MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Flasback Versi Kurenai 1


__ADS_3

Karena identitas Oyabun sudah diketahui oleh Yudha dan Alvin, maka kini waktunya untuk melihat ke masa lalu dan orang yang berhubungan langsung dengan Oyabun kota Kyoto alias Tuan Han adalah Kurenai.


Oyabun/ Okashira: Bapak besar, Bos besar.


Pagi ini, Kurenai berniat untuk membuat teh usucha atau teh matcha yang bertekstur ringan dan encer. Semua alat dan bahan untuk membuat teh itu sudah disiapkan oleh pelayan rumahnya. Teh hijau jenis usucha, mangkok teh, alat penakar teh, ayakan, teko keramik, pengaduk teh khas Jepang, dan lain sebagainya.


Kurenai mengayak satu setengah sendok teh bubuk teh hijau ke dalam mangkuk teh berukuran kecil, setelah itu ia menyisihkannya. Kemudian ia meletakkan saringan berlubang kecil di bibir mangkuk, lalu menuangkan bubuk teh sambil mengetuk sisi saringan perlahan agar tekstur teh lebih halus dan tidak menggumpal ketika diseduh. Kurenai kemudian menakarnya dengan sendok chashaku atau sendok bambu khusus untuk menakar teh hijau.


Kurenai menuangkan 60 ml air panas ke cangkir terpisah. Suhu air harus panas tetapi tidak boleh mendidih biasanya sekitar 75 sampai 80°C. Pada tahap ini, ia belum boleh menuangkan air ke mangkuk berisi bubuk teh. Ia menunggunya sebentar.


Secara perlahan, Kurenai menuangkan air panas ke dalam mangkuk berisi teh. Selain agar bubuk teh tidak menggumpal, langkah ini juga perlu dilakukan untuk menghangatkan cangkir teh dan membuat teh lebih nikmat ketika diminum. Setelah itu, keringkan cangkir atau mangkuk teh dengan tisu dapur.


Ini adalah tahapan yang harus dilalui untuk membuat teh dengan rasa khas Jepang. Upacara minum teh juga seperti ini.


Kurenai mengaduk teh dalam gerakan zig-zag dengan cepat selama 10 sampai 15 menit menggunakan chasen. Chasen adalah pengocok bambu yang secara khusus ditujukan untuk membuat teh hijau ala Jepang. Untuk menghasilkan tekstur minuman yang lebih lembut, ia lalu mengaduk teh dengan gerakan melingkar.


Jenis teh ini tidak diseduh sebagaimana teh biasa sehingga bubuk teh pasti akan mengendap di dasar cangkir jika didiamkan terlalu lama.


Setelah selesai, Kurenai menuangkan kembali teh ke dalam cangkir lain dan menikmatinya dengan segera. 


Wajahnya tiba-tiba berubah tak seantusias ketika ia membuat teh tadi. Ia lalu melempar keras cangkir teh itu ke sembarang arah.


Cangkir teh itu mengenai tembok dan pecah begitu saja.


Kurenai tak lagi bisa menikmati nikmatnya minum teh kesukaannya. Meski ia menambahinya lebih banyak gula dalam tehnya, rasa manis itu justru tak mau bersahabat dengan lidahnya. Memusuhinya bahkan membuatnya tak berselera lagi untuk minum teh.


Rasanya sangat tidak nyaman.


"Orang itu selalu saja mengganggu hidupku! Aku tak akan pernah bisa hidup dengan tenang jika dia masih hidup! Bagaimana cara memusnahkannya? Kenapa aku tak bisa melakukannya lagi? Dulu aku bisa menyebabkan Yoga-san meninggal, kenapa aku tak bisa membunuhnya? Dia adalah akar kenapa aku kini menjadi seorang monster."


.


.


.


FLASHBACK ON..


Kurumizawa Kurenai adalah nama lahir dari Kurenai.


Kurenai kecil lahir tanpa ayah dari rahim seorang ibu yang bekerja sebagai pekerja **** komersial. Diketahui juga jika Kurenai hidup sengsara meski sang ibu cukup laris di pasar, namun hasil yang dapat tidaklah sebanding dengan jasa yang ia jual. Tinggal di apartmen kumuh dan sempit adalah masa kecil yang tak semua anak bisa survive untuk menjalaninya.


