Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pengawal Organisasi Bintang Hitam


__ADS_3

"Tidak perlu dipikirkan Ketua! Yang sudah berlalu biarlah berlalu, yang penting sekarang Ketua sudah tidak lagi bersikap mau benar sendiri seperti dulu!" kata Tian Feng.


Chang Shan tersenyum kecut mendengar sindiran Tian Feng, dia merasa malu karena perbuatannya sendiri dimasa lalu dan juga sikap terakhirnya kepada Tian Feng.


"Bagaimana ketua? Apakah pertarungan kita masih mau dilanjutkan?" tanya Tian Feng.


"Ah Iya...! Eh tidak-tidak, aku sudah tidak mau melanjutkannya lagi!" jawab Chang Shan.


"Maksud ketua?"


"Maksud ku, aku mengaku kalah! Mana mungkin aku bisa mengalahkan murid Senior Mao Lao!" jawab Chang Shan namun dengan perasaan berat.


Huan Bao mendengar itu tidak langsung masuk ke dalam arena, dia ingin memastikan Chang Shan benar-benar menyerah atau tidak.


"Apakah Ketua yakin?"


"Iya aku sangat yakin akan keputusan ku!"


Tian Feng mengangguk, dia tidak menyangka pertarungan pertama dan ke-duanya dimenangkan dengan sangat mudah.


Setelah mendapat kepastian dari Chang Shan, Huan Bao pun segera masuk kedalam arena, "Satu peserta telah kalah, dengan ini Pendekar...!"


Huan Bao masih bingung harus menyebut Tian Feng dengan panggilan apa, "Maaf Tuan Muda! Tuan mau dipanggil nama gelar apa?" Huan Bao bertanya kepada Tian Feng.


"Panggil saja aku Pendekar Bertopeng?" jawab Tian Feng.


"Tidak Tian!" Wei Fang mendengar hal itu segera menolak nama gelar Tian Feng.


"Ada apa Panglima? Apa nama itu buruk?" tanya Tian Feng.


"Bukan begitu! Sebenarnya aku dan beberapa Pendekar lainnya sebelumnya sudah memiliki nama panggilan mu, Yaitu Pendekar Dewa Sesat! Jadi nama Gelarmu adalah Pendekar Dewa Sesat!" kata Wei Fang.


"Hahahaha...! Nama itu bagus juga," Zanxi tertawa terbahak-bahak mendengar hal itu, sayangnya yang bisa mendengarnya hanya Tian Feng saja.


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Tian Feng.


"Tidak-tidak! Aku rasa gelar itu cocok dengan mu, aku tidak tahu dari mana nama gelar Dewa itu, akan tetapi aku sangat setuju dengan julukan sesat, karena kamu sering membunuh orang tanpa berpikir dulu!" kata Zanxi.


Tian Feng mengumpat dalam hati kepada Zanxi, sedangkan Zanxi justru semakin tertawa terbahak-bahak.


"Panglima, kenapa panglima memberikan ku gelar seperti itu, jelaskan alasannya!"


"Mudah saja! Kekuatan mu sangat besar, terlebih lagi kamu adalah murid si Dewa Mabuk, dan juga Murid Si Topeng Iblis serta Singa Emas, kamu memiliki tiga guru dari tiga aliran berbeda, dan cara kamu membunuh pasukan Organisasi Tiga Bunga waktu itu mirip Pendekar aliran sesat! Jadi kami memutuskan nama gelar mu sebagai Pendekar Dewa Sesat!" kata Wei Fang.


"Kalau begitu Pendekar Dewa Sesat adalah pemenangnya, jika Pendekar Dewa Sesat bisa mengalahkan salah satu dari sepuluh pendekar terkuat, maka dia akan resmi menjadi penggantinya!" kata Huan Bao kemudian dia meminta Tian Feng untuk keluar dulu dari arena.


Nama Pendekar Dewa Sesat masih sangat baru, karena nama itu baru diumumkan, namun kedepannya Tian Feng pasti hanya akan dikenal dengan sebutan Dewa Sesat.


Semua orang yang ada disana mulai memperdebatkan dan membicarakan nama Tian Feng yang sudah memiliki gelar diusia yang masih sangat muda.

