Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Menyamar


__ADS_3

***


Tian Feng muncul kembali di atas awan, dia berada tepat di atas rumah desa klan Tsuki. "Tidak ada yang berubah satupun dari tempat itu," gumam Tian Feng.


Tian Feng melihat halaman latihan yang cukup luas, dan dulu dia pernah membantu Klan Tsuki melawan para pasukan ronin di tempat itu, tentu Tian Feng tidak akan melupakan perang pertama saat dirinya baru pertama kali menginjakkan kaki di Toakai, dan sekarang Klan Tsuki sudah menjadi bagian dari keluarganya.


Tian Feng tidak langsung turun, dia lebih dulu mengamati rumah Hiroshi yang terlihat sepi dan hanya ada beberapa murid muda yang berjalan kesana kemari dengan aktivitas masing-masing.


"Seharusnya mereka sudah tiba hari ini, atau jangan-jangan mereka tidak kesini?" batin Tian Feng kemudian dia menggunakan mata Dewa nya untuk melihat keberadaan Hiroshi dan Chie Xie.


Tian Feng mencari dengan memeriksa energi milik Chie Xie dan kemudian dia menemukan Chie Xie dan Hiroshi serta beberapa Shinobi dan ronin di sebuah rumah besar yang berada di tengah-tengah kota.


Tian Feng segera pergi ke kota tersebut dan kemudian dia turun sekaligus mampir di toko kain untuk membeli pakaian Shinobi lengkap dengan senjatanya, Tian Feng berniat untuk menyamar sebagai Shinobi agar bisa bergabung tanpa di ketahui oleh Chie Xie.


Tian Feng tidak mau jika sampai Chie Xie mengetahui keberadaannya, sebab dia tidak sanggup jika nanti Chie Xie akan menyerangnya dengan pertanyaan yang pastinya akan membuatnya sakit kepala.


Setelah mengenakan pakaian Shinobi lengkap dengan penutup wajahnya, Tian Feng segera pergi ke rumah besar dan mulai berbaur dengan para Shinobi yang berada disana.


Tian Feng langsung menuju ke tempat dimana Chie Xie berada saat ini, dan dia hanya berdiri tidak jauh dari Chie Xie dan merubah prilakunya dengan gaya layaknya seorang Shinobi.


Tian Feng bisa mendengar akan apa yang di bicarakan oleh Hiroshi dengan seorang pria tua gemuk yang memegang kipas, walau bisa mendengar dengan sangat jelas, sayangnya Tian Feng tidak mengerti akan apa yang dibicarakan oleh kedua orang tersebut.


Disaat yang sama, Tian Feng melihat seorang pemuda mendekati Chie Xie yang sedang duduk sendirian sambil melihat pemandangan di luar dari jendela.


Pemuda tersebut terlihat lebih tua dari Chie Xie, dan wajahnya cukup tampan, hanya saja cara pakainya yang terlihat terlalu berlebihan.


"Nona, maaf jika aku mengganggu!" kata pemuda tersebut yang ternyata bisa berbicara bahasa Wutong.


Chie menoleh dan kemudian memperhatikan pemuda tersebut kemudian menjawabnya, "Tidak apa-apa!" kata Chie Xie setelah menjawabnya Chie kembali menoleh ke luar tanpa mempertanyakan alasan pemuda itu yang menyapanya.


Pemuda tersebut terlihat tidak tersinggung dan kembali berbicara kepada Chie Xie sambil duduk di kursi yang bersebelahan dengan Chie Xie.


"Namaku adalah Kumo Mashazi, siapa nama Nona?" tanya pemuda tersebut.


"Panggil saja aku Xie Xie!" jawab Chie Xie tanpa menoleh.

__ADS_1


"Owh Nona Xie Xie! Tapi kenapa Nona bisa ikut dengan paman Hiroshi kesini untuk membantu perang di Negara kami? Apakah Nona Xie Xie tidak takut? Sebab perang kali ini akan melibatkan banyak para kesatria hebat serta Shinobi kuat dari berbagai daerah dan suku!"


