Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
keinginan dan tekad kuat Tian Feng


__ADS_3

***


Hutan Iblis pada dasarnya sangat luas, bahkan luasnya melebihi luas Kota Xanhuo, hutan ini secara alami tidak berbahaya, namun karena dulu ada satu perguruan iblis di dalam hutan itu, hutan tersebut jadi terasa horor.


Namun setelah matinya para murid terakhir dari perguruan Iblis, Hutan ini kembali sedikit aman. Namun ancaman kembali muncul menempati hutan ini, sudah hampir sebulan sejak banyak bermunculan garis warna aneh, hutan itu tiba-tiba menjadi wilayah kekuasaan para mahluk aneh yang memiliki kekuatan menakutkan.


Walau belum ada yang menjadi korbannya, namun banyak orang yang melihat ada banyak binatang aneh berlarian memasuki hutan itu, terkadang suara lolongan dan teriakan mengerikan juga terdengar.


"Ssstt!!"


Suara desisan ular besar berwarna hitam pekat dan memiliki ukuran tubuh hampir seperti pohon kelapa dan panjangnya lebih dari dua puluh meter sedang mengarahkan pandangannya ke seorang pemuda dengan mengulurkan ludah cabangnya keluar masuk.


Ular itu bukan ular biasa, walau bentuk menyerupai ular pada umumnya, namun ular itu memiliki kekuatan yang tidak biasa, kekuatan hampir setara dengan para Pendekar yang memiliki kemampuan Pendekar Tengah.


Tatapan mata bulat hitam mengandung ancaman bagi siapapun yang melihatnya, bahkan saat ini Pemuda yang sedang berhadapan dengannya merasa ngeri saat ditatap oleh ular itu.


Tanpa rasa takut ular itu menyerang pemuda itu dengan berusaha menggigit dan juga ingin menangkap dengan lilitannya, namun pemuda itu sangat lincah.


Dengan ilmu meringankan tubuh yang tinggi pemuda itu dengan sangat mudah menghindari serangan ular besar tersebut.


Ular itu juga menyemburkan cairan berwarna ungu pekat. Cairan itu seperti mengandung zat asam yang sangat tinggi, semua itu terlihat saat cairan itu jatuh mengenai batang kayu. Kayu tersebut akan mengeluarkan kabut asap serta bau asam yang juga mengandung racun ganas.


"Siluman di Tingkat Tengah ini cukup merepotkan, kekuatannya setara dengan tingkat Atas!" gumam pemuda itu yang tidak lain adalah Tian Feng.


Ini adalah siluman kelima yang ia hadapi saat pertama kali dirinya memasuki hutan tersebut, kebanyakan yang ia temui hanya para siluman yang memiliki kekuatan yang sama seperti ular itu.


"Cakar Singa Merobek Mangsa."


Tian Feng melompat ke tubuh bagian tengah ular tersebut kemudian dia berlari diatas tubuh ular lalu melompat kearah kepala ular bagian belakang dengan tangan membentuk Cakar Singa yang mengandung energi sangat kuat.


Wuss!!"


Cakaran Tian Feng yang dipusatkan ke arah mata ular itu bagaikan lima angin tajam yang membuat ular itu meraung keras saat matanya tersayat oleh cakaran Tian Feng.


Ular itu menggeliat sesaat sebelum akhirnya dengan liar menyerang Tian Feng dengan mengandalkan satu mata serta perasa yang tajam lewat lidahnya.


Ular itu dengan liar melingkar dan menabrak Tian Feng dengan nafsu membunuh yang sangat besar, terlihat jelas jika ular itu sangat marah terhadap Tian Feng yang sudah melukainya.


Semburan cairan ungu terus dia lepaskan hingga banyak tumbuhan yang layu dibuatnya dan tanpa lelah menyerang secara kasar.


Tian Feng dengan cepat melompat kearah pohon kemudian dia menekukkan kedua lututnya dan dengan Chi di telapak kakinya dia melontarkan dirinya dengan keras ke arah kepala ular tersebut.


Melihat Tian Feng yang meluncur di hadapannya, ular itu membuka mulutnya lebar-lebar dan kemudian bersiap untuk menyembur cairan racunnya.


