Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
tanda-tanda kedatangan musuh


__ADS_3

"Tidak perlu mengerahkan terlalu banyak energi Tian, semakin kuat kamu melawan, maka semakin kuat juga dia akan melawan, tidak peduli seberapa kuat dirimu, bahkan walau dirimu berada di tahap Dewa Agung sekalipun juga tidak akan berhasil jika caramu menjinakkannya seperti itu!" kata Xanzi.


"Owh.. kenapa tidak sejak awal kamu mengatakannya Xanzi?"


Tian Feng ingin mengumpat kepada para Roh Penjaga Pusaka yang telat memberikan informasi, setelah berusaha mati-matian untuk menaklukkan Batu Mustika tersebut, mereka baru mengatakan akan cara menjinakkan Batu tersebut.


"Jika sejak awal kami memberitahumu, maka tidak akan seru!" ucap Xian.


"Jadi kalian sebenarnya ingin mengerjaiku?" Tian Feng akhirnya mengumpat setelah sadar jika dirinya sedang di kerjai oleh para Roh Penjaga Pusaka.


"Bukan mengerjai, melainkan melatihmu, anggap saja ini sebagai latihan!" Lianli juga ikut berbicara.


"Baik-baik, sekarang cepat katakan padaku bagaimana cara untuk menjinakkan Batu itu?" tanya Tian Feng.


"Sebelumnya kamu menaklukkan Batu Mustika itu, ada satu hal yang harus kamu ketahui, yaitu kamu harus memiliki Energi Elemen Logam terlebih dahulu, itu semua karena Batu Mustika itu sebenarnya mengandung elemen Logam, Kayu, Tanah, Api dan Air!" kata Xanzi.


"Lengkap sekali, hanya angin saja yang tidak ada!" gumam Tian Feng.


"Tentu saja, sesuatu yang berasal dari Nirwana itu memang memiliki energi yang hampir sempurna!" kata Xian.


"Coba kamu lihat baik-baik, jika kamu kembali menyerangnya, dia akan kembali melawanmu, namun jika kamu diam seperti ini, dia juga akan diam!" kata Lianli.


Tian Feng memperhatikan Batu tersebut yang melayang di udara namun tidak melakukan gerakan serangan ketika Tian Feng sedang diam.


"Benar juga! Kalau begitu aku akan membentuk Sendi kecil kelima dulu," ucap Tian Feng kemudian dia kembali duduk bersila setelah menancapkan tombaknya ketanah dan tombak tersebut berdiri di samping Tian Feng.


Karena Batu Mustika tidak bergerak lagi karena Tian Feng berhenti menyerangnya, Tian Feng pun segera bermeditasi untuk membetuk sendi kecil terakhirnya, yaitu Sendi Logam.


Tian Feng segera menekan Chi nya kembali ke dalam tubuhnya, dan setelah itu dia mulai mencari makna akan elemen Logam, sama seperti elemen-elemen yang berhasil Tian Feng bentuk, Tian Feng hanya perlu berkonsentrasi untuk mengartikan makna dari unsur logam.


Dan disaat Tian Feng masih berlatih di dalam Dunia dimensi dalam, Yao Shan di luar bersama Sue Yue membahas akan Air Kebangkitan Sang Iblis atau yang Yao Shan sebut dengan Air Mata Bodhisattva.


Memang Sue Yue dulunya adalah seorang pendekar yang sangat suka membuat banyak eksperimen-eksperimen gila termasuk pembuat bermacam jenis obat dari yang beracun hingga yang tidak, namun setidak Sue Yue sedikit memahami akan ilmu Alkimia, hanya saja saat ini mempelajari hal itu untuk saat ini bagi Sue Yue susah tidak lagi di butuhkan karena dirinya saat ini sudah bukan lagi manusia.


"Sebenarnya kamu memiliki bakat tentang ilmu dunia Alkemis, hanya saja kamu tidak memiliki pembimbing yang tepat sehingga bakatmu itu ikut mati bersama dengan dirimu!" kata Yao Shan.

__ADS_1


"Menurut ku itu bukan sebuah bakat, aku melakukan semua itu hanya karena rasa penasaran saja," jawab Sue Yue, namun tatapannya masih menatap kearah kaki gunung tempat Dunia dimensi dalam berada.