"Kenapa aku harus takut, aku sudah sering melihat Shinobi dan ronin, jadi aku sudah terbiasa menghadapi mereka!" jawab Chie Xie walau sebenarnya dia tidak pernah bertarung dengan ronin maupun Shinobi.


"Berbeda Nona, kali ini akan ada para Shinobi tingkat Goodo yang akan menjadi lawan kami, sedangkan kami hanya memiliki beberapa saja, aku khawatir nanti akan ada senjata yang bisa merusak wajahmu yang sangat cantik itu!" kata pemuda tersebut yang mulai melenceng.


Chie Xie hanya tersenyum tipis tanpa menanggapi perkataan pemuda aneh tersebut, dia hanya lebih memperhatikan pepohonan yang indah dengan bung merah muda yang sangat banyak.


Tian Feng sendiri hanya tersenyum tipis dibalik penutup wajahnya sambil menggelengkan kepalanya, dia merasa adik angkatnya itu terlalu dingin kepada laki-laki, hal ini membuat Tian Feng merasa jika memang akan sulit bagi Chie Xie untuk mendapatkan jodohnya, terlebih lagi dengan e energi Yin yang menjadi kendala paling utama.


Disisi lain menurut Tian Feng, pemuda yang berbicara dengan adiknya itu juga salah, jika dia memang ingin mendekati adiknya, kenapa harus membahas masalah peperangan, jika ingin memuji juga cara pemuda itu menyampaikannya juga salah, namun Tian Feng juga merasa jika kemungkinan pemuda itu sedikit sombong dalam berpenampilan.


"Xie Xie..! Owh maaf saya tidak tahu jika pangeran ada disini!"


Hiroshi yang baru selesai berbicara dengan pria tua gemuk itu ingin berbicara kepada Chie Xie, namun dia terkejut setelah melihat pemuda yang duduk bersama Chie Xie.


"Tidak apa-apa Paman Hiroshi, aku tadi hanya kebetulan saja melihat nona cantik ini duduk sendirian, jadi aku menemaninya untuk mengobrol!" kata pemuda tersebut.


"Tuan Hiroshi, memangnya siapa dia?" tanya Chie Xie yang penasaran ketika melihat Hiroshi yang begitu menghormati pemuda tersebut.


"Sudah, dia bernama Kumo Mashazi!" jawab Chie Xie.


"Iya, dia adalah Tuan muda Kumo Mashazi, putra Daimyo Tuan Kumo Kenzo!" jawab Hiroshi.


"Daimyo?"


"Iya Daimyo, dia adalah pemimpin Toakai, kemudian ada pejabat lainnya seperti Daimo dan beberapa pejabat lainnya, dan saat ini kita akan bergabung bersama Daimyo untuk melawan pemberontakan Daimo yang mendapatkan dukungan dari Klan Yama serta beberapa suku pedalaman!" kata Hiroshi.


Chie Xie hanya mengangguk sedangkan Mashazi yang merasa bangga setelah Hiroshi mengenalkan dirinya kepada Chie Xie jadi bingung saat Chie Xie yang terlihat biasa-biasa saja setelah dia mengetahui akan siapa dirinya.


"Paman, sudah sangat lama sekali aku tidak bertemu dengan Naomi-sama, bagiamana kabarnya?" tanya Mashazi.


"Naomi sekarang ikut dengan suaminya!" jawab Hiroshi.


"Apa!? Jadi Naomi-sama sudah menikah? Siapa laki-laki yang sudah beruntung itu? Dan apakah laki-laki itu laki-laki yang pantas untuk mendampingi Naomi-sama? Jangan-jangan laki-laki itu adalah laki-laki sampah hidung belang yang hanya ingin menikmati Naomi-sama kemudian akan membuangnya setelah bosan!"

__ADS_1


"Apa katamu? Berani-beraninya kamu mengatakan hal buruk mengenai Gege ku!" Chie Xie langsung naik pitam setelah Mashazi berbicara yang bukan-bukan mengenai kakaknya.


