
Masa lalu adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan totalitas peristiwa yang terjadi sebelum suatu titik waktu tertentu. Masa lalu dikontraskan dengan dan didefinisikan oleh sekarang dan masa depan. Konsep masa lalu berasal dari mode linier di mana pengamat manusia mengalami waktu, dan diakses melalui ingatan dan pengingatan. Selain itu, manusia mencatat masa lalu sejak munculnya bahasa tertulis.
Banyak dari manusia yang senang menulis buku harian, membaca otobiografi, atau bersama-sama bernostalgia tentang masa lalu.
Mengapa mengingat masa lalu itu penting? Apa ada kerugiannya? Dan bila memikirkan masa lalu malah mengganggu diri manusia, apa yang bisa manusia lakukan?
Mengingat masa lalu merupakan dasar penting bagi perkembangan manusia.
Ingatan menjadikan diri manusia.
Masa lalu akan memberikan diri ingatan-ingatan yang pada akhitnya akan mempengaruhi manusia.
Ingatan memberikan detail penting tentang siapa diri ini dan ingin menjadi seperti apa. Ingatan menawarkan solusi-solusi potensial untuk masalah yang sedang dihadapi dan membimbing diri dalam memecahkannya.
Kenangan pribadi penting dalam interaksi sosial. Kenangan akan masa lalu dapat menjadi sumber rujukan ketika bertemu orang baru, serta dapat membangun hubungan dan menjaga hubungan yang sudah terjalin.
Ingatan kita dapat memberikan contoh situasi serupa yang pernah dialami sebelumnya, sehingga memungkinkan untuk merenungkan bagaimana diri mengelola emosi itu sebelumnya dan apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman itu.
Ingatan membantu manusia hidup di tengah masyarakat
Mengenang masa lalu tidak hanya membantu manusia sebagai individu. Ini juga memungkinkan mansia untuk hidup dalam konteks sosial-budaya; masyarakat dan budaya mempengaruhi cara manusia mengingat masa lalu.
Ingatan dan kesehatan yang buruk
Mengingat masa lalu berperan sangat penting dalam bagaimana diri hidup sebagai manusia, maka tidak mengherankan jika gangguan dalam cara kita mengingat sesuatu muncul dalam beberapa gangguan psikologis. Misalnya, orang dengan depresi cenderung mengenang lebih banyak ingatan pribadi negatif dibandingkan ingatan pribadi positif. Sebagai contoh, seseorang dengan gangguan depresi akan lebih mengingat kegagalan sebuah ujian dibanding keberhasilan akademis mereka.
Menarik bukan penjelasan mengenai masa lalu. Itu adalah penjelasan yang sangat luas. Namun konteks masa lalu dalam ruang lingkup kakek Wijaya mengerucut. Menjadi lebih spesifik dan khusus.
Masa lalu yang tak banyak diketahui oleh orang ini oun mulai dikorek-korek oleh para kawula muda yang penasaran dengan apa yang terjadi di dalam kisah masa lalu.
Melody atau pun para teman-temannya ingin sekali tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa efek dari ingatan masa lalu membuat kehidupan sekarang menjadi sangat sulit untuk dilalui. Rentetan masalah pun datang silih berganti dan tak menyisakan ruang untuk sekedar menghirup nafas.
Sangat melelahkan dan membuat frustasi.
Tidak ingin terlalu memikirkan masa lalu. Apa yang bisa diri ini melakukannya?
Rasanya ada perasaan itu muncul. Jika bisa, mungkin saja ingin menghapus saja masa lalu yang menimbulkan karma itu. Namun Tuhan itu sang penguasa semesta, langit, bumi, dan seisinya. Bahkan yang bersifat lebih pribadi seperti kejadian-kejadian diri yang bersifat nasib dan takdir.
Pernah mendengar sebuah lagu milik Dewa-19? Lagu yang merepresentasikan bagaimana ketatapan Tuhan itu akan sulit untuk ditolak. Bukan, malah tak mungkin bisa diubah. Manusia biasa memang tak memiliki kemampuan untuk melawan Tuhan.
