
*****
Zhi Yin yang kembali dengan tangan kosong hanya bisa meraung keras di dalam istana An Huang Yi. Dia tidak hanya gagal dalam mengambil Pusaka Mata Naga Giok Kaisar, melainkan harus kehilangan Panglima Gerbang Timur tanpa mendapatkan hasil apapun.
"Dewa Sesat! Kau sungguh berani ingin mencari masalah denganku, aku bersumpah akan membuat dirimu menyesalinya nanti!" kata Zhi Yin yang sangat marah.
An Huang Yi yang mendengar hal itu hanya bisa terdiam, dia sendiri sebenarnya juga tidak menduga jika Dewa Sesat akan mampu menandingi sosok Berkabut yang memiliki kemampuan jauh di atasnya.
An Huang Yi memijat keningnya dengan pikiran yang benar-benar kacau, dia merasa pikirannya seperti berhenti bekerja.
"Hanya dalam waktu sesingkat ini Dewa Sesat sudah memiliki kekuatan yang melebihi kekuatanku, jika demikian mungkin ramalan Dewi Peramal akan benar-benar terbukti!" batin An Huang Yi.
"An Huang Yi, cepat kamu naik ketingkat yang lebih tinggi dari Rana Agung, jika tidak semuanya akan selesai di tangan Dewa Sesat, tidak hanya penantianmu yang akan berakhir sia-sia untuk bisa menguasai Nirwana, bahkan aku juga akan mengalami kerugian!" kata Zhi Yin.
"Bagiamana caranya agar aku bisa naik melebihi kekuatan Rana Agung? Jangankan kekuatannya, namanya saja aku tidak tahu!"
"Kau benar-benar mantan Bodhisattva yang bodoh, hanya ambisimu yang besar, sedangkan pikiranmu sangat dangkal!" gerutu Zhi Yin dengan kabut yang bergerak transparan.
"Iya aku akui aku memang kehilangan setengah dari ingatanku, namun setidaknya beritahu aku sedikit gambaran cara mencapai tahap itu serta namanya! Jika hanya berbicara tanpa memberitahukan ku, mana bisa aku mengetahuinya!" kata An Huang Yi.
"Kau berani membantahku?"
Zhi Yin yang sejak awal kesal kini semakin kesal sehingga dia melepaskan tekanan kuat yang membuat tubuh An Huang Yi tidak bisa di gerakkan.
An Huang Yi jelas tidak berdaya menahan tekanan besar Zhi Yin sehingga dia hanya berusaha mengatur pernafasannya agar tidak sesak.
Melihat An Huang Yi yang tidak bisa bergerak, Zhi Yin yang sangat murka secara perlahan-lahan manarik kembali auranya sehingga An Huang Yi bisa bernafas lega.
Zhi Yin berpikir jika perkataan An Huang Yi memang benar, disamping ingatan An Huang Yi yang sama dengannya, yaitu kehilangan setengah dari ingatannya, An Huang Yi juga harus di ajari lagi akan cara mencapai puncak kekuatannya yang terdahulu.
Anggap saja An Huang Yi sebagai murid, dan seorang murid harus mendapatkan bimbingan dari gurunya agar bisa memiliki kekuatan yang di inginkan, tidak ada seorang murid yang bisa memiliki kekuatan tanpa adanya bimbingan dari guru, walau ada mungkin hanya segelintir orang saja.
"Baiklah, aku akan mengatakannya padamu! Kamu masih beruntung karena aku mengetahui akan masalalumu!" kata Zhi Yin kemudian dia melayang dan berdiri menatap bintang redup.
"Dahulu kala kamu adalah salah satu Bodhisattva yang memiliki kemampuan di puncak Rana Ilahi tahap 2, kekuatanmu adalah salah satu kekuatan terbesar dari para Bodhisattva di Nirwana, namun karena kamu salah dalam mempraktikkannya, kemampuanmu menurun hingga ketahap Dewa Bumi!" kata Zhi Yin.
An Huang Yi tentu sudah tahu akan jati dirinya yang dulu menjadi salah satu Bodhisattva, hanya saja dia lupa akan puncak kekuatan yang pernah di milikinya.