Menjelang sekolah menegah pertama, ibu Kurenai menderita penyakit akibat terlalu sering gonta-ganti pasangan. Penyakit yang menggerogoti tubuh dan kecantikannya. Membuatnya tak laku lagi untuk jual diri.


Semenjak sang ibu tak mampu lagi menghasilkan uang untuk makan dan biaya harian, Kurenai terpaksa harus bekerja di usia muda. Ia tak mau menjadi seorang pelacurr seperti ibunya. Ia bertekat untuk bekerja dengan jalan yang lebih baik. Ia pun mencari peruntungan dengan melamar kerja di tempat makan. Diterima dan ia bekerja selama kurang lebih tiga bulanan. Pada akhirnya ia terpaksa harus dipecat karena aturan Jepang yang melarang mempekerjakan anak di bawah umur.

__ADS_1


Kurenai tak patah semangat, ia mencari pekerjaan lain, namun berakhir sama, tidak ada yang berani memperkerjakannua karena alasan hukum Jepang yang melarang pekerja di bawah umur.


Saat sedang dalam masa sulit itu, sang ibu meninggal ketika Kurenai berusia 16 tahun. Kehidupanya semakin memburuk dimana ia harus menahan lapar ketika uang makannya ia gunakan untuk membayar sewa kontrakan. Hebatnya, Tuhan selalu memberikannya jalan untuk bertahan menajalani hidup yang sangat sulit itu.


Entah ada orang yang memberinya makan, entah dengan memulung sampah, entah ada yang memintanya membantu bersih-bersih dan memberikannya uang, ada saja pertolongan dari Tuhan.


Selama menuju usia 17 tahunnya, Kurenai harus kabur sana sini untuk menghindari tangkapan polisi. Di Jepang, anak di bawah umur tidak boleh tinggal sendiri. Jika ada yang nekat, maka polisi akan menyerahkannya ke dinas sosial.


Kurenai tak mau hidup di panti asuhan. Ia bahkan rela membohongi orang dengan mengaku berusia lebih dari 17 tahun.


Setahun yang luar biasa ia alami hingga pada akhirnya, ia kini berusia 17 tahun.


Kurenai kemudian kenal dengan seorang laki-laki pemilik bar yang baik padanya. Namanya Hito. Ia diberi pekerjaan untuk menjadi pelayan minuman di bar milik Hito.


Tanpa tamat sekolah menengah atas, Kurenai sangat bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan ini. Dengan gaji yang lumayan.


.


.


.


Kecantikan Kurenai yang luar biasa itu menjadi magnet bar. Pengunjung bar pun meningkat. Hanya sekedar minum atau menyapa Kurenai.


Kurenai pun berkenalan dengan anggota yakuza itu. Di sini, Kurenai tidak tahu jika laki-laki itu adalah anggota yakuza. Nama laki-laki itu adalah Tetsuya.


Tetsuya adalah tangan kanan yakuza Red Dragon di bawah kemimpinan Takeo.


Pertemuan perkenalan baik-baik itu berubah menjadi petaka ketika Tetsuya membawa Kurenai menemui Tuan Mudanya, namanya Uchiyama Hanry, putra dari Takeo dari wanita-budaknya. Takeo ternyata tak hanya memiliki putra Azumane, tapi juga Hanry yang usianya 4 tahun di atas Azumane.


Uchiyama Hanry ini yang pada akhirnya mencicipi tubuh Kurenai untuk pertama kalinya dalam pemerkosaan tragis.


Tetsuya memberi obat tidur pada Kurenai dan membawanya ke mansion mewah milik Hanry. Di sanalah Hanry memperkosa Kurenai.


Tak hanya diperkosa, Kurenai bahkan juga disiksa secara mental dan fisik. Diberi obat, disuntik vaksin, permainan sex tidak wajar, ia alami hampir setiap hari. Ia dirantai tangan dan kakinya di dalam ruangan yang gelap. Hanya ada ventilasi kecil yang membuatnya tahu kapan siang dan kapan malam.


