Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
datangnya bala bantuan


__ADS_3

"Mereka!?" Tan Zuo Ming memasang wajah buruk melihat dua sosok yang muncul dan menolong Louis.


Wei Fang, Zang Yang, mungkin tidak mengenali mereka, namun Yinfei dan yang lainnya yang sudah ikut ke acara pernikahan Tian Feng mengetahuinya walau tidak tahu namanya.


Dewi Peramal sendiri juga sama terkejutnya begitu juga dengan Yo Xian yang masih beradu kekuatan dengan Yinfei dan Lio Long.


Tan Zuo Ming memperhatikan kesekelilingnya, dari cara dia memperhatikan kesekelilingnya, sepertinya dia sedang mencari sesuatu dengan wajah yang semakin khawatir.


"Siapa mereka itu, kenapa mereka seperti bukan berasal dari Kerajaan ini?" tanya Zang Yang.


"Mereka adalah temannya Tian!" jawab Hiroshi.


"Gege..!"


Chie Xie yang sedang duduk menutup mata mendengar nama Tian Feng disebut oleh Hiroshi langsung membuka mata, setidaknya saat ini kondisinya sedikit lebih membaik setelah Zang Yang menyalurkan energi padanya.


"Mana gege, apakah dia datang?" tanya Chie Xie dengan suara sedikit lemah.


"Jangan dulu banyak bergerak Xie'er! Tidak Tian tidak ada, yang datang itu kata Tuan Hiroshi adalah teman-temannya Tian," jawab Zang Yang.


Mendengar hal itu Chie Xie hanya bisa diam, dalam hatinya sendiri sebenarnya masih berharap kakaknya yang datang, namun walau bukan Tian Feng yang datang, setidaknya bantuan yang dikirim oleh Tian Feng bisa mengubah arus pertarungan yang berbeda tingkatan itu.


***


"Manusia ini masih hidup, namun tidak akan lama jika tidak segera di tolong."


"Minumankan ramuan mu padanya agar kita cepat membantu yang lain!"


"Baik."


Kedua sosok tersebut segera membantu Louis yang terluka dan memberinya sebuah Pil yang mereka sebut sebagai ramuan, dan setelah meminumkan Pil itu, Louis di istirahatkan dan kemudian kedua sosok tersebut sama-sama memperhatikan kedua pertarungan sengit yang berbeda tingkatan itu.


"Saudari, kamu urus Wanita tua itu, sedangkan aku akan mengurus si Angin Tua itu!"


"Lalu bagiamana dengan Panglima Gerbang Barat itu?"


"Abaikan saja dia, dan jikapun dia juga ingin ikut bertarung, maka aku akan bersedia meladeninya!"


"Baiklah, ayo..!"


Kedua sosok kembar yang sebenarnya adalah Dua Panglima bersaudara itu sama-sama menghentakkan kaki kemudian kedua melesat dan muncul kembali ditempat lawan masing-masing.


***


Wang Dunrui dan Xi Liyi yang kembali melawan Dewi Peramal kini berhenti bertarung karena kemunculan sosok wanita yang memiliki warna kulit sedikit gelap.

__ADS_1


Xi Liyi dan Wang Dunrui sebenar tidak kenal namun cukup mengetahui sosok tersebut dari pakaiannya, karena itu mereka tidak panik karena mereka tahu sosok wanita itu berada di pihaknya.


"Dewi Peramal, kenapa kamu tidak mencari lawan yang sebanding? Apa kamu tidak malu?"


"Panglima Qinpi, kenapa kamu datang ke tempat ini? Dan untuk apa kamu ikut campur urusan kami?" tanya Dewi Peramal.


"Kami datang kesini karena ingin melindungi keluarga Dewa Sesat yang sudah menjadi saudara Ketua kami, dan kamu sendiri pasti tahu jika ketua kami tidak akan pernah mengampuni kalian yang sudah berani menyerang dunia saudara ketua!" kata Qinpi.


Dewi Peramal langsung melepaskan energinya, walau dia tahu jika dirinya bukanlah tandingan Qinpi yang memiliki kemampuan tinggi dan sanggup mengimbangi Pengawal tertinggi seperti ke empat Panglima Gerbang Kegelapan, namun dirinya juga tidak memiliki pilihan lain selain bertarung melawan Panglima wanita itu.