__ADS_1
"Rana Ilahi? Jadi itu kekuatan diatas puncak Rana Agung? Tapi kenapa kamu tidak memberitahuku sebelumnya akan tahap itu padaku?" tanya An Huang Yi.
"Saat itu kamu turun terlalu rendah, dan jika aku memberitahumu saat itu, kamu pasti akan memaksakan diri sehingga akhirnya akan berakibat fatal, namun karena sekarang kamu sudah mencapai puncak Rana Agung, sudah waktunya bagimu untuk mengetahui tahap selanjutnya!" kata Zhi Yin.
Sebenarnya walau cerita Zhi Yin sebagian adalah benar, namun sebagian cerita Zhi Yin hanyalah dibuat-buat agar An Huang Yi percaya.
An Huang Yi jelas tidak akan ingat jika sebenarnya yang sudah membuat dirinya keluar dari Nirwana adalah Zhi Yin yang berhasil menanamkan hati Kegelapan di dalam diri An Huang Yi, hal itu yang menyebabkan An Huang Yi di penuhi oleh hawa Nafsu serta keluar dari ajaran Dharma.
Hingga saat ini hati Kegelapan yang di tanam di dalam tubuh An Huang Yi sudah menyatu dengan darah dagingnya, hal ini yang membuat An Huang Yi tetap tidak bisa mengingat masa lalunya dengan jelas.
Kekuatan tahap Rana Ilahi memiliki dua cara, cara sesat dan cara suci, namun keduanya memiliki metode yang sama, hanya hanya aja jenis pemahamannya saja yang berbeda, dimana satu menuntun kearah Cahaya, dan satu lagi mengarah ke jalan Kegelapan.
Karena kekuatan An Huang Yi sendiri saat ini bersumber dari Kekuatan Kegelapan, jadi jalan pemahaman yang harus di tempuh adalah jalan kegelapan untuk bisa naik ketahap Rana Ilahi.
"Waktumu hanya tinggal sedikit lagi An Huang Yi, jika kamu gagal mencapai setidaknya awal Rana Ilahi tahap 1 dalam waktu delapan bulan sebelum pertandingan, maka lupakanlah acara pertandinganmu itu untuk melawan Dewa Sesat, karena saat ini saja Dewa Sesat sudah mencapai setengah menuju Awal Rana Ilahi tahap 1!" kata Zhi Yin.
"Dewa Sesat pasti memiliki pembimbing yang juga memiliki kemampuan yang sama sepertimu, dia tidak mungkin Dewa Pelindung Alam Semesta, tapi siapa?" kata An Huang Yi.
Zhi Yin terdiam sesaat sebelum akhirnya dia bergumam pelan, "Pasti dia! Siapa lagi jika bukan dia, apalagi para Buddha tidak mungkin mengajari Dewa Sesat hingga ketahap Rana Ilahi!" kata Zhi Yin yang mengira-ngira.
"Dia? Siapa dia yang kamu maksud itu? Dan saat di Dunia Bawah, kamu juga seperti sedang menghindari sesuatu! Apakah itu ada hubungannya dengan sosok yang kamu sebut dia tadi?" tanya An Huang Yi.
Yang Zhi Yin maksud tidak lain adalah Zhi Shan si Energi Putih, karena hanya dia satu-satunya sosok yang masih mengejarnya hingga ke masa lalunya ini.
"Lupakan yang aku katakan tadi, sekarang ada hal yang lebih penting yang harus kamu selesaikan, di tambah lagi aku memiliki firasat buruk, namun akan tidak tahu firasat apa ini, yang jelas kamu harus segera mencapai tahap Rana Ilahi secepat mungkin!" kata Zhi Yin.
An Huang Yi mengangguk kemudian dia mulai di kasih arahan pemahaman tinggi akan sebuah pencapaian ambisi serta jalan Kegelapan, karena cara ini adalah cara Zhi Yin berhasil mencapai tahap Rana Ilahi.
***
"Ada apa denganmu? Kenapa kamu senyum-senyum sendiri melihat ku?" Tian Feng bertanya kepada Naomi.
Alice dan Yao Shan juga ikut bertingkah aneh kepada Tian Feng dan ikut tersenyum-senyum melihat Tian Feng, hal ini membuat Tian Feng merasa keheranan sehingga dia meraba mukanya sendiri.
