
Tian Feng hanya menghela nafas kemudian dia menarik kembali dinding perisainya setelah badai ledakan dari Dusten sudah hilang, dia segera menatap kearah Alice yang belum selesai dan kemudian dia duduk tidak jauh dari Alice.
Setelah lebih setengah hari Alice melakukan ritual pembebasan, akhirnya ritualnya selesai dan semua penduduk kota bersorak gembira karena telah terbebas dari belenggu yang mengikat dan membebani tubuh serta jiwa mereka.
Semuanya segera bersujud mengucapkan rasa terima kasih kepada Alice, namun Alice hanya menanggapinya dengan senyuman, dia benar-benar sudah mengeluarkan energinya sehingga wajahnya terlihat pucat.
Alice tidak berbicara apa-apa, dia secara perlahan berjalan menghampiri Tian Feng, "Apakah sudah selesai semua?" tanya Tian Feng.
Alice mengangguk kemudian dia ingin melangkah lagi, namun tubuhnya sudah kehabisan banyak energi sehingga dia sudah lemah dan hampir jatuh, beruntungnya Tian Feng dengan sigap menangkap tubuh Alice kemudian dia segera mengeluarkan Pil pemulihan dan menyuruh Alice untuk segera menelan Pil tersebut.
Setelah menelan Pil pemberian Tian Feng, wajah Alice yang pucar berangsur-angsur pulih, energinya mulai terisi namun belum seluruhnya, Alice menatap Tian Feng dengan tersenyum lembut, "Terima kasih!" kata Alice.
"Lupakan itu! Sekarang hari sudah hampir malam!" kata Tian Feng memandang matahari yang mau terbenam.
"Maafkan aku, karena ulah Organisasiku ini perjalananmu jadi terhenti!" kata Alice.
Tian Feng menggelengkan kepalanya sekaligus menjawab, "Misi utamaku adalah menyelamatkan semua orang dari tekanan Organisasi Bintang Hitam, jadi ini juga bagian dari perjalananku!" jawab Tian Feng.
"Kalau begitu kita lanjutkan saja perjalanan kita!" ajak Alice.
Tian Feng terkejut mendengarnya kemudian memperhitungkan energi Alice yang belum pulih sepenuhnya, "Apa kamu yakin? Apa tidak sebaiknya kita bermalam dulu kota ini malam ini?" tanya Tian Feng.
"Tidak, aku tidak mau menunda-nunda lagi perjalananmu!" jawab Alice.
"Baiklah, tapi jika nanti kamu tidak mampu kasih tahu aku dan aku akan mencari penginapan di desa-desa yang terlihat nanti!" kata Tian Feng.
Alice mengangguk kemudian dia dan Tian Feng kembali terbang meninggalkan para penduduk kota yang masih mengucapkan terima kasih kepada Alice dan Tian Feng.
***
Tian Feng dan Alice terbang dengan pelan, karena kondisi Alice yang belum pulih sepenuhnya, Tian Feng tidak menggunakan kecepatan tinggi.
"Qian He? Aku belum pernah mendengar nama itu?"
sambil terbang di kondisi remang-remang, Tian Feng menceritakan akan kematian Dusten serta orang yang sempat disebut oleh Arthur.
Alice jelas tidak tahu akan siapa itu Qian He, karena dia sendiri sudah dua tahun tidak kembali ke Organisasi, jadi banyak hal dan perubahan yang belum ia ketahui.
"Menurut obrolan mereka, Qian He ini lebih kuat dan lebih tinggi kemampuannya dari kakekmu! Menurutku kemungkinan orang yang bernama Qian He ini adalah anggota misterius yang memiliki kemampuan setara dengan leluhurmu!" kata Tian Feng.
"Bisa jadi..!" jawab Alice kemudian dia mulai berpikir jika memang Qian He ini memiliki kemampuan yang setara dengan leluhurnya, itu artinya kekuatan Organisasi Bintang Hitam sudah tidak bisa dianggap remeh lagi, dan mungkin saja Dusten dan yang lainnya hanya berada diurutan paling belakang, "Darimana asal orang-orang misterius ini?" gumam Alice.
