MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Berita Skandal


__ADS_3

Bagaimana cara menghitung waktu? Menunggu di depan jam dan menghitung setiap pergantian jarum jam? Detik per detik, menit per menit, jam per jam, hari per hari, minggu per minggu, bulan per bulan, tahun per tahun, musim per musim, winter, spring, summer, or fall?


Musim durian, musim mangga, musim rambutan, atau bahkan musim kawin?


Impossible.


Sehebat apapun otak mengingat waktu, ada saat dimana akan kehilangan hitungannya. Kapan itu? Tidur! Astaga. Itu lain cerita.


Hitungan skala besar seperti bulanan atau tahunan akan mudah diingat, namun kisah yang tercipta pasti sangat banyak. Yang penting akan teringat, yang tidak penting akan terlupakan.


Jika kisah penting bisa terlupakan, maka ANDA KETERLALUAN!


Kakek Wijaya tidak ingin menjadi salah satu dalam bagian kumpulan orang-orang yang keterlaluan itu. Ia selalu berusaha mengingat dengan baik setiap kisah penting yang terjadi dalam hidupnya.


Kisah demi kisah yang sudah terjadi di masa lalu maupun masa sekarang tersimpan baik di dalam memori otaknya. Semakin bertambah usia, kapasitas memori otaknya justru semakin bertambah. Di usia senjanya kini, daya ingatnya masih sangat baik.


Tentu saja, wajar baginya yang memiliki IQ lebih dari 150.


Kisah di masa lalu kakek Wijaya sangat panjang dan beragam. Kisah datang dan pergi, silih berganti, tamat dan bersambung, semua terjadi di dalam hidup kepala keluarga Kazehaya ini.


Kisah cintanya dengan nenek Chiyo, memiliki putra Yoga, memiliki cucu copy paste dirinya saat masih muda, Yudha dan juga cucu-yang bagaimana ia harus menjelaskannya, ia mengakuinya, cucu yang satunya, Alvin.


Banyak yang sudah terjadi, semua terlalui dalam kendalinya. Seperti yang diharapkan dari sosok kakek Wijaya si tangan besi.


Ya, tangan besi, dia keras, ia ambisius, ia licik, ia pandai dalam permainan percaturan hidup. Ia adalah sosok pejudi alami. Petaruh sejati yang sangat menyukai tantangan. Ia adalah refleksi pemain yang tidak pernah kalah, Bahkan sang cucu saja 'tega' ia ajak main.


Kakek Wijaya yang penuh kisah dalam hidupnya. Ia memang pernah melakukan kesalahan, tidak, itu bukanlah kesalahan. Ia selalu meyakini kebenaran yang ia anut, dulu ia tak merestui cinta anaknyanya Yoga dengan Kurenai.


Itu bukan kesalahan!

__ADS_1


Keputusannya adalah yang paling benar. Ia paham ia menyakiti perasaan Kurenai dan anaknya, Alvin, yang cucunya juga. Mereka berdua harus menanggung derita akan keputusannya yang egois.


Ia tahu itu, ia juga sudah menduganya jika Kurenai akan menunjukkan dirinya, seperti saat ini.


Wanita yang dulu sangat penurut itu mulai menunjukkan bisanya dan berani menantangnya bermain. Tidak main-main, yang harus ia pertaruhkan dalam permainannya dengan kurenai itu sangat banyak. Akan sangat menyedihkan jika ia sampai kalah.


Kisahnya tak hanya bekutik dengan Kurenai, Yudha, dan Alvin. Tapi ia juga harus memikirkan Melody, ia yang menyeret paksa Melody masuk dalam hidupnya. Dengan cara liciknya, ia bisa membuat Melody bersedia menikah dengan Yudha.


Sebenarnya uang itu hanyalah seperti sogokkan saja, beruntung sekali saat itu keluarga Melody terlilit hutang. Jika tidak, mungkin ia akan menculik Melody dan mengancamnya agar Melody bersedia menikah dengan Yudha.


Berlebihan memang, tapi apapun rencana yang ia buat, semua sudah seperti takdir dengan benang merah yang saling berhubungan. Ia bertemu dengan Melody di waktu yang tak terduga.


Tak disangka, malam itu ia ditusuk orang tak dikenal dan diselamatkan oleh Melody. Ini adalah kisah manis atas 'penantian' panjangnya. Seperti semua terbalas, 'pencariannya' berbuah hasil.


