
"Apa yang harus aku lakukan, apakah saat ini kamu sudah memaafkan ku?" tanya Tian Feng.
"Memaafkanmu? Aku rasa cara kamu terlalu berharap lebih akan perasaanku padamu Tian-Kun, adakah sebuah luka yang tidak membekas? Atau kamu pikir aku akan dengan mudah melupakan penghianatanmu begitu saja lalu memaafkanmu? Jangan bodoh Tian-Kun, aku bukanlah wanita lemah seperti yang kau kira, aku hanya berusaha mengesampingkan masalah ini untuk sementara waktu, dan setelah semuanya sudah selesai, mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi!" kata Naomi, namun hatinya bergetar seolah-olah ucapannya itu hanyalah sebuah gertakan saja.
"Aih kalian ini, mau sampai kapan kalian akan terus berdebat seperti ini? Begini saja, aku memiliki ide bagus untuk kalian berdua! Bagaimana jika kalian menikah saja?" kata Lio Long menengahi perdebatan mereka yang tidak ada ujung akhirnya.
Naomi dan Tian Feng sama-sama menoleh kepada Lio Long dengan tatapan penuh keterkejutan, bahkan Chie Xie juga ikut terkejut mendengarnya dan dia juga menatap Lio Long dengan tatapan melotot.
"Guru Lio, bagiamana mungkin aku bisa menikahinya? Saat ini aku sudah menikah dengan Alice, jadi tidak mungkin aku menikahi dua orang wanita sekaligus!" kata Tian Feng.
Naomi kini menatap Tian Feng dengan tatapan tidak percaya seraya bertanya, "Kau sudah resmi menikahinya?" tanya Naomi.
Tian Feng mengangguk dengan perasaan campur aduk, dia juga tidak bisa menyembunyikan identitasnya walau itu di hadapan Naomi sekalipun.
Wajah Naomi menjadi memerah karena pernyataan Tian Feng, dia hanya merapatkan giginya kemudian berusaha untuk tetap tenang walau sebenarnya hatinya semakin hancur karena tidak menduga jika Tian Feng sudah benar-benar menikahinya.
"Guru Lio, aku tidak mungkin menikahi laki-laki yang sudah beristri," kata Naomi.
"Memangnya kenapa? Seorang laki-laki biasa memiliki istri lebih dari satu, seorang raja saja terkadang memiliki hingga tiga sampai empat selir dengan satu yang menjadi permaisuri, jadi apa lagi yang perlu di khawatirkan? Selama Tian bisa bersikap adil dan tidak membeda-bedakan maka menurutku tidak ada masalah!" kata Lio Long.
"Aku bukanlah seorang raja!" jawab Tian Feng.
"Aku juga tidak mau di duakan olehmu, apalagi menjadi yang kedua!" Naomi juga membalas Tian Feng.
"Terserah kalian sajalah, yang penting sekarang kamu harus fokus akan tugasmu Tian, lagi pula hanya tinggal beberapa bulan lagi sebelum kamu benar-benar dibawa oleh Ho Chen pergi ke dunia para dewa!" kata Lio Long.
Mendengar itu hati Naomi merasa enggan jika Tian Feng harus benar-benar pergi ke dunia asing, jika hal itu benar-benar terjadi bukankah Tian Feng semakin menjauh, namun dia tidak berani menyuarakannya.
"Xie Xie, ayo temani aku!" kata Naomi mengajak Chie Xie untuk pergi menemaninya.
Chie Xie tidak bisa menolak, bagaimanapun Naomi adalah orang yang selama ini menjadi teman terbaik serta sahabat paling akrab, jadi dia tidak bisa menolak ajakannya.
"Gege, aku akan menemani Jiejie Naomi dulu!" kata Chie Xie kepada Tian Feng.
Tian Feng mengangguk kemudian dia hanya melihat Naomi dan Chie Xie yang melangkah menuju ke belakang barisan pasukannya.
"Kenapa kamu menolak saran Lio Long Tian?" Xian bertanya kepada Tian Feng.
"Hem apa maksudmu? Apakah aku harus menerima saran dan menikahi Naomi?" tanya Tian Feng.
__ADS_1
"Memangnya kenapa? Bukankah akan lebih baik menikahinya dan memiliki dua istri?" tanya Xanzi.