"Bagus, jadi kamu sudah siap untuk mati hari ini!" kata Qinpi kemudian dia berbalik dan berbicara kepada Xi Liyi dan Wang Dunrui. "Kalian berdua silahkan beristirahat, dan biarkan kami yang mengambil alih pertarungan ini!" kata Qinpi.


"Terima kasih banyak atas bantuanmu Nona!" jawab Wang Dunrui.


Qinpi menyipitkan matanya menatap wajah Wang Dunrui yang tidak begitu tampan, namun juga tidak begitu jelek, namun memiliki daya pikat tersendiri bagi Qinpi.


"Tidak masalah, aku cukup senang bisa membantu teman-teman saudara dari ketua kami!" jawab Qinpi dengan tersenyum lembut.


Wang Dunrui merasa ada yang salah saat melihat senyuman Qinpi padanya, namun dia sendiri juga tidak terlalu peduli karena saat ini yang paling terpenting adalah menyelesaikan pertempuran ini yang sudah membuat hampir seluruh kota Xanhuo hancur.


Xi Liyi dan Wang Dunrui segera mundur dan menyerahkan sisanya kepada Qinpi, sedangkan Dewi Peramal dengan ekspresi wajah muram semakin meningkatkan energinya dan bersiap untuk menyerang Qinpi kapan saja.


"Jangan memasang wajah tegang seperti itu Dewi Peramal, santai saja dan kita nikmati pertarungan ini!" kata Qinpi yang tertawa kecil melihat ekspresi wajah Dewi Peramal yang terlihat tegang.


"Menikmati matamu, dasar panglima iblis gila!" kata Dewi Peramal kemudian dia segera melesat dengan kipasnya menyerang Qinpi.


Gelombang kejut yang sangat besar langsung menyebar membuat tanah pijakan langsung berubah menjadi cekungan akibat benturan kedua senjata tersebut.


"Kau bilang aku panglima iblis gila? Apa bedanya dengan kamu? Kamu tidak lebih hanyalah wanita tua gila yang tidak memiliki kelebihan unik selain menghitung jari saja, mari aku akan memberimu sedikit pencerahan akan perbedaan antara aliran iblis dan aliran gelap!" kata Qinpi kemudian mulai mengalir energinya dan menyerang Dewi Peramal dengan serangan tarian pedangnya yang sangat lentur.


Secara perlahan-lahan energi Qinpi mulai meningkat, dan itu dia lakukan secara bersamaan saat menyerang Dewi Peramal.


"Dia itu..! Bagaimana bisa dia meningkatkan kekuatan sambil menyerang?" tanya Lang Yu.


"Entahlah, namun sepertinya kemampuan Nona itu lebih tinggi dari wanita itu!" kata Wang Dunrui.


"Junior Wang, sepertinya Nona itu menyukaimu!" kata Xi Liyi membuat Wang Dunrui terkejut.


"Apa maksudmu?" tanya Wang Dunrui.


"Junior, aku ini juga seorang wanita, sebagai sesama wanita jelas aku tahu arti sebuah senyuman, jadi aku merasa Nona itu menyukai dirimu!" jawab Xi Liyi.


Wang Dunrui hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, baginya tidak masalah jika memang Qinpi menyukainya karena itu adalah hak perasaannya, namun dirinya belum memikirkan itu karena dia sendiri juga tidak mengenal atau mengetahui akan siapa Qinpi.


Wang Dunrui hanya menghela nafas kemudian melihat pertarungan Dewi Peramal yang sangat kesulitan melawan Qinpi, dan pertarungan kedua mulai naik keudara setelah mengubah tanah di bawah menjadi hancur tak terbentuk.

__ADS_1


***


"Pedang Awan Penghalang Matahari."


Gaozu yang muncul di samping Yinfei segera melepaskan tebasan energi pedangnya yang sangat kuat kearah Energi Pedang Angin awan hitam milik Yo Xian, alhasil energi pedang Yo Xian berhasil di hancurkan sekaligus menciptakan ledakan besar serta gemuruh keras yang mengguncang seluruh wilayah Kerajaan Wutong.


