
Tian Feng dan semuanya berkumpul di ruang tamu kecil, namun rasa canggung antara Naomi dan Alice membuat suasana semakin sunyi, yang ada hanya baku diam sambil saling bertatap-tatapan sebelum keheningan itu terpecahkan saat Louis datang malam itu ke rumah Tian Feng.
"Maaf, aku tadi merasakan ada energi dari rumah ini, karena itu aku datang untuk memeriksa Alice!" kata Louis yang langsung masuk tanpa mengetuk pintu sehingga dia kaget saat melihat Tian Feng dan yang lainnya.
"Kemarilah kakek, mari kita kumpul karena ada sesuatu yang ingin aku bahas!" kata Tian Feng.
Louis akhirnya ikut bergabung dan Tian Feng melirik Ho Chen yang membalas dengan anggukan kepala Tian Feng.
"Baiklah karena sekarang sudah berkumpul, ada yang ingin aku beritahu kepada kalian berdua, ini tentang Organisasi Bintang Hitam yang akan segera datang kesini!" kata Tian Feng.
"Organisasi mau datang, apakah yang dari pusat?" tanya Louis.
"Benar! Namun kali ini sepertinya ini akan menjadi serangan besar-besaran dari pusat, dan aku yakin dalam beberapa hari mereka akan tiba di desa ini!" jawab Tian Feng.
"Aku tahu, mereka pasti akan menggunakan Ruang Waktu dengan melacak energi Hitam Pembatalan yang ada di tubuh kami berdua, apakah aku benar?" kata Alice yang sudah bisa menebak.
Tian Feng mengangguk kemudian dia menatap Louis dan berbicara kepadanya, "Kakek Loius, jika nanti mereka benar-benar tiba disini, aku minta padamu untuk membawa Alice pergi, biar aku dan yang lainnya nanti yang akan menghadapinya," kata Tian Feng.
"Tidak, aku akan tetap disini bersamamu!" jawab Alice.
"Jangan bodoh, saat ini kamu sudah hamil besar, sangat berbahaya bagimu dan juga bayi mu jika kamu sampai terlibat dalam pertarungan itu!" kata Luois.
"Kalian tidak perlu khawatir, biar aku saja yang membawanya pergi untuk menyelamatkan dia beserta dengan janinnya," Naomi akhirnya ikut angkat bicara.
Louis dan Tian Feng saling berpandangan, begitu juga dengan Chie Xie, Tian Feng dan Louis merasa sedikit khawatir jika Naomi yang harus membawa Alice.
__ADS_1
"Kenapa dengan kalian, apakah kalian takut aku akan mencelakainya?" tanya Naomi yang merasakan ketidak percayaan Tian Feng dan Louis serta Chie Xie.
Mereka kembali saling berpandangan, saat masih ragu, Alice justru bersuara, "Yang di katakan oleh Nona Naomi benar, biar aku pergi bersamanya!" kata Alice yang awalnya menolak untuk pergi kini justru mau setelah Naomi bersedia untuk menyelamatkannya.
"Apakah kamu yakin?" tanya Louis.
Alice mengangguk dengan tersenyum lembut kemudian dia berbicara kepada Naomi, "Memangnya kemana kita akan pergi nanti?" tanya Alice.
"Kemanapun yang penting kita bisa menjauh agar kamu dan bayimu selamat!" jawab Naomi.
"Baiklah karena semua sudah sepakat, besok kita tinggal mengungsikan para penduduk terlebih dahulu, setelah semuanya sudah pergi, kita tinggal menunggu kapan mereka akan datang, begitu mereka sudah muncul, barulah Istrimu bisa pergi, aku sendiri nanti yang akan memindahkan kalian berdua ke tempat yang lebih aman!" kata Ho Chen.
Karena kemungkinan musuh akan muncul di tempat dimana Alice berada, maka Ho Chen akan bertindak setelah mereka muncul, saat sudah muncul semua, barulah Ho Chen akan menggunakan sihir ruang waktunya untuk mengirim Alice dan Naomi, dia juga akan menahan Tanduk Hitam agar tidak menyusulnya.
"Baiklah, malam ini aku akan langsung membicarakan masalah ini kepada Kepala desa agar dia segera mengumpulkan seluruh warga desa!" kata Louis dan di setujui oleh Tian Feng.
Keduanya hanya diam dalam bisu sehingga susana di dalam ruang tamu serasa sunyi. Alice melirik Naomi yang diam kemudian dia menghela nafas panjang.
"Nona Naomi, maafkan aku! Gara-gara diriku kamu dan Tian tidak bisa menikah!" kata Alice yang memulai pembicaraan terlebih dahulu.
"Semuanya sudah terjadi, jadi tidak ada yang perlu di sesalkan!" jawab Naomi.
"Tidak Nona Naomi! Kamu tahu, walau sekarang aku sudah berhasil mendapatkan Tian dan menjadi suamiku, namun aku hanya menikahi raganya saja, sedangkan hatinya tidak bisa aku miliki!"