Tian Feng memperkuat kepalan tangannya dan dengan kecepatan tinggi masuk ke mulut ular itu sebelum ular itu sempat mengeluarkan semburan racunnya.


Tinju Tian Feng yang tajam dengan dukungan lontaran kuat langsung menembus tubuh ular itu lewat rongga mulutnya.

__ADS_1


Siluman ular itu menggeliat tidak karuan di permukaan tanah hingga menabrak banyak kayu dan batu hingga tempat itu bersih sebelum akhirnya secara perlahan-lahan gerakannya melambat kemudian diam tak bergerak.


Tian Feng dengan sedikit darah di bajunya hanya melihat tubuh siluman ular yang sudah tidak bergerak lagi.


Tian Feng berjalan kearah kepala Siluman ular itu kemudian dia menyerap perasaan dari Aura Kematian dari ular itu untuk beberapa saat kemudian dia menarik sisik tebal di kepala ular tersebut hingga sebuah batu mustika berwana hitam pekat terlihat.


Tian Feng langsung mengambil mustika itu kemudian dia menyimpannya di dalam Cincin Langit Malam nya sebelum akhirnya dia pergi ke bangunan yang dulu pernah menjadi rumahnya.


Tian Feng masuk ke dalam dan melihat Ho Chen yang sedang duduk bermeditasi di dalam rumah.


"Sudah Lima Mustika Siluman yang aku dapatkan, tapi ini hanya mustika milik ular yang berkemampuan menengah saja!" gumam Tian Feng.


Selama dua hari di dalam hutan, dia tidak belum bertemu dengan siluman sekuat tingkat atas atau Cahaya, dengan tingkat setinggi itu maka energi dari mustika nya pasti akan lebih banyak dan kuat.


Tian Feng meletakkan kelima mustika siluman itu di hadapannya dan kemudian dia menarik nafas sebelum akhirnya meraih satu mustika siluman dengan perasaan agak gugup.


Sebelumnya Ho Chen sudah memberitahukan cara melakukan metode penyerapan mustika siluman sehingga dia tidak perlu lagi menunggu Ho Chen terbangun dari meditasinya.


Tian Feng menghembuskan nafas hingga hawa keruk dan hangat keluar dari mulutnya sekaligus bergumam, "Semoga ini benar-benar berhasil!" gumamnya kemudian dia mulai memusatkan pikirannya untuk mengalirkan hisapan energi yang akan menyerap energi dari mustika itu


Tian Feng menggenggam mustika siluman dengan erat kemudian dia mulai menyerap energi itu secara perlahan-lahan. Tian Feng tidak mau tergesa-gesa karena ini baru pertama kalinya dia mencobanya.


Energi penyerapan secara pelan-pelan mulai menghisap energi Mustika itu yang kini mulai dirasakan oleh Tian Feng. Rasa hangat di dalam tubuhnya serasa mengalir bagai air yang mengalir mengalir mengikuti jalur terendah.


Setelah rasa hangat itu mulai terasa sampai diperutnya, Tian Feng merasakan sedikit perih seperti sebuah luka kecil yang terkena air garam. Tian Feng meringis menahan rasa perih itu yang seolah-olah seperti sakit lambung, namun dia sadar jika itu adalah rasa sakit dari luka penyimpanan energinya yang mulai di sirami oleh energi mustika.


Tian Feng tetap mempertahankan dan terus menyerap energi Mustika itu tanpa henti hingga nanti energi itu akan benar-benar habis.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya energi mustika itu habis dan Tian Feng juga sudah tidak dapat menyerap apapun lagi.


Tian Feng segera membuka matanya dan menatap mustika itu yang kini sudah tidak terlihat berkilau lagi, mustika itu terlihat seperti batu kecil biasa pada umumnya, namun saat Tian Feng memiringkan nya, mustika yang sudah seperti batu biasa itu jatuh ketanah seperti debu halus.


Tian Feng cukup terkejut melihat namun itu hanya sesaat, dia segera memeriksa penyimpanan energinya, walau terlihat tidak ada perubahan, namun jika dirasakan Tian Feng merasa seperti sedikit baikan.