__ADS_1


Sedangkan Tian Feng berusaha untuk menerima gelar tersebut, "Tenang saja Tian, bukan gelar yang akan membuatmu menjadi lebih hebat, melainkan usaha yang menentukan, itu hanya nama gelar dari manusia saja, sedangkan nanti di alam para Dewa, kamu pasti akan memiliki nama gelar lain!" kata Zanxi.


"Berhentilah bicara omong kosong!" kata Tian Feng dengan ketus.


"Yang berikutnya adalah Ketua Gu Yuao dari Mata Elang!" kata Huan Bao.


Gu Yuao segera masuk kedalam arena dan berdiri disamping Huan Bao, "Silahkan anda pilih siapa yang ingin anda hadapi, bisa dari salah satu sepuluh pendekar terkuat, atau dari salah satu peserta?" kata Huan Bao.


Gu Yuao melihat kearah Tian Feng, dia merasa tidak mungkin melawan Tian Feng yang menguasai jurus Dewa mabuk, sekarang dia menoleh kearah Zang Yang.


"Aku akan menantang Guru Zang!" kata Gu Yuao.


Zang Yang terkejut mendengar tantangan Gu Yuao, sejak awal dia sudah berusaha untuk tidak berhadapan dengan Gu Yuao, namun kini justru Gu Yuao sendiri yang menantangnya.


"Maaf Ketua Gu, tapi kenapa aku yang kamu pilih?" tanya Zang Yang.


"Guru Zang, ini adalah sebuah pertandingan, jadi siapa saja bisa menjadi lawan tanpa memandang status siapapun!" jawab Gu Yuao.


Zang Yang bangkit dan kemudian dia menoleh kearah Zian Wen yang terlihat ada rasa ke khawatiran diwajahnya.


"Guru Zang, kita memang memiliki ikatan keluarga, namun ini hanya sebuah pertandingan dan bukan sebuah permusuhan, jadi jangan pernah terbawa oleh perasaan! Bersikaplah seperti biasa dan kita akan sama-sama menguji batas kemampuan kita masing-masing agar kita tahu dimana letak kekurangan kita!" kata Gu Yuao.


Zang Yang berpikir sesaat dan merenungkan perkataan Gu Yuao, "Kamu benar sekali Ketua Gu, anggap saja hari ini kita sedang latihan!" kata Zang Yang yang mulai setuju dengan perkataan Gu Yuao.


Zang Yang segera masuk kedalam arena, sebenarnya energinya masih belum sepenuhnya pulih, namun dia akan tetap memenuhi tantangan Gu Yuao.


Setelah Zang Yang sudah berhadapan dengan Gu Yuao, Huan Bao segera keluar dari arena agar tidak menggangu pertandingan mereka berdua.


Zang Yang mengangguk, sebenarnya itu yang saat ini sedang Zang Yang pikirkan, namun dia tidak menduga jika Gu Yuao juga memiliki pemikiran yang sama.


"Ayo kita mulai!" kata Zang Yang.


Ke-duanya sama-sama saling bersiap dan sama-sama melepaskan energi yang besar sehingga keluar dari tubuh ke-duanya sebuah dorongan angin.


Saat keduanya hampir saling menyerang, tiba-tiba saja ada teriakan salah satu Pendekar yang berhasil mengehentikan ke-duanya.


"Ada rombongan orang yang datang dari arah selatan!" seru salah satu Pendekar.


Semuanya segera menoleh kearah selatan dan terlihat sekitar Lima Puluh orang mengenakan jubah serba hitam datang kearah mereka.


Bukan hanya kedatangan mereka yang membuat semua orang terkejut, melainkan Awan Hitam diatas mereka yang mengikuti langkah mereka.


"Itu..!" Wei Fang segera menyadari akan siapa mereka.


"Apakah kamu mengenali mereka?" tanya Bai Ling Ling.


"Iya! Mereka adalah anggota Organisasi Bintang Hitam!" jawab Wei Fang.


Tian Feng yang sebelumnya sempat merasa cemas kini sudah tidak, dia tidak melihat ada yang memiliki kemampuan setingkat Pendekar Cahaya Tahap 3.

__ADS_1


"Sepertinya dugaanmu terlalu berlebihan Zanxi!" kata Tian Feng.


"Em.. terserah kamu saja mau percaya atau tidak Tian, namun jika kamu cerdas, kamu pasti akan penasaran kenapa Awan Hitam tebal itu mengikuti mereka? Dari mana asalnya dan bagaimana caranya? Apa kamu tidak merasa aneh dengan hal itu?" tanya Zanxi.