Perkataan Alice membuat Naomi mengerutkan dahinya dan dia bertanya kepada Alice, "Apa maksudmu?" tanya Naomi.
__ADS_1
Alice tersenyum pahit kemudian dia menjawab, "Secara hubungan, Tian adalah suamiku, seharusnya aku sudah memiliki Tian Feng seutuhnya, baik itu jiwa dan raganya, namun kenyataannya tidak, aku tidak bisa memiliki hati nya karena yang ada di hatinya hanyalah dirimu!" ucap Alice.
Naomi terkejut mendengarnya, walau dia juga tahu jika Tian Feng masih memiliki perasaan padanya, namun dia tidak menduga jika Tian Feng benar-benar sangat masih mencintainya walau dirinya sudah memiliki istri.
"Apa yang kamu bicarakan? Tian itu saat ini adalah suamimu, mau bagiamanapun dia adalah ayah dari bayi yang ada di dalam kandunganmu itu!" kata Naomi.
"Kita ini tidak sedang bersaing kan Nona Naomi? Jika kamu merasa aku sudah menang karena telah menikahinya, aku rasa kamu salah! Aku akui jika aku juga sangat mencintainya, namun itu percuma karena ternyata Tian tidak mencintaiku, dia menikahi ku karena kami sudah melakukan kesalahan sehingga membuatnya terpaksa menikahiku, jika pada akhirnya dia ingin menikahimu, aku tidak keberatan karena sebenarnya dia lebih pantas menikah denganmu!" kata Alice.
Saat Alice selesai mengucapkan kalimat itu, tiba-tiba saja dia merasakan ada desiran angin yang entah dari mana datangnya menerpa seluruh kulitnya, dingin angin tersebut membuat seluruh bulu kuduk Alice berdiri, Alice mengusap leher belakangnya kemudian dia kembali menatap Naomi yang menatapnya dengan tatapan tidak percaya.
"Kau menilai diriku terlalu berlebihan! Lebih baik kamu fokuskan saja dulu akan kandunganmu, jangan dulu memikirkan hal yang aneh-aneh terlebih dahulu!" kata Naomi kemudian dia bangkit, "Aku mau istirahat dulu, sebaiknya kamu juga beristirahat agar bayi di dalam kandunganmu lebih baik!" kata Naomi kemudian dia datang ke sebuah tempat dimana di sana sudah ada Chie Xie yang sedang bermeditasi.
Alice hanya diam melihat Naomi yang sudah meninggalkannya, entah mengapa selama beberapa hari terakhir perasaannya selalu saja tidak enak, karena itu dia mengucapkan kata kepada Naomi jika Tian ingin menikahinya, dia tidak keberatan, itu semua karena dia memiliki perasaan yang tidak enak, entah itu apa.
Alice membawa semua cangkir bekas minuman air hangat itu kedalam kemudian dia juga masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat.
***
Seperti yang sudah di rencanakan oleh Ho Chen dan Tian Feng, Hei Tong mengumpulkan seluruh penduduk desa di pagi harinya sekaligus menjelaskan akan situasi yang akan segera menghampiri desanya, karena itu dia meminta kepada semua penduduk desa untuk segera mengungsi sejauh mungkin meninggalkan desa hingga nanti desa sudah kembali aman.
Desa Wunji yang dulunya tidak terlalu memiliki banyak penduduk, kali ini penduduk desanya sudah bertambah banyak, semua itu karena banyaknya orang-orang baru yang datang untuk meminta bantuan Louis agar menghilangkan tanda Segel Kesetiaan, setelah berhasil di hilangkan, sebagian ada yang ingin menetap di desa dan sebagian ada yang pergi untuk pulang ke kampung masing-masing.
Hanya dalam waktu dua hari saja, kini Desa Wunji sudah benar-benar berubah menjadi desa sepi tanpa penduduk, karena semuanya sudah pergi dengan arahan langsung dari Hei Tong, sedangkan Ho Chen dan yang lainnya mulai memasang Perisai pertahanan agar jika sudah tiba saatnya untuk bertempur efek pertempurannya tidak meluas.
Di hari yang ketiga, para rombongan Pendekar yang di pimpin oleh Lio Long dan Wang Dunrui juga tiba disana sehingga desa Wunji kembali terlihat ramai lagi, namun bukan ramah oleh para penduduk, melainkan oleh para pendekar.
__ADS_1
Disaat yang sama, ada rombongan baru yang datang bermunculan dari langit dan turun di desa Wunji kemudian bergabung dengan para pendekar lainnya, mereka adalah rombongan pendekar dari Istana yang di pimpin langsung oleh Wei Fang karena Lio Long sudah menyampaikan pesan kepada Wei Fang untuk segera menyusul Tian Feng ke desa Wunji.
Persiapan yang sudah di siapkan memang tidak memiliki banyak pasukan, semua yang ada disana rata-rata adalah para Pendekar yang sudah masuk di awal Tahap Raja, namun kekuatan tersebut sebenarnya hanya cukup untuk bertahan.