Tian Feng sendiri tidak terkejut, dia tahu banyak dunia lain selain dunianya sendiri di Alam Semesta, contohnya adalah kemunculan Ho Chen, Wang Dunrui, Lio Long serta Yao Shan, keberadaan mereka saja sudah cukup menyimpulkan jika masih ada orang lain yang mungkin memiliki kemampuan yang sangat tinggi dengan keahlian yang unik.
Tian Feng menoleh kearah Alice yang terlihat mulai melemah karena memakasakan diri menggunakan Energinya yang belum pulih untuk terbang.
"Didepan ada sebuah desa, kita bisa mampir sekaligus menginap disana!" kata Tian Feng.
Kali ini Alice tidak menolak, bagaimanapun juga dia tidak bisa memaksakan dirinya untuk tetap terbang, jadi dia juga butuh istirahat.
__ADS_1
Desa yang dimasud oleh Tian Feng adalah Desa yang dulu pernah dia datangi bersama Zang Yang saat dia melakukan perjalanan menuju ke Perguruan Singa Suci, desa itu tidak lain adalah Desa Louyan.
Tian Feng dan Alice sama-sama mendarat di dekat desa Louyan kemudian mereka berjalan kaki mencari penginapan, karena Desa Louyan sangat besar, butuh waktu bagi mereka untuk mencari penginapan, namun saat di perjalanan, Tian Feng melihat ada keributan di tengah-tengah kota.
"Apakah kamu mau kesana?" tanya Alice yang sepertinya mengerti akan keinginan Tian Feng.
"Aku hanya ingin melihat saja!" jawab Tian Feng.
Alice tidak banyak berkomentar lagi, dia sebenarnya tidak tertarik untuk melihat-lihat keributan yang tidak jelas, namun dia hanya bisa berjalan mengikuti Tian Feng.
Setibanya di tempat keributan itu, Tian Feng melihat ada empat orang yang sedang berhadapan dengan sepuluh orang. Empat orang tersebut terdiri dari dua pria paruh baya dan satu Pemuda berusia 25 tahun dan satu gadis cantik berambut hitam dengan tubuh ramping.
Lawan keempat orang itu adalah sepuluh orang berbadan besar dan semuanya bertelanjang dada, dari yang terlihat orang-orang ke sepuluh itu adalah adalah orang-orang dari Yamuru.
Tian Feng merajut alisnya melihat keempat orang yang dikeroyok itu kemudian tersenyum lebar, dari keempat orang itu, tiga diantaranya dikenali oleh Tian Feng.
"Sudah sekian lama tidak bertemu, begitu bertemu dengan kalian dalam situasi seperti ini!" gumam Tian Feng kemudian dia memperhatikan mereka semua yang sedang bertarung.
***
"Jurus Pedang Sayap Elang."
Seorang gadis berusia kurang dari 20 tahun melawan orang dari Yamuru dengan serangan tarian pedang yang unik, serangannya cukup lambat, namun pola serangannya sangat tajam.
Gadis itu terlihat seperti menari, namun setiap tariannya yang menggunakan pedang dapat melepaskan energi pedang yang tajam, "Xiao Fan gege, cepat bantu aku!" seru gadis tersebut.
Pemuda yang di panggil Xiao Fan itu berniat melompat kearah gadis itu, namun dia dicegah oleh dua orang Yamuru yang ia hadapi, "Biarkan saja adikmu menari disana, lagi pula dia tidak akan bisa menari lebih lama lagi karena racun yang sudah kalian minum akan segera melemahkan kalian!" kata salah satu pria dari Yamuru itu kemudian dia menyerang Xiao Fan dengan pedangnya yang besar serta sedikit melengkung.
"Senior Wong! Senior Liu bagiamana ini, kita tidak sanggup melawan semuanya!" kata gadis itu yang mulai terdesak.
Walau sudah memberikan beberapa luka di tubuh orang-orang dari Yamuru itu, namun kekuatan fisik orang-orang dari Yamuru memang sangat besar sehingga luka kecil terlihat tidak berarti sama sekali.
"Kalian semua telah mencari masalah besar, jika sampai terjadi sesuatu terhadap Nona muda, kalian pasti akan diburu oleh Perguruan Mata Elang dan juga Singa Emas!" gerutu orang yang dipanggil Senior Liu yang memiliki nama lengkap Liu She Gwo dari Perguruan Singa Emas.
