
***
"Jadi ini Pendekar Dewa Sesat yang membuat pemimpin besar kita sangat khawatir?" tanya Wanita yang baru muncul di belakang Tian Feng.
"Begitulah! Pemuda inilah yang sudah membunuh Kai Jhin serta tiga rekan kita lainnya! Jadi jangan meremehkan pemuda ini!" jawab Hedelles.
"Hem? Apakah maksudmu Fukayna Kwe Shin dan Raneb sudah tiada? Tapi aku tadi mendengar suara ledakan besar serta cincin asap di kejauhan, dan itupun baru beberapa saat yang lalu, jika dilihat dari jaraknya, mana mungkin pemuda ini bisa berada disini saat ini?" tanya wanita tersebut yang tidak menutupi keterkejutannya.
"Qeyzya! Kenapa kamu tidak menunggu kami dulu?"
Tiga orang pria datang dan protes kepada wanita itu dengan wajah kesal, dua orang dari Foiberia dan satu lagi adalah seorang Shinobi.
"Akhirnya kalian tiba juga!" ucap Qeyzya dengan nada setengah menyindir.
"Sudahlah kalian jangan memperdebatkan hal yang tidak perlu, lihat siapa yang ada dihadapan kita ini!" kata Hedelles.
Ke-tiga pria itu memperhatikan Tian Feng dan dari mereka bertiga, hanya satu yang mengenali Tian Feng.
"Tidak salah lagi, dialah Pendekar Dewa Sesat anak angkat Yuan Xia!" kata Shinobi.
Walau Tian Feng tidak akan bahasa mereka, namun mendengar nama Yuan Xia disebut oleh Shinobi tersebut membuat Tian Feng mengerutkan dahinya.
"Kamu tadi menyebut nama Yuan Xia? Kenapa kamu mengetahui namanya?" tanya Tian Feng.
Shinobi tersebut menanggapi pertanyaan Tian Feng, "Kita mungkin tidak pernah bertemu secara langsung, namun saat kamu menyerang markas Tiga Bunga, saat itu aku dan Kwe Shin serta Raneb ada disana, dan sebenarnya kami datang bersama Kai Jhin!" jawab Shinobi tersebut.
Tian Feng sudah tahu jika seorang Shinobi sangat cepat dalam mengumpulkan Informasi apapun termasuk Shinobi yang berada di hadapannya itu.
Mereka semua adalah para Pengawal Organisasi Bintang Hitam yaitu Qeyzya dari Yamuru yang berada di posisi 10, Patrick dari Foiberia yang menduduki posisi 14, Damon dari Foiberia yang menduduki posisi 16 dan yang terakhir adalah Sunoriki dari Toakai yang berada di posisi ke 20.
"Sekarang kita sudah mengepungnya, dan dia tidak akan mungkin sanggup melawan kita secara bersamaan!" kata Hedelles.
"Tidak perlu Hedelles, biar aku saja yang menghadapinya!' tolak Qeyzya.
"Xian jika wanita Yamuru ini memilih untuk menghadapiku seorang diri apakah ada peluang bagi kita untuk menang?" tanya Tian Feng kepada Xian.
"Sulit Tian Feng! Kemampuan wanita itu melebihi dirimu, jadi jika kalian bertarung satu lawan satu maka perbandingan antar 20/80," jawab Xian.
"Kalau dengan dirimu sebagai senjataku?"
"Itu antara 50/50, namun yang jelas kemampuan wanita itu cukup untuk membunuhmu mungkin hanya dengan tiga sampai empat jurus, itupun jika kamu menggunakan keahlian mu sendiri tanpa diriku! Berharap saja semoga wanita itu seperti Fukayna yang ingin melawan mu seorang diri!" kat Xian.
__ADS_1
"Tidak bisa Qeyzya, pemuda ini lebih berbahaya dari yang terlihat, jika dia mampu membuat Fukayna Kwe Shin dan Raneb, maka besar kemungkinan dia juga bisa mengalahkan mu jika kamu memaksakan diri untuk bertarung satu lawan satu!" kata Hedelles.
"Cara berpikirmu terlalu berlebihan Hedelles, sekarang aku akan mencobanya sekuat apa dia sebenarnya!" kata Qeyzya kemudian dia maju menyerang Tian Feng dengan serangan Tapak.
"Tapak Tangan Pasir."
"Tian Lawan dengan ilmu Air!" kata Xian.
"Baik!"
Tian Feng segera mengumpulkan Energinya dan kemudian menciptakan Elemen Air yang berputar membentuk gelang ditangannya.
"Cincin Air."
Serangan Tapak Qeyzya hampir menyentuh tubuh Tian Feng, namun gelang air lebih dulu bergerak dan berpindah ke telapak tangan Qeyzya.
"Hem.. jadi kamu menguasai Sihir Air? Menarik! Kalau begitu..!"
"Tapak Raja Angin."
Air yang berusaha berpindah ke pergelangan tangan Qeyzya langsung hancur saat energi angin yang begitu kuat keluar dari pergelangan tangannya dan selanjutnya angin tersebut melesat dan menghantam dada Tian Feng.
