MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Kerjasama Orion dan Azumane


__ADS_3

"Kau!"


Azumane menggebrak meja kayu besar milik pria sebaya dengannya yang sedang menyeringai keji ke arahnya. Kesabarannya sudah habis kali ini. Tak segan-segan ia akan memukul wajah menjijikan milik pria itu dan membunuhnya.


"Kenapa, Azumane?" Pria itu menyeringai sinis dan berdiri memutari meja besar sambil terkekeh meremehkan. "Kalah langkah dariku?"


"Kau. Akan. Mati." Azumane berujar dengan penekanan di setiap katanya.


"Sebelum aku mati, biarkan malaikat maut mengetuk pintu ajalmu terlebih dahulu." Pria itu menggelengkan kepalanya. "Sudah terlalu lama aku menunggu hal ini, Azumane. Menunggu kau menderita hingga tak bisa bangkit lagi."


Tambahnya.


"Sampai kapanpun kau tak akan bisa, Orion."


Pria itu menaikkan alis satu. "Benarkah?"


Azumane tersenyum sinis. Ia memandang pria berambut panjang itu dingin. "Aku sudah tahu kelemahanmu."


"Dan kau berpikir aku sendiri tak tahu apa kelemahanmu?"


Tanya Orion balik.


Azumane terdiam. Memandang penuh ancaman pada pria yang sedang menatapnya dingin.


"Kau akan mati. Akan aku pastikan kau dan semua anggota yakuza Fajar Keemasan akan mati di tanganku. Ingatkan aku satu hal, yakuza Fajar Keemasan akan ku habisi. Aku tidak pernah main-main."


Azumane tertawa pelan di akhir kalimatnya. Ia memutar tubuhnya membelakangi Orion dan duduk di seberang Azumane yang duduk.


"Ingatlah, Azumane. Dalang di balik kematian orang tuamu adalah ayahku!"


Azumane mengepalkan kedua tangannya erat di sisi tubuhnya yang bergetar. Mengabaikan Orion yang menyeringai.


"Apa kita harus sok melempar tatapan kebencian seperti ini saat bertemu?" Tanya Azumane.


"Biar terlihat keren di hadapan anak buah." Jawab Orion asal.


"Yaelah."


"Tapi actingmu keren. Pakai gemetar segala karena ayahku yang membunuh ayahmu lagi. Bukankah kau nampak bahagia ketika ayahmu yang kejam itu mati?" Tanya Orion.


"Sudah aku bilang, kan? Aku ini hanya sedang mendalami peran saja. Aku hanya terlalu terlarut dalam peran yang aku mainkan." Jawab Azumane.


"Kau ini... Yo, lama tak jumpa!" Orion menuang wine ke dalam dua gelas dan menyodorkannya satu gelas lainnya di depan Orion. Ia lalu mengangkat gelas berisi wine di depannya.

__ADS_1


Azumane juga mengangkat gelas wine yang Orion sodorkan kepadanya. "Ya, sudah lama tak jumpa."


Dan mereka tos minuman untuk menandakan persahabatan mereka.


"Wine tahun 97, aku pikir kau akan memberikanku wine kemarin sore." Kata Azumane.


"Untuk tamu agung seperti dirimu tentulah aku memberikan servis terbaik untukmu." Orion meminum wine miliknya lagi.


"Aku ucapkan terima kasih kalau begitu... Nah Orion.." Azumane mulai serius.


"Hn?"


"Istri keponakanmu mendatangiku kemarin, dia menangis dan meminta tolong padaku untuk membantumu menyelamatkan keponakan tercintamu." Kata Azumane.


"Ah, sepertinya kau belum tahu ya?"


Azumane menaikan sebelah alisnya. "Apa?"


"Melody adalah cucu dari paman Hadinata."


"Hah?" Azumane kaget.


"Melody itu cucu tunggal paman Hadinata. Dia keluargamu." Kata Orion.


"Apa menurutmu aku nampak seperti sedang bercanda? Ayahku selama ini mencari istri dari paman Hadinata, sama seperti dirimu. Ini seperti mewujudkan impian paman Hadinata di sisa hidupnya... Namun, yang ayahku temukan adalah anak dan cucunya. Istri paman Hadinata sudah lama meninggal... Tsuchiya-san adalah sepupumu dan Melody, ah aku tak tahu bagaimana menyebut hubunganmu dengannya, tapi mudahkan saja jika dia itu keponakanmu." Jelas Orion.


"Orion, apa aku boleh minum banyak hari ini?" Tanya Azumane. Terlalu banyak fakta yang mengejutkan dirinya.


