Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Diluar rencana


__ADS_3

Butuh konsentrasi serta kesabaran yang besar, akhirnya Tian Feng mengerti cara mengendalikan Elemen Udara.


Caranya tidak ada bedanya dengan perubahan energi. Tian Feng hanya bisa berdecak kesal kepada Zanxi yang memberikan penjelasan berputar-putar sehingga membuat kepala Tian Feng serasa mau pecah.


Andai sejak awal Zanxi cukup memberitahukan jika cara mengendalikan Elemen Udara sama seperti melakukan perubahan Energi, tentunya tidak perlu memakan waktu hingga tengah malam berada di dalam hutan.


"Hahaha..! Kenapa kamu kesal terhadap diriku, bukankah sudah ku bilang jika kamu pasti tahu karena kamu sudah menjalani hidup lebih lama dari umur palsumu itu!" kata Zanxi yang terdengar sangat senang karena telah mengerjai Tian Feng.


Tian Feng tidak mau ambil pusing lagi, dia segera menyalurkan Chi ke enam titik penting, yaitu Dahi, Dada, ke-dua telapak tangan dan ke-dua telapak kakinya.


Perlahan-lahan angin mulai berkumpul disekitar tubuh Tian Feng, angin tersebut mulai berputar mengelilingi tubuh Tian Feng seperti pusaran angin kecil.


Setelah cukup lama Tian Feng mengumpulkan angin, dia segera memadatkan angin tersebut sehingga hembusan putarannya semakin kuat dan juga kencang.


Tubuh Tian Feng yang masih duduk secara perlahan-lahan mulai terangkat sendiri ke udara, semakin lama tubuh Tian Feng semakin tunggi hingga mencapai ketinggian lima meter.


Tian Feng segera membuka matanya dan kemudian dia terkejut saat melihat tubuhnya sudah berada di udara.


"Jadi seperti rasanya bisa terbang? Sungguh sangat beda sekali rasanya!" gumam Tian Feng sambil tersenyum puas.


Walau seorang Pendekar Cahaya bisa melakukan perubahan energi, namun tidak akan ada satupun yang akan bisa terbang karena untuk bisa terbang membutuhkan Chi yang sangat banyak.


Jika hanya memiliki 50 atau 60 pusaran, itu tidak akan cukup, bahkan 100 pusaran sekalipun tidak akan mungkin cukup untuk bisa terbang.


Tian Feng saja yang sudah memiliki 850 pusaran Chi saja juga masih belum sepenuhnya bisa terbang secara sempurna.


"Sekarang apa yang kamu inginkan sudah tercapai, lalu apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" tanya Zanxi.


"Untuk beberapa bulan kedapan, mungkin aku akan tetap berada disini hingga seluruh keluarga sudah benar-benar aman!" jawab Tian Feng.


"Tapi kamu jangan lupa untuk terus meningkatkan Energi mu, karena sebenarnya energi yang kamu miliki saat ini masih sangat lemah."


Tian Feng turun kebawah secara perlahan-lahan dan kemudian kembali bermeditasi sekaligus nunggu pagi untuk kembali pulang.


***


Nama Tian Feng belum dikenal oleh semua Pendekar yang ada di Kerajaan Wu, bahkan kehebatannya hanya di ketahui oleh beberapa Pendekar saja, dan salah satu yang mengetahui Tian Feng secara langsung adalah Li Xiang Fai dari perguruan Gunung Persik.


Pagi ini perguruan Gunung Persik sedang Kedatangan tamu besar, tamu tersebut hanya satu orang namun bagi Gunung Persik tamu ini sangat istimewa.


Dia adalah salah satu Lima Pendekar terkuat yaitu Bing Ling Ling Si Dewi Salju dari perguruan Danau Beku.


Umur Bing Ling Ling sudah lebih dari 150 tahun, dan dia berjalan dengan menggunakan sebuah tongkat putih di tangannya.


"Ini sebuah kehormatan bagi perguruan kami, kedatangan Dewi Salju membuat kami semua bingung harus memberikan sambutan seperti apa!" kata salah seorang pria sepuh dengan berpakaian berwarna putih dan rambut serta jenggot berwarna putih.