"Hahaha..! Percuma saja kamu mengancam, gadis ini tetap akan kami tangkap dan akan kami jadikan wanita penghibur, namun setelah kami semua menikmati tubuhnya, hahaha!" tawa semuanya menjadi lantang seolah-olah sangat terhibur.
"Kalian...! Urghh!!" orang yang di panggil senior Wong bernama Wong Chin dari Perguruan Singa Emas, dia muntah darah karena sebelumnya dia sudah meminum racun yang tercampur di minumannya, dan semua itu adalah perbuatan dari orang-orang Yamuru.
"Senior...! Urghh!!"
Xiao Fan yang berteriak akhirnya muntah darah karena dia juga meminum racun, bahkan mereka berempat sudah meminum racun tersebut, semakin mereka bergerak, maka racun akan semakin cepat bereaksi.
Xiao Fan sebenarnya berasal dari Perguruan Mata Elang, dia adalah cucu pertama Zang Yang, sedangkan gadis cantik itu bernama Xiao Lin Ling dari Mata Elang dan cucu Zang Yang yang kedua.
Mereka sebenarnya ingin pergi menuju ke tempat pengungsian karena ingin bergabung dengan para Organisasi Jalan Kebenaran yang saat ini sudah memiliki kekuatan besar.
Mereka tahu jika saat ini Panglima Wei Fang sudah mencapai kekuatan ditahap yang lebih tinggi dari tingkat Pendekar Cahaya 3, semua itu karena dia dan para Pendekar lainnya dilatih oleh seorang kakek misterius.
Namun saat ini mereka terjebak karena minuman yang mereka minum sudah dicampur racun, semua itu karena orang-orang Yamuru yang menginginkan Lin Ling, orang dari Yamuru itu membayar pelayan untuk menaruh racun di minuman mereka berempat, pada akhirnya mereka berempat harus berakhir di situasi saat ini.
__ADS_1
"Xiao Fan gege..!" Lin Ling berteriak saat dirinya yang mulai lemah dan muntah darah dan ketiga orang dari Yamuru langsung menangkapnya.
Mata Xiao Fan memerah dan dia tidak peduli dengan kondisinya sendiri sehingga berusaha untuk bergerak menyelamatkan adiknya yang tertangkap, "Lepaskan adikku bajingan..!" seru Xiao Fan namun belum sempat dia bergerak jauh sebuah tendangan kuat mengenai perutnya hingga tubuhnya terpental dan menabrak seorang pria yang menutupi wajahnya dengan kain.
"Urghh!!"
Xiao Fan kembali memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya sekaligus memegang perutnya yang sakit, dia menoleh kesosok pria yang menutupi wajahnya yang sudah menahan tubuhnya saat membentur dirinya.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya sosok tersebut.
Mata Xiao Fan berkedut, dia sedikit heran sudah tahu dirinya dalam masalah dan terluka tapi masih saja pria itu menanyakan keadaannya yang jelas-jelas tidak dalam kondisi baik-baik saja.
Pria tersebut malah tertawa kecil seolah-olah mengerti akan apa yang dipikirkan oleh Xiao Fan sedangkan Xiao Fan sendiri tidak memperdulikannya lagi dan berniat maju untuk menolong adik perempuannya yang ada pada cengkraman tiga pria kekar.
Xiao Fan ingin maju namun tangan pria yang menutup setangah wajahnya menghentikannya, "Kamu sedang terluka dan juga keracunan, jadi diam saja dulu disini dan biarkan kami yang menolong adikmu!" kata pria tersebut.
Xiao Fan jelas terkejut, kemudian berusaha untuk berbicara, "Saudara, mereka semua sangat kuat dan juga licik, akan sengat berbahaya jika melawan mereka semua!" kata Xiao Fan.
"Tenang saja, aku pastikan adikmu akan baik-baik saja!" kata pria tersebut kemudian dia menoleh kearah gadis bermata biru disampingnya kemudian bertanya, "Apakah kamu sanggup jika bertarung dengan mereka?" tanya pria tersebut.
