Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Perseteruan


__ADS_3

"Teknik Kristal Es - Pembekuan Abadi."


Ho Chen merapatkan tangannya kemudian area disekitar menjadi beku, hal ini membuat para Pasukan Kaisar Iblis tidak bisa bergerak karena licin.


Satu persatu para Pasukan Kaisar Iblis mulai membeku, namun tidak untuk para Panglima Kaisar Iblis. Walau demikian pembekuan abadi dari Teknik Kristal Es masih bisa membatasi ruang gerak yang lainnya yang tidak bisa terbang.


Ho Chen kembali menggunakan Teknik yang lain yaitu Teknik Raja Api dengan membuat pedang Api biru kemudian mulai menyerang Panglima Kaisar Iblis.


Walau kedatangan Tian Feng bisa sedikit membantu, tetap saja melawan semuanya adalah hal yang mustahil, untungnya para Pasukan Kaisar Kegelapan belum ikut campur, jika tidak semuanya akan berakhir.


"Kalian semua benar-benar membuatku kesal!" gerutu Tian Feng.


Tian Feng memang tidak kesulitan melawan kedua Iblis bersaudara itu, namun saat melihat dewa lainnya yang kerepotan melawan Panglima Kaisar Iblis, hal ini membuat Tian Feng sangat kesal.


"Terserah kalian para dewa jika kalian menganggap ku sebagai manusia kejam atau Dewa Sesat, hari ini akan akan menggunakan jurus yang selama ini tidak aku gunakan!" gumam Tian Feng sembari memukul mundur kedua Iblis bersaudara itu.


Tian Feng menyimpan kembali Tombaknya kemudian dia mulia merubah bentuk kuda-kuda nya, satu tangan membentuk cakar singa, dan satu tangan lagi membentuk kepalan, sedangkan pijakan kakinya di udara seperti tidak jelas.


"Dia mau apa?" tanya Qinpi.


"Aku tidak tahu! Sudahlah ayo kita sibukkan dia agar dia tidak bisa membantu yang lain!" kata Gaozu.


Mereka berdua kembali menyiapkan pedang masing-masing dan bersiap untuk maju, dan dengan semangat membara, keduanya menebas tubuh Tian Feng dari arah yang berbeda.


!!?"


Kedua iblis bersaudara itu terkejut ketika tebasan mereka sama sekali tidak mengenai tubuh Tian Feng, padahal Tian Feng tidak berpindah sedikitpun dari tempatnya.


"Apa yang terjadi?"


Kedua Iblis bersaudara itu benar-benar tidak mengerti, dan saat masih di landa kebingungan, suara Tian Feng terdengar di bawah.


"Putaran Singa Iblis."


"Ha...!"


Gaozu dan Qinpi terkejut dan melihat kebawah, setelah melihat kebawah, mereka melihat kilatan-kilatan cahaya yang bergerak secara acak, hal ini membuat Gaozu dan Qinpi tidak bisa melihat tubuh Tian Feng yang bergerak secara acak dan juga sangat cepat.


"Sepertinya dia mengincar pasukan kita!" Gaozu baru sadar jika ternyata Tian Feng berniat menyerang pasukan, dan ternyata dugaan Gaozu tidak meleset.


Udara tiba-tiba seperti di tarik sebelum akhirnya terdorong kembali lalu tercipta ledakan besar dari kilatan cahaya aneh yang membentur tubuh para pasukan Kaisar Iblis.


Ledakan demi ledakan setiap tubuh pasukan Kaisar Iblis membuat banyak kematian, satu tubuh yang meledak akan mencakup area hingga sepuluh meter, sehingga dalam satu kali ledakan akan menewaskan belasan hingga puluhan pasukan.


Melihat pasukannya yang bantai dengan sangat sadis oleh Tian Feng membuat Gaozu sangat marah.


"Hentikan..!" seru Gaozu kemudian dia dan Qinpi bergegas turun untuk menghentikan Tian Feng, kedua Iblis bersaudara itu segera membuat penghalang agar sisa pasukannya tidak dihabisi oleh Tian Feng.


"Cukup...!" ucap Gaozu kemudian dia mengepalkan kedua tangannya saat melihat ratusan pasukannya yang sudah lenyap hanya dalam sekali gerak.


Tian Feng muncul kembali di dekat penghalang buatan Gaozu, dia melihat kebelakang dan kepulan asap dari sisa ledakan tubuh para pasukan Kaisar Iblis membubung tinggi ke langit.