"Ini berhasil!"


Suka cita dan semangat Tian Feng melonjak, "Api harus mengumpulkan mustika ini sebanyak mungkin, dengan ini aku akan memiliki kembali Pucak kekuatan ku, dan setelah itu akan mencoba menerobos kembali untuk bisa mencapai ke tahap Dewa," mata Tian Feng terlihat seperti menyala-nyala dan tanpa ragu dia pasti akan segera pulih.


Namun sebenarnya itu tidak semudah yang diperkirakan karena bagaimanapun Tian Feng tetap harus berusaha mengumpulkan Mustika Siluman dengan cara bertarung, sukur-sukur kalau silumannya sekuat Menengah, kalau sampai sekuat Tingkat Atas atau Cahaya? Itu pasti akan sangat sulit mengingat para siluman memiliki kekuatan tubuh yang sangat kuat.


Tian Feng kembali menyerap sisa Mustika Siluman yang tersisa hingga semuanya benar-benar habis terserap.


Setelah malam tiba, Tian Feng menyempatkan diri untuk mempelajari cara membuat Pil obat ajaib yang di berikan oleh Lio Long.


"Ini unik, disamping caranya yang aneh, ini juga memiliki daftar tanaman yang sama sekali tidak akan pernah ditemukan di seluruh wilayah Kerajaan Wu!" gumam Tian Feng.


Dari semua daftar tanaman ajaib yang memang mustahil untuk didapatkan, hal yang paling menarik adalah cara membuatnya yang akan menggunakan sebuah kuali ajaib yang nantinya akan di bakar dengan menggunakan Api yang terbuat dari Chi.

__ADS_1


"Api teratai Buddha Emas? Memangnya ada api seperti itu?"


Tian Feng sendiri yang sudah memiliki energi Yan, namun dia hanya memiliki satu jenis api biasa saja kecuali Naomi. Tian Feng ingat jika Naomi memiliki api berwarna biru, dan Tian Feng juga sempat melihat Wang Dunrui yang juga pernah melepas api hitam saat membunuh Armando.


"Sepertinya aku harus mencari lebih banyak informasi akan api-api ini, apa mungkin guru mengetahui hal ini?"


"Tentu saja aku tahu..!"


Baru saja Tian Feng menyuarakan pemikirannya terhadap Ho Chen, tiba-tiba saja Ho Chen sudah muncul dan menjawabnya.


"Guru mengetahuinya? Memangnya Api itu memiliki beberapa jenis macam?" tanya Tian Feng.


"Banyak sekali jenis macam api! Dalam satu jenis api saja memiliki dua hingga tiga farian!" jawab Ho Chen.


"Kalau begitu guru pasti tahu cara membuat pil obat? Terutama Pil Ajaib dari guru Lio Long!" kata Tian Feng sekaligus bertanya.


Ho Chen tertawa kecil mendengar pertanyaan Tian Feng, dia menghela nafas panjang sebelum akhirnya bersuara, "Kamu terlalu memandang tinggi diriku ini Tian Feng! Walau aku ini salah satu dari lima manusia yang memiliki kekuatan Dewa dan sudah hidup selama ribuan tahun, namun sejak dulu aku tidak tahu atau tidak mengerti cara membuat pil atau obat!" jawab Ho Chen.


Ho Chen duduk disamping Tian Feng kemudian melanjutkan perkataannya, "Di belahan dunia lain, ada sebuah metode pembuatan Pil Ajaib, dengan kehebatan pil itu akan mampu membuat seseorang memiliki umur panjang, dan dengan pil itu juga akan mampu membuat orang yang memiliki tingkat praktik terendah bisa melambung tinggi, contohnya seperti kekuatan mu! Jika kamu bisa memperoleh atau membuat pil tingkat tinggi, hanya dengan mengkonsumsi satu atau dua butir saja, kekuatan mu akan dengan cepat mencapai puncak terakhir yang kamu miliki, bahkan dengan satu atau dua pil yang memiliki tingkat lebih tinggi, kamu juga akan mampu menembus hingga ketahap Dewa!"


