
Dalam sekali tekan, semua lampu yang ada di ruangan itu langsung menyala. Empat manusia memasukki ruangan itu. Mereka berdiri di depan tempat duduknya masing-masing. Namun ada satu tempat duduk yang tersisa dan bukan rahasia umun jika tempat duduk itu adalah milik Yudha. Mereka tahu itu.
"Wah.. wah.. wah.. aku tak menyangka akan duduk di tempat ini bersanding dengan kalian dalam keadaan yang seperti ini."
"Ruangan yang sangat tabu untuk kita masuki secara bersamaan dengan sosok lain."
"Benar-benar. Haruskah kita membuka topeng dan jubah kita?"
"Atau haruskah kita membuang alat perubah suara dalam topeng ini? Suaraku menjadi sangat jelek."
"Jangan! Aturan nomor satu, dilarang membongkar jati diri."
"Yaelah, aturan itu lagi..."
"Aturan yang sudah ada sejak dulu, harus dipatuhi."
"Orang tua kolot.."
"Tapi itu adalah kewajiban tradisi para pendahulu kita."
"Rule wa rule desu!"
"Aturan tetap aturan!"
"..."
"Sudah ngebacotnya?"
"Berbicara tanpa identitas yang jelas seperti ini membuat bingung. Bersantailah dan saling sebut nama!"
"Yo!"
"Sudah lama ya, para Komisaris Emperor Group yang agung!"
Sesuai dengan aturan para pemangku jabatan Komisaris Emperor Group, mereka harus menyebut julukkan dan menunjukkan lencana tanda pengenal mereka. Lencana ini tidak bisa dipalsukan karena dilengkapi teknologi tinggi berupa sistem sidik jari dan rekam retina. Ada alat yang disediakan untuk memastikan keasliannya.
"Pemegang Merah Hati, hadir." Pemegang Merah Hati atau Hearts menunjukkan sebuah lencana dengan bentuk merah hati.
Mewakili kehangatan cahaya musim semi dan musim panas. Hearts melambangkan pusat kehidupan dan dunia. Hati melambangkan pengetahuan, cinta, kehidupan dari air, kesuburan dan sukacita.
"Pemegang Hitam Hati, hadir." Pemegang hitam hati atau Spade menunjukkan lencana sesuai simbolnya.
Gambar daun dari pohon “Kehidupan”. Spade mewakili musim gugur dan musim semi, kekuatan kegelapan yang ada pada diri manusia. Spade melambangkan kecerdasan, perbuatan, udara, dan kematian.
"Pemegang Lapis, hadir." Pemegang Lapis atau Wajik atau Diamond menunjukkan lencana miliknya.
Diamond mewakili kehangatan kasih sayang seorang wanita cantik. Bukan hanya itu, Diamond juga melambangkan kehidupan yang mewah dan glamor. Diamond melambangkan keduniawian, uang, keberanian, dan energi.
__ADS_1
"Pemegang Clup, juga hadir." Pemegang Clup atau Keriting menunjukkan lencananya.
Juga dikenal sebagai Trefoils, Club mewakili banyak hal di musim gugur, kesendirian, malam gelap dan berangin dan laki-laki. Club sering diartikan sebagai pria, api, energi, kekayaan, pekerjaan, keberuntungan, dan kebahagiaan.
Mereka berempat meletakkan lencana mereka ke dalam sebuah alat yang ada di tengah meja yang berbentuk bundar itu.
Setelah lencana dimasukkan, konfirmasi kepemilikkan dibaca alat canggih itu dan berhasil, terkonfirmasi keasliannya. Kursipun keluar otomatis dari dalam meja.
Ya, untuk menduduki kursi itu, perlu kunci dan lencana milik mereka adalah kuncinya. Tidak bisa terbuka tanpa keempat lencana itu. Harus lengkap dan tak bisa kurang.
