
"Akan tetapi ada hal yang tidak disadari oleh Kaisar Kegelapan, tindakannya saat itu mungkin bermaksud untuk melepaskan semua pengikutnya dari berbagai jenis mahluk, dan salah satu adalah para Siluman itu, namun dia tidak tahu jika tindakannya itu mungkin akan menguntungkan musuhnya sendiri!" kata Ho Chen.
Lio Long dan Wang Dunrui sama-sama saling berpandangan, ucapan yang keluarkan dari mulut Ho Chen mengandung makna yang sulit untuk di mengerti oleh mereka berdua, apalagi terhadap tiga manusia biasa yang hanya mendengarkan obrolan tiga manusia berkekuatan Dewa itu
"Menguntungkan? Menguntungkan dalam hal apa?" tanya Lio Long.
Ho Chen tersenyum lebar dan disertai dengan lirikan terselebung yang penuh arti kepada Tian Feng kemudian mengatakan sesuatu yang mengejutkan semua yang ada disana.
"Manusia berkulit muda ini memang memiliki otak buntu dan egois, dia selalu bertindak sesuka hati tanpa memikirkan konsekuensinya! Namun aku akui jika dibalik usahanya yang brutal dan juga keras kepala, selalu saja ada keajaiban yang mendampinginya termasuk masalah besar ini!" kata Ho Chen.
Tian Feng mengernyitkan alisnya, dia tahu yang dimaksud Manusia berkulit muda adalah dirinya, dan dia juga akui jika dirinya memang sering gegabah dalam bertindak. Anehnya setiap tindakannya selalu berakhir dengan keberuntungan atau bisa juga disebut sebagai keajaiban.
Salah satu contoh adalah ketika dirinya sudah berada diambang Kematian dimana dia sudah yakin jika dirinya tidak akan bisa selamat setelah mendapatkan serangan dari ketiga saudara seperguruannya.
Namun secara ajaib dirinya bisa selamat setelah meminum cairan obat pemberian Iblis Gila Sue Yue sehingga dirinya tetap hidup walau anehnya dia harus mengecil kembali.
Masih banyak lagi keberuntungan dan keajaiban lainnya yang Tian Feng dapatkan, namun masalah robeknya dinding dunia dimensi dengan keberuntungan dirinya, Tian Feng dan semuanya benar-benar tidak mengerti.
"Apa maksud guru?" tanya Tian Feng.
Ho Chen meraih lengan Tian Feng kemudian menekannya dengan energi. Dia memeriksa penyimpanan energinya yang sudah bocor sebelum akhirnya berbicara dengan lembut.
"Siluman atau apapun yang kalian sebut itu sebenarnya memiliki beberapa kegunaan bagimu! Mungkin ini terdengar asing, namun aku yakin jika Saudara Dunrui dan Senior Lio Long mengetahui maksudku!" kata Ho Chen yang melepaskan kembali lengan Tian Feng.
"Jiejie! Kakak ini sebenarnya mau bicara apa? Sejak tadi dia berbicara seperti berputar-putar saja membuat kepala pusing untuk menemukan maksudnya!" kata Chie Xie yang sejak tadi merasa bingung dan kepalanya serasa berputar karena tidak mengerti maksud perkataan Ho Chen.
"Kamu tidak mengerti?" tanya Naomi yang dijawab dengan anggukan oleh Chie Xie sekaligus berharap Naomi mengerti dan menjelaskannya kepada dirinya yang kepalanya serasa berputar.
"Kalau begitu aku juga sama, tidak mengerti..!" jawab Naomi yang membuat Chie Xie dan Tian Feng hampir jatuh mendengarnya.
"Owh aku baru menyadarinya!" Wang Dunrui bersuara dan Lio Long mengangguk-anggukan kepalanya dengan mengelus janggut putihnya.
Tian Feng, Naomi dan Chie Xie memperhatikan wajah ketiga orang itu secara bergantian, mereka semakin dibuat bingung karena belum mengerti sama sekali.
Ditengah-tengah rasa kebingungan ketiganya, Lio Long mengeluarkan sebuah batu mirip Mustika berwarna Merah darah dari ruang hampa.
"Tian! Yang dimaksud oleh Ho Chen tadi adalah benda ini!" kata Lio Long sembari menjulurkan batu merah itu kepada Tian Feng.
Naomi dan Chie Xie segera merapat dan ikut melihat batu merah itu karena penasaran, begitu juga dengan Tian Feng yang mengambil batu merah itu kemudian membolak-balikkan batu merah tersebut.