Penjelasan Ho Chen seperti angin segar yang berhembus di telinga Tian Feng, dia tidak menduga akan ada pil semacam itu sedangkan di tiga Kerajaan Pil hanya mampu menambah jumlah Pusaran Chi saja, itupun paling banyak sekitar lima pusaran, "Ternyata ada pil yang seajaib itu!" gumam Tian Feng.


"Alam semesta itu sangat luas, diluar sana masih banyak hal unik yang belum kamu ketahui, namun suatu saat nanti kamu pasti akan menjelajahi alam semesta juga setelah memiliki kemampuan hingga ke tahap Dewa!" kata Ho Chen.


Tian Feng mengangguk, dia juga ingin segera mencapai ketahap Dewa, namun sepertinya itu masih butuh waktu, andai dia bisa membuat atau menemukan pil ajaib, pasti semuanya akan lebih mudah.


"Jangan berpikir yang aneh-aneh! Kemampuan yang terbaik adalah kemampuan yang di peroleh dari kerja dan latihan keras, kalau kamu memaksakan diri mu dengan menelan Pil Ajaib hanya demi mempercepat naik ke tahap yang lebih tinggi, itu hanya akan membuat mu memiliki kekuatan kantong besar yang di dalamnya hanya berisi angin kosong saja!" kata Ho Chen.


Tian Feng hanya bisa tersenyum pahit, dia juga sadar kekuatan dan kemampuan yang terbaik adalah kemampuan yang didapat dari latihan dan bukan sebuah kemampuan yang didapat secara instan, itu semua mengarah kepada kepadatan isi yang terkandung dalam kekuatan besar.


"Guru! Kalau boleh aku tahu guru saat ini berada di tahap apa?" Tian Feng sangat penasaran akan kekuatan Ho Chen yang sebenarnya.


"Kekuatanku?" Ho Chen merajut alisnya dan melihat Tian Feng yang mengangguk penasaran, "Saat ini aku berada di tahap Pucak Dewa Agung!" jawab Ho Chen.


"Puncak Dewa Agung?" Tian Feng memang tidak tahu tahap itu, namun dia mengerti jika tahap Dewa Agung memiliki kekuatan yang luar biasa yang mungkin berada di luar akal sehat.


"Iya Dewa Agung! Kekuatan Dewa di bagi beberapa tahapan, yaitu tahap Dewa biasa, Dewa Bumi, Dewa Langit, Dewa Alam dan Dewa Agung, jika beruntung akan bisa naik ketahap yang lebih tinggi, contohnya saudara Wang Dunrui, dia berada di tahap Dewa biasa. dan Lio Long yang berada di tahap Dewa Langit!"


Tsk: Dewa Baisa adalah tahap awal mula memasuki tahap Dewa.


Tian Feng mengangguk-angguk kepalanya, walau dia tidak terlalu paham karena yang ia tahu dulu hanyalah sebatas di tingkat Cahaya Tahap 3, dan itu sudah yang tertinggi di ketiga Kerajaan sebelum akhirnya dia memiliki kekuatan Raja Bumi hingga Raja Alam.


Dengan ini keinginan Tian Feng untuk berburu Siluman jadi lebih tinggi, dan tentu saja dia tetap bertekad untuk mempelajari cara membuat Pil ajaib walau dia tidak tahu bagaimana cara mendapatkan Kuali ajaib, dan jika masalah api, mungkin dia bisa belajar dari Ho Chen.


"Api Teratai Buddha Emas, aku harus mempelajarinya dan Kuali Ajaib ini...! Ah sudahlah sebaiknya aku memfokuskan diri dulu mengumpulkan Mustika Siluman sebanyak mungkin agar penyimpanan energiku cepat pulih!" Tian Feng sudah tidak sabar ingin secepatnya mengumpulkan Mustika Siluman, bagaimanapun pemulihan penyimpanan energinya yang harus lebih dulu di utamakan.


Ho Chen juga diam-diam tersenyum saat mengetahui keinginan dan tekad kuat Tian Feng, dia menatap keluar dengan mata menyala seolah-olah mata dewanya sedang memperhatikan sesuatu yang menarik.

__ADS_1


__ADS_2