MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Pertemuan di Kyoto Contruction 1


__ADS_3

Untuk chapter sebelumnya sudah aku tambahi. If you guys mind to read it again, i will be glad. Oke sekarang waktunya membahas rencana Tuan Han.


Biasanya aku akan membawa pembaca seperti pemain yang ikut terjebak misteri. Kali ini aku akan mebawa pembaca jadi pihak ke tiga yang tahu semuanya. Biar para pemain saja yang kebingungan.


.


.


.


Alvin dan sang ibu masih saling debat untuk masalah kenapa sang ibu justru berani membuat keputusan yang sangat besar dengan memilih bekerja sama dengan Tuan Han. Konyolnya dengan menjadikan dirinya adalah anak dari Tuan Han.


Ini keputusan gila yang pernah ia lihat selama hampir 23 tahun dirinya hidup di dunia ini.


Ia tak ingin berdebat dengan sang ibu. Pada dasarnya hal ini sangatlah tidak pantas untuk dilakukan seorang anak kepada orang tuanya, terutama ibu. Alvin tahu pasti akan hal ini. Ia sangat menghormati ibunya. Namun lagi-lagi, menurutnya ibunya itu sudah keluar dari jalur yang sewajarnya.


"Ibu mohon, bekerja samalah dengan kami, dengan Tuan Han. Ini demi masa depan kita, Vin." Kata Kurenai.


Sebenarnya masa depan seperti apa yang diinginkan ibunya itu? Dengan memliki banyak uang? Dengan memiliki Emperor Group? Kenapa juga harus mengambil resiko berat dengan bekerja sama dengan Tuan Han?


Mau dikatakan bekerja sama tapi posisi sang ibu hanya memanfaatkan Tuan Han demi mencapai tujuannya.


Alvin memijat kepalanya. Rasanya semuanya menjadi sangat kolot, rumit, dan membuat kepalanya sakit bukan main.


Kehilangan nyawa akan lebih mudah terjadi.


Semakin banyak yang perlu dilindungi.

__ADS_1


Ke depan sudah tak bisa lagi main-main.


Ini sangat sensitif dengan waktu.


.


.


.


Daisuke tahu saat ini dirinya sedang diawasi. Meski Kyoto Contruction itu adalah bisnis legal, tapi tetap saja, ini adalah wilayah musuh dimana banyak hal yang tak ia ketahui seluk beluk dari perusahaan ini.


Orang-orang yang berlalu lalang ke sana kemari menyimpan senjata api di tubuhnya. Daisuke sadar akan hal ini. Meski tak semuanya, tapi sebagian besar.


"Ini adalah sarang para yakuza. Berbuat kejam di sini akan sangat cepat disembunyikan. Aku harus hati-hati! Ah, Tuan Han dan orang yang menemui Alvin-sama dan menawarkan sebuah kerja sama sudah kembali. Sepertinya meeting yang mereka ikuti sudah usai. Ketika mereka datang melewatiku, aku hanya memberikan penghormatan. Aku menunduk tanpa melihat ke arah mereka. Posisiku saat ini sebagai sekretaris Alvin. Aku harus melakukan tugasku dengan baik." Batin Daisuke.


"Apa yang terjadi pada Anda, Yudha-sama? Semua pesan yang saya kirimkan kepada Anda terkirim, tapi sama sekali tidak Anda baca dan Anda balas... Saya memiliki informasi penting atas kasus yang menimpa keluarga Kazehaya. Tolong, Anda harus segera membacanya! Saya tidak tahu sampai kapan saya akan bertahan. Tuan Alvin pastilah sudah mencurigai saya. Apa lagi Tuan Han. Dari caranya dia menatap saya, saya seperti seekor kelinci yang siap ia tembak untuk dijadikan buronan... Yudha-sama, semoga Anda baik-baik saja!" Batin Daisuke.


Informasi penting di sini adalah soal identitas Oyabun kota Kyoto. Sebenarnya Yudha sudah mencurigai sosok Tuan Han, hanya saja ia belum memiliki bukti kuat. Yang sudah tahu lewat metode cocoklogi malah Melody dan yang lainnya lewat pertemuan di atap gedung tempo hari.


Ada informasi penting satu lagi yang ingin disampaikan olehnya. Ini soal Alvin yang memiliki rencana besar dengan Tuan Han. Ia memang tak tahu isi rencana itu. Tapi setidaknya ia harus melaporkan kepada Yudha soal kecurigaannya ini dan meminta Yudha agar semakin meningkatkan kwaspadaan terhadap Alvin dan Tuan Han.


