Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
kekuatan yang menakjubkan


__ADS_3

***


"Tian, kekuatanmu ini..!?"


Yao Shan terkejut dengan kekuatan yang dimiliki oleh Tian Feng. Sebelumnya dia di kejutkan oleh kemunculan Xu Lian yang ternyata adalah Naga Api Emas, dan sekarang dia kembali di kejutkan oleh Tian Feng yang kekuatannya tidak bisa lagi ukur.


"Ini adalah kekuatan tahap Rana Ilahi guru, seperti yang pernah guru bilang waktu itu jika masih ada kekuatan di atas Da Yien, menurutku inilah kekuatan di atas Da Yien atau kami menyebutnya Rana Agung, silahkan guru beri nama sendiri tahap Rana Ilahi ini!" kata Tian Feng.


Mengingat nama setiap tingkatan berbeda dengan nama tingkatan yang di ketahui oleh Tian Feng, maka Tian Feng membiarkan Yao Shan memberikan nama tersendiri untuk tahap Rana Ilahi.


"Akhirnya aku bisa menemukan seseorang yang benar-benar mampu menembus tingkat Da Yien, nanti setelah aku kembali ke duniaku, aku akan membimbing salah satu keturunanku agar bisa mencapai nya juga, namun setelah kamu mewariskan Api Teratai Buddha Emas kepada keturunanku!" kata Yao Shan yang matanya terpancar harapan terhadap Tian Feng.


"Guru tidak perlu khawatir, aku pasti akan datang ke dunia guru untuk membantu salah satu keturunanmu serta akan memberikan Esensi Api Teratai Buddha Emas padanya, hanya saja aku tidak yakin, kemungkinan besar saat itu setiap Nama akan berubah, baik itu dari segi kekuatan maupun alat-alat yang ada disana!" kata Tian Feng, namun matanya bercahaya keemasan seperti melihat kearah sesuatu.


"Apa maksudmu?" tanya Yao Shan.


Mata Tian Feng kembali normal kemudian dia tersenyum lembut kepada Yao Shan seraya berkata, "Guru, dimasa depan semua yang ada di duniamu kemungkinan akan berubah, semua peralatan perang dan yang lainnya juga akan berubah serta kemampuan kulitivasi manusia di duniamu juga akan menurun!" kata Tian Feng.


"Kenapa kamu bisa seyakin itu?" tanya Yao Shan.


"Aku tahu semuanya Guru, dalam Lima Ratus Tahun kedepan dimulai dari sekarang, duniamu dan duniaku akan mengalami perubahan besar, para Manusia tidak akan lagi bergantung terhadap kemampuan sendiri, melainkan akan bergantung terhadap kekuatan lain yang mereka ciptakan sendiri!" kata Tian Feng kemudian dia berjalan menuju ke rumah Naomi yang berdampingan dengan rumah Alice.


"Tian, aku masih tidak mengerti, apa maksudmu dan kenapa kamu bisa berkata seperti itu?"


"Mudah saja guru, saat ini aku sudah mampu melihat masa depan, dan jika aku mau, aku bisa pergi kemasa depan maupun masa lalu, dan baru saja aku mencoba melihat masa depan di dunia ku serta duniamu dan dunia lainnya selain Kahyangan dan Nirwana, dan dimasa depan akan banyak bangunan megah menyerupai sebuah pilar raksasa yang akan menjulang tinggi mencakar langit, tapi aku tidak tahu apa namanya, yang jelas budaya masa sekarang akan menghilang, dan manusia akan lebih mendewakan sebua logam dan senjata serta benda-benda buatan lainnya, karena itu apakah guru masih berharap untuk melatih keturunan mu?" tanya Tian Feng.


"Mustahil!" Yao Shan bukannya menjawab justru merasa tidak percaya, namun dia juga tidak tahu lagi harus bersikap seperti apa jika memang peradaban di masa depan akan benar-benar berubah.

__ADS_1


"Tapi guru, ada satu hal yang harus guru tahu, di masa depan dan terutama di duniamu, walau perkembangannya lebih maju, namun kekerasan serta kekacauan akan lebih parah dari jamanmu, dan mungkin kemampuan kulitivasi akan berguna untuk melawan serta menghentikan kekacauan di duniamu, mungkin bisa di gabung dengan alat aneh mereka itu!" kata Tian Feng.


"Tapi jika benar, itu tetap tidak ada gunanya, mungki kulitivasi yang akan di wariskan akan di anggap kuno!" jawab Yao Shan.


"Hahaha.. Terkadang kekuatan Kuno lebih unggul dari pada kekuatan baru yang lebih maju, tapi semuanya terserah guru, apakah guru masih mau kembali ke dunia mu atau tidak, aku hanya menyampaikan sedikit dari yang aku lihat!" ucap Tian Feng.


"Baiklah, aku akan tetap kembali, tidak perduli apakah nanti jaman akan berubah lebih maju atau tidak!" kata Yao Shan.


Tian Feng mengangguk kemudian dia memperhatikan tanaman obat yang ada dihadapannya.


"Gunakan saja cincin ku untuk menjadi tempatmu disana!" kata Tian Feng.


Karena Dunia dimensi obat berada di dalam cincinnya, maka nanti Tian Feng akan melepaskan cincinnya agar ikut dengan Yao Shan ke dunianya.


