
Banyak hal yang terjadi di masa lalu yang tak terungkapkan meski sudah diceritakan dalam berbagai versi. Dalam waktu yang sama atau pun orang yang sama dalam keterlibatannya, nyatanya tetap akan menghasilkan jawaban yang berbeda-beda.
Versi Alvin belum tentu sama dengan versi Kurenai, apa lagi versi Mikan. Semua memiliki sudut pandangnya masing-masing. Namun, ada kisah yang luput dari mereka bertiga atau pun malah menjadi misteri yang tak diketahui satu dengan yang lainnya.
Semu mari dimulai dengan pengantar apa itu Yakuza yang author kutip dari sebuah sumber.
Yakuza merupakan sindikat kriminal terorganisir yang telah masuk ke dalam dunia bisnis Jepang. Yakuza menguasai bidang bisnis perjudian dan narkotika di Jepang. Seluruh bisnis perjudian yang ada di Jepang mendapat pengaruh dari Yakuza. 30% pendapatan dari sindikat kriminal ini berasal dari bisnis perjudian. Jenis perjudian yang sering kali dilakukan adalah permainan kartu, dadu, permainan roulette, dan pachinko.
Selain itu, Yakuza juga menjalankan bisnis narkotika sebagai pemasukan terbesarnya. Jenis narkotika yang diperjualbelikan adalah amfetamin dan metamfetamin. Meskipun menjalankan bisnis ilegal, Yakuza mampu menjaga eksistensinya dalam dunia bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung eksistensi Yakuza dalam bidang bisnis perjudian dan narkotika di Jepang serta kontribusinya terhadap perekonomian Jepang.
Eksisnya Yakuza dalam menjalankan bisnis perjudian dan narkotika disebabkan oleh beberapa faktor pendukung yaitu, struktur organisasi yang kokoh, prinsip dan peraturan organisasi yang selalu ditaati, penerapan manajemen strategi bisnis, dan pengelolaan bisnis yang baik.
Eksisnya Yakuza dalam bisnis perjudian dan narkotika di Jepang memberikan pendapatan yang besar bagi kelompok tersebut. Dengan total pendapatan senilai USD 80 miliar per tahun, menjadikan Yakuza sebagai sindikat kriminal terkaya di dunia. Yakuza turut memberikan kontribusi bagi perekonomian Jepang. Pemerintah memperoleh pendapatan sekitar 30 miliar Yen per tahun dari bisnis perjudian yang berkembang di Jepang. (tisa ayu)
.
.
.
FLASHBACK ON
Ini adalah kisah masa lalu yang tidak diketahui oleh Mikan maupun Orion. Ini adalah kisah masa lalu yang menjadi penyebab utama Kazehaya Yoga meninggal dunia.
Kediaman Kurenai...
"Kenapa kau nampak gelisah, Kurenai? Apa kedatanganku membuat hari nyamanmu lenyap? Dalam hati kau pasti berharap jika aku ini sudah mati karena lama tak mengunjungimu, kan." Tanya Tuan Han.
"A-Apa kabar, Tu-Tuan Han?" Kurenai memberanikan diri untuk menyapa.
"Jika aku saat ini sedang berdiri di hadapanmu, tentulah aku baik-baik saja, kan? Jadi, kau masih ingat dengan misi yang aku perintahkan kepadamu, kan?" Tanya Tuan Han. Ia tidak berniat untuk basa-basi. Kedatangannya kalini untuk menegaskan apa yang seharusnya ia tagih dari Kurenai.
Kurenai tidak kaget akan janji atau misi yang disematkan kepadanya.
Tentu saja Kurenai tak akan pernah melupakannya. Perintah ini selalu saja muncul mengganggu hidupnya yang mulai membaik. Selalu datang dan membuat tidak tenang.
Takut itu pasti tetap ada, tapi ia belajar untuk tenang dalam menghadapi orang seperti Tuan Han.
"Ya, saya masih sangat mengingatnya. Saya pun sudab berhasil masuk ke dalam kehidupan Kazehaya Yoga meski tak berhasil menikah dengannya." Jawab Kurenai. Ia tak berniat berbohong akan hal ini.
Berbohong pada Tuan Han itu sama dengan cari mati. Ia tak mau melawan Tuan Han dengan kekuatannya saat ini. Ia belum memiliki kekusaan untuk mengacungkan jari tengahnya ke depan muka Tuan Han.