Tian Feng akhirnya tersadar juga, menurutnya memang aneh jika ada awan hitam yang mengikuti kelompok mereka seperti sedang menutupi mereka dari cahaya.


"Lihat! Bukankah itu Si Pendekar Mawar Hitam? Kenapa dia berada diantara mereka?" salah seorang menunjuk kearah pendekar yang berjalan bersama mereka.


Pendekar tersebut tidak lain adalah Taiyan Zin yang datang menyusul dari belakang dan berjalan bersama kearah mereka.


"Ini dia orang yang aku tunggu-tunggu! Akhirnya dia datang juga!" kata Tian Feng.


"Tian, berhenti mengurus orang itu, sebaiknya kamu lebih fokus terhadap manusia yang sebentar lagi akan datang juga!" kata Zanxi.


"Emm..? Siapa lagi, dan mana orangnya?" tanya Tian Feng.


"Tunggu saja, sebentar lagi dia pasti akan menampakkan dirinya!" kata Zanxi.


Awan Hitam tebal dan aneh itu kini mulai menutupi tempat mereka sehingga terlihat seperti mau turun hujan serta badai.


Kilatan Petir juga terlihat menyambar, namun tidak ada suara gemuruh guntur saat petir itu sudah menyambar.


"Apakah kedatangan ku terlambat?" tanya Taiyan Zin dengan sikap genitnya dan suara yang dibuat-buat seperti wanita serta bergaya kecentilan.


"Taiyan Zin! Apa maksudnya ini? Kenapa kamu datang bersama dengan anggota Bintang Hitam?" tanya Wei Fang dengan menatap dingin Taiyan Zin.


Taiyan Zin tertawa kecil kemudian dia melihat kearah rombongan Organisasi Bintang Hitam, "Aku hanya mengantarkan mereka ke sini saja, kedatangan mereka kesini hanya untuk mengajak kalian semua untuk bergabung dengan mereka!" kata Taiyan Zin.


"Apa? Kamu pikir aku setuju dengan ajakan mereka itu?" Wei Fang bangkit dengan tatapan merah.


"Jangan berbicara sekeras itu! Apakah jika kamu berteriak keras dengan mata melotot kamu sudah merasa hebat?"


Tubuh Wei Fang, Bai Ling Ling, dan semua orang yang ada disana merasa berat saat terdengar sebuah suara yang mengandung tekanan sangat kuat.


Tian Feng juga merasakan dampaknya, namun dia masih bisa menetralkan dengan energinya sehingga dia masih bisa berdiri dan menoleh keatas.


Wei Fang dan semuanya terkejut saat melihat seorang pria paruh baya sedang melayang di udara.


Pria tersebut juga mengatakan jubah hitam serta penutup kepala, wajah tidak terlihat, namun aura tekanan yang dipancarkan sangat mengerikan.


"Ini dia manusia yang aku maksud tadi Tian! Kekuatannya lebih besar dari yang kamu miliki, serta jumlah energi yang ia miliki juga lebih banyak dari pada dirimu!" kata Zanxi sehingga membuat Tian Feng percaya atas perkataan Zanxi.


"Apakah dia itu salah satu dari Dua Puluh Pengawal Kaisar Kegelapan?" tanya Tian Feng.


"Bukan! Mungkin salah satu dari mereka sudah memberikan sedikit kekuatan kepada manusia itu, jadi mulai sekarang kamu harus berhati-hati!" kata Zanxi.


Semua orang sangat terkejut dan juga ketakutan saat melihat orang yang bisa terbang seperti itu, seumur hidup mereka, baru kali ini mereka melihat seorang manusia bisa melayang seperti memiliki sayap yang tak terlihat.


Pria tersebut turun dengan cepat di tengah-tengah para pendekar yang tidak bisa bergerak itu, setelah kakinya sampai di atas pasir, ledakan disekeliling pria itu menghempaskan beberapa pendekar terdekat.

__ADS_1


"Si..siapa kamu, dan aa.. apa maumu?" tanya Wei Fang yang masih kesulitan untuk bergerak.


"Namaku adalah Kai Jhin, dari Kerajaan Jiu serta tujuh belas terkuat dari dua puluh Pengawal Organisasi Bintang Hitam!" jawab Kai Jhin


__ADS_2