"Sudah aku bilang, kan Hadinata. Aku semakin dekat dengan janji kita, Agak membutuhkan waktu hingga semuanya menjadi sempurna, Tunggulah, ada hal lain yang perlu aku lakukan dulu. Aku harus mendidik anak kecil yang mencoba bermain dengan orang tua. Aku akan membiarkan mereka menari sesuka hati, aku akan menunggu dan bersikap layaknya orang tua setelahnya."


"Wijaya-sama." Panggil Aron.


"Ada rumor kurang baik beredar di masyarakat." Aron menyalahkan TV yang ada di ruangan kakek Wijaya.


Wijaya mengamati apa yang terpampang di layar televisi. Benar adanya, sesuai yang Aron ceritakan. Memang ada rumor kurang baik tengah beredar. Rumor itu tentang keluarganya. Menyangkut cucunya, Yudha yang terlibat skandal dengan model cantik, Amamiya Yura.


"Hoo, anak itu." Kakek Wijaya mengepalkan tangannya cukup kuat.


"Apa saya perlu memblokir semua berita itu, Wijaya-sama?" Tanya Aron. Ia sudah sangat siap untuk melakukan hal ini.


Dengan kekuasaan dan tahta, hal seperti ini akan sangat mudah dilakukan. Tentu saja akan membutuhkan banyak uang untuk membungkam media. Bagi Wijaya sang CEO dari Emperor Group, uang bukanlah masalah.


Mendengar penuturan dari Aron, kakek Wijaya justru menyungingkan senyumannya. Ia memiliki pemikirannya sendiri untuk menanggapi berita skandal Yudha dengan Yura.

__ADS_1


"Biarkan saja mereka mengoceh sesukanya." Jawab Kakek Wijaya.


Aron cukup heran. Ia memandang Tuan Besarnya yang agung itu. "Bukankah ini terlalu beresiko?"


"Ada harga yang mahal untuk mendapatkan suatu tujuan, Aron."


Jujur, Aron masih samar akan maksud dari kakek Wijaya. Namun, otaknya membawa ke arah yang sudah semestinya dilakukan oleh seorang kakek kepada cucunya.


Kakek Wijaya pasti sedang mengajari Yudha cara bertahan hidup!


Cukup kejam memang. Bukankah harusnya seorang kakek itu menyelamatkan cucunya yang terkena masalah? Tapi yang kita bicarakan di sini adalah kakek Wijaya, orang yang selalu mengambil keuntungan dalam setiap keputusannya. Orang yang tidak mau rugi sedikitpun.


Ini memang sangat beresiko, tapi jika Yudha berhasil melewatinya, maka Yudha akan semakin dewasa, semakin bertambah kuat setelahnya. Masalah hidup tidak hanya terjadi saat ini saja, tapi di masa depan yang entah kapan, masalah itu akan kembali muncul dengan takaran besar-kecilnya. Yudha akan bisa melewati segala masalah hidup itu suatu saat nanti. Itu yang dapat Aron simpulkan dari keputusan kakek Wijaya memilih untuk tidak menyelamatkan Yudha.


.


.


.


Dalam berita televisi, Yudha dirumorkan tengah menjalin hubungan spesial dengan Yura. Semenjak iklan promosi yang Yudha dan Yura bintangi tayang di televisi, gosip kedekatan mereka berdua santer diperbincangkan publik.


Yudha memang bukan artis top seperti Yura yang memang sudah menjajaki dunia acting, tapi Yudha cukup terkenal karena ia adalah cucu konglongmerat terkaya di Jepang.


Kakek Wijaya adalah salah satu orang yang sangat berpengaruh di Jepang, bisa di katakan pergerakan bursa efek bergantung pada perusahaannya.


Bungkamnya Yura membuat gosip-gosip tak jelas semakin memanas. Hal ini wajar jika Yura memilih untuk bungkam. Bagaimanapun dia itu terikat oleh manajemen yang menaunginya. Ia tidak bisa asal berkomentar tanpa arahan dari manajemennya.


Sementara Yudha, Yudha sedang berada di Kanada, ia sedang ada tugas kerja di sana.

__ADS_1


Ia tidak terlalu memperhatikan berita gosip seperti ini. Ia jarang menonton tv. Yang sering ia lihat hanyalah pegerakan pasar saham. Hidupnya memang seperti itu. Monoton dan sangat membosankan.


__ADS_2