"Bagus, ikatan pernikahan itu tidak penting. Asal kau bisa masuk ke dalam kehidupan Kazehaya Yoga, maka itu sudah cukup untuk melangkah ke misi selanjutnya."
Kurenai sudah menduga jika kedatangan Tuan Han pastilah tidak mungkin tanpa maksud apa-apa. Tuan Han pasti memiliki tujuan tertentu.
Tuan Han tak akan pernah melepaskannya dengan mudah. Tuan Han akan selalu memamfaatkannya sampai darahnya habis.
"Mi-misi selanjutnya?" Gumam Kurenai.
"Ya. Misi selanjutnya harus segera kau jalankan."
__ADS_1
"Misi apa itu, Tuan Han?" Bukan penasaran, tapi lebih ke sebaiknya tahu lebih awal daripada penuh kediaman yang pada akhirnya hanya akan membunuhnya secara perlahan.
Tuan Han menatap Kurenai. "Minta Yoga menjadikan Alvin ahli warisnya."
Minta Yoga untuk menjadikan Alvin sebagai ahli warisnya?
Permintaan apa ini?
Ini adalah permintaan yang sulit mengingat Alvin adalah anak di luar pernikahan yang tak memiliki legalitas hukum.
Tentu saja ini akan saangat sulit dijalani, kan? Apa Tuan Han tidak berpikir sampai sejauh itu?
"Kenapa harus seperti itu?" Tanya Kurenai.
"Tentulah karena aku ingin Alvin mendapatkan semua harta dari Kazehaya Yoga. Alvin itu adalah anakku. Jika sampai akhir Yoga tidak tahu kebenaran ini, maka sudah bisa dipastikan jika aku bisa menikmati uang berlimpah tanpa harus bekerja keras." Jawab Tuan Han.
Kurenai mencolos. Jadi ini tujuan Tuan Han yang sesungguhnya?
Menguasai kekayaan Kazehaya Yoga dengan memanfaatkan status Alvin?
"Apakah Anda memiliki dendam pada Kazehaya Yoga? Kenapa Anda menginginkan hal ini terjdi padanya?" Tanya Kurenai.
Tuan Han mengambil pistol lalu menodongkannya ke kepala Kurenai. "Wanita menjijikkan seperti dirimu tidak pantas bertanya hal pribadiku. Kau hanyalah alat, dan sampai kapan pun kau hanya akan menjadi alatku."
Kurenai mengangguk ketakutan. Keringat dingin mengalir di pelilisnya. "Su-Sumimasen, Tuan Han." Sebainya ia cepat-cepat minta maag sebelum semuanya terlambat. Kekejaman Tuan Han itu sangat mengerikan. Ia sangat paham dengan hal ini. Hampir setahun disekap dan diperlakukan bak binatang oleh Tuan Han sangat membuat trauma dirinya.
Tuan Han menarik pistolnya dan menyembunyikan kembali ke dalam jas hitam miliknya.
"Jangan, saya mohon jangan lakukan itu. Saya minta maaf dengan kelancangan saya. Saya mengerti batas saya. Saya tidak akan mengulanginya. Saya akan melakukan apapun demi menebus kesalahan saya. Saya tidak ingin kembali ke tempat yang gelap itu lagi, Tuan Han." Tubuh Kurenai gemetara hebat. Ia sampai memeluk dirinya sendiri. Kenangan traumatis masa lalunya dengan Tuan Han itu sangat mengerikan. Sampai detik ini, aura gelap itu menyelikuti tubuhnya dan membungkusnya dengan sangat rapat. Rasanya lama-lama ia akan segera tenggelam dan termakan aura gelap itu.
Tuan Han menyeringai. Ia tahu kelemahan Kurenai itu apa. Wanita lemah di hadapannya itu nampak ketakutan hanya karena ia mencoba mengingatkan soal masa lalu yang kelam itu. Hal itu pasti sangat mengguncang jiwanya.
"Baguslah. Aku tahu kau takut akan hal itu. Ingat dan tanamkan lagi ke dalam otakmu, Kurenai. Jiwa dan Ragamu adalah milikku. Kau tidak bisa melakukan apa-apa tanpa pengaruh dariku."