"Tentu saja tidak boleh! Kita ada misi menyapa kakakmu di Kyoto!" Kata Orion.


"Cih. Tak sudi aku mengakuinya sebagai kakak. Dia tak jauh beda dengan Takeo." Azumane menyebut nama ayahnya saja tanpa embel-embel ayah.


"Jadi kau intinya setuju kan membantu Melody?"


"Kau tahu, aku ini tidak terlalu paham hubungan keluarga yang baik itu bagaimana. Tapi pamanku Hadinata itu mengajariku arti keluarga dari sudut pandang yang lebih baik. Tentu saja aku akan membantu Melody. Bagaimana aku bisa melihat wanita hamil besar memohon kepadaku? ... Terlebih lagi, ini soal keponakanmu. Kau adalah temanku, aku pasti akan membantumu meski pun Melody tak meminta bantuanku." Jelas Azumane.


Orion tersenyum. "Terima kasih banyak, aku sungguh-sungguh berterima kasih." Kata Orion. "Kau bahkan mau menikahi orang yang sama sekali tak kau cintai demi memata-matai wanita ular itu. Aku tak tahu bagaimana untuk mengekspresikan rasa berterima kasihku saat ini, Azumane." Tambahnya.


"Kita sudah tahu sejak awal soal kematian kak Yoga... Aku ingat, kau gemetaran mendatangiku dan mengaku kau sudah membunuh kakakmu malam bulan purnama waktu itu. Tentu saja aku ini tak akan percaya padamu. Kau itu sangat menyayangi kakakmu meski orang yang kau cintai ternyata lebih mencintai kakakmu... Untuk urusan Kurenai, jangan khawatir, aku sudah tahu jika dia sejak awal adalah bonekanya Matsuoka Han." Kata Azumane.


"Kau menikahinya, jadi, apa kau tidur dengannya?" Goda Orion.


Seketika itu Azumane langsung tersedak. Ia batuk-batuk beberapa kali. "Kau ini, dari sekian banyak pertanyaan, apa hanya ini yang bisa kau tanyakan, hah?" Kesal Azumane.

__ADS_1


"Kan hanya tanya. Tak dijawab juga tak masalah, kan?"


"Kalau aku menidurinya, paling tidak aku akam memiliki keturunan darinya."


"Benar juga, tiga tahun menikah dengannya itu cukup lama. Hebat juga kau tahan iman pada wanita itu."


"Dia bekas banyak laki-laki. Aku tak mau melakukan hubungan menjijikkan dengan wanita seperti itu. Terlebih, dia itu bekas kakakmu dan juga bekas Hanry. Aku cukup logis soal ini."


"Bekas kedua kakak kita ya?" Gumam Orion.


Azumane melirik pada Orion. "Kalau Mikan-san kau pasti mau meski bekas kakakmu sendiri, kan?"


Orion hanya tersenyum untuk menjawababnya. "..."


"Kau terlalu dalam mencintainya, move on, Orion! Move on!"


"Aku tak mau dinasehati oleh jomblo lapuk seperti dirimu!"


"Kau...!" Kesal Azumane. "Aku ini bukan jomblo, aku sudah menikah! Beda denganmu yangmasih setia mengharapkan cinta yang semu!" Tambahnya.


"Kau...!" Gantian Orion yang kesal.


Mereka berdua hanya terlalu dekat dan sangat tahu rahasia masing-masing. Tak ada yang mereka sembunyikan. Persahabatan yang sudah terjalin lama inilah yang membuat mereka seperti ini.


"Nah Azumane, kau melakukan sesuatu di Kyoto? Aku lihat beberapa bulan terakhir kau sibuk di sana." Tanya Orion.


"Ada urusan." Jawab Azumane.


"Mau menginvansi kota Kyoto, heh?"


"Seru juga idemu."


"Jangan gegabah, kakakmu itu tidak mudah dikalahkan."


"Kalau kau membantuku, maka Kyoto bisa kita bagi dua." Senyum Azumane.


"Hm, jadi sekalian membantu keponakan kita, kepentingan lain pun juga ingin dicapai juga."


"Bagaimana? Menarik bukan?"


"Okelah. Aku setuju. Harusnya orang-orang kita jauh lebih banyak dari Kyoro Guardian, kan?"


"Tentu saja! Paman Hadinata dan ayahmu saja bisa membantai yakuza Red Dragon dan Takeo, maka generasi kita harusnya juga bisa melakukannya!"

__ADS_1


"Mari buat prestasi di generasi kita!"


__ADS_2