"Batu ini seperti memiliki kandungan Chi di dalamnya, namun sangat berbeda dengan Chi biasa! Batu apa ini sebenarnya?" tanya Tian Feng.
"Itu adalah Mustika Siluman, benda itu hanya bisa didapatkan dari tubuh siluman yang sudah berhasil dibunuh, dan batu itu memang menyimpan energi, semakin besar kekuatan siluman yang dibunuh, maka energi mustika yang dimilikinya juga akan besar juga!" kata Ho Chen.
"Apakah maksudnya seperti penyimpanan Chi dalam tubuh?" tanya Tian Feng.
"Iya!" jawab Lio Long.
Chie Xie yang penasaran juga mengambil batu merah itu kemudian memeriksanya, dia juga merasakan energi yang terkandung di dalam batu mustika merah itu.
"Tian! Sekarang siluman sudah mulai memasuki dunia mu, dengan demikian duniamu saat ini harus bersiap menghadapi teror dari para siluman, dan mulai besok kamu sudah harus bisa keluar dan memburu para siluman sebanyak yang kamu mau. Ambil mustikanya dan serap energi agar energimu semakin bertambah!" kata Wang Dunrui.
"Senior Wang! Bukannya saya tidak mau, tapi dengan kondisi saya saat ini apa bisa menyerap Chi dari mustika siluman dan menyimpannya? Bukankah penyimpanan energi saya sedang....!"
"Kamu tidak perlu menghawatirkan itu! Bukankah kamu memiliki metode penyerapan Aura Pembunuh?"
Tian Feng mengangguk mengiyakan pertanyaan Lio Long, walau dia belum pernah menceritakan kepada siapapun jika dirinya memang memiliki metode penyerapan Aura Pembunuh dari Kitab Iblis Neraka, namun Lio Long bisa mengetahuinya.
__ADS_1
"Dantian atau yang kamu sebut sebagai Penyimpan Chi itu bisa dipulihkan dengan mengumpulkan Aura Pembunuh sebanyak mungkin, karena itu berburuhlah dan bunuh Hewan Iblis pengikut Kaisar Kegelapan itu sebanyak-banyaknya, semakin banyak akan semakin bagus!" kata Lio Long kemudian dia menyentuh kening Tian Feng.
Chie Xie dan Naomi saling berpandangan, mereka sebenarnya juga ingin melakukannya karena mereka juga ingin mendapatkan batu mustika Siluman itu.
Tian Feng sendiri hanya terdiam sesaat saat Lio Long menyentuh dahinya dengan telunjuknya dan kemudian dia seperti melihat ratusan tulisan yang beterbangan kemudian tulisan yang bertebaran itu seperti bergerak masuk kedalam pikirannya.
"Itu semua adalah pengetahuan akan cara meracik atau membuat Pil seperti yang sudah kamu minta sebelumnya padaku waktu itu! Sekarang dengan terbukanya Dinding Dunia dimensi, seharusnya Dunia Tanaman ajaib juga terbuka, dan kamu bisa mendapatkannya dari sana!" kata Lio Long.
Tian Feng yang tertegun karena mendapatkan pengetahuan baru segera tersadar dan kemudian manangkupkan kedua tangannya kearah Lio Long, "Terima Kasih Senior..! Ah tidak terima kasih guru!" kata Tian Feng.
Lio Long mengangguk sembari melambaikan tangannya kepada Tian Feng kemudian berbalik dan berniat pergi, namun sebelum dia pergi Lio Long menyampaikan pesan kepada Tian Feng.
"Sebaiknya kamu membuat Pil penambah energi, itu akan sangat berguna disaat kamu benar-benar membutuhkannya nanti, tapi ingat jangan terlalu mengandalkan Pil untuk memberikan dukungan, karena sehebat apapun khasiat Pil, tetap akan ada konsekuensinya, jadi jangan ulangi lagi tindakan gegabah dan keras kepalamu itu dan gunakan pengetahuan barumu itu sebijak mungkin!" kata Lio Long.
Tian Feng kembali menangkupkan kedua tangan sambil membungkuk kepada Lio Long, "Saya akan mengingat pesan guru!" kata Tian Feng.
Lio Long mengangguk walau dia sendiri belum yakin apakah Tian Feng benar-benar akan mengikuti nasehatnya atau tidak, mengingatkan karakter Tian Feng yang buruk dan gegabah, Lio Long hanya bisa tersenyum tipis kemudian dia menatap Ho Chen.