Setelah itu, mereka pun duduk di kursi milik mereka masing-masing sesuai lencana yang mereka milikki.
.
.
.
'Sedikit' penjelasan mengenai Komisaris Emperor Group.
Komisari Emperor Group memiliki otoritas yang paling tinggi dimana keputusan final harus sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
Terdiri dari lima orang, dimana Yudha adalah sebagai inti koordinatnya.
Bagaimana Yudha bisa menjadi salah satu Komisaris Emperor Group? Jawabannya adalah ia mewarisi posisi sang kakek dulu.
Tujuan kakek Wijaya membangun badan ini adalah untuk melindungi Emperor Group dari banyaknya serangan yang ingin merebut dan menjatuhkan Emperor Group dari dalam.
Ketika kakek Wijaya menyerahkan tahta CEO pada Yoga, gejolak persaingan Emperor Group memanas. Banyak dari mereka yang menolak Yoga naik tahta. Mereka menganggap jika Orion jauh lebih pantas daripada Yoga yang terlalu banyak memiliki kasus terutama 'isu' perselingkuhan yang dilakukan olehnya.
Kembali ke awal kenapa Yudha bisa memiliki jabatan ini karena dalam aturan Komisaris Emperor Group, jabatan ini bisa di wariskan pada keturunannya. Karena setelah kematian Yoga, kakek Wijaya kembali jadi CEO, maka untuk mengisi jabatan kosong itu, ia menyerahkannya jabatan komisarisnya Yudha.
Inti tugas utama para Komisaris ini adalah melakukan apapun asal membuat untung perusahaan. Mereka tidak peduli siapa yang menjabat CEO Emperor Group, asal dia berguna untuk Emperor Group, maka mereka tidak akan mempermasalahkannya.
Meski mereka pemilik jabatan tertinggi di Emperor Group, tapi mereka takluk dan tunduk pada pemilik sah Emperor Group atau bisa dibilang pemiliki dari stemple atas akta kepemilikan Emperor Group.
Meski sang darah keturuan umumnya menjadi penerus, tapi jika tidak memiliki stemple dan akta kepemilikan itu tetap saja tidak akan bisa memiliki Emperor Group dan membuat para Komisaris ini tunduk padanya.
Jika ingin menguasai semuanya, miliki stemple dan rubah isi akta kepemilikan itu! Karena sampai detik ini, stemple itu tak banyak yang tahu digunakan untuk apa dan dimana akta itu. Apakah Kazehaya Wijaya namanya ada di akta kepemilikkan itu?
Mungkin. Nyatanya banyak orang yang mengincar kematiannya. Jika Kakek Wijaya meninggal, maka peluang untuk memiliki Emperor Group akan semakin besar. Mereka akan memburu akta kepemilikkan itu dan mencari stemple yang konon katanya juga sama besar efeknya dengan memiliki akta kepemilikkan.
Bukankah dalam bisnis banyak cara bisa dilakukan untuk menguasai perusahaan lain. Misal membuat suatu perusahaan menjadi pailit?
Pailit? Yakin? Untuk sekelas Emperor Group yang perkasa bahkan tetap bertahan meski negara mengalami krisis moneter itu tidaklah mudah! Usaha postif dengan mencoba bersaing dengan Emperor Group itu sudah dilakukan sejak lama, tapi tetap gagal. Tak bisa mebumbangkan dominasinya Emperor Group.
Setelah semua cara dalam konteks cara yang baik, cara yang sportif dilakukan dan tetap gagal, maka kini mereka menempuh jalur lain, ya dengan upaya membunuh Kazehaya Wijaya dan semua keturunannya.
__ADS_1
Termasuk Melody?
Ya seperti itu. Rupanya sehari sebelum kecelakaan yang menyebabkan kakek Wijaya koma, ia telah mewariskan semua sahamnya pada anak-anaknya dikandung oleh Melody. Inilah salah satu alasan mengapa Melody juga diincar meski Melody tidak berkecimpung langsung di dunia Emperor Group, dan tentulah ada alasan yang lebih besar lagi dari sekedar mengandung keturuan generasi ke 3 keluarga Kazehaya. Akan terungkap seiring berjalannya waktu.