"Lalu bagiamana denganmu? Jika nanti cincinmu ini ikut pergi bersamaku, kamu tidak akan lagi memiliki cincin penyimpanan lagi!" kata Yao Shan.


"Owh jika memang demikian baiklah, tapi apa rencanamu setelah ini?" tanya Yao Shan.


"Saat ini aku hanya ingin meningkatkan kekuatanku agar bisa naik ketahap Rana Ilahi Tahap 2, setidak di awal Tahap 2," kata Tian Feng sambil melirik ke kaki gunung yang menjadi tempat Dunia dimensi dalam buatan Ho Chen.


"Kamu masih mau berlatih walau sudah memiliki kekuatan sebesar ini? Memangnya kamu ini ingin menjadi sekuat apa?" tanya Yao Shan.


Tian Feng tersenyum tipis dengan perasaan yang juga masih belum terlalu yakin, walau dia memang memiliki kekuatan yang sangat besar, namun nyatanya kekuatan lawan jauh lebih besar, jika dirinya tidak menggunakan kesempatan yang tersisa untuk meningkatkan kekayaannya, maka dia mungkin tidak akan sanggup jika harus berhadapan dengan Zhi Yin yang kemungkinan akan menyatu dengan An Huang Yi.


"Guru, aku harus masuk ke Dunia dimensi dalam, mungkin selama sembilan hari kedepan aku tidak akan keluar!" kata Tian Feng kemudian dia bangkit dan pergi menuju ke kaki gunung tanpa menunggu respon dari Yao Shan.


Sembilan Hari di dalam Dunia dimensi dalam sebanding dengan tiga hari di Dunia luar, dan waktu Sembilan hari mungkin masih kurang bagi Tian Feng, hanya saja dia masih harus menemani Alice, Xihua dan Naomi, apalagi saat ini Naomi sedang hamil.

__ADS_1


Yao Shan hanya bisa melihat punggung Tian Feng yang mulai memasuki Dunia dimensi dalam, punggung pemuda yang dulu ditemuinya di sebuah hutan hanya seorang pemuda biasa yang sedang terluka.


Kekakuannya saja saat itu begitu rendah, bahkan luka dalamnya akan sangat lama untuk pulih andai dia tidak bertemu dengan Yao Shan.


"Mungkin inilah yang di namakan jodoh!" gumam Yao Shan dengan tersenyum tipis.


Saat ini kekuatan Tian Feng sudah jauh melebihi harapannya, dan terlebih lagi dia tidak menduga jika Tian Feng akan mampu mencapai tahap yang lebih tinggi dari Da Yien atau Rana Agung, padahal dulu Yao Shan hanya menebak saja, dan ternyata sekarang sudah terbukti jika kekuatan tersebut benar-benar ada.


Yao Shan kembali duduk di bawah pohon, dia kembali mengingat akan ucapan Tian Feng akan dunianya di masa depan, hal itu membuat Yao Shan kebingungan sendiri apakah benar Tian Feng bisa melihat masa lalu serta masa depan, bahkan Tian Feng mengatakan jika dirinya juga bisa pergi ke masa lalu serta masa depan jika dirinya mau.


"Benar-benar kekuatan yang menakjubkan namun juga mengerikan!" gumam Yao Shan dan pada akhirnya dia hanya bisa tersenyum di balik pikirannya yang masih di landa rasa ketidak percayaan kepada perkataan Tian Feng.


***


"Dalam Hati tidak ada rasa! Dalam tubuh hanya ada Jiwa kosong! Segalanya hanyalah Sebuah mimpi yang bisa hilang saat terbangun!"


Tian Feng menerapkan sebuah rangkaian kata-kata yang di sampaikan oleh kembaran jiwanya saat sedang menyempurnakan tahap kekakuantan ke puncak Rana Ilahi Tahap 2.


"Dalam hati tidak ada rasa? Apa artinya di dalam hati tidak boleh memiliki perasaan apapun, seperti Cinta dan kebencian? Tapi ini mustahil sebab kekuatan terlahir atas dasar keyakinan hati, atau mungkin artinya aku harus melepaskan semua hal yang ada di dalam hatiku hingga kosong dan mengisinya kembali dengan hati yang bersih?" batin Tian Feng yang duduk bermeditasi sekaligus mulai menerapkan sebuah istilah.


Tian Feng terus mengartikan setiap kata-kata tanpa mengetahui kondisi di dunia luar, saat ini dia harus bisa memecahkan setidaknya salah satu dari kata-kata yang di sampaikan oleh kembaran jiwanya.


Manfsirkan satu kalimat saja sangatlah sulit dan lama, apalagi kalimatnya sebanyak 3 kalimat, dan kemungkinan sembilan hari masih kurang untuk Tian Feng, dan dia ingin menambah waktu meditasinya andai diluar tidak ada kedua istrinya.


Saat ini yang hanya bisa dilakukan oleh Tian Feng hanya berusaha dan terus berusaha agar bisa mencapai tahap yang lebih tinggi serta menyelamatkan dunia.


****

__ADS_1


Mungkin selama dua atau tiga hari kedepan saya hanya bisa update satu Bab saja, sebab ada hal lain yang jarus saya urus.


__ADS_2