"Aku masih harus melatih beberapa orang, karena itu aku harus pergi dulu!" kata Lio Long yang dijawab dengan anggukan oleh Ho Chen.
Lio Long menjentikkan jarinya dan dia langsung menghilang dari hadapan semuanya, dan kini hanya tersisa Lima orang saja.
"Sensei! Apakah aku dan Xie Xie bisa ikut berburu siluman itu?" tanya Naomi.
Wang Dunrui menatap Naomi dan Chie Xie secara bergantian dan dia ingin menjawab, namun baru mau membuka mulutnya, Ho Chen lebih dulu yang bersuara.
"Kalian berdua bisa berburu Siluman dan membunuh siluman sebanyak yang kalian bisa, tapi kalian jangan coba-coba menyerap mustikanya!" kata Ho Chen.
Naomi dan Chie Xie terkejut mendengarnya, begitu juga dengan Tian Feng, rasa penasaran mereka akhirnya di suarakan oleh Tian Feng.
"Memangnya kenapa Guru? Bukankah Mustika Siluman itu bisa menambah Chi seseorang!" tanya Tian Feng.
"Ilmu? Apakah maksud guru Ilmu Iblis Neraka?" tanya Tian Feng.
"Begitulah!" kata Ho Chen.
Dengan kata lain, setengah energi kotor bisa di saring oleh Aura Pembunuh hingga menjadi Energi murni, karena itulah Ho Chen mengatakan jika keberuntungan selalu menyertai Tian Feng walau Tian Feng sering bertindak gegabah.
Tian Feng menarik nafas dari angin malam dingin itu sesaat, dia sendiri tidak menduga jika Ilmu dari Kitab Iblis Neraka pemberian gurunya sungguh memberikan keuntungan yang tak terduga.
Wang Dunrui sendiri menatap wajah kedua gadis yang terlihat kecewa setelah mengetahui jika Mustika Siluman tersebut tidak bisa mereka serap.
"Kalian berdua cukup berlatih saja! Aku akan terus membimbing kalian berdua hingga kalian berdua bisa menembus Tahap Raja Alam!" kata Wang Dunrui.
Naomi dan Chie Xie sedikit bersemangat mendengar ucapan Wang Dunrui, setidaknya mereka masih memiliki guru yang akan membantu mereka berdua untuk bisa naik ke tahap yang lebih tinggi.
"Xie'er! Aku...!"
"Hmmp...!"
Tian Feng yang ingin mengatakan sesuatu kepada Chie Xie, namun Chie Xie mendengus kesal dan memalingkan badannya sebelum akhirnya meraih tangan Naomi.
"Jiejie ayo kita masuk kedalam!" ajak Chie Xie.
Naomi yang bingung dengan sikap Chie Xie yang cuek terhadap Tian Feng membuatnya Linglung dan menuruti kemauan Chie Xie yang mengajaknya masuk.
"Kesalahan apa yang Tian-Kun lakukan sehingga Xie Xie sungguh tidak memberikannya kesempatan untuk berbicara?" pertanyaan itu yang terlintas di pikiran Naomi.
__ADS_1
Wang Dunrui hanya bisa tersenyum tipis melihat sikap Chie Xie terhadap Tian Feng, dan juga Tian Feng yang hanya bisa mematung melihat Chie Xie yang masih tidak mau mendengarkannya walau hanya sebentar.
Pada akhirnya Tian Feng hanya bisa tersenyum kecut saat Chie Xie bersikap seperti itu kepada dirinya.
"Masalahmu itu diluar tanggung jawabku! Jadi kamu hadapi dan selesaikan sendiri masalah pribadimu itu!" kata Ho Chen yang menepuk pundak Tian Feng setelah mengetahui dari pikiran Tian Feng akan apa yang sudah terjadi.
Ho Chen dan Wang Dunrui memilih untuk tidak ikut campur masalah pribadi Tian Feng, karena itu mereka memilih diam karena tugas mereka hanyalah membantu Tian Feng serta Chie Xie dan Naomi dan yang paling utama adalah tugas Ho Chen untuk melindungi Tian Feng dari incaran salah satu Pengawal Kaisar Kegelapan.
***
Suara teriakan berbagai hewan aneh malam itu tidak hanya menggegerkan Kerajaan Wutong saja, melainkan seluruh kerajaan dan negara-negara lainnya.
Suara raungan dan teriakan bermacam-macam binatang seperti menggetarkan seluruh dunia seperti sebuah terompet perang yang dibunyikan untuk melakukan peperangan.
