Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Api Perak tak terlihat


__ADS_3

"Kali ini kemampuan lawanmu semakin tinggi Tian, sebaiknya ijinkan aku memberikan bantuan untukmu!" kata Lianli.


Tian Feng baru ingin mengatakan sesuatu sebelum akhirnya suara Yao Shan juga terdengar di telinganya, "Tian, kali biarkan aku ikut membantumu, aku akan melawan yang satunya!" kata Yao Shan.


"!!? suara siapa itu tadi?'" tanya Xian yang juga mendengar suara Yao Shan dari dalam Cincinnya.


Tian Feng belum sempat menjelaskan apapun akan siapa sosok pemilik suara itu, Yao Shan lebih dulu menampakkan dirinya dan muncul di samping Tian Feng dengan tubuh yang sebagian seperti kabut.


"Sejak kapan ada sosok Spiritual yang menemanimu Tian?" Xian jelas mengetahui jika sosok tersebut bukanlah seorang manusia atau siluman, melainkan sebuah Jiwa yang sudah mampu menyempurnakan ke setengah bentuk wujud manusianya.


"Xian, dia adalah Guru Yao teman Guru Ho Chen, guru Yao adalah pemilik Api Teratai Buddha Emas yang di wariskan kepadaku!" jawab Tian Feng.


"Em... baiklah kalau begitu, sekarang kamu fokus saja kepada kedua musuhmu itu!" kata Xian.


"Guru Yao, mereka berdua sama-sama berada di puncak Dewa Langit, apakah guru yakin akan melawan salah satu dari mereka?" tanya Tian Feng.


"Kalau aku tidak yakin kenapa aku menawarkan diri untuk ikut bertarung Tian?"


Tian Feng merajut kedua alisnya hanya untuk memeriksa kemampuan Yao Shan yang sama dengan dirinya, tidak ada senjata atau apapun yang di pegang oleh Yao Shan sehingga membuat Tian Feng sedikit ragu, berbeda dengan dirinya yang memiliki dukungan Api Teratai Buddha Emas serta Tombak Nirwana, dengan dua kekuatan itu Tian Feng akan mampu mengimbangi musuhnya yang memiliki kemampuan awal Dewa Agung, walau tidak bisa mengalahkan musuh berkemampuan awal Dewa Agung, setidaknya Tian Feng masih sanggup menghadapinya.


Akan tetapi ketika melihat rasa percaya diri Yao Shan, Tian Feng yakin jika Yao Shan kemungkinan besar memiliki kartu rahasia yang belum Tian Feng ketahui.


Wanita Musang berekor dua juga menyipitkan matanya memperhatikan sosok setengah berkabut yang ada di samping Tian Feng kemudian berbicara kepada rekan di sebelahnya, "Itu adalah sosok Spiritual yang memiliki kemampuan tahap Dewa Bumi, kenapa bisa ada seseorang dalam wujud Spiritual di samping pemuda itu?" tanya Wanita Musang berekor dua.


"Berhati-hatilah, walau dia itu hanyalah tubuh Spiritual saja, namun aku merasa sosok itu memiliki Aura yang sangat kuat!" kata sosok yang berdiri di sampingnya.


"Ayo kita segera selesaikan urusan kita disini, setidaknya kita bisa kembali dengan membawa Louis itu yang sepertinya sudah mengkhianati Carolus!" kata Wanita itu.


"Carolus! Andai saja dia tidak menjadi orang kepercayaan Panglima Gerbang Utara, sudah lama aku ingin memberinya pelajaran!" gerutu sosok tersebut kemudian dia membuka pakaiannya dan menjatuhkan pakaian tersebut sehingga wujud sosok itu terlihat dengan jelas.


"Moshou (Binatang Iblis Ajaib) dari suku Ular ya?" kata Yao Shan kemudian dia melirik kearah Tian Feng dan berkata, "Biar aku yang menghadapi Moshou (Binatang Iblis Ajaib) dari suku Ular itu, kamu lawan saja wanita di sebelahnya!" kata Yao Shan.


"Baik guru! Tapi guru harus berhati-hati!" kata Tian Feng kemudian keduanya maju kearah kedua lawannya.


"Ayo..!" seru sosok yang wajahnya di penuhi sisik ular kemudian keduanya sama-sama maju menghadapi lawan masing-masing.


Wanita Musang menggunakan ekornya yang memiliki dua cabang di ujungnya untuk menyerang Tian Feng. Ekor tersebut memanjang seperti sebuah cambuk dan memberikan serangan kibasan kuat yang mampu menciptakan suara bagai Guntur.

__ADS_1


Tian Feng menghindari setiap serangan kibasan ekor sang musang sekaligus berubah bentuk ke wujud Dewa, lalu dengan menggunakan Tombaknya, Tian Feng melepaskan energi petir merah yang sangat kuat kepada sang Musang.