Bila ketetapan Tuhan
Sudah ditetapkan
Tetaplah sudah
Tak ada yang bisa merubah
Dan takkan bisa berubah
Relakanlah saja ini
Bahwa semua yang terbaik
Terbaik untuk kita semua
Menyerahlah untuk menang
Hadapi dengan senyuman
Semua yang terjadi biar terjadi
__ADS_1
Hadapi dengan tenang jiwa
Semua 'kan baik-baik saja
Apakah sungguh akan menyerah begitu saja? Oke jika itu takdir yang berhubungan dengan kematian, jodoh, dan mati, manusia angkat tangan. Ini adalah kepastian yang hakiki dan mutlak. Tak bisa ditawar. Hanya doa yang kiranya mamou dipanjatkan agar sekiranya Tuhan ridho untuk mengasihani manusia.
Namun..
Soal kisah masa lalu yang terjadi dalam lingkar kehidupan kakek Wijaya dan keluarga Kazehaya tetaplah harus dibongkar agar generasi saat ini bisa membuat solusi dan mengambil langkah yang tepat untuk menghadapinya.
Apa ini seperti takdir yang membawa dendam?
Masa lalu yang menghadirkan karma lewat jalan balas dendam. Ini kalimat yang lebih tepat untuk sematkan dalam menilai dan memaknai kisah ini.
Balas dendam ya?
Balas dendam (revenge) adalah tindakan melukai atau menyakiti orang lain karena adanya cedera atau kesalahan yang diderita oleh seseorang; keinginan untuk melakukan retribusi.
"Ketika kita tersakiti maka secara alami kita akan meresponnya dengan cara-cara untuk mempertahankan diri. Namun, tidak berhenti disitu kita juga punya kecenderungan untuk menyerang balik apa dan siapa yang menyerang atau menyakiti kita. Walaupun kadang perasaan inigin membalas dendam ini tidak kita akui, tetapi balas dendam adalah salah satu perasaan intens yang muncul pada setiap manusia. Alih-alih membantu kita untuk sembuh dari sakit dan melanjutkan hidup, studi ilmiah menyebut balas dendam justru membuat kita tetap tidak bahagia." Batin Melody.
Bagi Melody sendiri, ia sama sekali tidak menyukai balas dendam karena ini akan berkesinambungan. Akan menjadi sangat panjang dan berlarut-larut sampai ke keturunan-keturunannya.
Apakah ini?
Ah.. Apa ini sungguh yang terjadi?
Berlarut-larut sampai ke keturunan-keturunannya?
Sebelum mengumpulkan orang-orang yang ingin dimintai bantuan olehnya, Melody sudah banyak berpikir soal ini. akibat dari kisah masa lalu yang menimbulkan balas dendam yang berlarut-larut sampai ke keturunan-keturunannya.
Pertanyaannya, apakah orang yang menyerang keluarga Kazehaya itu memiliki dendam dengan kakek Wijaya? Apa orang itu memiliki keturunan?
Ini menarik dan juga mengerikan di saat yang sama. Namun apapun itu, masa lalu tetap ada, tapi karma dari balas dendam yang berlarut-larut sampai ke keturunan-keturunannya haruslah duputus!
Demi ambisinya itu, Melody siap berkorban agar kehidupan kembali tenang. Ini tak hanya demi keluarga Kazehaya, ini juga demi dirinya sendiri dan juga suaminya, Kazehaya Yudha.
Susana atas gedung mendingin karena udara mulai turun temperatur. Membelai dan memeluk permukaab kulit. Ada banyak rasa yang tercipta. Di antara rasa lelah dan frustasi, rasa penasaran yang besar jauh lebih mendominasi.
Sebelumnya...
