterius yang bersembunyi dan menunggu waktu yang tepat untuk keluar.


"Terima kasih atas informasi dari kalian, kalau begitu aku masuk dulu!" Tian Feng segera meninggalkan mereka bertiga kemudian masuk kemarnya sendiri, dia tidak bergabung dengan siapapun bahkan dengan Alice sekalipun karena malam ini dia berencana untuk berlatih di Dunia dimensi dalam.


Tian Feng segera mengunci pintu kamarnya kemudian sebelum Spiritualnya memasuki Cincin, dia memeriksa keadaan disekitar kamarnya hanya untuk memastikan jika malam ini dia bisa berlatih dengan aman.


Setalah Tian Feng yakin jika situasi di sekitar Penginapan sejarak 20 meter aman, Tian Feng segera bermeditasi kemudian Spiritualnya masuk kedalam Cincin.


"Akhirnya kamu datang juga Tian!" kata Yao Shan.


"Maaf senior, selama dua hari ini aku sibuk, jadi tidak sempat masuk kesini!" jawab Tian Feng.


"Tidak masalah, tidak masalah! Aku hanya ingin memberitahukan mu jika aku sudah berhasil menyempurnakan ciptaan ku Penahan Ling Qi, dengan ini aku bisa keluar di dunia mu selama satu hari, dan setelah itu aku harus kembali kesini untuk memulihkannya lagi!" kata Yao Shan.


Tian Feng merajut alisnya kemudian bertanya, "Apakah tidak apa-apa? Jangan sampai nanti senior dilihat oleh orang-orang dan mereka akan lari ketakutan karena dikira melihat hantu!"


"Hahaha...! Itu tidak akan terjadi, lagi pula selain kamu dan Dewa Ho Chen, tidak akan ada orang lain lagi yang bisa melihatku!" jawab Yao Shan.


"Uwh baguslah kalau begitu!" kata Tian yang sudah tidak lagi khawatir, "Aku akan pergi ke Dunia dimensi dalam untuk berlatih, setidaknya aku harus meningkatkan kemampuanku walau hanya sedikit!" kata Tian Feng kemudian dia berniat terbang kearah gunung.


"Apakah kamu tidak ingin meningkatkan pembuatan Pil mu?" tanya Yao Shan.


"Aku akan melatih itu juga di Dunia dimensi dalam!" jawab Tian Feng kemudian dia mengambil beberapa bahan obat dan pergi menuju ke kaki gunung dimana disana Dunia dimensi dalam berada.


Karena di Dunia dimensi dalam memilki waktu lebih cepat, setidaknya Tian Feng memiliki waktu dua hingga tiga hari berlatih, dan itu hanya akan memakan waktu semalam saja di dunianya, semua itu akan dijadikan sebagai kesempatan oleh Tian Feng untuk meningkatkan kemampuan dari Ilmu Sihir, serta ilmu peningkatan pembuatan Pil.


Yao Shan sendiri hanya bisa menghela nafas panjang kemudian dia segera membuat Pil lainnya yang memiliki kwalitas lebih tinggi untuk membantu Tian Feng nantinya, bagaimanapun juga dia juga akan ikut berpartisipasi dalam membantu meningkatkan kekuatan Tian Feng.


***


Tian Feng berusaha menciptakan jurus baru serta ilmu baru dengan bermeditasi, dari semua ilmu beladiri yang ia kuasai, kebanyakan yang sering ia gunakan adalah Ilmu Kitab Iblis Neraka dan Kitab Singa Suci, padahal dia sendiri menguasai empat ilmu beladiri hanya saja yang paling mematikan adalah kedua ilmu dari dua perguruan itu sendiri.

__ADS_1


"Guru Mao aku akan mengubah jurus warisan mu dengan menggabungkan tiga jurus cakar Singa dan Tapak Raja Iblis, mungkin jurus Dewa bisa aku masukkan kedalamnya!" batin Tian Feng kemudian dia bangkit dan mulai memasang kuda-kuda.


Telapak tangan kanan Tian Feng membentuk tapak dan tangan kirinya membentuk sebuah cakar Singa, namun posisi lengannya sedikit melengkung dengan gaya seperti jurus Dewa Mabuk.