Petir merah yang kuat itu ternyata dapat di tahan dengan mudah oleh wanita Musang dengan menggunakan ekornya lalu wanita Musang mengubah wujudnya ke bentuk setengah siluman sekaligus ke wujud Dewa.


Energi berwarna ungu di lepaskan oleh wanita Musang kemudian ekor cabangnya melesat dan melilit Tombak milik Tian Feng, walau Tombak sudah melepaskan petir merahnya, namun ekor yang melilit Tombak itu tidak terlepas sehingga pertarungan jarak dekat menyebabkan suara gemuruh di langit.


Yao Shan yang melawan sosok bersisik ular juga tidak kalah sengitnya dengan pertarungan Tian Feng, walau Yao Shan hanya memiliki kemampuan di tahap Dewa Bumi, namun cara bertarungnya lebih tinggi dari kekuatannya.


"Racun Api Langit."


Semburan cairan hijau tua bagai semburan air terjun di lepaskan oleh sosok manusia bersisik itu kearah Yao Shan, cairan hijau tua itu juga melepaskan gas yang menyebar menutupi langit menjadi awan hijau beracun.


Yao Shan dengan tenangnya membuat segel tangan kemudian dia membuka mulutnya kearah semburan cairan hijau tua itu.


"Api Menelan Alam."


Api unik berwarna perak dan hampir tidak terlihat keluar dari mulut Yao Shan lalu menyebar menutupi seluruh cairan hijau tua hingga seluruh cairan menguap.


Suhu yang sangat panas menyebabkan awan hijau yang mengandung aroma racun juga meleleh, namun saat akan menjadi tetesan air hujan, air tersebut menguap dan berubah jadi kabut biasa.


"Sesuai yang aku harapkan, Api Perubahan memang mampu menawarkan jenis racun apapun, sepertinya ini akan menjadi api ciptaan terkuatku berikutnya, tapi..!"


Yao Shan tersenyum kecut, dia memang mengembangkan perubahan jenis api karena terinspirasi dari uap saat membuat Pil. Masalahnya saat dia sudah berhasil menciptakan jenis api perak, dirinya hanya berbentuk sebuah Spiritual saja, andai dirinya masih hidup, tentu dia akan mampu mengalahkan tiga musuhnya dan tidak akan berakhir menjadi jiwa.


"Siapa kamu ini sebenarnya?" tanya sosok manusia bersisik.


"Aku hanyalah seorang yang berwujud Spiritual, apakah kamu tidak melihatnya?" jawab Yao Shan sekaligus melemparkan pertanyaan mengejek.


Manusia bersisik itu mengumpat dalam hatinya kemudian dia mulai merubah wujudnya menjadi seekor ular hitam yang sangat besar, cahaya dari aura hijau tua juga menyelimuti tubuhnya dan ketika dia berteriak dengan suara keras, gelombang sonic menggetar udara serta tanah juga ikut bergerak seperti mau berputar.


Yao Shan menghirup nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan hawa panas dari mulutnya, "Aku hanya memiliki satu kesempatan lagi untuk melepaskan Api Perak itu, jadi berikan aku celahmu!" gumam Yao Shan kemudian dia melesat terbang kearah kepala sang ulat hitam.


Karena Yao Shan hanyalah wujud Spiritual, jadi dia tidak bisa berubah wujud ke bentu Dewa, namun dia masih bisa menggunakan ilmu sihir serta meningkatkan kemampuannya hingga melebihi batasannya, Yao Shan hanya mengandalkan dari pengalaman bertarung di masa hidupnya, karena itu walau Ular hitam memiliki kemampuan lebih tinggi dari Yao Shan, dia tetap tidak akan bisa mengalahkan Yao Shan.


Ular hitam segera melepaskan suara teriakan yang mampu melepaskan kekuatan Sonic kearah Yao Shan, namun Yao Shan dengan cepat berpindah tempat lalu memberikan serangan sihir angin ke tubuh Ular hitam yang memiliki sisik sangat tebal.


Ular itu terdorong beberapa meter lalu dia memberikan serangan kibasan ekor yang sangat cepat kearah Yao Shan, masalahnya gerakan Ular hitam yang menurutnya sangat cepat sebenarnya sangat lambat di mata Yao Shan sehingga dengan mudahnya bagi Yao Shan untuk menghindar.

__ADS_1


Mata sang Ular mengandung kemarahan serta nafsu membunuh kepada Yao Shan, sudah berkali-kali dia melepaskan serangan, namun tidak satupun ada yang berhasil, Ular hitam ingin menggunakan racun, namun racun sebenarnya tidak berpengaruh kepada Yao Shan yang hanya sesosok jiwa, yang ada justru racunnya yang akan hilang karena Yao Shan memiliki Sihir Api aneh.


