MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Pertemuan di Atap Gedung 4: Wanita Lemah


__ADS_3

Setelah mendapat perawatan darurat, Melody pun akhirnya sadar dari pingsan.


"Mel, kau baik-baik saja?"


"Melody-sama..."


"Nona Melody..."


"Kau membuat kami khawatir. Bagaimana bisana bisa kau tiba-tiba pingsan seperti ini, hah?"


"Jika dirasa tubuhmu sedang tidak dalam keadaan baik, harusnya jangan memaksakan untuk melakukan pertemuan ini."


Semua orang menghawatirkannya. Melody kembali harus bersyukur pada Tuhan akan hal ini. Ia tak kekurangan orang-orang yang peduli dengannya.


"Maaf, aku hanya tidak bisa membayangkan saja jika Yudha sampai dibunuh oleh mereka. Aku.. aku tak akan sanggup hidup jika itu terjadi." Cerita Melody sambil menangis.


"Kami tidak akan membiarkan Yudha mati! Jangan khawatir! Kita akan menyusun rencana untuk menyelamatkan Yudha." Kata Nao.


"Itu sangat berbahaya, kan? Bagaimana jika sampai sesuatu terjadi pada kalian? Yudha pasti tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri." Kata Melody.


"Kami bertindak sesuai rencana, Mel. Jangan khawatir! Nao-kun dan Neil-nii pasti tidak akan gegabah." Kata Ayumi.


"Ini memang akan sulit, bahkan sangat. Kami tidak akan lewat gerbang depan. Kami akan lewat jalan tikus. Kami akan memakai cara teraman yang meminimalisir kerugian. Kami tidak janji akan berhasil menyelamatkan Yudha. Namun sebagai teman, aku maupun yang lain tidak mau kehilangan Yudha begitu saja." Kata Neil.

__ADS_1


Neil berusaha meyakinkan Melody agar Melody tidak terlalu banyak pikiran. Ketakutan Melody akan Yudha dan kebaikan hatinya akan teman-teman di sekitar Yudha itu tidak bisa Neil abaikan. Melody itu tipe wanita yang terlalu memikirkan orang lain melebihi dirinya sendiri.


"Untuk masalah Yudha, serahkan pada kami, Mel! Biar kami yang menghandlenya... Sekarang, lebih baik kau fokus sama kehamilanmu dan saham milik Yudha. Yudha sudah membahas dengan kami akan kemungkinan ini dan menjadikanmu walinya ketika dia tidak ada... Kau mengerti kan maksudku?" Kata Nao.


"Jika tiba-tiba ada rapat mendadak, maka aku harus menjadi walinya sebagai pemehang saham 10%. Seperti itu kira-kira." Kata Melody.


"Kau benar. Setelah Yudha menghilang, Alvin kemungkinan akan mengajak Komisaris Tertinggi Emperor Group untuk melakukan pertemuan. Yang mana, pertemuan itu pasti membutuhkan sang koordinat Komisaris Tertinggi. Yudha jelas tak bisa datang. Saat itu tiba, keseimbangan para Komisaris Tertinggi bisa saja goyah. Tuan Han alias pemegang lencana Spade pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini. Dia pasti memiliki tujuan tertentu. Tidak mungkin baginya hanya sekedar menculik Yudha." Kata Nao.


"Melody-sama, apa yang Neil dan Nao katakan adalah saran yang sangat baik. Hanya itu yang bisa Anda lakukan saat ini. Pergerakkan saya terbatas dan selalu diawasi. Saya sendiri tidak akan mampu menembus kota Kyoto untuk menjemput Yudha-sama. Saya harap Anda bersedia mempelajari bisnis bersama saya." Kata Aron.


Melody menatap ke arah Aron. "Apa si wanita lemah ini bisa berbuat sesuatu yang besar seperti bisnis? Aku.. aku ini sama sekali tidak ingin berpangku tangan dan menikmatinya saha. Aku harus beraha keras untuk terbiasa akan hal-hal yang akan aku hadapi di masa depan


"Wanita lemah itu lebih cocok disematkam pada mereka yang tidak mau berusaha. Mereka tahu ada ada jalan lain, tapi mereka enggan berusaha." Jata Aron. "Namun Anda berbeda, Melody-sama. Anda mau berusaha berjuang demi orang yang Anda kasihi. Anda hebat, Melody-sama." Tambah Aron.