Tuan Han tidak menyukai ada orang yang bertanya tentang dendamnya pada Kazehaya Yoga, bukan lebih tepatnya keluarga Kazehaya. Hal ini karena menyangkut kisah masa lalu dimana kepala keluarga Kazehaya, Kazehaya Wijaya telah membantu Uchiyama Hadinata atau Umehara Hadinata a.ka kakeknya Melody dalam upaya pemusnahan masal yakuza Red Dragon.
Ya, Hadinata tidak bekerja sendirian seperti yang selama ini diketahui. Ia didukung dan dibantu oleh Kazehaya Wijaya, kakeknya Yudha.
Atas musnahnya dominasi yakuza Red Dragon, Emperor Group dan Kazehaya Wijaya menjadi pihak yang paling diuntungkan. Di bawah kepemimpinannya, Kazehaya Wijaya bisa mengepakkan sayap Emperor Group dengan mulus tanpa hambatan dari dunia bawah. Ia tak mengalami kesulitan untuk menunjukkan dominasi bisnisnya dalam suatu wilayah.
Kazehaya Wijaya itu bukan hanya pemain bisnis yang handal, tapi ia juga orang yang licik yang cukup perpengalaman di dunia bawah. Kazehaya Wijaya adalah tangan kanan yakuza Red Dragon.
Fakta yang tak disangka bukan?
Simbah paling keren di abad ini adalah mantan anggota yakuza yang insyaf dari gelapnya dunia bawah.
Selama menjabat sebagai tangan kanan yakuza Red Dragon, ia menjadi orang yang paling dipercaya oleh Uchiyama Takeo, ayahnya Uchiyama Azumane dan Tuan Han. Ketika Kazehaya Wijaya memutuskan untuk mendirikan bisnis legal, ia banyak mendapatkan bantuan dari dunia bawah demi lancarnya urusan bisnisnya. Ia bahkan mendapatkan glontoran dana yang jumlahnya fantastis dari Uchiyama Takeo. Ini seperti imbalan atas kerja keras Kazehaya Wijaya selama berada di bawah naungan yakuza Red Dragon.
Ketika memutuskan untuk mendirikan bisnis legal yaitu Emperor Group, apakah Kazehaya Wijaya keluar dari yakuza Red Dragon? Jawabannya tidak, ada hukum minum sake dicawan sebagai tanda persaudaraan. Kazehaya Wijaya masih terikat dengan yakuza Red Dragon hanya saja tidak terlalu sering terlibat dengan aktivitas yakuza Red Dragon.
Upacara ritual minum sake Jepang itu, biasa disebut Sakazukigoto atau Sakazuki-shiki, upacara minum sake untuk membangun hubungan kekeluargaan, menjadikan satu sama lain menjadi keluarga besar, diterima dalam satu kelompok, diterima menjadi satu "tubuh" hidup bersama.
__ADS_1
Awalnya, di Jepang, ada kebiasaan pertukaran cangkir atau cawan dan untuk memperkuat kontrak. Sebagai contoh, untuk mengikat suatu pernikahan dapat disajikan pada dasarnya pertukaran cangkir perkawinan dalam upacara pernikahan sebagai contoh yang khas. Cangkir juga sering digunakan untuk memperkuat sebuah konvensi yang lain. Ini berlaku pula untuk para anggota yakuza.
Pada dasarnya anggota-anggota di dalam kelompok Yakuza banyak sekali yang tidak berasal dari satu keluarga. Mereka banyak dari anak nakal asal mulanya, dari keluarga broken-home, dari anak yang terbuang, atau dibuang saat lahir karena banyak alasan. Setelah besar bergabung menjadi anggota Yakuza karena "welcome" dan akan menjadi satu keluarga besar.
Seperti itulah yang terjadi dalam kehidupan dunia per-yakuza-an Jepang terutama yakuza Red Dragon.
Ritual minum sake ini sangat dihormati oleh semua anggotanya. Ikatan ini sangat dalam bahkan kematianpun akan mereka tanggalkan untuk menunjukkan loyalitasnya sebagai 'keluarga'. Ini pula yang membuat Kazehaya Wijaya tidak bisa meninggalkan atau lepas secara keseluruhan dari yakuza Red Dragon dan Uchiyama Takeo.