"Jika aku tahu aku akan menghadapi hantu begini, aku pasti akan mengajak Beruang Api kesini, hanya apinya yang bisa membakar hantu seperti dia!" batin Ular hitam yang mulai menyesal karena salah memilih rekan.


Ular hitam melihat ke tempat pertarungan rekannya yang sangat jauh, dia juga dapat melihat jika pertarungan rekannya melawan seorang pemuda yang memegang sebilah Tombak Emas terlihat berimbang, jadi dia juga tidak bisa meminta bantuan si Wanita Musang itu.


Karena tidak ada cara lain lagi selain bertarung sampai salah satu mati, Ular hitam terpaksa kembali menyerang Yao Shan, dia memberikan serangan fisik dari benturan tubuhnya untuk mengalahkan Yao Shan.


Tanpa Ular hitam sadari jika sebenarnya Yao Shan sudah mulai membuat segel tersembunyi untuk melepaskan Api peraknya sekali lagi. Yao Shan hanya menghindar dan terus menghindar, sedangkan Ular hitam dengan amarahnya yang meledak-ledak tidak peduli terhadap apapun lagi hingga beberapa saat kemudian barulah matanya melebar saat melihat Yao Shan sudah membuka mulutnya.


"Sialan...!!!" Ular hitam mengumpat keras kemudian dia mundur karena takut.


Ulat hitam sebisa mungkin menjauh dari Yao Shan agar dia tidak terkena semburan Api tak terlihat itu, Ular hitam sadar jika itu bukanlah api biasa, hanya saja dia tidak menduga jika sesosok dalam wujud Spiritual bisa memiliki energi Api, jadi Ular hitam merasa jika Yao Shan semasa hidupnya mungkin bukan orang biasa, bisa saja dulunya Yao Shan adalah seorang ahli Alchemist, itu yang ada di pikiran Ular hitam itu.


"Api Menelan Alam."


Yao Shan menekan Energinya lalu dia melepaskannya satu kali dari mulutnya sehingga semburan lautan api tak terlihat segera keluar dari mulut Yao Shan yang terlihat bagai seekor Naga yang menyemburkan apinya.


Ular hitam menjadi sangat panik saat merasakan getaran samar-samar serta atmosfer yang suhunya meningkat menjadi panas, tidak butuh waktu lama ketika riak panas mulai membakar sisiknya yang tebal kemudian rasa panas yang sangat luar biasa mulai menembus masuk keseluruh daging dan tulangnya.


Ular hitam merasa seperti berada di dalam rebusan air mendidih, yang bisa dia lakukan hanyalah berteriak melepaskan gelombang sonic berharap agar Api Perak tak terlihat itu bisa disingkirkan senang suaranya, namun hasilnya tetap mengecewakan.


Asap hitam mulai terlihat kelaut dari tubuh Ular hitam yang terbakar oleh Api misterius, dia berputar-putar sekaligus melepaskan semua racunnya, namun tetap saja racunnya akan menghilang dan berubah menjadi uap di atmosfer yang memiliki suhu sangat panas sekali.


Yao Shan menutup matanya kemudian dia mulai membuka mata saat melihat tubuh Ular hitam yang sudah tidak bergerak lalu mulai berubah menjadi abu yang sangat banyak.


"Kamu tidak akan bisa lari walau dalam wujud Spiritual sekalipun Moshou (Binatang Iblis Ajaib)," kata Yao Shan saat dia melihat ada kabut samar-samar yang bergerak ingin pergi.


Kabut tipis samar-samar itu adalah Jiwa Ular hitam yang ingin kabur, hanya saja dia tidak tahu jika Api Perak milik Yao Shan akan mampu melenyapkan mahluk hingga jiwanya sekalipun akan lenyap, dengan demikian bisa di simpulkan jika Api Perak milik Yao Shan sama kuatnya dengan Api Teratai Buddha Emas, hanya saja Api Teratai Buddha Emas memiliki kecerdasan sendiri tidak seperti Api Perak yang harus di kendalikan oleh penggunanya.


Wanita Musang hanya bisa mengumpat keras saat melihat rekannya mati di tangan sosok dalam wujud Spiritual itu, dia sendiri saat ini sudah mulai frustasi karena lawannya ternyata memiliki beberapa jenis Elemen salah satunya adalah Api Emas.


"Guru Yao ternyata memiliki Api lain yang tidak kalah kuatnya dengan Api Teratai Buddha Emas, pantas saja dia merasa percaya diri untuk menghadapi Ulat kuat itu, jadi dia memang memiliki kartu lain yang di sembunyikan!" batin Tian Feng kemudian dia kembali fokus untuk menghadapi si Musang berekor dua cabang di hadapannya.


***


Terima kasih buat yang mengisi audio KTN, maaf jika anda kesulitan saat membaca tulisan yang banyak typo nya 😅🙏.

__ADS_1


__ADS_2