Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pusaka Mata Naga Giok Kaisar


__ADS_3

***


Di dalam sebuah aula yang sangat gelap, An Huang Yi sedang duduk bermeditasi seorang diri, dia berusaha untuk menyempurnakan kekuatannya agar semakin kuat, walau sudah berada di puncak Rana Agung, namun An Huang Yi masih ingin lebih kuat lagi.


Angin yang mengandung energi kuat berputar-putar, ditubuh An Huang Yi dan pancaran aura Agung segera menyebar dan menggetarkan seluruh Galaxi Hitam.


Setelah cukup lama dia bermeditasi, An Huang Yi segera bangkit dan kemudian dia melangkah keluar menuju ke Aula Istana.


"Apakah Xi Jing Zi belum kembali?" tanya An Huang Yi kepada para Pengawalnya yang hanya tersisa tiga saja.


"Belum Yang Mulia!" jawab Panglima Gerbang Timur.


"Waktu sudah semakin dekat, sedangkan Xi Jing Zi masih belum menemukan sosok pemilik kekuatan kegelepan murni itu, apakah sesulit itu untuk menemukannya?" tanya An Huang Yi.


"An Huang Yi, kamu jangan lupa jika sosok itu juga memiliki kekuatan besar, bahkan diriku saja tidak bisa menemukannya, apalagi menantumu!" kata Energi Hitam yang muncul di samping An Huang Yi dalam wujud kabut hitam.


"Sepertinya aku ingat sesuatu, kalau tidak salah di kahyangan ada satu pusaka dewa yang bisa di gunakan untuk mengetahui sesuatu, tapi aku lupa sama nama pusaka tersebut!" kata An Huang Yi.


"Salah satu pusaka Dewa yang bisa digunakan untuk mengetahui sesuatu? Apakah maksud Yang Mulia Mata Naga Giok Kaisar?" tanya Panglima Gerbang Utara karena dia merasa tidak asing dengan Pusaka yang dimaksud oleh An Huang Yi.


"Sepertinya iya, namun aku sudah lupa karena Pusaka itu sangat jarang di ketahui, bahkan oleh para Buddha sekalipun!" kata An Huang Yi.


"Kalau begitu hamba tahu dimana pusaka itu berada Yang Mulia!" ucap Panglima Gerbang Utara sehingga membuat An Huang Yi melebarkan matanya.


"Benarkah, dari mana kamu bisa tahu?" tanya An Huang Yi.


"Dulu saat hamba dan Iblis Tanpa Wajah pergi ke kahyangan, kami sempat melihat Dewa Awan ingin mengambil Mata Naga Giok Kaisar itu untuk mengetahui akan keberadaan Dewa Sesat, namun itu sekitar tiga ratus tahun yang lalu, dan Mata Naga Giok Kaisar itu berada di bawah Gunung Tingsan, tepatnya di kaki Gunungnya!" kata Panglima Gerbang Utara.

__ADS_1


"Kaki Gunung Tingsan? Bukankah Gunung itu adalah bekas tempat Naga Emas Kuno? Apakah kira-kira tidak berisiko jika pergi kesana?"


An Huang jelas masih ingat jika Naga Emas Kuno ternyata tidak benar-benar punah, walau dia tahu jika masih ada tiga Naga Emas kuno yang yang tersisa, namun setelah melihat Naga milik Tian Feng, An Huang Yi yakin jika sebenarnya Naga Emas kuno itu masih ada.


"Jika memang pusaka itu bisa menunjukan serta mengetahui semua yang ingin kita ketahui, maka aku sendiri yang akan kesana!" kata Energi Hitam.


"Tidak mudah bagimu untuk kesana, sebab jika memang Naga Emas kuno itu benar-benar ada, maka akan sangat sulit untuk berhadapan dengan mereka, bahkan dengan kekuatanku sekalipun sepertinya mustahil!" kata An Huang Yi.


"Apa sebegitu kuatnya Naga Emas kuno itu sehingga membuatmu tidak percaya diri jika berhadapan dengannya? Menurutku tidak ada kekuatan yang besar, karena semua kekuatan pasti memiliki kelemahan, apalagi ini hanyalah seekor Naga!" kata Energi Hitam.


"Terserah kamu saja jika kamu memang tidak percaya padaku, yang jelas aku sudah memberitahumu, dan jika kamu ingat kembali, seberapa besarnya kekuatan Naga Emas kuno yang melindungi Kahyangan, dan seberapa kuat Naga Emas kuno yang berada di Nirwana?"