"Kau...! Kau tidak akan aku ampuni..!" ucap Gaozu dengan geram kemudian dia langsung melesat bersama dengan Qinpi.


Tian Feng hanya tersenyum sinis, dia hanya ingin mengurangi jumlah musuh, walau pasukan Kaisar Iblis yang ia habisi sangat lemah, namun itu akan sangat merepotkan jika tetap di biarkan.


"Matilah...!" seru Gaozu dengan pedangnya yang di ayunkan dengan sangat kuat ke arah Tian Feng.


Energi Pedang yang sangat besar serta kuat segera di tahan oleh Tian Feng dengan tangan kirinya, dia memutar tangan kanannya dan Api Emas segera muncul kemudian dia melepaskan Api Emas tersebut ke arah Gaozu.


Qinpi muncul menghadang api emas milik Tian Feng dengan menggunakan Energinya sehingga ledakan dahsyat yang sangat besar membuat banyak kehancuran akibat dari gelombang kejutnya.


Qinpi terhempas cukup jauh hingga tubuhnya menabrak banyak batu besar hingga batu tersebut hancur, tentu saja Gaozu langsung tidak terima saat melihat Qinpi yang terhempas.


"Sihir Awan - Tebasan Seribu Awan."


Gaozu yang melayang agak tinggi memberikan tebasan beruntun sehingga ribuan energi pedang mirip awan jatuh segera menghujani Tian Feng.


Tempat pertempuran yang sebelumnya tidak terlalu rusak parah kini sudah terlihat seperti tanah hancur, semua itu di akibatkan pertempuran antar kekuatan Dewa.


Qinpi kembali bangkit, namun dia sudah mulai melemah karena mengalami luka dalam yang cukup parah sehingga Qinpi memuntahkan seteguk darah seger dari mulutnya.

__ADS_1


Melihat saudaranya yang melepaskan Sihir Awan, Qinpi dengan tenaga yang tersisa kembali terbang menghampiri Gaozu yang baru saja selesai memberikan serangan beruntun kepada Tian Feng.


"Gaozu, ayo kita gunakan serangan gabungan lagi!" kata Qinpi.


"Tidak Qinpi, sepertinya semuanya akan percuma kecuali Suo Zan ada disini! Hanya tiga kekuatan kita yang mampu melawannya!" ucap Gaozu setelah menyadari jika tidak mudah untuk berurusan dengan Tian Feng.


Setelah asap dari ledakan energi pedang beruntun itu hilang, ternyata Tian Feng masih terlihat baik-baik saja dengan tubuh setengah melayang karena tanah yang di pihaknya sudah menjadi cekungan.


"Lihat, bahkan dengan serangan beruntun yang aku kerahkan saja tidak cukup mampu untuk memberikan luka gores ditubuhnya!" ucap Gaozu.


"Jadi bagaimana?" tanya Qinpi.


Gaozu menatap kearah para Pengawal Kaisar Kegelapan dan pasukannya yang hanya jadi penonton saja sejak pertempuran di mulai.


"Tenyata kecurigaan Tuan kita tidak salah, mereka yang mengajak kita untuk bekerja sama, namun ketika perang di mulai, mereka justru hanya diam dan menonton saja!"


Tatapan Gaozu yang dipenuhi dengan kebencian terhadap pasukan Kaisar Kegelapan tidak di sadari oleh para Pengawal Kaisar Kegelapan.


"Kamu benar, kita sudah kehilangan ratusan suku kita karena mereka, jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Qinpi.


Gaozu menatap Tian Feng sesaat yang mulai terbang naik kearahnya, kemudian dia melihat para Panglima lainnya yang menghadapi Dewa lainnya, walau tidak ada satu Panglima yang mati, namun Gaozu mulai berpikir rasional.


"Hentikan pertempuran ini...!" seru Gaozu sehingga membuat Tian Feng dan semuanya yang sedang bertarung menghentikan pertarungan mereka.


"Kenapa dengan dia?" tanya Dewa Hitam yang juga terkejut ketika Gaozu meminta anggota sukunya untuk menghentikan pertempuran.


"Namamu tadi Dewa Sesat bukan? Sebenarnya aku tidak memiliki masalah apapun dengan Dewa Pelindung Alam Semesta itu, ini semua karena permintaan mereka yang mengajak kami untuk bekerja sama untuk menangkapnya, jadi sekarang kami sudah tidak mau lagi terlibat akan masalah ini dan akan segera menarik semua anggota kami!" kata Gaozu kepada Tian Feng.