Lagi pula, Kazehaya Wijaya itu sangat licik, ia memanfaatkan dengan baik posisinya sebagai tangan kanan dari Uchiyama Takeo. Tentulah untuk membuat Emperor Group menjadi raksasa bisnis penguasa Jepang.
Next akan diceritakan alasan kenapa Kazehaya Wijaya bisa bergabung dengan yakuza Red Dragon. Yang penting sudah tahu inti dari pemikiran Tuan Han bahwa Kazehaya Wijaya sang founder Emperor Group ikut terlibat dalam pemusnahan yakuza Red Dragon. Kazehaya Wijaya adalah penghianat ayahnya, Uchiyama Takeo.
Kembali ke pembicaraan Kurenai dan Tuan Han.
"Jika kau bertanya soal alasanku mengincar Kazehaya Yoga lagi, maka aku tak akan segan membunuhmu dengan sekali tembak." Kata Tuan Han. Ia sungguh tak main-main akan hal ini. Untuk yang kesekian kalinya ia harus memperingatkan Kurenai.
Ia harus mengendalikan apapun itu. Dengan cara yang mendominasi dan tak ingin dikalahkan.
"Maafkan saya, Tuan Han. Saya tidak akan bertanya lagi." Kata Kurenai cepat-cepat. Ia tak mau mati konyol hanya karena bertanya hal seperti itu.
Sekali pun ia harus meminta maaf seribu kali, sekali pun ia harus meminta maaf dengan cara bersujud berjam-jam, ia akan tetap melakukannya karena ia masih sayang nyawanya. Ia masih ingin hidup lebih lama lagi. Banyak hal yang belum ia raih di dunia ini. Belim lagi soal Alvin. Ia harus menjamin keselamatan anaknya itu.
"Sebaiknya kau tidak macam-macam karena aku selalu mengawasimu meski kau berlari ke tempat terkecil pun di seluruh penjuru Jepang. Aku pasti akan menemukanmu. Jadi, laksanakan misi dariku atau Alvin pun akan aku bunuh!"
Bagi seorang Matsuoka Han a.ka Tuan Han, ia tidak peduli akan ikatan seperti itu. Anak dengan ayah atau ikatan keluarga lainnya. Ia tidak peduli. Ia belajar dari penghianatan yang dilakukan orang-orang kepercayaan ayahnya.
"Ba-baik, Tuan Han. Saya akan meminta Yoga-san untuk menjadikan Alvin sebagai ahli warisnya." Kata Kurenai.
"Bagus. Pastikan pada pertengahan Agustus nanti, kau harus bisa membawa Kazehaya Yoga meninggalkan kota Tokyo."
"Rencana apa yang ingin Anda buat, Tuan Han?"
Sesungguhnya Tuan Han tak ingin bercerita, tapi ia ingin bermain agar kisah ini menjadi lebih dramatis.
"Bukankah kau mencintainya? Saat dia keluar Tokyo nanti itu artinya dia memilihmu, kan? Aku hanya sedang membantumu untuk bersatu dengannya." Kata Tuan Han.
Kurenai merasa senang akan hal ini. Ia pun juga setuju untuk membawa atau membujuk Yoga agar mau tinggal bersamanya dengan Alvin dan meninggalkan Mikan, Yudha, dan Tokyo. Ini adalah salah satu impian penting dalam draf impiannya.
Tuan Han mendekati Kurenai yang sedang duduk. Ia lalu duduk di sebelahnya. Ia menyantuh ujung rambut Kurenai dan memainkannya secara lembut. Tak lupa juga ia menyesap aroma dari rambut milik Kurenai.
Kurenai sudah terbiasa dengan perlakuan dari Tuan Han terhadapnya. Dulu ini sangat sering Tuan Han lakukan dengannya. Ia tahu tujuannya Tuan Han itu apa. Apa lagi di dalam kamar hotel seperti ini.
"Meski kau bersama dengan Kazehaya Yoga pun, jiwa dan ragamu tetaplah milikku." Bisik Tuan Han di sela-sela permainan panas mereka.
FLASHBACK OFF
.
.
.
__ADS_1
😅 Flashback mulu ya? Aku sampai kangen ma Mas Yudha. Pengen peluk dia tapi takut digampar mbak Melmel. Huh.