"Guru Liu tidak perlu bersikap formal padaku, bagiamana pun juga perguruan ku dengan perguruan mu masih bersahabat!" kata Bing Ling Ling kepada pria sepuh tersebut yang bernama Liu Tii Bai.


Liu Tii Bai adalah ketua utama dari Perguruan Gunung Persik, dan maksud dari kata Bing Ling Ling bahwa perguruan ke-dua masih bersahabat karena dulu ketua Gunung Persik sebelum Liu Tii Bai adalah seorang Wanita segenerasi dengan Bing Ling Ling sekaligus mereka berdua dulu bersahabat.


Namun sayang sahabat terbaik Bing Ling Ling harus meninggal karena umurnya yang sudah tua.


"Guru Liu! Aku sudah mendengar desas-desus tentang seorang Pendekar muda bertopeng yang katanya memiliki ilmu tingkat tinggi, bahkan kabarnya dia lebih hebat dari pada Jenderal Dewa Perang Wei Fang, apakah itu kabar itu benar?" tanya Bing Ling Ling.


"Jadi Dewi juga tahu itu! Sebenarnya aku juga tidak tahu, hanya saudara Li yang melihatnya secara langsung!" kata Liu Tii Bai.


"Benar sekali Dewi, saat itu aku ada di sana dan juga merasakan sendiri kemapuan anak muda itu."

__ADS_1


Li Xiang Fai menceritakan akan semua yang ia lihat termasuk menceritakan jika dirinya sempat menyerang Tian Feng, bahkan saat itu sudah di bantu oleh Bai Ming, Panglima Ying dan juga Panglima Wei, namun tidak satupun yang berhasil mengalahkannya.


Dahi Bing Ling Ling semakin keriput saat mendengar hal itu, dia hanya menghela nafas panjang sebelum kembali berbicara.


"Anak generasi baru bisa memiliki ilmu bela diri tingkat tinggi adalah sebuah kabar yang sangat mengejutkan, walaupun dia adalah murid Mao Lao, namun tidak akan mungkin dia bisa memiliki kemapuan sebesar itu jika tidak ada orang lain yang tidak kita ketahui sudah membantunya!" kata Bing Ling Ling kemudian dia menatap Liu Tii Bai.


"Lima hari lagi akan ada pertandingan besar di Kuburan Seribu Pedang, aku harap anak ini juga datang kesana karena pertandingan ini untuk mencari Pendekar kuat terbaru, apakah kamu bisa menyampaikan kabar ini kepada anak muda itu?" tanya Bing Ling Ling kepada Liu Tii Bai kemudian dia melihat kearah Li Xiang Fai.


Liu Tii Bai dan Li Xiang Fai saling berpandangan, mereka ragu apakah Tian Feng akan mau ikut dalam pertandingan pencarian Pendekar hebat terbaru atau tidak.


Pertandingan pencarian Pendekar hebat sering di laksanakan selama Tiga Puluh tahun sekali, pertandingan ini bertujuan untuk mengukir nama serta kekuatan.


Semua Pendekar terkuat dari sepuluh terkuat akan hadir, baik itu dari aliran Suci, Bebas dan juga Sesat, semuanya akan hadir.


Bahkan yang bukan pendekar terkuat sekalipun juga akan datang, mereka semua akan menjajal kemampuan mereka melawan para Pendekar terkuat dari urutan sepuluh hingga satu.


Tidak semua pendekar yang datang akan ikut bertanding, banyak juga yang datang hanya untuk menyaksikan saja jalannya pertandingan itu.


Jika sampai pendekar urutan sepuluh berhasil di kalahkan, maka yang berhasil mengalahkannya akan menggantikan kedudukannya.


Tidak ada peserta ternama selain ke-sepuluh Pendekar terkuat, semuanya bebas dan siapapun yang ingin bertanding maka di persilahkan untuk masuk ke-arena.


Walau bebas namun pertandingan tersebut juga memiliki aturan, yaitu di larang membunuh kecuali jika dalam keadaan tertentu.


"Akan kami usahakan, namun sepertinya Jendral Dewa Perang Wei Fang pasti sudah memberitahu pemuda itu!" kata Li Xiang Fai.


"Dewi! Bagiamana perkembangan Jin Xia Zan, apakah dia baik-baik saja?" tanya Liu Tii Bai.