"Aku sudah tahu itu, hanya saja tadi kalian hampir mencelakai guruku, andai aku tidak datang tepat waktu, mungkin guruku sudah kalian apa-apakan!" kata Tian Feng.


"Tapi Dewa Sesat lihat kondisinya sekarang, gurumu tidak hanya baik-baik saja, bahkan ke 12 Dewa juga tidak ada yang terluka, malah hampir sepertiga suku kami yang sudah binasa, bukankah ini sudah setimpal?" ucap Qinpi yang juga ikut bersuara.


Tian Feng terdiam sesaat sembari berpikir, tujuan awal dia pergi ke dunia bawah tidak hanya semata-mata demi membantu gurunya, namun dia juga memiliki misi untuk mendapatkan setengah dari Bunga Teratai Batu Mustika yang tersisa yang saat ini berada di dalam tubuh Kaisar Iblis.


Tian Feng menoleh kearah Ho Chen yang juga menatapnya, Ho Chen hanya mengangguk saja kepada Tian Feng sehingga Tian Feng kembali berbicara kepada Gaozu.


"Baik jika itu yang kalian inginkan, jika kalian ingin berhenti bertarung, aku juga akan menghormati keputusan mu, tapi ingatlah jika tujuanku datang kesini tidak hanya demi guruku saja, melainkan ada urusan lain dengan Kaisar Iblis kalian!" kata Tian Feng.


"Kedatanganku kesini ingin mengambil sesuatu milik sang Buddha, jadi sampaikan kepada Kaisar Iblis jika aku Dewa Sesat akan segera menemuinya dan akan menantangnya bertarung satu lawan satu, jika Kaisar mu setuju, maka aku akan menunggunya disini sampai dia datang!" kata Tian Feng.


Gaozu dan Qinpi saling berpandangan, keduanya ingin menjawab Tian Feng namun tidak jadi, andai mereka tidak khawatir kepada pasukan Kaisar Kegelapan yang mungkin akan menusuk mereka dari belakang saat mereka sudah kelelahan, dan dengan berpikir matang akhirnya Gaozu pun setuju dan akan menyampaikannya kepada Azura.


Gaozu segera mengajak semua Panglima yang lain serta para pasukannya untuk kembali, namun saat baru hendak pergi, sebuah serangan dari energi hitam melesat kearah mereka.


"Awas..!" Qinpi yang lebih dulu menyadari itu segera mencabut pedangnya dan kemudian dia melepaskan energi pedangnya untuk menghalau serangan energi hitam tersebut.


Energi hitam tersebut berhasil di tepis sehingga berbelok dan jatuh di tempat yang agak jauh sehingga menimbulkan ledakan besar.


Gaozu dan semuanya menatap kearah para Pengawal Kaisar Kegelapan itu dengan tatapan merah kemudian Gaozu yang geram segera bertanya kepada para Pengawal Kaisar Kegelapan itu.


"Apa maksud kalian ini? Kenapa kalian menyerah kami?" tanya Gaozu.


"Apa yang kami lakukan? Lalu apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menarik diri?" tanya balik Dewa Hitam.


"Apakah matamu sudah rabun, sudah banyak suku ku yang menjadi korban, sedangkan kalian hanya menonton saja, lalu kerjasama seperti apa yang sebenarnya kalian inginkan?" tanya Gaozu.


"Ternyata pasukan mu tidak sekuat yang aku perkirakan, baru kehilangan sedikit nyawa tidak berguna saja kalian sudah menyerah!" Dewa Hitam mencibir Gaozu.


"Tutup mulutmu Dewa Hitam! Jika kamu memang benar-benar hebat, silahkan kalian lakukan sendiri, namun jika kamu ingin bertarung denganku, aku juga tidak keberatan untuk mengurangi jumlah kalian!" kata Gaozu kemudian melepaskan energinya.


"Aku akui kamu memang lebih kuat dariku, tapi sayang pikiranmu lebih tumpul dariku!" Dewa Hitam kembali mengejek Gaozu sehingga membuat Gaozu naik pitam.


"Akan aku cabut lidahmu itu..!"


Gaozu yang sudah di bakar emosi segera menyerang Dewa Hitam dengan pedangnya yang sudah dialiri energi nya, Dewa Hitam dan semua para Pengawal yang lain segera menyatukan energi dan membuat perisai pertahanan untuk menahan serangan Gaozu yang sangat besar itu.