Energi Hitam langsung terdiam, dia berusaha berpikir mencari solusi sebabnya jika benar Pusaka Mata Naga Giok Kaisar itu bisa menunjukan atau memberitahukan akan siapa sosok pemilik kekuatan kegelepan itu, maka pusaka itu adalah harapan baru baginya, dan Energi Hitam tidak peduli akan siapa yang menjaganya.


"Panglima Timur, aku akan meminjam tubuhmu untuk aku kendalikan agar aku bisa mengeluarkan sedikit kekuatanku nanti jika memang ada Naga Emas kuno disana yang harus aku lawan!" kata Energi Hitam.


"Hem sekarang pergilah dan bersiap-siap karena sebentar lagi kita akan segera pergi ke Gunung Tingsan!" kata Energi Hitam kemudian ketiga pengawal itu segera pergi meninggalkan An Huang Yi dan Energi Hitam.


"Kau ingin mengorbankan satu pengawal hanya demi mendapatkan pusaka itu?" tanya An Huang Yi setelah ketiga Pengawalnya pergi.


"Tidak ada cara lain lagi, jika untuk mendapatkan Pusaka itu harus ada yang menjadi korban, maka aku akan mengorbankan satu nyawa untuk di tukar dengan kekuatan baru!" kata Energi Hitam.


"Terserah kamu saja, namun pastikan pengorbanan Panglima Gerbang Timur tidak sia-sia!" kata An Huang Yi.


"Kamu terlalu meremehkanku An Huang Yi, ingatlah jika aku ini memiliki kemampuan yang mampu melenyapkan satu bintang dengan satu jariku, sebab sedikit saja kekuatanku aku gunakan di tubuh Panglima Gerbang Timur, itu sudah lebih dari cukup untuk melenyapkan satu satu Bintang," kata Energi Hitam kemudian dia pergi meninggalkan An Huang Yi dan akan bersiap-siap untuk pergi bersama Panglima Gerbang Timur menuju ke Gunung Tingsan.


***

__ADS_1


Tian Feng kembali lagi ke Istana Naga Laut Utara setelah semua urusan di dunianya sudah selesai, dan di sana Ho Chen sudah menunggu dirinya.


"Bagiamana Tian, apakah yang dikatakan oleh Chinmi benar?" tanya Ho Chen.


"Tidak guru, ternyata teman guru itu sengaja memancing emosiku dengan menggunakan Keluargaku sebagai kelemahanku," jawab Tian Feng.


"Baiklah karena sekarang urusan kita disini sudah selesai, bagaimana jika sekarang kita pergi ke Gunung Tingsan?" kata Ho Chen.


"Gunung Tingsan, dimana itu, dan ada keperluan apa kita kesana?" tanya Tian Feng.


Ho Chen segera menjelaskan padanya akan maksud tujuannya, dan Ho Chen juga menjelaskan jika sebenarnya dia mengetahui semuanya itu dari Raja Agung Barat Guang Mu.


"Pusaka Mata Naga Giok Kaisar? Dan disana juga adalah tempat para Ras Naga Emas kuno berada?" tanya Tian Feng.


"Iya! Gunung Tingsan adalah tempat keberadaan Naga Emas Kuno memang dimasa lalu, namun sepertinya beberapa dari mereka masih ada," jawab Ho Chen.


Tian Feng mengangguk-angguk sembari menggosok-gosok lengannya, sudah sangat lama sekali Xu Lian tidak keluar, terakhir dia keluar sejak dirinya berada di Nirwana, dan setelah itu dia tidak pernah keluar lagi.


"Sepertinya sebentar lagi kamu akan bertemu dengan ras mu Xu Lian!" gumam Tian Feng kemudian dia kembali teringat akan Pusaka Mata Naga Giok Kaisar itu yang menurut penjelasan Ho Chen Pusaka itu bisa di buat untuk mengetahui sesuatu.


Ho Chen berencana mengambil Pusaka Mata Naga Giok Kaisar itu untuk mengetahui keberadaan Galaxi Hitam yang menjadi tempat istana An Huang Yi, sebab dunia Galaxi Hitam tidak bisa di temukan walau Ho Chen sudah menggunakan mata dewanya.


"Ayo kita masuk dan pamitan kepada Raja Naga Ao Shen dan Yun Yun!" kata Ho Chen.


Tian Feng mengangguk kemudian dia dan Ho Chen masuk kedalam istana untuk berpamitan, karena urusannya di Dunia bawah sudah terselesaikan.


Ho Chen yakin jika An Huang Yi tidak akan lagi mengirim Pengawalnya untuk mencelakai Yunyun, sebab panglimanya sendiri kini hanya tinggal beberapa saja, dan itu akan membuat An Huang Yi berpikir dua kali jika ingin memaksa para Pengawalnya untuk pergi ke Dunia Bawah.

__ADS_1


__ADS_2