Tian Feng memutar sedikit kaki kanannya dan setelah itu dia menghentakkan energi besar lewat telapak kakinya. Seketika itu juga tubuhnya berubah jadi tranparan. Cahaya di langit-langit seperti ada gerakan bintang yang melaju cepat, namun sesungguhnya itu adalah Tian Feng yang mencoba menggunakan kecepatan serangan Singa yang digabung dengan kekuatan Raja Iblis serta gerakan mabuk sehingga terlihat seperti cahaya yang berputar-putar.


"Putaran Singa Iblis."


"Hah...!"


Tian Feng berteriak namun sosoknya tidak terlihat, yang ada hanya bayangan, namun tidak lama kemudian bayangan transparan itu berubah menjadi diri Tian Feng kembali dan setelah Tian Feng berdiri tegak, ledakan super besar muncul diudara membuat Dunia dimensi dalam bergetar hebat.


Itu adalah ledakan dari energi Tanah dan Angin serta Api, dimana tiga jenis energi tersebut tercipta dari tiga jurus yang ia gabungkan seperti Jurus Singa yang mampu melepaskan energi angin, dan Jurus Raja Iblis yang mampu melepaskan energi Api, dan yang terakhir adalah jurus mabuk yang mampu melepaskan energi Tanah.


Untungnya Dunia dimensi dalam memilki daya tahan yang sangat kuat, andai ledakan itu meledak di sebuah gunung di dunianya, gunung itu pasti akan rata.


Tian Feng terus mengulang-ulang jurus baru Ciptaannya hingga dirinya bisa membiasakan diri dengan jurus barunya, setelah seharian penuh berlatih, Tian Feng istirahat sejenak sekaligus membuat Pil lain yang lebih berguna untuk dirinya serta orang lain.


Dihari kedua Tian Feng berlatih jurus tombaknya selama seharian penuh, dia berusaha menyempurnakan jurus Tombaknya mumpung ketiga roh pusaka masih tidur, Tian Feng hanya menyempurnakan jurus tombak tanpa menggunakan energi Tombak karena menurutnya energi Tombak nya terlalu besar.


Tian Feng akan kembali membuat obat saat istirahat serta akan menyempurnakan dengan memurnikan obat disetiap titik bintangnya.


Dalam kasus ini Tian Feng masih belum bisa naik ke 4 Bintang, karena proses menaikan bintang sangat sulit, mungkin butuh pemahaman yang tinggi untuk bisa naik dan membuat Pil Bintang tertinggi.


"Hem..! Seharusnya aku sudah berada disini lebih dari semalam, sebaiknya aku keluar dulu dan akan kembali jika ada waktu luang yang lebih banyak!" gumam Tian Feng kemudian dia membuka segel pintu keluar.


"Aih kamu lama sekali didalam!"


Setibanya diluar Yao Shan ternyata sudah berada di Pintu masuk Dunia dimensi dalam dan menegurnya.


"Memangnya ada apa senior? Aku ini hanya berlatih sebentar saja didalam!" kata Tian Feng.


"Iya aku tahu, tapi di luar tubuh aslimu sedang didampingi oleh gadis itu dari tadi pagi!" kata Yao Shan.


"Gadis itu? Gadis yang mana?" tanya Tian Feng.


"Gadis yang mana! Siapa lagi jika bukan gadis bermata biru!" jawab Yao Shan.


"Owh Alice maksudnya!" iya sudah, apakah Senior mau ikut keluar?" tanya Tian Feng.


"Aku sudah dari luar untuk menjaga tubuhmu, namun sekarang aku harus beristirahat untuk memulihkan Penahan Ling Qi yang sudah aku gunakan!" jawab Yao Shan.


Tian Feng terkejut mendengarnya, dia tidak menduga jual Yao Shan sempat keluar untuk menjaga tubuhnya, "Terima kasih karena sudah menjaga tubuhku senior! Tapi sekarang aku harus keluar dulu karena mungkin mereka diluar sedang menungguku!" kata Tian Feng kemudian dia bergegas keluar kembali ketubuhnya.

__ADS_1


Setelah Tian Feng keluar, Yao Shan masuk kedalam Dunia dimensi dalam untuk memulihkan Penahan Ling Qi nya disana. Yao Shan memanfaatkan waktu di Dunia dimensi dalam untuk memulihkan Pelindung Qi nya dengan cepat.