Menjadi budak sex dan penyiksaan Kurenai alami selama hampir dua tahun.


Pada akhirnya, Tuhan menolongnya ketika ia hampir putus asa. Ia berhasil keluar dari neraka itu ketika mansion Hanry mendapat serangan dari Hadinata.


Hadinata tak berhasil membunuh Hanry yang menjadi anak sulung Takeo, Hanry berhasil kabur dan menyelamatkan diri. Ia pun membebaskan para budak yang dipenjara dan disekap di mansion milik Hanry, termasuk Kurenai.


Kurenai tidak tahu siapa nama orang yang menyelamatkannya, ia hanya melihat wajahnya sekilas. Ia tak akan pernah bisa melupakannya.


.

__ADS_1


.


.


Setelah pergi dari nerakanya Hanry, Kurenai kembali ke bar milik Hito dan menceritakan apa yang terjadi. Hito sudah menduga ada yang tak beres dengan Tetsuya, pada akhirnya Hito mengajak Kurenai pindah ke Tokyo dan membuka bar baru di sana.


Hito memilih pindah usaha karena ia sadar jika di masa depan orang-orang Hanry akan mendatanginya untuk mencari Kurenai. Yakuza itu tidak akan membiarkan budaknya pergi dalam keadaan hidup. Meski ia jawab apapun soal Kurenai, tahu atau tidak tahu keberadaanya, mereka tetap tidak akan segan membunuhnya.


Di Tokyo mereka membuka usaha yang sama. Persaingan usaha di kota Tokyo sangat sulit. Sangat berbeda dengan persaingan usaha di kota sebelumnya, Narita. Mereka hampir bangkrut dan kehabisan uang. Merasa hutang budi pada Hito, akhirnya Kurenai rela jual diri untuk membantu keungan mereka.


Bar harus kembali!


Itu yang ada di dalam benar Kurenai. Ini seperti dimana Hito menjadi muchikari dan Kurenai yang menjual jasanya.


"Aku sudah rusak sejak awal. Kenapa tidak sekalian merusaknya saja? Wanita sepertiku sudah tak ada lagi yang bisa aku banggakan. Tak ada lagi yang bisa aku lindungi dari tubuh ini. Meski cantik kata banyak orang, tak ada gunanya karena isinya hanya noda dan hina... Maafkan aku ibu, pada akhirnya aku mengikuti jejakmu."


Usia 19 tahun Kurenai pun menjadi titik awal ia menggeluti profesi barunya sebagai seorang wanita penghibur, wanita pemuas birahi laki-laki. Tak masalah berapapun laki-laki yang sudah ia tiduri, seperti apapun mereka, asal tak menularkan penyakit dan siap membayar mahal, maka ia tak masalah tidur dengannya.


Ketika Kurenai mendapatkan uang sehabis melayani laki-laki hidung belang, ia merasa ada kenikmatan tersendiri setelahnya. Perlakuan sexual yang ia dapatkan dari Hanry membuatnya kecanduan sex. Susah merasa puas dan ingin melakukannya terus.


Ini seperti lepas dari Hanry, namun masuk jerat iblis.


Apa ini agian dari perlawan diri terhadap trauma akan tindakan yang ia alami dari Hanry selama 2 tahun itu? Siapa yang tahu. Namun, penyiksaan dari Hanry memang mengubah semua yang ada di dalam hidupnya.


.


.


.


Uang semakin banyak, bar bisa buka dan memiliki banyak pengunjung. Kehidupan Kurenai membaik meski didapat dari jalan yang tidak benar.


Bar yang ia bangun dengan Hito menjadi besar seiring berjalannya waktu bahkan menjadi salah satu bar yang terkenal di Tokyo. Menjual aneka minuman keras kelas menengah ke atas dimana target pengunjungnya pun dari kalangan berada. Mereka bahkan bisa memiliki proteksi hukum juga.


END OF FLASHBACK.


.


.


.


Kurenai memijat kepalanya. Ia kembali mengamati teh dan alat-alat pembuatnya yang ada di depannya.


"Yoga-san, kau adalah pengunjung bar pertama yang meminta disuguhkan teh matcha bukan minuman keras."

__ADS_1


__ADS_2