"Paman Aron, jika kakeknya Yudha itu adalah mantan anggota yakuza Red Dragon, apa Beliau juga melakukan kejahatan? Maksudnya tega menyakiti anaknya sendiri? Apa Beliau tipe yang akan membunuh ayahnya Yudha?" Tanya Nao penasaran.
Semua terdiam menatap Aron. Mereka menunggu jawaban apa yang akan keluar dari mulut Aron.
"Tuan Besar..." Aron menghentikan pembicaraan. Ia menatap satu per satu anak muda di depannya itu.
"..."
"..."
"..."
"..."
Semua terdiam. Hanya angin herhembus yang terdengar. Hanya suara bising kendaraan yang suaranya jauh terdengar dari atas atap.
"Sepertinya aku bisa mempercayai mereka semua... Wijaya-sama, sepertinya saya harus mendapatkan hukuman karena membongkar kisah masa laku Anda yang ingin Anda hapus itu. Gomenasai..." Batin Aron. Ia sudah ingin memutus semuanya. Ia pun juga sudah sangat lelah dengan apapun yang terjadi saat ini.
"Paman, tidak datang kemari tanpa membawa maksud yang tak penting, kan? Pasti ada hal yang perlu paman ceritakan kepada kami. Terutama soal kasus pembunuhan ayahnya Yudha. Tolong ceritakan apapun itu kepada kami! Kami harus memiliki banyak informasi untuk mengungkap apa yang sesungguhnya terjadi pada Yudha dan keluarga ini." Kata Nao. Nao sendiri sangat tidak sabar karena ia terhimpit waktu dimana ia harus segera menyelamatkan Yudha sebelum semuanya terlambat.
Neil pun merasa jika semua hal yang terjadi memang harus segera dipotong. Diputus agar berakhir. "Paman, kami mengenal Yudha sejak kecil. Persahabatkan kami luar biasa. Tidak akan ada niat untuk saling menghianati. Percayalah pada kami!" Tambah Neil.
__ADS_1
Aron sudah tahu itu. Ia menemani Yudha dari kecil, ia paham apa yang terjadi di sekitar Yudha termasuk jalinan persahabatan yang Yudha bangun bersama teman-temannya. Untuk itu, keraguan itu pun lenyap sudah.
"Tuan Besar tidak membunuh Yoga-sama. Beliau memang yang menutup kasus pembunuhan terhadap Yoga-sama. Tapi bukan Beliau pelakunya." Kata Aron. Ini adalah fakta dan ia tak berniat membohongi semua kawula muda yang ada di hadapannya itu. Saat ini, ia hanya ingin percaya pada teman-teman Yudha. Selain itu, ia pun tahu jika saat ini tak mungkin baginya untuk bergerak sendirian.
"Jadi benar itu paman Orion yang melakukannya?" Tanya Ayumi. Ia tahu jika mobil Orion itu keluar dari jalan yang sama dengan Yoga sesaat setelah kecelakaan terjadi. Sesuai informadi dari ayahnya, Tachibana Shota.
Aron kenal dengan ayahnya Ayumi dan Neil. Ia dulu juga pernah ikut andil dalam penyelidikan kematian Yoga akibat kecelakaan tunggal itu. Bukan berarti ia polisi, tidak. Ia hanya perwakilan keluarga Kazehaya agar bisa menerima informasi yang lugas untuk kepentingan pribadi. Bukankah pihak keluarga memang harus tahu akan hal ini, kan?
"Ini kurang jelas bagaimana bisa Orion-sama berada di lokasi kecelakaan itu. Namun, olah TKP yang dilakukan oleh polisi, sebenarnya rem mobil milik Yoga-sama sudah disabotase. Jadi penyebab utama kematian Yoga-sama itu karena tidak bisa mengendalikan mobil yang dibawanya." Jelas Aron.
"Disabotase? Bagaimana bisa? Ibu mertua cerita padaku jika ayah mertua pergi dari rumah langsung ke Miyagi. Maksudku.. apa pelakunya memiliki kesempatan untuk menyabotase rem mobil milik mendiang ayah mertua?" Tanya Melody. Ia yang sudah penasaran menjadi semakin penasaran. Rupanya ada yang berbuat curang bahkan jauh sebelum mala petaka menimpa.