"Wajahku baik-baik saja kan?" tanya Tian Feng.
"Wajah suamiku baik-baik saja dan tidak ada cacat sama sekali!" jawab Naomi.
__ADS_1
"Lalu kenapa kalian memasang senyuman seperti itu? Cepat jawab!" kata Tian Feng.
"Ayah, ayah lama sekali datang kesini!" kata Xihua yang berlari kearah Tian Feng kemudian dia terbang dan dengan cepat merangkul Tian Feng.
"Maaf, ayah terlalu sibuk di luar sehingga agak lama untuk datang ke Dunia Dimensi Obat! Bagaimana, Putri ayah masih betah kan berada disini?" tanya Tian Feng seraya mencium pipi Xihua yang halus dan lembut bagai kain sutra.
"Emm!" Xihua mengangguk kemudian dia menatap Naomi lalu kembali berbicara, "Xihua akan semakin betah karena sebentar lagi kata Ibu Naomi, Xihua akan segera memiliki teman bermain!" kata Xihua.
Tian Feng mengerutkan kedua alisnya kemudian menatap Naomi dan Xihua secara bergantian lalu menoleh kearah Alice dan Yao Shan yang tersenyum sekaligus mengangguk padanya.
"Xihua, apalagi yang ibu Naomi bilang padamu?" tanya Tian Feng.
Xihua dengan polosnya menjawab pertanyaan ayah sehingga membuat Tian Feng terkejut mendengarnya.
"Ibu Naomi bilang jika tidak lama Xihua akan memiliki adik bermain, dan Xihua tidak akan kesepian lagi karena akan segera memiliki adik! Ayah memiliki adik menyenangkan bukan?"
"Tentu saja menyenangkan!" jawab Tian Feng sekaligus menurunkan Xihua lalu mendekati Naomi.
Tian Feng tersenyum setelah mengetahui hal itu, kini dia mengerti maksud dari senyuman mereka semua padanya, "Kamu Hamil?" tanya Tian Feng kepada Naomi, sedangkan Naomi menjawabnya dengan anggukan serta senyuman.
"Iya, Naomi sekarang sudah hamil dua Minggu, dan kami mengetahuinya setelah Guru Yao memeriksanya!" kata Alice.
Tian Feng yang belum merasa yakin mendekati Naomi kemudian memeriksa sendiri kondisi Naomi, dan setelah itu dia juga merasakan jika akan ada kehidupan baru yang akan terbentuk di dalam rahim istri keduanya itu.
"Hari ini sepertinya adalah hari keberuntunganku!" gumam Tian Feng.
Memang hari ini seperti hari keberuntungan dirinya, di mana keberuntungan pertama adalah berhasil menemukan dan mendapatkan Pusaka Mata Naga Giok Kaisar yang ternyata tidak bisa langsung digunakan.
Keberuntungan keduanya, dia berhasil menyelamatkan Dunia Selatan serta membuat Zhi Yin melarikan diri, walau sebenarnya itu sedikit mengecewakan bagi Tian Feng karena tidak benar-benar berhasil mengalahkan Zhi Yin.
Sekarang keberuntungan kembali padanya dengan kabar baru akan Kehamilan Naomi, ini benar-benar membuat Tian Feng merasa orang paling beruntung.
"Kalian berdua sudah membuat hidupku serasa sangat sempurna!" kata Tian Feng kemudian memeluk kedua istrinya.
Xihua langsung menarik kain lengan Tian Feng dari bawah sehingga Tian Feng dan Alice serta Naomi menoleh kebawah.
"Ayah, bagiamana denganku? Apakah hanya Ibu Alice dan Ibu Naomi saja membuat hidup ayah serasa sempurna?" tanya Xihua.
__ADS_1
"Eh, gadis kecilku belajar dari mana cara berpikir seperti itu? Tentu saja kamu juga, sini!" kata Tian Feng kemudian mengangkat Xihua dan Xihua segera di rangkul oleh mereka bertiga sedangkan Yao Shan yang duduk di bawah pohon hanya tersenyum melihat Tian Feng dan kedua istrinya serta putrinya yang sangat bahagia.