***


"Kamu sudah bangun? Aku kira kamu masih akan bermeditasi dalam waktu yang lama!" kata Alice kepada Tian Feng yang baru membuka matanya.


Tian Feng tersenyum menatap wajah malas Alice yang terlihat sabar dan setia menunggu dirinya yang sedang bermeditasi, "Apakah kamu sudah pulih sepenuhnya?" tanya Tian Feng.


Alice mengangguk kemudian dia bangun dan berjalan kearah pintu sekaligus berkata, "Ayo cepat keluar, teman-teman mu sudah sejak tadi pagi menunggu mu untuk berpamitan!" ajak Alice.


Tian Feng mengangguk kemudian segera bangkit dan berjalan bersama dengan Alice keluar dari kamarnya.


Wong Chin, Liu She Gwo, Xiao Fan dan Lin Ling terlihat mengobrol satu sama lain, setelah melihat Tian Feng keluar dari kamarnya, mereka segera menghampirinya.


"Tuan muda, terima kasih banyak atas Pil yang Tuan muda berikan semalam!" kata Lin Ling.


"Nona Lin, ini hanyalah Pil biasa, jadi tidak perlu berterima kasih seperti itu padaku, lagi pula kamu dan Tuan muda Xiao adalah cucu guruku, jadi sudah sepantasnya aku membantu kalian!" kata Tian Feng.


Semuanya tersenyum canggung mendengar perkataan Tian Feng, mereka merasa heran karena Pil Tulang Hati yang mereka terima itu jelas adalah Pil terbaik bahkan bisa menjadi harta terbaik di sebuah perguruan, namun Tian Feng justru mengatakan jika itu hanyalah sebuah Pil biasa.


Andai Pil Tulang Hati di perjual belikan, pasti harganya akan sangat mahal, bagi sebuah perguruan besar mungkin mereka akan rela mengeluarkan harta demi mendapatkan Pil tersebut, namun sepertinya Tian Feng tidak mungkin akan menjualnya.


"Apakah kalian akan berangkat ke Pengungsian reruntuhan kuno hari ini?" tanya Tian Feng.


"Iya, kami akan berangkat hari ini juga!" jawab Xiao Fan.


"Baiklah kalau begitu kita berpisah disini, sampaikan salamku kepada semua orang disana begitu kalian tiba, katakan kepada mereka jika nanti aku pasti akan segera kesana!" kata Tian Feng.


"Kalau begitu kami pamit dulu!" kata Liu She Gwo.


"Silahkan Senior Liu, tapi berhati-hatilah dan selalu waspada dijalan!" kata Tian Feng berpesan.


"Terima kasih, sampai jumpa di Pengungsian reruntuhan kuno Tuan muda!" mereka berempat sama-sama menangkupkan kedua tangan mereka kemudian pergi keluar.


Lin Ling sempat menoleh kembali kebelakang, hingga saat ini dia masih belum melihat wajah asli Tian Feng, walau dulu katanya mereka pernah bertemu saat masih kecil, namun Lin Ling benar-benar tidak ingat karena saat itu usianya masih tiga tahun.


"Apakah kamu benar-benar akan membiarkan mereka pergi kesana?" tanya Alice.


"Memangnya kenapa? Mereka itu adalah orang-orang hebat, andai semalam mereka tidak terkena racun, mereka pasti akan dengan mudah mengalahkan orang-orang dari Yamuru itu!" kata Tian Feng.


Kemampuan Wong Chin dan Liu She Gwo memang tidak bisa dianggap remeh, jika para pendekar ingin mengalahkannya, mereka butuh seorang Pendekar Cahaya untuk bisa mengalahkan Wong Chin dan Liu She Gwo, jika berada di bawah Pendekar Cahaya, pastinya mereka tidak akan bisa melawan kedua orang itu yang kemampuannya sudah berada di Pendekar Atas.


"Ayo kita pergi juga!" kata Tian Feng kemudian dia dan Alice keluar dan berjalan hingga ketempat sepi sebelum akhirnya sama-sama terbang menuju ke Kota Xanhuo.

__ADS_1


__ADS_2