Disetiap Negara dan Kerajaan pun akhirnya melakukan perkumpulan terkait suara menakutkan itu.
Seperti yang terjadi saat ini di Kerajaan Jiu, waktu di Kerajaan Jiu sangat berbeda dengan di Kerajaan Wu, saat ini hari di Kerajaan Jiu sudah sore dimana saat ini waktu di Kerajaan Wu justru sudah mau pagi.
Ditengah-tengah Pusat Kota Kerajaan Jiu, markas Organisasi Bintang Hitam juga sudah berkumpul enam orang yang selamat dari Kematian di pertempuran dan satu sosok pria tampan berambut putih, mereka adalah Louis, Hikari, Zan Zan, Yie Mao, Dusten dan Arthur, sedangkan sosok pria tampan berambut putih yang duduk dengan tenang sedang memejamkan matanya, dan sepertinya kemunculan suara binatang aneh itu tidak menggangu mereka.
Jika para pengawal Organisasi Bintang Hitam tidak ada yang berani mengangkat wajah dihadapan Louis, namun sekarang Louis sendiri juga tidak berani mengangkat wajah di hadapan pria tampan berambut putih itu.
Pria yang sangat mereka takuti itu seperti memiliki kedudukan yang sangat tinggi dari Louis, padahal sosok pria itu juga manusia yang berasal dari Foiberia.
Saat pria itu membuka mata, kesunyian serasa semakin kelam seperti sebuah kegelapan jurang tanpa dasar.
Bahkan Louis sendiri sampai menelan seteguk air liurnya sendiri saat mata pria itu memandang kearahnya.
"Aku hanya bermeditasi salama seratus tahun di Cincin kabut dan memintamu untuk menjaga Organisasi ini dan merekrut pengikut sebanyak mungkin, tapi apa apa yang terjadi sekarang? Kamu tidak hanya membuatku harus menghentikan meditasiku disaat aku baru memasuki Tahap Dewa Bumi, bahkan sekarang Organisasi ini mengalami kerugian yang sangat besar. Aku harap kamu bisa memberikan penjelasan tidak membuatku harus menelan mu hidup-hidup Louis!" kata pria tersebut.
"Maafkan saya leluhur! Semua ini terjadi karena munculnya musuh yang dulu pernah tercatat dalam catatan peninggalan leluhur!" kata Louis.
Hikari yang lengan kanannya masih di balut dengan kain akibat patah tulang hanya bisa berkeringat, padahal cuaca sudah dingin karena hampir malam, namun Aura Pria itu membuat hawa panas yang membuat punggungnya menjadi kaku dan gerah.
Begitu juga dengan yang lainnya kecuali Louis dan Arthur saja yang tidak mengalami patah tulang, namun di dada Louis masih ada kulit yang melepuh.
"Musuh yang ada dalam catatan? Apakah maksudmu musuh yang dimaksud Pendekar Dewa Sesat?" tanya Pria tersebut.
"Be.. benar leluhur!" jawab Louis.
Aura gelap mencekam mendadak keluar dari tubuh leluhur Organisasi Bintang Hitam itu membuat tekanan yang menggetarkan dinding bangunan dan menjatuhkan beberapa genteng bawah.
"Sejak aku menjadi pemimpin kedua organisasi ini, aku hanya mendengar namanya saja dari Penjaga Dewa Kegelapan yang agung, aku kira itu hanya sebuah cerita, tapi ternyata dia benar-benar muncul!" kata pria tersebut kemudian dia bangkit dan mendekati Louis.
"Seberapa kuat dia itu?"
Louis dengan perasaan gugup berusaha ingin menyampaikannya dan dengan mengatupkan giginya dia memberitahukan kekuatan Tian Feng.
"Pe.. pendekar itu be..berada di tahap Raja Alam!" jawab Louis.
Bannng!!!
Hentakan keras yang memecahkan lantai tercipta saat pria tersebut menghentakkan kakinya dengan pelan setelah mendengar jawab Louis membuat Louis dan semuanya mundur sedikit karena takut.
"Hanya satu Raja Alam? Kalian yang lebih dari dua puluh orang tidak ada yang sanggup mengalahkannya! Sungguh kalian tidak berguna..!"
Aura yang semakin kuat dan mencekam membuat mereka segera bersujud dan memohon ampun karena takut jika leluhur Bintang Hitam itu mengambil nyawa mereka hari itu juga.
__ADS_1
***
Sebenarnya mau libur karena tadi ngantri di dokter, untungnya anakku di panggil duluan sehingga cepat selesai dan bisa menulis lagi.😅