"Aku berada di pihak Yudha-sama, tapi Alvin-sama memiliki sisi baik untuk memperbaiki Emperor Group. Tuan Besar Wijaya sebelum koma berpesan kepadaku untuk menhormati mereka yang bekerja setulus hati untuk memajukan Emperor Group dan Alvin-sama sungguh melakukan hal ini. Ini sangat dilematis. Sampai detik ini pun aku kesulitan mengartikan tujuan Alvin-sama yang sesungguhnya... Apakah Alvin-sama sungguh-sungguh the real villain atau dia adalah seorang penyelamat. Aku tak mengerti. Dia tidak menyakiti Emperor Group, tapi segala tindakannya melukai Yudha-sama. Apa yang sebenarnya ingin dicapai oleh Alvin-sama? ... Kenapa Alvin-sama sering sekali mengerutkan dahinya ketika usai berjumpa dengan ibunya? Apa hubungan mereka kurang baik?"


Intinya, saat ini Daisuke merasa harus lebih keras lagi untuk mencari semua informasi yang bisa ia kumpulkan. Meski Yudha belum membacanya, namun ia tetap akan berusaha. Pengabdiannya untuk keluarga Kazehaya itu tidak bisa diragukan lagi.


Ya. Demi balas budi dan wujud pengabdian atas kesempatan hidup yang sudah Kazehaya Wijaya berikan kepadanya. Daisuke adalah orang yang pernah kurang beruntung dalam masa lalunya. Nasibnya mirip Aron, Shuhei, dan Ayane. Yatim piatu yang diselamatkan Kazehaya Wijaya.

__ADS_1


.


.


.


Sisi lain...


Ayumi dan Razty membantu melakukan penyelidikan untuk mencari tahu keberadaan Shuhei. Shuhei menghilang di waktu yang hampir sama dengan Yudha. Hanya selisih beberpa jam meski beda hari. Shuhei menghilang padam malam hari. Sedangkan Satria menghilang keesokan hari setelahnya.


Ayumi tahu jika Shuhei membawa benda mengerikan yang diincar oleh musuh keluarga Kazehaya. Benda yang dikatakan siapa pun yang memegangnya maka ia akan diikuti kematian kemanapun ia melangkah. Bersembunyi dimana pun juga tak akan ada gunanya. Pasti akan ketahuan.


"Haaah. Aku tak tahu jika di keluarga Kazehaya akan menghadapi situasi yang sangat rumit seperti ini. Bayangkan saja, Shuhei-san mempertaruhkan nyawanya demi membawa kotak berisi stempel untuk membuka akun bank yang ada di Swiss! Ini gila! Yudha sudah gila! Kenapa dia mengamanatkan hal berbahaya seperti ini kepada Shuhei-san sih? Bagaimana jika sesuatu hal yang buruk menimpa dirinya? Harusnya Yudha tahu jika saat ini, semua musuh keluarga Kazehaya itu sedang gencar-gencarnya mengincar. Mereka sudah melewati batas dengan melukai banyak anggota keluarga Kazehaya." Oceh Ayumi.


"Yudha-sama pasti sudah mempertimbangkan hal ini dengan sebaik-baiknya, Ayumi-san. Yudha-sama pun pasti juga mempertimbangkan konsekuensi atas keputusan yang dibuat olehnya. Ditambah, ini adalah seorang Shuhei. Saya sangat mengenali dia. Dia adalah tipe yang sangat menghargai Yudha-sama. Ini katakankah jika dia sangat menyayangi Yudha-sama seperti saudaranya sendiri. Dia pasti tidak akan membiarkan Yudha-sama bertindak sendirian. Dia akan senantiasa membahayakan dirinya sendiri untuk melindungi Yudha-sama." Jelas Ayane.


"Dua orang itu memang sangat dekat sekali. Aku tak bisa menyalahkan salah satunya. Mereka hanya saling mendukung, saling bantu untuk menyelesaikan masalah yang sedang datang menghampiri. Mereka sudah bekerja keras. Tentulah aku akan berdoa yang terbaik untuk mereka. Maaf Ayane-san, maaf karena sudah berbicara tidak jelas seperti itu."


"Ayumi-san hanya mengutarakan pendapat terhadap tindakan para sahabatnya. Saya memahami Anda. Tak apa, Yudha-sama dan Shuhei-san pasti bersyukur memiliki teman-teman yang peduli dengan mereka. Salah satunya seperti Anda."


Ayumi merasa jika saat ini sedang memiliki sosok kakak perempuan yang baru. Kini ia mengerti kenapa Melody memanggi Ayane dengan sebutan kakak. Ayane memang tipe kakak yang bijak.


Mereka berdua berjalan cepat menuju kantor kepolisian setelah memarkirkan mobil mereka. Kedatangan mereka saat ini adalah untuk menemui Nakamura Yuuichi, kepala kepolisian kota Tokyo dan juga merupakan teman dekat ayahnya Ayumi dan Neil.


Dengan meminta bantuan dari Nakamura, mereka berdua berharap jika Shuhei akan segera ditemukan.


Sungguh, lama kelamaan memang akan membuat otak bual dan membuat frustasi. Sulit mikir. Makan pun menjadi susah untuk menelan.

__ADS_1


__ADS_2