Tian Feng hanya bisa batuk-batuk sedikit mendengar perkataan Mashazi, sedangkan Hiroshi mengepalkan kedua tangannya, namun setelah itu dia berusaha untuk tidak emosi.


Hiroshi tahu jika Mashazi dan Hataro sudah sangat lama bersaing untuk mendapatkan hati Naomi, hanya saja Hataro yang lebih nekad dalam bertindak.


Mashazi jelas terkejut saat Chie Xie tiba-tiba saja membentaknya dengan mata memerah. Selama ini tidak ada satu orang pun yang berani membentaknya dan kali ini seorang gadis yang baru saja bertemu sudah berani melotot dengan nada keras.


Beberapa ronin segera berdatangan dan kemudian mencabut pedang mereka lalu mengarahkannya kepada Chie Xie, sedangkan Chie Xie sama sekali tidak terlihat takut walau beberapa pedang sudah mengarah padanya.


"Turun pedang kalian?" kata Mashazi kepada para ronin tersebut kemudian dia berbicara kepada Chie Xie.


"Maaf Nona, kenapa Nona merasa tersinggung, apa ada yang salah dengan ucapkanku tadi?" tanya Mashazi.


"Ucapanmu tidak memiliki kesopanan, dan aku tidak terima jika kamu menjelek-jelekkan kakak ku, apa kamu pikir kamu lebih baik dari kakak ku? Sejak dulu, gege dan Naomi jiejie sudah saling suka!" kata Naomi.


"Jadi suami Naomi adalah kakakmu?" tanya Mashazi.


"Iya, suami Naomi jiejie adalah kakaku Tian Feng!" jawab Chie Xie.


"Tian Feng? Sepertinya aku tahu nama ini! Tian Feng.. Tian Feng..! Owh iya aku ingat sekarang, Tian Feng pemuda dari Kerajaan Wutong yang dulu pernah melenyapkan suku Mori itu!" kata Mashazi kemudian dia segera berubah sikap kepada Chie Xie setelah mengetahui akan siapa suami Naomi.


Mashazi pernah mendengar jika sosok yang sudah melenyapkan suku Mori bernama Tian Feng, dan itu diketahui oleh hampir seluruh masyarakat Toakai, karena dulu Tian mungkin pernah memberikan pertanyaannya.


"Maafkan aku atas ucapanku tadi! Aku tidak tahu jika kamu adalah adik Tian Feng!" kata Mashazi sekaligus tangannya menepis ronin di sebelahnya yang masih memegang pedang untuk segera menyarungkan pedangnya.


Chie Xie terkejut melihat Mashazi yang ternyata mengetahui kakaknya, dan yang lebih membingungkan Chie Xie, kenapa Nama Tian Feng sudah di ketahui oleh mereka serta sudah di segani begitu mendengarnya namanya disebut.


Chie Xie menoleh ke arah Hiroshi yang juga mengangguk kepada Chie Xie, itu artinya Mashazi benar-benar minta maaf.


"Tuan Hiroshi, ada laporan dari penjaga gerbang kota bahwa musuh mulai terlihat!" kata salah satu ronin pengawal Hiroshi yang memberikan laporan.


"Secepat ini? Bukankah seharusnya masih ada waktu lima hari lagi bagi mereka untuk tiba disini? Tapi kenapa mereka justru muncul sekarang?" kata Hiroshi kemudian dia berbicara kepada Chie Xie.


"Xie Xie, aku harus kedepan dulu, kamu tunggu disini, dan jika ternyata aku nanti butuh bantuan, aku akan segera memanggilmu!" kata Hiroshi kemudian dia mengajak beberapa Shinobi disana yang salah satunya adalah Tian Feng yang Menyamar dan semuanya diajak pergi ke gerbang kota untuk mencegah musuh.

__ADS_1


Setelah kepergian Hiroshi, Mashazi yang sejak awal merasa angkuh kini menjadi canggung setelah mengetahui identitas Chie Xie, kini dia tahu alasan Chie Xie yang tidak menghormatinya, itu karena Chie Xie memiliki kemampuan untuk melawan.


__ADS_2