"Aku ingin bertanya kepadamu akan satu hal, namun aku minta padamu untuk menjawabnya dengan jujur!"


Sue Yue yang masih menatap ke kaki gunung kini beralih menatap Yao Shan kemudian dia bertanya, "Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Sue Yue.


"Kamu mungkin tidak tahu akan hal ini, namun akan menjelaskan kepada! Serupa manusia yang sudah mampu mencapai Tahap Dewa akan memiliki kemampuan untuk memutar waktu serta memiliki kekuatan untuk menghidupkan orang yang sudah mati, hanya saja sebagai syarat tubuh orang yang sudah mati itu harus ada, setidaknya baru mati kurang dari sepuluh tahun, namun sekarang tubuh mu kemungkinan sudah hancur dan tidak bisa lagi di hidupkan."


Sue Yue terlihat kebingungan akan penjelasan Yao Shan, namun dia tidak memotong atau menyelanya sehingga tetap mendengarkannya, sedangkan Yao Shan masih tetap memberikan penjelasan sebelumnya akhirnya melontarkan pertanyaan kepada Sue Yue.


"Pertanyaan ku, andai Tian bisa menghidupkan mu kembali, apa yang akan kamu lakukan jika hal itu benar-benar terjadi?" tanya Yao Shan.


Sue Yue terkejut mendengarnya, dia tidak menduga jika Yao Shan akan menanyakan hal yang mustahil untuk bisa di wujudkan, namun karena itu hanyalah sebuah pernyataan yang mengartikan kata "Perumpamaan" karena itu Sue Yue tidak terlalu menanggapi pertanyaan Yao Shan dan menjawab tanpa berpikir banyak.


"Mungkin aku akan berlatih ulang lagi agar bisa mengejar ketertinggalan ku dengan Tian," jawab Sue Yue tanpa ekspresi.


"Berarti kamu mau andai kamu bisa kembali hidup untuk mempelajari ilmu pengetahuan akan dunia Alkemis?" tanya Yao Shan.


"Entahlah, namun aku tidak memiliki pemikiran hingga sejauh itu! Lagi pula aku ini sudah mati, jika memang ada ilmu yang bisa menghidupkan orang yang sudah mati, kenapa anda tidak hidup lagi?" Sue Yue menjawab serta melemparkan pertanyaan yang sama yang mengandung cibiran.


"Hahaha... Sebenarnya aku bisa saja bangkit lagi, hanya saja yang bisa melakukan itu hanyalah orang yang masih hidup, dan setidaknya dia memiliki pemahaman akan dunia Alkemis, karena diriku pada dasarnya memiliki kemampuan yang cukup tinggi, jadi butuh bahan-bahan tertentu untuk diriku agar bisa bangkit lagi! Ah sudahlah, sekarang aku harus keluar untuk melihat keadaan situasi di luar!" kata Yao Shan kemudian dia berubah menjadi kabut dan menghilang dari hadapan Sue Yue.


***


"Apa? Bagaimana bisa dia berlatih di Dunia dimensi dalam disaat-saat situasi genting seperti ini?"


Ho Chen memasang wajah marah saat dia melihat Yao Shan yang muncul dan mengatakan jika Tian Feng sedang berlatih di Dunia dimensi dalam, padahal situasi saat ini sangat tidak tepat, andai musuh datang dan Tian Feng belum kembali, maka tubuh Tian Feng yang di tinggalkan oleh Spiritual nya akan dalam bahaya besar.


"Apa yang perlu di khawatirkan Dewa? Lagi pula disana ada tiga wanita yang memiliki kemampuan Raja Alam dan satu Raja Langit, menurut mu apakah akan ada yang mampu mencelakai Tian Feng?" tanya Yao Shan yang merasa tidak khawatir sama sekali.


"Iya aku tahu, hanya saja satu di antara tiga wanita itu juga harus di lindungi, sebab bisa saja dia juga akan menjadi target!" jawab Ho Chen.


"Masih ada aku yang akan melindunginya!" kata Yao Shan.


"Itu sedikit aman, hanya saja musuh yang akan datang tidak kita ketahui, hanya Tanduk Iblis saja yang saat ini sudah aku dapatkan, namun jika ada yang lain lagi, aku rasa ini akan menjadi hal yang jauh lebih sulit," kata Ho Chen.