***
◇♤♡♧
"Alvin sudah berani bergerak tanpa meminta persetujuan dari kita. Ia mulai seenaknya saja!" Kata Pemegang Lencana Diamond.
"Membeli pabrik tua, kosong, tak terawat tanpa alasan yang jelas tujuannya. Apa dia tidak bisa membaca peluang pasar? Kita ini perusahaan pengembang! Tugas kita membangun, bukan malah membeli rongsokkan tidak berguna seperti itu!" Kata Pemegang Lencana Club.
"Sebaiknya tunggu saja sampai dia mengonfirmasinya kepada kita. Dia adalah CEO yang terpilih, harusnya tidak akan seceroboh ini." Kata Pemegang Lencana Spade.
"Jujur saja, saya menginginkan Yudha kembali." Usul Pemegang Lencana Hearts.
"Tugas seorang Komisaris tidak boleh memihak siapapun. Tugas kita adalah menjaga Emperor Group tetap hidup dan menghasilkan banyak uang! Yudha atau Alvin tidak peduli siapa itu!" Kata Pemegang Lencana Diamond.
"Yare-yare... ada yang berpihak kepadaku rupanya." Kata Yudha yang kini memasuki ruang pertemuan khusus para pemangku jabatan Komisaris Emperor Group.
Semua Komisaris itu langsung berdiri dan membungkuk seraya memberi salam penghormatan pada Yudha.
Kazehaya Yudha, koordinat Komisaris Emperor Group, sang pemegang jabatan tertinggi dari Komisaris Emperor Group. Sosok pemegang 4 jenis lencana dalam satu kunci. Ya, Yudha adalah As.
Yudha lantas duduk di sisa kursi yang kosong. Khusus untuk kursi miliknya, ia bisa menduduki kapan saja yang ia mau. Ya meski 4 anggota yang lain bisa berdiskusi tanpanya, tapi kursi milik Yudha akan merekam semua jenis pembicaraan yang ada tanpa harus ia mendudukinya.
Kali ini ada hal yang harus ia lakukan, karena biasanya ia tidak suka datang ke tempat seperti ini.
"Sesuatu yang langka jika Yudha-sama sampai berepot-repit duduk di ruangan ini." Kata Pemegang Lencana Diamond.
Yudha lalu tersenyum. Semua orang di hadapannya memakai jubah dan topeng. Ia bahkan tak bisa mengenal suaranya sedikitpun.
"Kenapa kalian menjadi sangat sopan seperti ini? Bukankah tadi kalian menyebut namaku dengan biasa tanpa embel-embel -sama? Aku tak akan terbawa perasaan hanya dengan kalian menyebut nama kecilku secara biasa saja. Lagipula, aku sudah tak lagi di Emperor Group. Dan lagi, aku tak haus akan kekuasan dan tahta." Kata Yudha.
Keempat komisaris itu terdiam saat mendengar Yudha berbicara seperti itu.
"Kabar indah untuk kalian. Kalian akan beristirahat lebih cepat tanpa harus pusing-pusing lagi untuk memikirkan Emperor Group." Kata Yudha.
Para Komisaris itu saling lempar pandang satu salam lain. Apa maksud dari 0erkataan Yudha itu? Istirahat dengan indah? Istirahat dengan lebih cepat?
"Apa maksud Anda, Yudha-sama?" Tanya Pemegang Lencana Spade.
"Iya, apa maksud Anda?" Tanya Pemegang Lencana Heart.
"Kami semua tidak memahami apa yang Anda katakan saat ini." Kata Pemegang Lencana Club.
"Aku akan menghancurkan Emperor Group!" Kata Yudha.
__ADS_1