Mata Xiao Fan melebar dan menatap wajah cantik bermata biru itu tanpa berkedip, namun rasa kagum dan ketertarikan itu sirna saat wanita itu diberi pertanyaan seperti itu oleh pria disampingnya.
"Aku memang belum pulih sepenuhnya, tapi aku masih sanggup membunuh mereka dengan serangan satu gerakan!" jawab gadis tersebut membuat Xiao Fan semakin terkejut dan tidak percaya.
"Kalau begitu kamu lakukan saja, jangan ragu dan bunuh mereka semua!" kata Pria tersebut.
Gadis bermata biru itu tersenyum lembut kemudian dia menatap Xiao Fan membuat Xiao Fan tidak bisa bergerak karena lirikan mata biru yang memikat.
"Wah, hari ini kita beruntung ada dua gadis cantik lagi disini, apalagi sepertinya gadis ini berasal dari Foiberia, pasti sangat enak tubuhnya untuk dinikmati!" kata salah satu orang dari Yamuru sambil menjilati bibirnya melihat kearah Alice.
Wong Chin dan Liu She Gwo menatap gadis bermata biru itu yang sebenarnya adalah Alice, mereka mulai khawatir jika gadis itu juga tertangkap oleh orang-orang dari Yamuru.
Alice dengan tatapan dingin menatap orang-orang Yamuru kemudian dia melangkahkan kakinya kedepan. Xiao Fan ingin melarangnya namun pria yang menutupi wajahnya itu menahannya, "Biarkan saja, kita akan segera menyaksikan pertunjukan menarik!" kata pria tersebut yang tidak lain adalah Tian Feng.
Xiao Fan masih merasa ragu, namun melihat kepercayaan tinggi Tian Feng, Xiao Fan hanya bisa melihat punggung Alice tanpa bereaksi apa-apa lagi.
"Kalian menginginkan diriku? Sini tangkap aku jika kalian mampu!" kata Alice.
Dua orang yang sebelumnya berhadapan dengan Xiao Fan tertawa senang dan tanpa ragu segera berlari kearah Alice dengan mata yang dipenuhi nafsu, "Kau akan jadi milikku!" seru salah satu dari mereka kemudian keduanya segera berusaha mendekap tubuh Alice.
Namun tangan mereka belum sempat sampai menyentuh kain Alice, tiba-tiba saja terdengar suara retakan tulang yang sangat keras dan disertai dengan erangan kuat, sedetik kemudian tubuh dua orang berbadan kekar itu tumbang dengan mulut menganga dan mata masih terbuka.
Para rekan-rekannya langsung terkejut saat melihat dua rekan mereka mati tanpa sebab, bahkan Xiao Fan dan yang lainnya segera tersentak kaget dan meneguk air ludah mereka sendiri.
"Apa yang sudah kamu lakukan pada kedua temanku? Kamu harus membayarnya!" seru rekannya kemudian dia mengajak yang lainnya untuk menangkap Alice.
Alice tetap diam kemudian dia mencabut pedangnya dan kemudian menggeser sedikit kakinya kebelakang. Dengan satu tarikan nafas, dia menekankan kakinya dan tiba-tiba saja berubah seperti bayangan hitam melesat melewati tubuh mereka semua.
Alice sudah berada di belakang kedelapan orang dari Yamuru itu, sedangkan kedelapan pria berbadan kekar itu hanya diam seperti patung.
__ADS_1
Alice kembali memasukkan pedangnya kedalam tempatnya dan begitu sudah selesai menutup pedangnya, kepala kedelapan pria bertubuh besar itu secara bersamaan jatuh menggelinding ketanah dan darah segera terlihat seperti air mancur yang keluar secara terus-menerus dari bekas tebasan dileher mereka yang terpotong.
Lin Ling menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dan Xiao Fan justru menganga merasa tidak percaya akan apa yang ia lihat. Wong Chin dan Liu She Gwo juga mengalami keterkejutan yang serupa seperti Xiao Fan dan Lin Ling, gadis yang sebelumnya terlihat sangat cantik dan anggun kini terlihat seperti Dewi Kematian dimata mereka, sampai-sampai Xiao Fan menarik kembali rasa ketertarikannya dan berubah jadi ketakutan.