Benturan antar kedua energi itu menciptakan ledakan di langit yang penuh awan dan kembali menggetarkan dunia bawah, tentu saja dengan gabungan pertahanan kesebelasan Pengawal Kaisar Kegelapan itu cukup mampu untuk menahan serangan Gaozu yang hanya sendirian.


"Sekarang sudah jelas akan apa yang sebenarnya Kaisar kalian inginkan, sejak awal Tuan ku sudah tidak terlalu percaya kepada Kaisar kalian itu, dengan ini maka kami akan membatalkan kerja sama kita, dan kita akan menjadi musuh!" ucap Gaozu kemudian dia memanggil ke delapan Panglima yang lain.


Tian Feng dan Ho Chen serta Dewa lainnya hanya melihat perseteruan antara mereka dari bawah, hal ini membuat Tian Feng merasa puas karena sudah berhasil membuat kedua kubu yang awalnya bekerja sama kini berbalik menjadi permusuhan.

__ADS_1


Setidaknya perseteruan antara dua kubu itu akan menguntungkan Tian Feng, jadi Tian Feng tidak perlu repot-repot bertarung dengan mereka, dan Tian Feng yakin jika keduanya bentrok, Kaisar Iblis dan Kaisar Kegelapan juga akan muncul.


Kedua kubu kini mulia memanas, dan kedua sama-sama saling berhadapan, sedangkan yang menjadi penontonnya kini adalah Tian Feng dan Ho Chen serta ke 12 Dewa lainnya.


"Dewa Hitam, kita tidak mungkin bisa menang jika berhadapan dengan mereka!" kata Panglima Gerbang Timur dengan nada pelan.


"Aku tahu itu, akan tetapi Panglima Qinpi saat ini sudah melemah, sedangkan Panglima Gaozu juga tidak bisa bertahan lama jika kembali bertarung!" kata Dewa Hitam.


Dewa Hitam sejak awal pertempuran sudah merasakan jika kekuatan Gaozu dan Qinpi mulia menurun setelah bertarung melawan Tian Feng, sedangkan Gaozu yang memilih untuk berhenti bertarung sebenarnya karena dia sadar jika terus berlanjut maka dia akan kalah akibat kekuatannya yang mulia menurun.


Oleh sebab itu Dewa Hitam tidak terlalu takut mengingat yang terkuat hanya Gaozu dan Qinpi saja yang saat ini mulai melemah, jika Dewa Hitam bisa mengulur waktu saat menghadapi keduanya, Dewa Hitam yakin akan mampu mengalahkan Gaozu dan Qinpi.


Pemikiran Dewa Hitam sangat tepat, diam-diam Gaozu dan Qinpi juga sedikit ragu untuk bentrok kembali dengan para pasukan Kaisar Kegelapan, andai sebelumnya dia tidak bertarung lebih dulu melawan Tian Feng, tentu tidak akan sulit bagi Gaozu dan Qinpi untuk mengalahkan para Pengawal Kaisar Kegelapan beserta para prajuritnya.


Masing-masing dari kedua kubu saling melepaskan Aura untuk sama-sama menekan, tekanan tersebut membuat seluruh gravitasi di sekitar mereka terasa lebih berat, jika disana ada manusia biasa, mungkin manusia itu akan langsung jatuh dan mati.


Setelah beradu Aura cukup lama, Gaozu segera mengangkat pedangnya dan kemudian berseru keras, "Serang..!" serunya.


Dewa Hitam mengangkat tangannya dan kemudian juga berseru keras kepada pasukannya untuk maju melawan pasukan Kaisar Iblis.


Kini pertempuran kembali pecah dan para Pengawal Kaisar Kegelapan langsung berhadapan dengan para Panglima Kaisar Iblis.


Benturan bermacam sihir dan energi kini meledak-ledak di beberapa tempat, sedangkan dari kedua pasukan yang mulai banyak jatuh korban adalah pasukan Kaisar Iblis, itu karena mereka sudah mulai kelelahan, sedangkan pasukan Kaisar Kegelapan masih dalam kondisi prima, belum lagi para pasukan Kaisar Kegelapan seperti tidak takut mati.


"Jadi apakah kita hanya akan menonton saja atau akan membantu para pasukan Kaisar Iblis?" tanya salah satu Dewa.