__ADS_1


"Kamu ini memiliki kemampuan yang mampu melawan lebih dari satu Pengawal Kaisar Kegelapan, jadi apa lagi yang perlu di khawatirkan?"


"Kita tunggu saja, aku berharap situasi tidak akan sesulit dari yang aku bayangkan," ucap Ho Chen.


Mengingat pertarungan akan terjadi di dunia Tian Feng, bisa-bisa seluruh wilayah Kerajaan Wutong akan hancur jika Ho Chen tidak memancing mereka untuk bertarung di luar Akasa.


"Gunakan saja energi unsur logam untuk memperkuat dunia ini, bukankah kamu memiliki Sihir Logam Dewa yang mampu menahan dunia dari kehancuran? Gunakan saja itu, maka semua akan baik-baik saja!" Yao Shan memberi saran.


"Sihir Logam Dewa ku belum terlalu kuat, hanya Xian yang bisa melakukan itu, namun saat ini dia pasti sedang bersama dengan Tian di dalam Dunia dimensi dalam!" jawab Ho Chen


"Argh sakit...!"


Saat Ho Chen masih saling mengobrol dengan Yao Shan, tiba-tiba saja sebuah teriakan kesakitan terdengar dari dalam rumah Tian Feng.


Lio Long dan Wang Dunrui juga mendengar teriakan tersebut sehingga keduanya bergerak pergi ke rumah Tian Feng kemudian di susul oleh Ho Chen, Yao Shan dan Louis.


"Ada apa ini?" tanya Lio Long.


"Entahlah, kami baru saja saling bercerita, namun tiba-tiba saja kakak ipar merasa pundaknya seperti terbakar, setelah kami periksa ada simbol yang berwarna hitam di pundaknya yang bergerak kemudian mulai berubah merah seperti api!" kata Chie Xie.


Louis segera menghampiri Alice, dia ingin memeriksanya, namun belum sempat dia menyentuh Alice yang terbaring lemas dengan wajah pucat, tiba-tiba saja pundak Louis juga merasakan hal yang sama.


Louis bergegas membuka kerah bajunya dan Swastika hitam di pundaknya mulai berputar kemudian berubah menjadi merah menyala seperti bara Api.


"Sial, mereka akan segera tiba!" kata Louis yang juga menahan rasa sakit dengan wajah ikut memucat, dia yakin ini adalah tanda-tanda kedatangan musuh.


"Benarkah? Kalau begitu kalian segera bersiaga, aku akan membantu istri Tian Feng dan Tuan Louis dulu agar mereka tidak kesakitan!" kata Ho Chen.


"Kami akan berjaga di luar!" ucap Wang Dunrui kemudian dia dan Lio Long segera keluar.


"Nona Naomi dan Chie Xie, kalian berjaga di pintu, jika kalian merasakan ada angin panas yang datang melewati Pintu, kalian segera mendorong angin tersebut keluar, jika saat aku belum selesai mengembalikan kondisi mereka dan angin panas tersebut berhasil menerpa mereka berdua, maka mereka berdua akan musnah menjadi abu!" kata Ho Chen.


Naomi dan Chie Xie saling berpandangan kemudian keduanya bergegas ke arah pintu dan langsung membuat perisai pelindung.


"Kamu lakukan saja Dewa Ho Chen, biar aku yang membantu mereka berdua," kata Yao Shan kemudian dia juga pergi kearah pintu dan membantu Naomi serta Chie Xie disana untuk melindungi Alice dan Louis yang mulai merintih kesakitan dengan jeritan yang sangat keras.

__ADS_1


"Ini hanya bisa dilakukan oleh para pengawal Kaisar Kegelapan saja, pasti Tanduk Iblis yang sudah mengaktifkan pelacak ini, aku harus menghentikannya, jika tidak mereka berdua bisa-bisa mati!" gumam Ho Chen kemudian dia segera mengalirkan energi Es.


Tentu saja yang paling di khawatirkan adalah Alice, karena dia sedang dalam kondisi hamil besar, jika di biarkan begitu saja, bisa-bisa Alice dan bayinya akan mati.


__ADS_2