Yo Xian terlempar cukup jauh ke udara, dan dia langsung mengalami luka dalam walau tidak terlalu serius.


"Uhuk-uhuk..!"


Yo Xian yang berhasil menstabilkan tubuhnya langsung terbatuk-batuk kemudian memuntahkan seteguk darah, dengan menahan rasa sakitnya, dia menatap kearah sosok yang sudah berhasil mematahkan serangannya.


"Panglima Gaozu!" gumam Yo Xian yang menatap Gaozu dengan tatapan kesal.


"Terima kasih sudah membantu kami!" kata Yinfei.


Lio Long segera menghampiri Yinfei sekaligus memberi salam kepada Gaozu dengan menangkupkan kedua tangannya.


"Jangan berterima kasih seperti ini padaku, aku hanyalah menjalankan tugas atas janji ketua kepada saudara seperguruannya Dewa Sesat!" jawab Gaozu.


"Guru Yin, siapakah Senior ini?" tanya Wei Fang.


"Dia adalah temannya Tian yang datang untuk membantu kita!" jawab Lio Long.


"Tian, anak ini dari dulu selalu saja memberi kejutan-kejutan yang luar biasa!" gumam Wei Fang.


Wei Fang tidak akan pernah lupa jika sejak awal dirinya bertemu dan mengenal Tian Feng, dia selalu saja memberikan kejutan yang tidak pernah dibayangkan, sejak awal pertama bertemu saja, Tian Feng sudah berhasil membunuh She Ying salah satu ketua Organisasi Tiga Bunga serta salah satu dari Lima Pendekar terkuat yang sangat sulit untuk dikalahkan.


Belum lagi disaat acara pertandingan di Kuburan Seribu Pedang, dimana Tian Feng orang pertama yang bisa terbang dari semua pendekar yang ada di seluruh wilayah Kerajaan Wutong, dan masih banyak lagi kejutan lain yang selalu membuat semua orang terpana.


"Kalian semua silahkan mundur dulu, biarkan aku yang menghadapi Si Angin Tua itu!" kata Gaozu.


"Anda akan menghadapinya sendiri? Tapi...!"


"Panglima Wei, serahkan saja padanya, jika dia sudah berkata seperti itu, berarti dia memang memiliki kemampuan yang mampu untuk mengalahkannya!" kata Lio Long seraya menepuk pundak Wei Fang.


Wei Fang mengangguk dengan perasaan sedikit tidak yakin, namun saat melihat kepercayaan diri Gaozu, akhirnya Wei Fang hanya bisa mengangguk, lagi pula dia sendiri juga belum mengetahui seberapa kuatnya bantuan yang datang menolongnya itu.


"Kalau begitu saya serahkan semua ini kepada anda, berhati-hatilah!" kata Yinfei.


Gaozu tersebut mendengar Yinfei yang memintanya untuk berhati-hati saat melawan Yo Xian nantinya, namun dengan senyuman ramah, Gaozu menjawabnya dengan sangat sopan, "Terima kasih, aku akan selalu berhati-hati!" kata Gaozu.


Yinfei mengangguk kemudian dia dan segera turun dan diikuti oleh Lio Long serta Wei Fang, mereka semua tentu tidak akan percaya jika sampai mengetahui jika sebenarnya Gaozu dulunya sangat ditakuti oleh para Dewa, terlepas dari statusnya yang hanya sebagai Panglima Kaisar Iblis.


Dengan datangnya bala bantuan dari teman-teman Tian Feng, akhirnya semuanya bisa beristirahat untuk memulihkan energi serta menyembuhkan luka-luka yang mereka alami.

__ADS_1


Disisi lain Tan Zuo Ming tidak berani bertindak gegabah untuk melancarkan serangan kepada Yinfei dan yang lainnya, dia khawatir jika bantuan yang datang tidak hanya ada dua saja.


"Jangan-jangan Panglima Suo Zan juga ada disini, atau Kaisar Iblis sendiri juga ada disini?" batin Tan Zuo Ming dengan penuh kewaspadaan serta memeriksa kesekelilingnya.


__ADS_2