"Untuk apa membuang-buang energi untuk membantu salah satu dari mereka? Biarkan saja mereka bertarung, lagi pula itu bukan lagi urusan kita!" jawab Dewa lainnya.


Tian Feng dan Ho Chen serta beberapa Dewa lainnya hanya terdiam melihat pertempuran itu terutama bagi Tian Feng, dia yang sangat setuju akan jawaban dewa tadi, lagi pula keduanya adalah sama-sama musuh bagi Tian Feng, jadi Tian Feng tidak mungkin membantu salah satu dari mereka.


"Guru, apakah guru tahu dimana sebenarnya lokasi Kaisar Iblis itu berada?" tanya Tian Feng.


"Sebenarnya aku juga tidak yakin, namun aku sempat mendengar kabar jika tempat Kaisar Iblis itu didalam hutan gelap, namun di dalam hutan itu ada sebuah kota besar tempat dari para pasukan iblis itu berada!" jawab Ho Chen.


"Dimana letak hutan itu?" tanya Tian Feng.


"Aku tidak tahu, bahkan kami semua sudah mencoba mencarinya lewat mata Dewa kami, namun tidak satupun dari kami yang bisa menemukannya!" jawab Ho Chen.


"Hitam itu pasti di segel oleh Kaisar Iblis agar tidak bisa di temukan oleh para dewa!" gumam Tian Feng kemudian dia kembali melihat kearah pertempuran.


Tian Feng bisa melihat jika Kekuatan Gaozu dan Qinpi semakin menurun. "Sungguh cerdik sekali Dewa Hitam itu, dia sengaja memancing emosi lawannya agar melepaskan seluruh kekuatannya sedangkan dia sendiri berusaha menghindari serangan agar lawannya semakin melemah!" batin Tian Feng.


Ho Chen dan beberapa Dewa lainnya juga sepemikiran dengan Tian Feng, dan mereka sudah bisa menebak akan siapa yang akan keluar menjadi pemenangnya.


"Sepertinya ada yang akan datang kesini!" kata Tian Feng kemudian dia menatap ke awan dengan tatapan tajam.


Semua kini dapat merasakan sebuah energi besar dari balik awan, dan tidak lama kemudian seseorang tubuh besar dengan memikul sebuah kapak besar muncul dari balik awan.


Kehadiran sosok yang baru muncul ini membuat pertempuran terhenti saat merasakan energi yang besar dari langit.


"Kenapa dia juga muncul disini?" gumam Dewa Hitam yang memasang wajah kusut.


Gaozu dan Qinpi serta yang lainnya menghela nafas lega saat melihat sosok yang baru muncul itu kemudian bergumam, "Akhirnya kamu datang juga Suo Zan!" gumamnya.


Sosok tersebut ternyata adalah Suo Zan yang sudah kembali deri misinya, dari pancaran energinya, Suo Zan jelas memiliki kekuatan besar.


"Iblis Kapak Bumi!" kata Ho Chen yang sebelumnya pernah bertemu dengan Suo Zan saat dirinya berhadapan dengan para Pengawal Kaisar Kegelapan di luar angkasa.


"Kenapa kalian saling bertarung?" tanya Suo Zan yang masih melayang di udara.


Gaozu segera menghampirinya kemudian segera menjelaskan semuanya kepada Suo Zan, sedangkan Dewa Hitam kini mulai waspada sebab dia sudah tahu seberapa kuat Suo Zan ini.


Suo Zan melirik kearah Tian Feng sesaat kemudian dia menatap kearah para Pengawal Kaisar Kegelapan seraya berkata, "Jadi kalian sudah menunjukkan niat busuk kalian yang sebenarnya? baik-baik jika itu yang kalian inginkan!" ucap Suo Zan kemudian mengarahkan ujung kapak yang besar itu kelas Dewa Hitam.


"Karena kalian sudah memutuskan kerja sama ini, jadi kalian harus membayarnya dengan nyawa kalian!" ucap Suo Zan kemudian dia melapaskan energi nya.


"Hah... sepertinya perseteruan ini akan berbuntut panjang kedepannya!" kata Tian Feng seraya tersenyum penuh makna.


"Dewa Hitam, lawanmu sekarang adalah aku!" kata Suo Zan kemudian dengan kapak besarnya dia segera menyerang Dewa Hitam.


***

__ADS_1


Ini setara dengan dua Bab.


__ADS_2