"Mobil yang Yoga-sama pakai saat keluar dari kediaman Kazehaya berbeda dengan mobil yang dipakai saat kecelakaan. Kemungkinan Yoga-sama mengganti mobilnya saat di rumah ibunya Alvin. Itu masih asumsi." Jawab Aron. Ini adalah informasi yang sudah dikonfirmasi kebenarannya oleh penyidik kepolisian dan detektif yang dulu sedang bertugas menangani kasus kecelakaan yang menewaskan si sulung keluarga Kazehaya, Kazehaya Yoga.
"Dengan adanya asumsi seperti maka menimbulkan dua spekulasi. Pertama jika kemungkinan ibunya Alvin terlibat dalam pembunuhan itu. Kedua, bisa juga jika sasaran pembunuhan itu adalah ibunya Alvin. Namun untuk yang kedua ini, aku menyanksikannya. Masalahnya, yang sering ditargetkan dibunuh itu Paman Yoga. Jadi.. maaf, mungkin aku lebih setuju jika ibunya Alvin terlibat dalam pembunuhan itu." Kata Neil.
"Hei Neil, aku kira kau di pihak Alvin. Ternyata kau ikut 'menuduh' ibunya Alvin juga rupanya." Sindir Nao.
"Aku kan juga memiliki asumsiku sendiri. Lagian aku berada di pihak Alvin karena dia terlihat sangat menderita akhir-akhir ini. Ini lebih ke wujud rasa kasihan terhadapnya. Memang kalian tidak menyadari perubahan Alvin? Dia kurus dan semakin kurus setiap kali melihatnya." Kata Neil.
"Dia pasti stress berat mengurusi Emperor Group. Aku tak mengerti dia saat ini. Tapi dia mati-matian melindungi Emperor Group. Gara-gara terungkapnya kasus suap Tuan Kang dan Tuan Park, saham Emperor Group sempat jatuh. Dia sedang berusaha mengembalikannya. Belum lagi isu retaknya hubungan dia dengan Yudha yang membuat media membuat opininya masing-masing. Menggiring masyarakat untuk menentukan pilihan di antara mereka. Ya ini juga memperngaruhi pergerakkan saham. Para investor juga perlu menimang ulang." Kata Nao.
"Tapi yang aku lihat, Alvin berusaha membeli banyak-banyak saham Emperor Group dan menjadikannya orang nomor 2 setelah kakek Wijaya. Apa sih tujuan dia? Dia sudah menduduki kursi tertinggi Emperor Group, lalu mengejar saham. Apa dia berniat ingin jadi milyader?" Kata Ayumi.
Aron dan Melody hanya diam karena tiba-tiba alur pembicaraan malah pindah membahas Alvin dan Emperor Group.
"Yang membuatku kaget itu ketika tiba-tiba Uchiyama Azumane, ayah tirinya Alvin memiliki 5% saham Emperor Group. Bayangkan, 5%! Itu gila! Itu sangat besar karena di dapatkan dalam waktu yang singkat." Kata Nao.
"Hei, Alvin malah 17%! Dia tak bekerja pun sudah menghasilkan milyaran per bulan! Sedangkan Yudha, masih berada di tingkatan 10%. Besar juga, tapi pengaruhnya di Emperor Group semakin berkurang. Alvin mulai diperhitungkan oleh petinggi-petinggi Emperor Group yang dulunya berada di pihak Yudha. Apa lagi saat ini Yudha sudah mengundurkan diri dari Emperor Group, semakin lemah dominasinya." Kata Ayumi.
Nao tersenyum. "Kau tidak tahu apa yang terjadi pada Yudha, Ayumi-chan. Dia itu tak selemah yang kita kira. Semakin lemah dominasinya? Hahaha.. dia malah orang terkuat di belakang Emperor Group!" Kata Nao.