Jin Xia Zan adalah cicit tunggal Bing Ling Ling, umurnya saat ini sudah 21 tahun, dan dia akan menjadi penerus perguruan Danau Beku sekaligus akan mewarisi ilmu Salju dari Bing Ling Ling.


"Dia baik-baik saja, bahkan saat ini dia sudah berhasil mencapai Pendekar Tingkat Tengah," jawab Bing Ling Ling.


Sekarang muncul lagi pemuda baru yang umurnya lebih muda dari Jin Xia Zan, terlebih lagi pemuda itu memiliki kemampuan yang melebihi kemampuan ke-lima Pendekar terkuat.


"Dewi, apakah pertandingan kali ini akan berjalan lancar seperti yang dulu? Aku khawatir semuanya tidak berjalan dengan lancar, apa lagi dulu pernah kejadian itu!" kata Li Xiang Fai.


Li Xiang Fai ingat kisah kejadian 120 tahun yang lalu dimana pertandingan yang sama pernah di selenggarakan di kuburan kuno.


Saat itu pertandingan hampir kacau karena kemunculan Mao Lao yang datang secata tiba-tiba menghentikan pertandingan, untungnya tidak terjadi kerusuhan.


Akan tetapi sejak saat itu di ketahui jika Mao Lao memiliki kemampuan tinggi dan juga ilmu bela diri yang unik, yaitu jurus Dewa Mabok.


"Entahlah, aku tidak bisa memprediksi dan juga melihat masa depan, namun aku berharap semuanya berjalan dengan lancar!" jawab Bing Ling Ling.


Namun dia tidak terlalu yakin dengan harapannya karena pertandingan ini adalah untuk menunjukkan kemampuan.


Pastinya akan ada pihak yang tersinggung atau tidak terima jika kalah, dan kekacauan bisa terjadi kapan saja.


"Baiklah, karena aku sudah mengetahui kebenaran tentang pemuda itu, maka urusan ku di sini sudah selesai, aku harus kembali untuk melatih Jin Xia Zan sekaligus mempersiapkan diri untuk pertandingan besok!" Bing Ling Ling bangkit.


"Aku permisi dulu dan terima kasih atas jamuan paginya!" kata Bing Ling Ling.


"Ini sangat memalukan sekali! Menjamu seorang Pendekar hebat dengan makanan sederhana dan minuman biasa, aku sungguh merasa malu!" kata Liu Tii Bai.


"Sudah tidak perlu seperti itu! Aku sangat suka dengan jamuan ini! Sampai jumpa di kuburan Seribu Pedang!" kata Bing Ling Ling yang berjalan keluar dengan tongkat putih.


Bing Ling Ling terlihat seperti sangat rapuh saat berjalan, namun saat sudah berada di luar, Bing Ling Ling langsung melompat dan dia sudah berada sangat jauh hanya dengan sekali lompat.

__ADS_1


"Kenapa aku malah takut tulang-tulang tuanya patah? Sepertinya ketakutan dan ke khawatiran ku terlalu berlebihan pada Dewi Salju!" gumam Liu Tii Bai dan di tanggapi dengan gelengan kepala pelan oleh Li Xiang Fai.


***


Di rumah Yuan Xia saat hari masih pagi, sedang terjadi pertarungan di dalam rumah, ada beberapa penjaga yang juga sudah tergeletak tidak bernyawa dengan leher mereka tertancap sebilah pisau.


Saat ini Katashi sedang berhadapan dengan seorang Pendekar wanita yang memegang pisau.


Pisau tersebut memiliki bulu merah di belakangnya, dan dia adalah si Pisau Api dari Lingkaran Pisau Darah.


"Sebaiknya kalian pergi dari sini sebelum terlambat!" kata Katashi.


"Hihihi...! eorang Shinobi rendahan ingin menakut-nakuti ku? Apa kamu pikir kamu pantas menjadi lawan Pisau Api?" tanya Pisau Api dengan nada mengejek.


"Aku tidak tidak takut! Selama aku masih berada disini, jangan harap kalian semua bisa mencelakai keluarga Yuan karena aku sudah berjanji kepada Tuan Muda Tian akan melindungi keluarga ini dengan nyawaku!"