"Kalian tidak mengerti, memiliki dua istri itu tidak menjamin jika aku akan mampu membahagiakannya, bisa jadi rumah tangga akan selalu berselisih pendapat serta ada rasa iri karena mereka nantinya akan merasa jika rasa sayang dan perhatianku tidak adil, yang ada pasti akan mengundang keributan yang tak berkesudahan!" jawab Tian Feng.
"Coba saja jalani dulu, siapa tahu itu hanya rasa ke khawatiran mu saja karena tidak ingin menyakiti salah satu dari mereka!" kata Xian.
"Kalian berdua sebaiknya diam saja, kalian tidak perlu ikut campur masalah hubungan Tian, biarkan saja dia melakukan apa yang menurutnya benar!" Lianli menegur Xian dan Xanzi.
"Apakah semua yang berjenis betina itu selalu merasa yang paling benar dan selalu bersikap seperti dia? Terlihat marah namun sebenarnya tidak, apalagi dengan betina yang satu ini!" kata Xian.
"Kamu menyindir diriku?" Lianli merasa ucapan Xian mengandung sindiran yang di arahkan padanya.
"Tidak juga!" jawab Xian kemudian dia dan Xanzi tidak lagi bersuara.
Tian Feng hanya terdiam mendengar perdebatan ketiga roh penjaga pusaka tersebut, dia akhirnya mengajak dua pendekar cahaya untuk ikut kedalam markas serta Tian Feng akan membagikan Pil kepada para pendekar seperti yang sudah ia janjikan.
***
Kedatangan dua kelompok besar ke kota Winlun menarik perhatian banyak masyarakat kota, pasalnya mereka tidak tahu jika rumah yang letaknya berada di tengah-tengah pemukim itu adalah sarang markas cabang Organisasi Bintang Hitam.
Kini seluruh wilayah Kerajaan Wutong sudah aman, walau seluruh markas sudah berhasil dihancurkan dan para anggota Organisasi Bintang Hitam sudah tidak lagi terlihat, namun mereka tetap mengadakan patroli di sejumlah daerah untuk mencari sisa Anggota Organisasi Bintang Hitam yang mungkin ada yang bersembunyi.
Tian Feng, Lio Long sama-sama menggunakan mata Dewa mereka untuk membantu memeriksa seluruh wilayah Kerajaan Wutong, mereka sudah berada di kota Winlun selama seminggu.
Anehnya Naomi juga tidak pergi dari sana, dia tetap bergabung walau jarang sekali berbicara dengan Tian Feng, bahkan saat bertatap muka sekalipun, mereka tetap jarang berbicara.
Para Aliansi Sayap Langit kali ini secara suka rela bergabung dan membantu para pasukan kerajaan dan juga kedua Organisasi yang masih bergabung dengan seluruh pasukan disana.
Kali ini para perguruan aliran sesat sekalipun tidak berani bertindak sesuka hati mereka karena mereka sadar jika sampai melakukan tindakan kejahatan lagi, maka sudah di pastikan nasib mereka juga akan berakhir seperti Organisasi Bintang Hitam.
Zang Yang saat ini sedang duduk bersama Tian Feng, sudah cukup lama bagi keduanya tidak pernah duduk bersama sejak Tian Feng mencapai tahap Raja hingga ketahap Dewa.
malam ini guru dan murid itu sudah kembali berinteraksi setelah semua masalah sudah terkendali, sedangkan Naomi sediri yang beristirahat bersama Chie Xie tiba-tiba saja merasa mengantuk seperti sangat kelelahan, padahal dia sama sekali tidak melakukan kegiatan apapun selama beberapa waktu terakhir.
"Xie Xie, aku mau tidur lebih awal!" kata Naomi.
Chie Xie yang sedang duduk di samping jendela menoleh dan menatap Naomi dengan heran, tidak biasanya Naomi sering tidur lebih awal, namun Chie Xie hanya mengangguk dan membiarkan Naomi untuk beristirahat.
Naomi segera berbaring dan hanya dalam waktu singkat, dia langsung terlelap tanpa memperdulikan kebisingan di luar.
__ADS_1
Suara bising yang ramai di telinga Naomi tiba-tiba saja lenyap dan menjadi sunyi, Naomi yang memejamkan matanya merasa aneh, dia merasa belum sepenuhnya terlelap sehingga dia segera membuka matanya dan menoleh kearah tempat Chie Xie berada.