Melody dan Aron penasaran dengan apa yang dimaksud oleh Nao. Apa lagi Ayumi dan Neil, si kembar ini sama-sama saling lempar tatapan bingung.
"Nao, bisa kau jelaskan apa maksudnya ini?" Tanya Melody.
"Ini sebenarnya melanggar kode etik, tapi aku bosan terus mematuhi aturan. Aku ingin melanggarnya sejak lama. Tentang identitas Yudha." Kata Nao.
"Jelaskan yang singkat, Nao! Jangan bertele-tele!" Kata Neil.
"Oke, oke, baiklah. Intinya Yudha itu adalah pemangku jabatan tertinggi di Emperor Group. Kalian pernah mendengar soal misteri 4 Komisaris Tertinggi Emperor Group?" Tanya Nao.
Mereka semua mengiyakan. Kecuali Melody yang tak begitu paham soal seluk beluk Emperor Group.
"Komisaris Tertinggi Emperor Group itu tugasnya sebagai dewan penasehat dan penentu berlakunya kebijakan dan Yudha itu pemimpin dari 4 Komisaris Tertinggi Emperor Group itu! Dia pemegang kartu As! Yudha sang koordinat Komisaris Tertinggi Emperor Group!" Jelas Nao.
"Ba-bagaimana kau tahu soal rahasia ini, Nao-kun?" Tanya Aron. Yudha sama sekali tak pernah bercerita apapun soal ini. Mungkin Yudha menghormati aturan yang sudah dibuat. Aron pun memakluminya.
"Karena aku salah satu dari 4 Komisaris Tertinggi itu." Cengir Nao. "Aku pemegang lencana Heart!" Lanjutnya. Lencana Heart atau merah hati.
"Hah?"
Semua yang ada di ruangan itu cengo karena rasanya tidak mungkin jika Nao yang konyol itu bisa masuk jajaran tertinggi di Emperor Group. Mereka jadi penasaran bagaimana dulu perekrutan anggotanya. Masalahnya, Komisaris Tertinggi ini sifatnya sangat rahasia. Pasti perekrutannya pun tak boleh sembarangan. Siapa juga dulu yang merekrut? Kakek Wijaya? Caranya bagaimana?
"Sai pemegang lencana Clu**b atau kriting dan Shuhei pemehang lencana Diamond atau lapis! Konyol bukan? Yudha sama sekali tidak tahu akan hal ini. Aku, Sai, maupun Shuhei juga baru-baru saja mengetahui satu sama lain identitas kami karena kami sama-sama saling menyelidiki demi mengetahui apapun yang bisa membantu permasalahan yang sedang Yudha hadapi... Sangat seru ketika kami saling mencari tahu identitas tersembunyi masing-masing pemegang lencana. Lalu, ketika kami tahu si pemegang ternyata orang yang dikenal dekat.. ahh.. ini seperti.. hmm.. Omae ka? Kamu yoh? Benar-benar sangat konyol!" Jelas Nao panjang lebar.
Fakta dari Nao memang terdengar konyol juga di telinga Melody, Aron, Ayumi, dan Neil. Bagaiman bisa hal ini terjadi? Kebetulan yang hakiki apa mungkin bisa sampai seperti ini? Tiga dari empat pemegang lencana Komisaris Tertinggi Emperor Group itu kenalanannua Yudha. Bisa dikatakan juga sebagai orangnya Yudha. Orang yang akan berada di pihak Yudha.
"Kalian bertiga saling cari tahu para identitas pemegang lencana Komisaris Tertinggi Emperor Geoup, jadi, apa kau, apa kalian tahu siapa pemegang lencana Spade atau hitam hati?" Tanya Neil penasaran.
Nao menatap Neil. Ia lalu mengambil minumannya dan meneguknya. "Kami tahu..."
__ADS_1
Semua yang ada di atap itu menatap ke arah Nao untuk mendapatkan konfirmasi kebenarannya.