"Melody, sesuai saran kita di awal. Masalah Yudha biar Nao-kun dan Neil-nii yang mengurusnya. Kau fokus belajar bisnis. Aku akan membantumu. Kau itu kan walinya Yudha." Kata Ayumi.


"Apa aku juga harus mengisi jabatan koordinat Kemisaris Tertinggi Emperor Group juga?" Tanya Melody.


"Jangan! Itu sangat berbahaya! Aku saja mencari tahu siapa anggota lain, maka tidak menutup kemungkinan jika Tuan Han juga akan melakukannya. Jika kau tertangkap karena kau seorang koordinat, maka akan dengan mudah mengendalikan Yudha!" Kata Nao.


"Jadi, aku hanya perlu belajar dunia bisnis dan saham, kan?" Tanya Melody.


"Ya. Kau harus banyak belajar soal itu. Ini untuk jaga-jaga jika ada masalah mendesak yang berhubungan dengan Yudha di Emperor Group. Meski dia tak lagi menjabat sebagai wakil CEO, tapi dia salah satu pemegang saham terbanyak di Emperor Group. Belum lagi, dia adalah seorang koordinate Komisaris Tertinggi Emperor Group. Itu jabatan yang sangat berat dan beresiko tinggi untuk Yudha. Jadi, kau ingin membantu Yudha selama Yudha tidak ada, kan? Kau hanya perlu belajar memahami posisinya saja. Sekali lagi, urusan Yudha yang diculik, biar aku dan Neil yang mengurusnya. Tenang saja, ini memang sulit, tapi aku dan Neil yakin pasti bis menemukan Yudha." Kata Nao.

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti apa yang harus aku lakukan. Aku akan mempelajari seluk-beluk bisnis dan apa yang terjadi di Emperor Group. Aku tak akan mungkin bisa mengopy kemampuan jenius Yudha, tapi aku akan berusaha setidaknya mempertahankan apa yang sudah Yudha capai saat ini. Aku sadar, tak selamanya aku bisa berdiri di belakang Yudha. Ketika dia tidak ada, bukan berati aku harus sembunyi ketakutan, kan? Kadang, mencoba berjalan di sampingnya tidaklah terlalu buruk." Kata Melody yang sudah memantapkan tujuannya.


Nao, Neil, dan Ayumi tersenyum bangga. Sebenarnya mereka bertiga tidak berharap Melody akan berbuat sejauh ini. Memaksa seorang ibu hamil untuk melakukan pekerjaan berat dan penuh tekanan adalah hal yang tidak benar. Jika Yudha tahu, mereka yakin jika Yudha pasti akan sangat marah kepada mereka. Jika ini terjadi, maka tamatlah sudah riwayat mereka.


Yudha tak akan pernah membiarkan istri tercintanya menderita.


"Melody, kau tahu, kau itu jauh lebih kuat dari yang kau kira. Kau mungkin merasa lemah tanpa Yudha di sisimu, tapi kau mampu jika kau yakin. Kau bisa menjadikan kemampuanmu itu untuk bertahan. Buatlah dan bangunlah kekuatan jika tanpa Yudha akan membuatmu semakin kuat. Kau pasti bisa! Melody pasti bisa!" Kata Ayumi.


"Terima kasih banyak sudah mendukungku dan Yudha sampai sejauh ini. Aku dan Yudha merasa beruntung memiliki kalian semua." Kata Melody.


"Yang ada Yudha akan menguliti kami karena menempatkanmu di posisi yang berbahaya, Mel! Haha." Tawa Nao. "Benarkan apa kataku, Neil?" Lanjutnya sambil menatap Neil.


Neil tersenyum ringan. "Maa ne.."


Maa ne: Begitulah..


.


.


.


Masih harus ak lanjutkan, tapi kudu terpotong karena biar tetap up di tanggal bulan ini. hohoho

__ADS_1


__ADS_2