"Xie Xie..!" panggil Naomi karena dia tidak melihat keberadaan Chie Xie lebih tepatnya Chie Xie menghilang.
Naomi segera bangkit dan berjalan kearah jendela untuk melihat keluar, namun saat melihat pemandangan di luar, Naomi terkejut saat melihat keluar, dia tidak bisa melihat apa-apa, rumah yang seharusnya berada di dekat penginapan yang ia gunakan juga berubah menjadi sebuah kabut tebal yang sulit untuk di lihat.
"Apa ini? Perasaan aku hanya menutup mata sebentar, tapi kenapa tempat ini tiba-tiba saja berubah? Kemana Chie Xie dan yang lainnya?" batin Naomi kemudian dia berjalan kearah pintu dan keluar dari dalam kamar.
Sesampainya di luar kamar dia kaget saat melihat serta wanita yang hanya terlihat bagian punggungnya sedang duduk di sebuah kursi kayu dengan, wanita tersebut mengenakan kain berwarna hitam, namun ada gambar bunga di punggungnya.
Naomi sama sekali tidak bisa melihat wajahnya karena wanita itu sedang memunggunginya, Naomi secara hati-hati mendekati wanita tersebut serta dia juga mengamati kesekelilingnya.
"Maaf, Nona ini siapa?" tanya Naomi yang sudah berdiri di belakang Wanita tersebut.
"Namamu Nona Naomi bukan?"
Wanita tersebut yang belum membalikkan wajahnya bertanya kepada Naomi, suaranya sangat halus, dan kulit juga sangat putih bagai giok.
"Iya, nama saya Naomi dari Toakai!" jawab Naomi.
"Aku sudah tahu itu, aku sendiri sudah lama memperhatikanmu dari alam lain, kali ini aku sengaja menemuimu lewat mimpi!" kata wanita tersebut.
"Mimpi? Apakah ini hanyalah mimpi?" Naomi terkejut serta merasa tidak percaya.
Wanita tersebut mengangguk kemudian dia bangkit dan berbalik kearah Naomi dan menatap Naomi.
Kali ini Naomi bisa melihat wajah wanita tersebut, Naomi langsung terkejut saat melihat wajah wanita itu dengan sangat jelas, dia mundur beberapa langkah kebelakang dengan penuh kewaspadaan.
"Siapa kamu sebenarnya, kenapa wajahmu sangat mirip dengan ku?" tanya Naomi.
"Tidak perlu merasa takut seperti itu! Baiklah aku akan memperkenalkan diriku, namaku adalah Lian Sue Yue, aku adalah teman lama Pendekar Topeng Iblis yang selama ini kamu sukai, namun aku ini sebenarnya hanya sebuah roh karena sebenarnya aku ini sudah lama mati!" jawab wanita tersebut sambil tersenyum kepada Naomi.
"Lian Sue Yue? Teman lama Pendekar Topeng Iblis yang mana? Aku sama sekali tidak mengenal Pendekar tersebut!" kata Naomi.
"Tentu saja kamu tidak mengenalinya, namun kamu sangat mencintainya, Pendekar topeng Iblis yang aku maksud adalah kekasihmu Tian Feng!" jawab wanita tersebut.
Naomi terkejut mendengarnya, dia merasa sangat tidak percaya mendengar ucapan wanita berwajah sama dengan dirinya tersebut. Naomi pernah mendengar nama Pendekar Topeng Iblis saat masih kecil, namun menurut kabar yang di dengar, Pendekar topeng Iblis sudah lama tiada setelah menurunkan mewariskan ilmunya kepada muridnya yaitu Tian Feng.
"Jangan bicara omong kosong, cepat katakan siapa kamu sebenarnya dan mengapa kamu datang di Alam mimpi ku?" tanya Naomi.
__ADS_1
"Aku sudah memperkenalkan diri padamu, lagi pula aku dan kamu masih memiliki garis darah yang sama, aku adalah anak dari kakekmu yang dulu pernah memperkosa seorang wanita di Kerajaan Wutong ini, setelah itu wanita itu hamil dan lahirlah diriku!" kata Lian Sue Yue.
Naomi kembali terkejut mendengarnya, dia jelas tahu akan hal itu karena dulu dia juga berusaha mencari anak tersebut yang seharusnya sudah berumur tua, namun kali ini sosok yang mengaku sebagai anak kakek buyutnya itu masih terlihat seperti seumuran dengannya.