"Owh kamu terdengar sangat setia sekali! Tapi kenapa perhatian mu justru teralihkan kepada Wanita itu? Apakah kamu khawatir wanita itu di bunuh oleh Pisau Bumi?" tanya Pisau Api.


Katashi memang sangat khawatir saat melihat Katsuyuki yang menghadapi beberapa orang dan salah satunya adalah pria tua berpakaian lusuh dan di juluki Pisau Bumi.


Katashi melihat kearah Zang Yang yang juga sedang bertarung melawan beberapa orang, dan salah satunya adalah Pria paruh baya dan juluki sebagai Pisau Angin.


"Sepertinya memang benar, tapi kamu tenang saja, kedatangan kami kesini bukan untuk membunuh orang-orang dari Toakai, kami hanya akan membunuh si Tua itu dan akan lanjut membantai keluarga Yuan, dan yang paling utama adalah membawa pergi gadis itu!" kata Pisau Api menunjuk kearah Chie Xie yang sedang menghadapi dua orang pendekar.


"Tidak akan aku biarkan kamu melakukan itu!" kata Katashi kemudian dia mencabut pedang pendeknya dan berniat untuk menyerang.


Pisau Api hanya terkekeh kemudian dia melempar dua pisaunya ke arah Katashi yang hampir saja maju.


Melihat dia pisau tersebut terbang kearahnya, Katashi juga melemparkan dua Kunai nya sehingga kedua saling bertabrakan dan jatuh ke lantai.


Saat yang bersamaan Katashi segera berlari dengan mengandalkan kecepatan ilmu meringankan tubuh nya.


"Em.. Tidak buruk!" kata Pisau Api kemudian dia juga menarik dua pedangnya untuk memblokir serangan pedang Katashi.


Suara benturan Pedang ke-duanya semakin membuat keributan yang di dengar oleh beberapa tetangga.


Para tetangga hanya bisa mengintip dan menguping dari jauh, sedang dari semua orang, ada dua orang yang memakai penutup wajah juga memperhatikan dari jauh.


Mereka berdua adalah dalang dari semua itu, dan mereka tidak lain adalah Ma Xia Li dan Yong Shing.


"Apa ku bilang, Anak angkat Yuan Xia tidak ada bukan? Jadi aku sudah memberi tahu mereka agar membunuh semua keluarga Yuan, namun Pisau Langit bilang jika dia tidak akan membunuh gadis kecil itu!" kata Yong Shing.


"Kenapa?" tanya Ma Xia Li.


"Pisau Langit tidak perduli kepada anak angkat Yuan Xia, mau menyelamatkan gadis kecil itu atau tidak, Pisau Langit tidak peduli, yang dia mau dia ingin membawa gadis kecil itu ke markasnya, dan dia ingin menikmati tubuh si gadis kecil itu setelah itu dia akan menjualnya di pasar gelap!" jawab Yong Shing.


"Gila..! Dia itu masih kecil, bahkan umurnya saja belum 13 tahun, apakah selera Pisau Langit serendah itu?"


"Entahlah! Tapi aku tidak peduli, apakah anak gadis kecil itu akan dia perkosa atau dijadikan hewan, yang penting bagiku semua keluarga Yuan harus Binasa hari ini!" kata Yong Shing.


Pisau Langit memang memiliki kelainan seksual yang unik, dia lebih suka menyetubuhi gadis kecil dari yang berumur 10 hingga 15 tahun, setelah puas melecehkannya, Pisau Langit akan menjual gadis yang sudah ia nodai itu ke perdagangan pasar gelap.


"Lebih baik kita jaga jalan utama ini agar tidak ada warga yang pergi melapor ke Panglima Wei Fang! Jika sampai ada warga yang akan melapor kejadian ini, maka dia harus mati sebelum tiba di rumah Wei Fang!" kata Yong Shing.


Ma Xia Li hanya menghela nafas panjang, dia tidak menyangka jika Pisau Langit dan Yong Shing akan bertindak di luar rencana nya.


Awalnya Ma Xia Li hanya ingin menculik Chie Xie sebagai sandera agar Tian Feng menurut, namun yang terjadi justru diluar rencana.

__ADS_1


Ma Xia Li tentu tidak akan tahu jika sebenarnya rencana pembinasaan keluar Yuan adalah rencana Zhi Yu Zhuan.


__ADS_2