"Dia memang lebih kuat jauh di atasku! Bahkan kecepatan saja melebihi diriku," gumam Tian Feng sambil mengelus-elus dadanya yang sedikit sakit.
"Jangan lengah anak muda bertopeng!" kata Qeyzya yang tiba-tiba saja sudah berada di hadapannya kemudian kembali menyerang Tian Feng dengan serangan tapak yang sama.
Tian Feng langsung menahan serangan tersebut dengan Toyanya kemudian memberikan sebuah tendangan kuat kearah perut Qeyzya.
Qeyzya berhasil menangkap kaki Tian Feng kemudian dia menariknya dan melemparkan Tian Feng kesamping.
Namun Qeyzya tidak berhasil karena Tian Feng masih memegang Toyanya yang sudah ia tancapkan kembali ketanah.
"Tahan seranganku ini!" seru Tian Feng sembari melepaskan pukulan Toyanya ke tubuh Qeyzya.
Qeyzya tersenyum mengejek serangan Tian Feng kemudian dia menutupi tangannya dengan pasir dan menahan serangan Toya Tian Feng.
Suara benturan keras serta ledakan yang disertai dengan gelombang kejut yang sangat kuat langsung tercipta saat Toya Tian Feng ditahan oleh telapak tangan Qeyzya yang sudah tertutupi oleh pasir.
Qeyzya sangat terkejut saat merasakan kekuatan serangan Toya Tian Feng yang sangat kuat, walau dia berhasil menahannya, namun pergelangan tangannya terasa kesemutan.
"Pusakamu itu pasti bukan pusaka sembarangan! Baik sekarang aku ingin melihat seberapa kuat pusaka mu itu!" kata Qeyzya kemudian dia bergerak dengan kecepatan yang sangat luar biasa.
__ADS_1
"Pukulan Angin Penghancur Gunung."
Qeyzya langsung mengarahkan serangan tinju anginnya dari jarak yang sangat dekat, sedangkan Tian Feng segera memukul energi angin yang menyerupai kepalan tangan itu dengan Toyanya.
Energi angin tersebut langsung terpental kembali kearah Qeyzya namun Qeyzya sudah tidak ada disana.
"Pukulan Seribu Angin Penghancur."
Qeyzya ternyata muncul diudara dan kemudian dia melancarkan serangan beruntun dari udara kearah Tian Feng.
"Cih! Pertarungan level diatas Pendekar Cahaya Tahap 3 benar-benar lebih menakutkan!" gerutu Tian Feng kemudian dia langsung mengaktifkan Tubuh Raja Iblisnya agar bisa menahan serangan kepalan energi angin beruntun tersebut.
Ledakan berkali-kali ditempat berdirinya Tian Feng membuat debu dan pasir beterbangan dan menutupi pandangan semua orang.
Mereka berpikir jika Tian Feng pasti tidak akan selamat karena ilmu sihir Angin Qeyzya sangat kuat dan mampu menghancurkan sebuah gunung, apalagi hanya seorang seperti Tian Feng.
"Apakah dia sudah kalah?" tanya Patrick.
"Kau benar-benar hebat Qeyzya, tidak salah jika kamu menjadi yang terkuat dari kami semua yang sama-sama berasal dari Yamuru!" kata Hedelles yang merasa takjub dengan kemampuan Qeyzya dalam menggunakan ilmu Sihir angin sekuat itu.
Setelah debu dan pasir mulai menipis, terlihat Tian Feng yang masih berdiri, namun kondisi tanah sudah berlubang dan Tian Feng sendiri terlihat tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja.
Tian Feng memang berhasil menahan serangan tersebut dengan Ilmu Tubuh Raja Iblis serta menggunakan Toyanya sebagai tambahannya.
Namun seperti yang dikatakan oleh Xian jika Qeyzya memang memiliki kekuatan yang lebih besar dari dirinya, walau Tian Feng tahu jika Qeyzya itu belum menggunakan seluruh kemampuannya.
Nafas Tian Feng memburu tidak teratur, dia merasa mustahil bisa bertahan jika Qeyzya kembali melancarkan serangan yang sama.
"Apakah kamu sudah menemukan Solusi Xian!" tanya Tian Feng.
"Ada!" jawab Xian.
"Katakan padaku apa solusinya?"
"Tentu saja menghindar atau kabur dengan menggunakan Sihir Ruang dan Waktu mu!" jawab Xian.
"Kabur? Itu bukanlah tindakan seorang kesatria Xian!" kata Tian Feng.
"Kamu masih memperdulikan aturan disaat dirimu sendiri tidak bisa melakukan apa-apa? Kabur dari pertarungan bukan berarti dianggap sebagai pecundang, lagi pula kabur bukanlah sebuah kekalahan, melainkan kemenangan yang tertunda! Bagaimana menurutmu Xanzi?"
"Selagi bisa mempertahankan nyawa, kenapa kamu harus memikirkan martabat serta harga diri Tian! Sadar dirilah kamu akan siapa lawanmu saat ini! Nanti setelah kamu berhasil menyempurnakan semua sendi dalam tubuhmu, kamu bisa melawannya lagi!" Xanzi akhirnya memberikan pendapatnya.
__ADS_1